Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Mendekati Perang Dewa Fana
Selama berhari-hari lamanya perebutan harta artefak di Prasasti terus berlanjut. Korbam yang berjatuhan juga semakin banyak. Sayangnya Prasasti hanya akan terbuka satu bulan saja dan menunggu 100 tahun lagi untuk terbuka.
Ketua-ketua Sekte dari berbagai pelosok datang untuk menunggu murid-murid mereka keluar walau waktu penutupan masih lama.
....
Malamnya. Terdapat 3 orang dengan baju Sekte tengah beristirahat di dekat api unggun.
"Kita sudah berkeliling bersama selama 20 hari tapi dimana-mana sudah kacau." Ucap salah satu pria.
"Itu sudah cukup lazim untuk kita para kultivator saling membunuh." Kata pria lainnya dengan tegas. "Untungnya juga kita dapat artefak dengan tidak bertarung."
"Haha kurasa kamu ada benarnya. Sekte-sekte dan Kekaisaran benua lain sedang sibuk bertarung satu sama lain hanya untuk sebuah artefak." Dia yang seorang perempuan sendiri tertawa.
"Tapi kenapa ya Sekte Lotus Api kita tidak bergerak besar-besaran untuk merebut artefak? Tidak seperti Sekte lainnya yang mengerahkan seluruh kekuatan."
"Sekte Lotus Api kita di pimpin Wakil Ketua Sekte dan dia adalah orang yang terpecaya. Wakil ketua Sekte memiliki niat berbeda dengan Sekte lainnya jadi kita hanya bisa percaya padanya."
"Ya dan kamu ada benarnya." Perempuan itu berbicara. "Wakil ketua Sekte Lotus Api masih muda dan berumur 96 tahun sudah mencapai tahap Langit puncak. Kalau bukan jenius lalu siapa lagi?."
Note: Di Dunia The Gods World usia di atas 50 tahun sangat muda. Umur rata-rata kultivator di bawah Langit bertahan hingga 500-1.000 tahun dan para Ranah Star hingga Dewa Fana bisa hidup hingga 10.000 tahun ke atas.
....
"Oh ya? Jadi apakah dia bernama Xiao Ming?." Suara perempuan lain dari belakang semak-semak mengejutkan mereka bertiga.
"Siapa!." Ketiga berkumpul saling menjaga satu sama lain. Mata mereka tidak berkedip sama sekali untuk cari tahu keberadaan musuh.
Dari dalam semak-semak, satu kali terangkat dan menginjak tanah.
"Bom!..." Tekanan spiritual dahsyat menekan mereka dengan keras hingga tulang-tulang mereka patah.
"Hehem." Gadis itu tertawa manis. "Perkenalkan aku Tian Yu dari Sekte Jiwa mayat."
"Wush!..." Ratusan orang dari Sekte Jiwa Mayat berpakaian hitam berdiri di pohon-pohon. Mereka menatap mereka bertiga seperti pemangsa.
"S-Sekte jiwa mayat?."
"Gawat kita tidak bisa melawan mereka... Kita hanya ranah Bumi puncak!."
"Bahkan aku di ranah Langit tahap 1 melawan satu dari mereka saja itu tidak ada gunanya."
"Hehem." Tian Yu tersenyum manis namun ketiga pandangan mereka tiba-tiba muncul bunga-bunga semerbak dan darah menyembur.
Mata mereka melotot saat pandangan seolah-olah jatuh namun sebenarnya itu adalah kepala mereka bertiga yang jatuh karena serangan pisau daun Tian Yu.
"Hm..." Tian Yu menginjak kepala salah satu dari mereka. Wajahnya terlihat tertarik saat mendengar nama Xiao Ming. "Xiao kecil... Kamu ada disini ya?..."
"Tetua!." Dua orang Sekte menyapa dari belakang.
"Ada apa?."
"Kami menemukan jejak Sekte Lotus Api. Sepertinya mereka menuju bagian tengah Prasasti. Kalau kita mengejar sekarang kita bisa menyusul mereka."
Tian Yu memandang matahari yang semakin tenggelam menciptakan suasana merah dan oranye. "Kejar mereka."
"Baik!."
"Wush!..."
"Bom!..."
"Graarrr!!..." Dari dalam hutan lebih banyak lagi anggota Sekte Jiwa mayat menunggangi dengan mayat harimau iblis.
"Xiao Ming... Aku sudah lama ingin bertemu denganmu dan menunjukan bahwa aku lebih kuat darimu." Tian Yu berpindah cepat dan langit terbelah akibat kecepatan terbangnya.
....
Di waktu bersamaan, telah muncul artefak lain kualitas legenda dan itu menciptakan perang besar di medan datar. Berbagai kekaisaran dan Sekte berperang berebut demi artefak.
Shen Hao Feng menghentikan kakinya dari kejauha saat melihat pertempuran di depan. "Besar sekali, padahal hanya untuk artefak."
"Kwakk!..." Suara pekikan Phoenix yang muncul dari formasi terdenhar kencang.
Alis Shen Hao Feng terangkat sedikit melihat Phoenix itu membantai ratusan pasukan secara acak. "Itu phoenix yang kuat tapi sayang itu hanya sebatas formasi."
Karena penasaran apa yang menyebabkan semua ini, Chang Jia berinisiatif memeriksa artefak yang terbang diam di atas.
"Guru, itu tingkat Legenda. Persis seperti 8 Pedang Naga guru."
"Eh apa?." Fei Xuen segera melihat artefak apa yang muncul dan itu benar berkualitas legenda. "Itu khusus untuk pengguna tombak..."
Shen Hao Feng menggeleng pelan. "Bagaimana kalau kita pergi dan ambil di lain waktu."
Sebenarnya Fei Xuen merasa kesempatan ini sia-sia saat Shen Hao Feng mengajak pergi. Tapi itu ada benarnya juga karena di lihat dari manapun peperanhan di medan datar ini terlalu hebat.
"Siyuhh!..." Tubuh orang mati terlempat tiba-tiba ke arah Shen Hao Feng.
Shen Hao Feng dengan cepat menendangnya ke samping. "Ada orang kuat lainnya." Ia menarik nafas pendek saat melihat pria memegang dua celurit dengan ikat rantai.
"Hmp!." Kedua gadis Shen Hao Feng dengan sigap akan melindunginya.
"Siapa kau!." Chen Ming Dan Ning Fei berdiri paling depan.
Rong Qui tersenyum menyeringai. "Aku mencari seseorang tapi aku tersesat di medan perang datar ini jadi aku pikir aku ingin bersenang-senang terlebih dahulu."
"Apa?." Chang Jia termasuk lainnya tak percaya pada kata-katanya.
"Aku bilang siapa kau!." Chang Jia menyerang dengan tebasan silang.
"Heh baru disapa sudah menyerang?." Rong Qui menggerakan celuritnya secata cepat dan tepat hingga dalam beberapa detik saja tebasan silang Chang Jia hilang.
"Apa?." Chang Jia tercengang.
"Hm." Shen Hao Feng mengangguk pada Rong Qui. "Dia memilki potensi bagus tapi sayang sekali hidupnya sudah rusak."
Mata Rong Qui melebar mendengat Shen Hao Feng berkata sesuatu. "Hei pria menjengkelkan disana... Apa kau berkata sesuatu tentang diriku?." Sabitnya bercahaya ungu.
Mata Shen Hao Feng menyempit. "Ya-
"Wush!..." Rong Qui akan menebas dari depan namun Shen Hao Feng segera menahan serangan hanya dengan tangan.
"Hm?!." Rong Qui terkejut lagi namun dia tak menyerah dan memilih menendang kepala Shen Hao Feng.
Namun hasilnya sama seperti sebelummya. Shen Hao Feng memegang kaki Rong Qui dan melemparnya ke bawah.
Kedua mata Shen Hao Feng bercahaya emas menunjukan dia siap serius kapan saja jika Rong Qui terus melawan.
"Bagus!." Fei Xuen bersorak senang.
"Terlalu cepat untuk senang!." Rong Qui melakukan gerakan menyabit berputar seperti pusaran angin.
"Pergilah ke alam baka!." Rong Qui melempar pusaran angin ke Shen Hao Feng.
Shen Hao Feng mengerahkan telapak tangannya ke depan. "Berlutut."
"Bom!..." Kepala Rong Qui menekan tanah hingha Qong Rui berusaha keras agar bisa bangun namun tetap tak bisa.
"Ngruhh!!..." Rong Qui berteriak bahkan kakinya memaksa untuk berdiri meski tanah pun retak.
Serangan Rong Qui telah sepenuhnya di atas sendiri oleh Chang Jia dan Fei Xuen. Chen Ming beserta Ning Mei berlari cepat dan membenuk formasi untuk ambil eksekusi.
"Haa!!." Chen Ming dari atas memukul kepala Rong Qui hingga berputar.
"Sling!." Ning Mei sekejap mata sampai di depan muka Rong Qui hingga ia tak memiliki kesempatan untuk bangun.
"20x tebasan cepat!." Ning mengerahkan 20x tebasan secara beruntun dan tak terlihat hingga gerakan terakhir ia berhenti dan tubuh-tubuh Rong Qui menjadi daging-daging berserakan.
"Sudah selesai." Dengus Shen Hao Feng lalu mengambil artefak dan kemudian pergi.
Akan tetapi saat malam tiba, Sekte Jiwa Mayat telah sampai di bekas medan datar. Tian Yu menyeringai jahat melihat mayat Rong Qui.
"Betapa beruntungnya aku." Tian Yu memakai teknik Sekte yakni pengandali mayat yang memungkinkan siapa saja dapat hidup kembali walau tubuhnya hilang.
Kini Rong Qui seperti bangun dari kematian dan kedua matanya bersinar ungu. Dan aura dari tubuhnya meledak seolah memberi tahu bahwa dia ada di ranah Star tahap ke-3.
Tian Yu semakin senang karena hukuman Prasasti tak berlaku untuk seseorang yang sudah mati.
"Haha aku jadi semakin suka dengan teknik ini." Rong Qui terkekeh.
"Hm..." Rong Qui berbalik badan mengejar incaran Tian Yu karena dia sekarang budak Tian Yu.
Akan tetapi dari tempat lain, monster iblis manusia ciptaan Mong Haochen telah melihat ini sejak awal.
Mong Haochen sengaja untuk tidak mengeluarkan semua monster iblis, guna mengacaukan dunia dalam Prasasti atau dunia fana di luar.
....