NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : KITA SUBUR

Bintang tak bergeming.

Ia berlalu dengan dingin melewati gadis kecil yang membawa nampan tadi. Memilih sibuk memesan klinik Obgyn, menghindari antre yang terlalu lama nanti. Entah dengan Angkasa di belakangnya. Apakah sempat berbasa-basi dengan gadis tadi. Bintang tidak peduli.

Klinik Obgyn jam 9 malam masih ramai.

Bintang menggenggam map coklat itu erat. Hasilnya baru keluar. Dua lembar. Atas nama BINTANG KEJORA dan ANGKASA KUSUMA.

Semuanya normal. Subur. Sehat. Tidak ada masalah.

Justru itu yang bikin Bintang makin sesak.

"Sa... kita subur kok," bisik Bintang pelan di dalam mobil.

"Lalu kenapa?" Angkasa yang sedang menyetir, meraih tangan Bintang dan mencium punggung tangannya, lama. Bibirnya hangat.

"Kok aku gak hamil-hamil?" desahnya melempar pandangan ke luar jendela mobil, matanya menerawang ke lampu-lampu jalan.

Angkasa menghela nafas. Ia menepikan mobil sebentar di bahu jalan yang sepi.

"Berarti belum rezekinya aja, Tang." Hibur Angkasa mengerti, istrinya di landa galau kembali.

"Allah belum titip aja, bukan salah kamu, bukan juga karena aku. Kita damai aja, Tang. Yakin rencana Tuhan lebih indah dari maunya kita." Lanjutnya bijak.

"Tapi Mama pasti bilang aku yang salah. Pasti bilang aku kebanyakan ngantor, kebanyakan rapat, rahimku stres." Terngiang lagi cecaran mertua klasiknya itu dalam benak Bintang.

Seolah semesta mendengar keluhannya, bahkan mereka belum sampai rumah, telepon dari ibu Ratna sudah masuk. Kali ini bukan ke HP Bintang, tapi ke HP Angkasa yang tergeletak di dashboard.

Angkasa melirik Bintang, lalu mengaktifkan loudspeaker.

"Halo, Ma."

"Tadi siang mama ada call Bintang. Tanya lagi tentang kesuburannya. Dia ada lapor ke kamu?" Tanyanya dengan nada suara yang tidak kecil.

"Iya."

"Gimana, dia marah ke mama?" cecarnya lagi.

"Gak Ma, mana pernah Bintang marah ke mama."

"Terus apa solusinya?" desak Ratna.

"Ya, kami bersepakat untuk cek kesuburan kami lagi." Sabar sekali Angkasa menjawab sang bunda.

"Kesuburan kami? Maksudnya dia mau kamu di cek? Angkasa! Dalam keluarga kita itu gak ada keturunan mandul ya. Liat kakak mu Surya udah punya dua anak, adikmu Astrid udah punya tiga. Cuma kamu yang belum ngasih mama cucu." Sudah bisa di tebak, betapa hancur lagi hati Bintang mendengarnya.

"Ma ... kami berdua subur kok." Tangkis Angkasa cepat.

"Kalo subur kenapa gak hamil? Makanya Mama bilang, suruh berhenti kerja! Jadi perempuan itu kodratnya di rumah!" Suara itu makin ke sini  makin kek toa mesjid deh, nyaring.

Bintang mengepalkan tangan. Lagi-lagi dia yang disalahkan.

Angkasa menarik napas panjang. Tatapannya berubah dingin, mode CEO-nya keluar.

"Ma, hasilnya kami berdua subur. Sehat. Jadi tolong, Ma berhenti tanya kapan hamil. Karena yang bikin Bintang belum hamil... mungkin karena Ma terus-terusan nelpon nanyain hal yang sama tiap hari." ketus Angkasa.

Hening.

Di seberang sana, Ibu Ratna terdiam. LaHanya terdengar napasnya yang memburu. Lalu sambungan terputus. Tut ... tut ... tut.

Bintang kaget menatap Angkasa. Selama 3 tahun, baru kali ini Angkasa membelanya setegas itu pada mamanya sendiri.

"Sa..." Bintang memanggil pelan. Bukan marah, tapi terharu sampai matanya berkaca-kaca.

Angkasa kembali menyetir tanpa bicara sampai kerumah. Begitu sampai di garasi ia memastikan mesin dan mengunci pagar juga pintu rumah mereka.

Sampai di rumah, Bintang masih memeluk map itu.

"Sa, kalau Mama makin benci aku gimana? Dia kan pengen banget cucu." Masih saja Bintang membahas soal itu.

Lalu mendekap Bintang dari belakang.

"Siapa bilang Mama benci kamu? Mama cuma kangen masa mudanya. Dulu Mama juga dipaksa cepat punya anak sama nenek." Jawabnya sambil meletakan dagunya pada bahu Bintang.

Bintang berbalik.

"Terus kita gimana?"

Angkasa tersenyum, senyum yang hanya Bintang yang tau artinya.

"Kita usaha lagi malam ini. Tapi kali ini... gak pakai kalender kesuburan, gak pakai pepaya, gak pakai jamu. Cuma aku dan kamu."

Bintang memukul dada Angkasa manja. "Sa! Mesum!"

"Mesum yang sah kan sama istri sendiri," bisik Angkasa, menggendong Bintang ala bridal style menuju kamar.

Tapi di tengah langkahnya, HP Bintang bergetar.

Nama yang muncul membuat senyum Bintang hilang.

Umi : "Langit mendung, gelap dan menghitam. Sunyi."

Bintang menunjukkan chat itu ke Angkasa.

Wajah Angkasa yang tadi mesra dan hangat, dalam sekejap mengeras seperti es. Pelukannya melonggar.

Angkasa tahu persis maksud chat itu. Bukan tentang perkiraan cuaca. Itu adalah kode.

Kode bahwa Angkasa sudah terlalu lama tidak menyambanginya dan Umi tidak suka menunggu lama

Bersambung ....

1
Eka Burjo
sekarang tersisa Jingga, bagaimana kelanjutan kasusnya. oke lanjut Nyak 👍
bunda n3
filling seorang istri emang kuat, yg bikin Bintang ganjal adalah jingga, angkasa masih blm jujur soal jingga
bunda n3
Betul kata mentari, lagian susah banget ngelepas Hendro, jangan sampai Mentari lagi nanti jadi korban
bunda n3
Bintang pemaaf banget😍
bunda n3
siap siap aja soal jingga terkuak
Eka Burjo
terimakasih update nya Nyak, oke lanjut 👍
Eka Burjo
setuju' eh🤭
@alfaton🤴
ini baru mentari Tang .....masih ada lagi rintangan mu......jingga......asistenmu..... kepercayaan mu......tempat curhat mu.......siapa yang akan membuka tabir jingga pada bintang...... Sigit kah......Heru kah ..... mentari kah.....bumi.....atau kamu sendiri angkasa......yang sabar ya Tang punya siau macem angkasa bahagia kah.....
@alfaton🤴
good bik Asih......biar bintang juga tau......jangan kayak angkasa ceritanya sepotong sepotong kayak es potong kan jadi ga jelas akhirnya salah paham kan😅😅😅😅
@alfaton🤴
kasih pelajaran buat tari biar bisa membedakan mana yang baik benar dan tidak.......yang halal dan tidak....biar bisa menghormati dan menghargai kebaikan orang lain tau batasan 😭😭😭
@alfaton🤴
jadi pingin nonjok angkasa AQ😠😠
Eka Burjo
Ok lanjut
bunda n3
panik ga tuh angkasa? 😄
bunda n3
yaudah pergi yg jauh aj lah mentari
Eka Burjo
tiada maaf bagimu Mentari 😂🤭
Eka Burjo
senengnya lihat Angkasa panik gitu😂🤭
Eka Burjo
hayo Nyak tanggung jawab, rider marah tuh, akupun mau marah tapi mau ketawa juga, lihat Angkasa panik😂😂😂😂🤭
bunda n3
Bintang kamu jangan nekat dong, mending tinggalin aja tuh angkasa raya daripada kamu nyakitin diri sendiri
Aryati Ningsih
rasain luh Angkasa ..makanya jgn sok jd pahlawan untuk wanita lain ..kayak masih PERJAKA aja ..semua wanita di tolong 🤭
bunda n3
kebiasaan nih angkasa, ngilang mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!