NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 19

"Kau pikir Rinda akan kembali padamu!!"

Degh!

Perkataan Teani membuat Gani sedikit gentar. Tubuhnya limbung, dan akhirnya kembali terduduk di sofa.

Pria itu tadi hendak pergi ke rumah sakit untuk menemui Rinda. Tapi sekarang dia benar-benar mengurungkan niatnya. Bukan karena Teani yang menahannya, tapi karena ketakutannya sendiri.

Perkataan Teani jika itu benar, maka wanita tersebut memiliki banyak bukti tentang hubungan mereka selama ini. Dan bila Teani membukanya, maka dia bukan hanya kehilangan Rinda, tapi dia juga bisa kehilangan pekerjaannya. Gani jelas tidak mau itu.

Akan tetapi, Gani juga tak mau terikat dengan Teani. Dia memang setuju menikah dengan Teani, karena dipikirnya Rinda sudah benar-benar meninggal. Namun melihat Rinda kembali, tentu saja Gani lebih ingin bersama dengan Rinda dari pada Teani.

"Tidak, aku tidak bisa kehilangan Rinda. Dengan cara apapun aku akan membuat Teani mundur dengan sendirinya dari pernikahan ini."

Gani berbicara dalam hati. Langkah pertama untuk tujuannya itu adalah dengan keluar dari kamar Teani. Dia membawa barangnya yang masih ada menuju ke kamar tamu.

"Apa yang kamu lakukan!" pekik Teani. Diamnya Gani, ia pikir karena pria itu menyerah. Namun Gani malah keluar dari kamar mereka.

"Aku akan tidur di ruang tamu," ucap Gani sambil berlalu. Tak sekalipun ia melihat ke arah Teani yang tengah berkacak pinggang.

"Jangan gila kamu, Gan. Kita ini suami istri!"

Teani tampak tidak terima. Namun Gani sama sekali tidak peduli. Jika Teani marah dan juga muak, itu bagus untunya.

"Terserah, suka-suka aku. Kamu ingin status istri itu kan, ya silakan miliki. Tapi aku tak akan pernah menjadikan mu istriku sepenuhnya>"

"Sialan kamu Gan! Bisa-bisanya bicara seperti itu. Tidak akan menjadikan aku sebagai istrimu sepenuhnya? Padahal jelas-jelas kita sudah berhubungan berkali-kali. Tubuh kita sudah sering menyatu, jadi jangan sok suci. Lihat saja, apa kamu bisa terus bersikap demikian."

Teani membalikkan tubuhnya. Dia kembali ke kamar, berganti pakaian lalu pergi begtu saja tanpa mengucapkan satu patah kata pun.

Tujuan Teani adalah kantor TBBA. Dia ingin menemui Rinda.

Ketika sampai di kantor, semua mata menatap ke arah Teani. Mereka tak memberi salam hormat seperti sebelumnya. Malah para karyawan TBBA melancarkan tatapan tajam ke arahnya.

"Kenapa, mau ku colok mata kamu ya! Beraninya melihat ku seperti itu. Rinda ada di atas kan?"

Sang resepsionis menggelengkan kepalanya cepat. Dan mengatakan bahwa Rinda tidak ada di kantor.

"Jangan bohong?" ucap Teani sambil menggebrak meja resepsionis.

"Saya tidak bohong Bu Teani. Apa Pak Gani tidak bilang kepada Ibu, kalau Bu Rinda di rumah sakit? Padahal tadi Pak Gani lihat Bu Rinda di bawa ke rumah sakit lho."

Brak!

Teani kembali memukul meja. Dia merutuk dalam hati karena tak mendapat informasi tentang keberadaan Rinda

Dipikirnya Rinda ada di kantor sekarang. Maka dari itu dia bergegas ke mari.

"Cih, dasar!"

Teani pergi begitu saja. Dengan wajah kesal, dia meninggalkan kantor.

"Aku pikir dia bakalan masuk kerja. Tapi ternyata cuma mau nyari Bu Rinda."

"Iya, aneh sekali. Mereka kok tidak ada khawatir-khawatirnya sama Bu Rinda ya? Padahal Gani itu masih suaminya, dan Teani, meski saudara beda ibu, tapi kan tetap saja kakaknya. Aneh kan? Kita saja yang cuma bawahan Bu Rinda khawati. Tadi Juga Pak Jexen seperti yang panik banget."

Dua orang yang berada di resepsionis itu saling tatap dan menggelengkan kepalanya cepat. Mau dipikirkan beberapa kali pun, mereka masih tidak paham atas perlakuan dari keluarga Rinda.

"Jadi kasihan ya sama Bu Rinda. Aku lihat keluarganya tidak ada yang tulus. Aku pikir Gani berbeda, tapi ternyata sama saja."

"Ada apa? Kenapa ribut sekali di sini>"

Degh!

Kedua resepsionis itu terjingkat saat ada suara yang mendekat. Keduanya langsung melihat ke depan dan ternyata itu adalah Jexen.

"Pak Jexen?"

"Iya ini aku. Ada apa, kenapa kalian ribut. Aku mendengar nama Rinda baru saja disebut."

Keduanya diam sejenak. Lalu mengambil nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan.

"Baru saja Bu Teani datang, menanyakan keberadaan Bu Rinda, kami bilang Bu Rinda di rumah sakit. Padahal tadi Pak Gani lihat lho, tapi kok Bu Teani tidak tahu?"

Jexen melihat dua resepsionis TBBA itu secara bergantian. Dia baru tahu kalau tadi Gani melihat semuanya. Akan tetapi hingga detik ini, pria itu sama sekali tidak muncul di hadapan Rinda.

Jexen padahal masih berpikir positif, bahwa Gani memiliki kepedulian dan rasa khawatir terhadap Rinda. Namun ternyata tidak. Pria itu benar-benar sama sekali tidak memikirkan Rinda. Semua ucapannya tentang cinta dan sejenisnya hanya omong kosong belaka.

"Saya cuma kasihan sama Bu Rinda, Pak Jexen. Selama ini Ibu sudah berjuang keras untuk keluarga, namun keluarganya malah bersikap sepeti ini. Tidak peduli dan bahkan memanfaatkannya."

Jexen setuju dengan apa yang dikatakan sang resepsionis. Dan dia pun merasakan hal yang sama, yakni iba melihat nasib Rinda yang seperti ini.

Wanita itu sudah banyak berjuang demi keluarga, namun balasan keluarganya seperti ini. Kasus kecelakaan Rinda pun terasa janggal.

Jexen mengambil ponselnya, dia berjalan menjauh dari meja resepsionis.

"Mahes, cari tahu mobil Rinda yang digunakan saat kecelakaan, Telusuri semuanya. Aku mau laporan secepatnya."

"Baik Tuan."

Jika kemarin Jexen sama sekali tidak memikirkan tentang hal tersebut, sekarang setelah melihat sikap suami dan kakak Rinda yang sama sekali tak peduli dengan Rinda, akhirnya membuat Jexen merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaan tersebut.

Jexen memiliki dugaan lain. Bahkan ia juga merasa bahwa Rinda sengaja ditinggalkan atau disembunyikan di tempat yang sulit untuk dijangkau.

"Entah Teani atau Gani, atau ada pihak lainnya. Aku yakin kecelakaan itu tak murni. Ada campur tangan yang mungkin tidak hanya melibatkan satu orang saja. Perencanaan sangat matang."

Sembari menuju lantai paling atas dimana ruangan Rinda berada, Jexen terus saja memikirkan hal tersebut.

Dan sebuah ingatan muncul di kepalanya.

"Jex, akhir pekan ini aku akan pergi sama Mas Gani. Nanti tolong kamu yang hendle pekerjaan ya. Sekitar 3 sampai 4 hari lah aku perginya."

Jexen ingat, hari sebelum kecelakaan Rinda, satu minggu sebelumnya Rinda berkata demikian kepadanya.

Berarti bisa disimpulkan bahwa Rinda dan Gani merencanakan kepergian setidaknya satu minggu sebelumnya.

Saat sampai di ruangan, Jexen mengambil kertas dan pena. Dia menuliskan tanggal tepatnya Rinda mengalami kecelakaan. Jexen kemudian menuliskan rentang waktu dari pertama kali Rinda bicara tentang rencana perjalanan dan hari nahas itu terjadi.

"Mahes."

"Ya Tuan.

"Sekitar tanggal ini sampai tanggal ini, cari tahu apa yang dilakukan Gani dan Teani."

"Siap!"

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!