Nayla memendam rasa cintanya pada seorang Elang Edgar Wiguna sejak ia masih berusia 13 tahun dan baru saja menginjak masa remajanya. Bagi Nayla Elang terlalu Sempurna untuk dirinya yang biasa saja.
"Elang terlalu starbak untuk aku yang kopikap"
Itulah mantra yang Nayla ucapkan agar tidak terlalu berharap Elang membalas cintanya dan hubungan yang rumit dengan Elang pun membuat Nayla semakin menekan perasaannya.
Elang adalah adik Bimo yang merupakan mantan kekasih kakaknya sendiri, Nadia.
Selain itu Elang juga merupakan kakak dari sahabatnya sejak dulu yang bernama Amelia.
Rumit bukan ?
Sebisa mungkin Nayla menyembunyikan perasaannya dari sang kakak juga sahabatnya sendiri. Rasa cinta itu Nayla telan bulat-bulat sendirian dan menyimpannya dengan rapi.
Tapi apa yang terjadi jika ia selalu gagal dalam membina hubungan dengan pria lain dan selalu terjebak pada Elang yang telah mencuri seluruh hatinya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeeGorjes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembalinya Kuda Poni
Elang hafal benar dengan suara yang meneriakkan namanya, walaupun di tengah riuhan tepuk tangan. Elang pun menolehkan kepala dan memberikan senyuman manisnya pada gadis itu hingga wajah Nayla merona merah.
Nayla menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangan Ia baru sadar telah meneriakkan nama Elang setelah lelaki itu melihat kepadanya dan tersenyum. "ya Tuhan , "gumam Nayla pelan.
Wajahnya terasa panas hanya karena Elang memberikan senyuman, dan di tengah lapang Elang bermain dengan penuh semangat hanya karena Nayla telah meneriakan namanya.
Beberapa kali Elang juga Rafa mencetak skor hingga SMA mereka memiliki nilai lebih unggul daripada lawannya.
Saat istirahat keduanya menepi ke pinggir lapangan untuk membasahi tenggorokannya yang kering dengan air minum. Elang dan Rafa memisahkan diri dari teman setimnya karena mereka berdua berjalan menuju Nayla dan Amelia yang duduk tak jauh dari tempat tim berkumpul.
"Minum aku, Mel," ucap Rafa.
Amel tak menjawab ya segera memberikan tas ransel milik Rafa pada lelaki itu. "ambilin dong Mel tangan Rafa basah keringetan," kata Rafa beralasan.
Sedangkan Elang langsung meraih tas ranselnya dari Nayla dan mengambil botol air minum dari dalamnya ia tak mau Nayla yang melakukanya karena Elang takut ketahuan jika dirinya menyimpan beberapa hiasan dreamcatcher yang Nayla pilihkan tadi di dalam tasnya.
"manja banget, " keluh Amelia galak seperti biasanya.
"Ini ?" tanya Amelia seraya memberikan Rafa sebuah botol minuman berwarna merah dan bergambarkan Spider-Man seperti ala-ala botol minuman anak TK.
"ya, " jawab Rafa seraya meraih botol minuman yang telah Amelia berikan untuknya.
"dih kayak bocil, "ledek Amelia sambil tertawa
"dulu Rafa hilangin botol minuman merk taperwer sebanyak tiga kali milik bunda sampai-sampai Rafa mau dicoret namanya dari KK ( kartu keluarga). tapi karena Rafa anak tunggal jadi nama Rafa nggak jadi dicoret bunda. dan sekarang dikasih botol kaya gini sama bundanya Rafa. Di rumah ada 12 biji botol seperti ini jadi kata bunda kalau hilang pun nggak apa-apa," jelas Rafa tanpa diminta.
" Amel mau ? jadi kita bisa samaan, kan tambah mesra, kita kopelan gitu," lanjut Rafa.
"ogah banget, " sahut Amelia dengan mendelik sebal.
Nayla dan Elang yang mendengarkan percakapan absurd itu tertawa-tawa. Elang pun tak mengerti kenapa Rafa begitu senang menggoda adiknya yang galak dan pemarah itu.
Setelah menghabiskan hampir setengah botol air minuman keduanya kembali dengan tim mereka dan mendengarkan pengarahan untuk melanjutkan babak kedua.
Menit demi menit pun terlalui, hingga pertandingan basket pun selesai dan tim sekolah Elang memenangkan pertandingan tersebut dengan selisih skor angka yang cukup jauh.
Saat semua duduk di pinggir lapangan diputarlah lagu dengan irama yang menghentak dan tak lama datang satu grup kelompok cheerleader yang diketuai oleh Vony.
" pantas saja si kuda poni udah lama nggak kelihatan tahunya dia lagi sibuk berlatih," bisik Amelia pada Nayla.
Vony menggerakkan tubuhnya dengan penuh semangat mengikuti irama lagu yang menghentak-hentak. walaupun ia tengah berkonsentrasi menari tetapi matanya selalu tertuju pada Elang.
Angka 17 tercetak dengan jelasnya pada baju cheerleader yang Vony kenakan. Angka yang sama dengan nomor punggung Elang.
Sepertinya Gadis itu dengan sengaja menyamakan nomor bajunya dengan nomor punggung Elang agar serasi.
Sudah hampir 3 minggu Elang tak pernah berinteraksi lagi dengan Vony. Elang kira setelah penolakan Voni di rumah sakit waktu itu membuat si gadis akan menjauh darinya tapi ternyata dugaan Elang salah karena kembalinya Vonny disertai tanda-tanda bahwa Gadis itu masih sangat menyukai Elang.
Nayla melihat itu dengan hati ngilu menahan rasa cemburu. lagi-lagi merasa insecure saat ia melihat Vonny sang rival. apalagi ditambah kejadian Arya yang tiba-tiba menjauhinya membuat rasa percaya diri Nayla kian berkurang. Nayla merasa dirinya kurang menarik sebagai gadis remaja.
Vony meliuk-liukkan tubuhnya dengan gemulai sesuai irama lagu. Terkadang ia membuat gerakan yang begitu seduktif dengan cara menggoyangkan pinggulnya liar. Hampir setiap mata lelaki melihatnya dengan penuh rasa takjub.
"geli banget ya lihatnya ?" bisik Amelia gadis itu memang tidak menyukai Vony.
"Rafa pasti sampai netesin air liur melihat goyangan Kak Vony," lanjut Amel.
Nayla tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu. "kamu cemburu?" tanya Nayla.
"is is enggak lah, gila apa ? Rafa kan tukang gombal dia pasti suka gadis macam Kak Vony," sangkal Amelia.
"Tapi kak Vony sukanya sama kakak kamu, kelihatan banget kan Mel?"
"ya dan semoga Elang nggak suka sama dia. Geli aja aku lihatnya. semoga Elang sukanya sama kamu ya Nay jadi kita bisa saudaraan," jawab Amelia.
"gak mungkin lah Mel, Elang itu terlalu Starbuck buat aku yang kopikap," sahut Nayla sambil tertawa.
Mentertawakan dirinya sendiri yang terus saja mencintai Elang walaupun dirinya tahu jika Elang tak mungkin akan membalas perasaannya.
"kalau Elang jadian sama kuda poni aku orang pertama yang akan menentangnya," ucap Amelia berapi-api.
Asik mengobrol membuat keduanya tak sadar bahwa penampilan dari tim cheerleader yang diketuai Voni telah berakhir.
Dan di tengah lapang, tim basket beserta cheerleader mengambil posisi untuk diambil foto sebagai kenang-kenangan. Elang dan Vony yang sama-sama bertugas sebagai ketua tim berdiri berdampingan di tengah-tengah anggota tim lainnya.
Dengan berani Vonny melingkarkan tangannya di pinggang Elang hingga membuat heboh orang-orang yang melihatnya. " apaan sih kamu? "bentak Elang.
Vony tak gentar gentar saat Elang membentaknya. Ia malah menarik pundak Elang agar lelaki itu bisa sejajar dengannya.
" El, aku tuh suka sama kamu, Sayang kamu juga. dan aku tahu sepupuku jahat sama kamu. inilah salah satu cara aku buat lindungin kamu dari dia. Leo bilang dia nggak akan ganggu kamu kalau kamu mau pacaran sama aku, " bisik Vony.
Elang sepertinya tidak percaya dengan apa yang Vony ucapkan. Ia mengira bisa saja itu hanya akal-akalan Vony untuk bisa mendapatkan dirinya.
"please percaya sama aku, Elang. Leo tidak hanya membidik kamu, tapi juga Nayla. Kamu suka dia kan ? Leo bahkan sudah tahu rumah Nayla yang berada di jalan kenari" jelas Vony dengan berbisik lirih
Perkataan Vony terputus saat seseorang memintanya fokus untuk pengambilan foto. Wajah menegang Elang tergambar sempurna di jepretan kamera yang baru saja diambil.
to be continued
thanks for reading ♥️
rafa somplak
seenaknya aja Elang, dia aja udah digelayutin kuda poni, giliran kamu baru jg dating udah cemburu