Instagram: @blueskyma_1
Perjodohan yang dilakukan oleh dua perusahaan besar yaitu, Perusahaan Elang Group dan Perusahaan Mawardi Utama menjodohkan putra dan putri nya.
Seperti apakah jika dua anak dari konglomerat bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rumah mertua
*diteras rumah
terlihat Elang dan pak Mawardi sedang mengobrol dengan canggungnya , karena biasanya mereka membahas tentang pekerjaan. namun sekarang harus bertemu sebagai menantu dan mertua.
bisa dibilang meskipun perusahaan Mawardi Utama ditolong oleh perusahaan Elang, tapi elang tidak pernah menyombongkan itu, ia malah menunjukkan kesopanannya sebagai menantunya.
Mila menyusul mereka yang sedang berbincang diteras. . . ia membawa dua cangkir teh hangat dan kue pie di nampannya, kemudian menaruhnya di meja depan Elang dan papahnya.
Mila melingkarkan tangannya di atas pundak papahnya, yang kini duduk didepannya. . .
"lihat Lang betapa manjanya dia, apa dia juga seperti ini padamu". dengan percaya dirinya pak Mawardi melemparkan pertanyaan itu.
Elang tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
buru-buru mau manja , berantem terus iya batin elang
kini Mila berpindah tempat ia melingkarkan tangannya pada Elang
"bisa papah lihat sendirikan" Elang tersenyum lirih
cihhh betapa lihay nya dia berakting dan apa ini dia memanggil papah kenapa aku merasakan debaran aneh ketika ia memanggil sebutan papah, batin mila didalam hati.
"Lang papah titip Mila ya , sekarang dia sepenuhnya tanggung jawab mu . . . kalo kamu melawannya kadang ia malah sering membangkang dan tidak menurut tapi kalo kamu lembut padanya ia akan menjadi lebih patuh. dan ingat satu hal jangan pernah membentak dia".
beberapa wejangan dari pak Mawardi terus saja keluar dari mulutnya ia seolah mengenalkan perilaku anaknya ia ingin elang memahami putri semata wayangnya itu, sedangkan Elang hanya mengangguk dan sesekali tersenyum.
*makan malam
terlihat para art sudah menyiapkan beberapa menu spesial diatas meja makan . .
Elang dan Emila terlihat bergandengan tangan menuruni tangga. sedangkan semua anggota keluarga sudah berkumpul dimeja makan.
"maaf sudah membuat semua menunggu". kata Elang sambil memundurkan kursi untuk Mila dan kemudian duduk disampingnya.
"tidak apa-apa pak Elang". Erfan masih berbicara formal , kemudian mamahnya menyikutnya tanda mengingatkan. "E Elang maksudku maaf belum terbiasa"..
"iya . .saya juga akan berusaha memanggil anda kakak, pak erfan".
mila mengambilkan makanan untuk Elang "duh kenapa semuanya jadi formal gini sih bicaranya , kita disini mau makan sebagai keluarga yang normal bukan mau meeting".
makan malam telah selesai seperti biasa yang dilakukan keluarga Mila adalah menonton televisi bersama tapi kali ini sedikit canggung karena ada Elang disana.
Mila duduk disebelah elang ia memangku Exel yang sedang tertidur, ia terus mengelus-elus rambut Exel.
"kamu nggak capek" tanya Elang dengan lirih
"udah biasa mass".
"apa aku gantiin mangku Exel"
"emang kamu bisa . . nggak usah deh".
mamahnya Mila yang dari tadi mendengarkan mereka tersenyum tipis.
"mil, biarin dong kalo Elang mau mangku Exel itung-itung dia bisa belajar kalo kalian punya anak nanti".
pak Mawardi dan Erfan tersenyum mendengarnya
Mila menyerahkan Exel yang sedang tertidur pulas di pangkuan Elang. .
"kamu kaku sekali pasti nggak pernah nimang bayi ya". Ejek mila
Erfan menyahut "eh mil , kamu pikir Elang nggak punya kerjaan apa, dia kan CEO pasti dia sangat sibuk bekerja sendirian apalagi pak Suryo kan di luar negeri?".
"belain aja terus".
Mila tersenyum memandang Elang yang sangat menggemaskan ketika memangku Exel.
ia tidak bergerak sedikit pun karena takut Exel akan terbangun.
"apa". Elang menyadarkan tatapan Mila.
Mila langsung gelagapan menoleh ke sembarang arah karena ia malu Elang tau kalo dia memperhatikannya.
"lihat orang ganteng sampe segitunya wkwk". Elang terus mengejeknya Mila mendengus kesal pipinya pun memerah.
kenapa sampai seceroboh ini diakan PD nya selangit, batin Mila