NovelToon NovelToon
Black Shadow

Black Shadow

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Horor / Horror Thriller-Horror / Tamat
Popularitas:44.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratu Arin

Awal Judul Ada & Tiada

Berawal dari kesurupan massal di malam puncak penerimaan mahasiswa/i baru menjadi titik awal temu mereka. Saling menyadari bahwa mereka sama, sama-sama hidup diantara mereka yang tiada namun sebenarnya ada.

Kisah tentang perjalanan sekelompok anak muda yang memiliki kemampuan sixth sense, melihat apa yang semestinya tidak terlihat, dan merasakan kehadiran mereka yang tak tersentuh.

Akankah mereka bisa menjalani hidup normal seperti orang lain?

Kisah mereka akan hadir setiap hari pukul tujuh malam. Jangan baca sendiri, siapa tahu kau sedang tak sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Arin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbal?

Hari ujian akhir semester pun usai, Haura yang kini tengah berdiri di depan kelas menunggu kedua kakak kembarnya datang tak sengaja melihat sekelompok mahasiswa yang bertingkah aneh, berjalan cepat sambil melirik ke kanan dan ke kiri, seolah-olah memantau jika tidak ada orang lain yang melihat keberadaan mereka. Sekelompok mahasiswa itu pun pergi menuju ke arah area pintu belakang kampus. Entah setan apa yang membuat Haura memberanikan diri untuk melangkah kan kaki mengikuti sekelompok mahasiswa tersebut.

Tak disangka, tempat yang mereka tuju adalah pojok kampus disamping gedung perpustakaan yang terkenal penuh dengan aura mistis di sore hari menjelang malam. Haura menghentikan langkah kakinya dan beridiri mengendap-endap guna menguping pembicaraan kelompok mahasiswa tersebut.

"Bagaimana nih, apakah kita akan melanjutkan misi kita menghancurkan Al dan kawan-kawan atau kita sudahi saja?" tanya salah satu anggota mahasiswa tersebut. Haura yang mendengar nama Al disebut sontak langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan rasa terkejut.

"Ya Tuhan, mereka mau apa sebenarnya?" tanya Haura dalam hati. Jantung Haura berdegub begitu cepat, nafasnya tersengal menahan rasa takut, takut akan ketahuan bahwa dirinya tengah menguping pembicaraan mereka.

"Ya, aku tidak mau tahu, Al dan semua orang dikampus ini yang mendukungnya harus menerima pembalasan dariku. Aku tidak terima mereka hidup bahagia dan tenang di kampus ini. Mereka sudah menghancurkan nama baik ku, membuat ku malu, maka mereka pun harus merasakannya. Mata dibalas mata, harga diri dibalas harga diri." ujar ketua kelompok tersebut kepada beberapa anggotanya.

"Tapi Nton, menurut ku kita sudah kelewatan. Kita harus segera mengakhirinya Nton, atau kita yang akan berakhir." ujar salah satu kawan Anton. Yah, Anton adalah nama dari ketua sekelompok mahasiswa tersebut.

Anton yang mendengar ucapan dari salah satu anak buahnya langsung menarik kerah baju milik pria itu dan menghujani beberapa tinju.

"Sejak kapan kamu berani membantah ku? Kau tahu persis siapapun yang berani melawan ku tidak ada pilihan lain selain mati. Apa kau mau menyusul gadis itu untuk ku jadikan bahan tumbal selanjutnya?" tanya Anton dengan seringai licik di wajahnya.

"Ee, enggak Nton. Aku cuma mau kamu tidak bertindak gegabah, aku tidak mau kita semua mati sia-sia Nton." balas pria tersebut. Wajah pria itu pucat pasi karena takut dengan ancaman yang Anton berikan.

"Baiklah, kalau begitu bagaimana jika malam ini kita gunakan jiwa dan raga mu saja yang menjadi tumbal? Kau akan sangat berjasa bagiku dan itu artinya kau tidak akan mati sia-sia, bukan begitu?" tanya Anton kembali sambil terus mencekik leher pria itu. Pria itu kesusahan bernafas dan ucapannya terbata.

Hal mengerikan tersebut sungguh terdengar jelas di telinga Haura, Haura lagi-lagi terkejut dan tidak menyangka atas apa yang mereka bicarakan.

"Siapa gadis yang dijadikan tumbal oleh pria ini? Ya Tuhan aku sungguh mendengar sesuatu yang sangat tidak manusiawi." ucap Haura dalam hati. Haura memilih untuk pergi menjauh dari tempat tersebut, saat itu langit mendung, Haura berjalan mengendap-endap agar langkah kakinya tidak terdengar. Naas, bukan langkah kaki yang terdengar namun suara dering telepon dari ponsel Haura berbunyi dan terdengar hingga ke ujung lorong kampus. Anton yang menyadari hal tersebut langsung menoleh ke sumber suara dan melepaskan cengkraman tangannya dari leher temannya.

Tangan Haura bergetar hebat karena rasa takut yang menghantuinya, ia mencoba mematikan ponsel miliknya namun karena gemetar membuatnya sulit untuk mematikan panggilan tersebut. Panggilan itu adalah panggilan telepon dari Ocha sang kakak, karena kini Ocha tengah berdiri di depan kelas Haura namun tak menemukan sang adik disana, ditambah hari mulai semakin gelap membuat Ocha sangat khawatir dengan Haura.

Haura berlari sambil sesekali menoleh ke belakang, memastian bahwa dirinya aman dan tidak di kejar oleh Anton dan kawan-kawan. Haura berlari keluar lorong dan memilih untuk berbelok ke arah masjid kampus. Baru saja ingin berbelok arah, seseorang tengah menarik tangan Haura dan membekapnya, dengan nafas yang menggebu dan teriakan yang tertahan karena tangan pria itu membekap begitu erat, betapa kaget nya haura saat tahu siapa pria yang kini tengah berdiri membekap mulutnya, yah pria itu adalah Aldi. Jari telunjuk Aldi yang lain mengisyaratkan agar Haura diam dan tenang.

Di lain tempat, Anton memeriksa ke arah tempat suara bunyi ponsel itu terdengar, sayang nya Anton kalah cepat dari Haura dan Aldi. Anton tidak menemukan sosok lain di tempat tersebut, hanya ruang kosong tak bertuan, kebetulan saat itu memang sudah masuk ke dalam zona sepi dari hiruk pikuk kegiatan para mahasiswa, terlebih dengan adanya desas desus keangkeran area perpustakaan di sore hari membuat semakin minim mahasiswa yang beraktivitas di sekitar area gedung tersebut.

"Sial! Lihat saja, aku akan membuat perhitungan kepada siapapun yang berani menguping dan tahu akan semua ini." umpat Anton dalam hati sambil tangannya memukul tembok dihadapannya. Anton kembali berjalan menuju tempat pertemuan nya dengan teman-temannya yang lain.

**

"Gimana Cha? Masih tidak diangkat juga?" tanya Ochi yang ikut khawatir dengan keberadaan Haura.

"Hm, kemana ya anak itu, tidak biasanya dia tidak mengangkat telepon ku bahkan mematikan nya begitu saja tanpa pemberitahuan via SMS atau WA." ujar Ocha kebingungan. Ocha berjalan kesana-kemari dan berfikir bagaimana lagi dia harus menghubungi sang adik.

Pucuk dicinta ula pun tiba, tak lama Haura muncul dengan Aldi, keduanya berjalan bersamaan menuju tempat Ocha dan Ochi berdiri saat ini.

"Haura?" teriak Ochi antusias saat melihat sosok sang adik kini sudah berdiri dihadapan nya. Tak lama Ocha pun ikut menghampiri Haura dan Aldi.

"Maafkan aku Kak, aku tidak menjawab telepon Kak Ocha." ujar Haura meminta maaf ke Ocha, dengan kepala yang tertunduk lesu dan juga menahan rasa ketakutannya akan kejadian beberapa menit lalu. Aldi yang menyadari ketakutan Haura dengan sengaja menggenggam tangan Haura mencoba menguatkan gadis disampingnya agar lebih tenang di hadapan para Kakak nya. Ternyata hal tersebut berhasil membuat Haura lebih merasa tenang, namun lain hal dengan Ocha dan Ochi, keduanya seolah paham ada hal yang lebih baik tidak ditanyakan saat ini ke Haura.

"Aldi, kami pulang duluan ya, hari semakin gelap, sepertinya akan turun hujan lebat, kau juga sebaiknya pulang sebelum hujan." ucap Ocha sambil mencoba tersenyum. Ucapan Ocha di balas anggukan mengerti oleh Aldi.

"Bisakah aku mengantar kalian sampai kalian keluar dari kampus?" tanya Aldi memastikan. Aldi sesungguhnya sangat khawatir dengan Haura dan kedua kakak kembarnya itu.

"Baiklah, ayo kita pulang." ajak Ocha sambil berjalan lebih dulu meninggalkan kedua adiknya dan Aldi dibelakang.

Ochi yang kini berjalan sejajar dengan Ocha meninggalkan Aldi dan Haura dibelakang. Haura berjalan tertunduk lesu, entah mengapa ucapan Anton di sekitaran kampus masih begitu terngiang-ngiang di kepalanya, begitu pun pertanyaan-pertanyaan yang kini tengah menumpuk di fikirannya.

"Everything's gonna be okay." bisik Aldi di telinga Haura lalu disambut dengan genggaman tangan Aldi di jari jemarinya. Haura mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Aldi yang kini tengah tersenyum manis kepadanya. Haura pun mencoba membalas senyuman hangat Aldi.

"Ayo!" ajak Aldi sambil berjalan menyusul kedua kakak Haura.

Mereka berempat pun kini berdiri tepat di samping mobil Ocha. Si Kembar sudah berada di dalam mobil, namun Haura masih enggan untuk naik, Aldi melepas genggamannya dan mengelus pucuk kepala Haura sambil tersenyum. Haura pun mengerti dan mulai mengatur pernapasan nya agar bisa lebih rileks. Haura membuka pintu mobil dan duduk, mereka bertiga berpamitan ke Aldi dengan melambaikan tangan sambil membuka jendela mobil, begitu pun Haura. Saat Haura berpamitan ke Aldi, tangan Aldi mengisyaratkan agar Haura menghubunginya kelak jika tiba sampai dirumah. Haura hanya mengangguk mengiyakan ucapan Aldi dan mobil mereka pun lenggang pergi. Aldi lebih sedikit merasa lega saat melihat ketiga gadis tersebut keluar dari area kampus dengan selamat.

Bersambung ...

1
rara fan
astaga, diriku sangat rindu
rara fan
even it's from a long time ago, I'm still have butterflies in my stomach
rara fan
udah setahun yaa
rara fan: ceceee😭😭😭
total 2 replies
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
yeyyyyyyy pas buka dan download lagi Noveltoon..novel ini akhirnya up😍😍
semangat Kaka Arin...lanjuttt yaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
pertamaaa
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
semangatttt Kakak cantikku😘😘
☘●⃝§ 玫瑰_khan⁴⁰⁴🎴
asih kak ayin love you
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
up kak rin
💜ᴀʏ᷍ʏ ᷧ ᷠ ᷚ
kak Arin lanjutin lagi episode nya walupun gaada lagi fams nya
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
sakit ya kalo kita dianggap orang lain bukan diri kita sendiri😭😭huaaaaa😭😭😭😭😭
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
ekhem ekhem ada yg di cium nih😋🤣🤣
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
khem khem ada yg naksir nih😂😂😂
achaaa_AlisyaJeslynchaniago
aku juga punya sahabat campur² namanya okta, dea, izmi, diva, amel, kiran, rizki dan si rizki itu cowo sendiri tapi kita gk pandang cewe cowo kita kalo kumpul kayak gitu seru seruan tp karna sekarangan corona kita cmn lewat chatting atau video call😭😭😭sediihh banget gk bisa kumpul bareng
🦩Robin: Thans Acha sudah mampir dan share tentang sisi kamu :)
salam hangat :)
total 1 replies
L A
Thor ceritanya bagus, tapi yg agak mengganggu ttg kebiasaan merokok, klo boleh jangan terlalu banyak diceritakan ttg cowok2 saat merokok...syukur klo bisa di skip aja 😍
delesia
bagus 👍👍 Aldi cowok gentle
delesia
ocha kan sama bang Keenan😁
delesia
kasihan Aldi..
kalo Ari suka Haura Krn sbg adik saja kan
Dhewie Puspita
meninggalkan kedua adiknya sendirian...kalimat aneh & salah.... membungkukkan kepala...aish !! yg betul menundukan kepala...
Dhewie Puspita
tokohnya langsing keluar banyak ya...berani banget thor
Lussy_ᶻᵃᵃ(off)
aku kira mau kencan dan ngatain perasaannya...
TPI aku terharu Aldi bisa juga mengikhlaskan Anita dan TDK menganggap Haura bayangan nya Anita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!