Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.
Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.
Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.
Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31. Mencari Perguruan Tinggi
Didalam Perusahaan Talzus Group, diruangan sang CEO.
Rido sedang memberikan arahan kepada Berys “Tolong antarkan dia kebagian keuangan, ingat jangan beritahu tentang identitasnya, dan usahakan jangan sampai dia ditindas disana, kalau sampai hal itu terjadi kau yang akan saya penggal”.
“Baik Tuan Muda, tenang saja, biarkan saya yang membereskannya untuk nona muda, saya pastikan tidak ada yang akan mengganggunya” jawab berys yang memukul dada bidangnya dengan merasa bangga.
Berys langsung mengantarkan embun kebagian keuangan, dia memberikan posisi embun di bagain staf manggang biasa, karena embun harus belajar dari orang orang berbakat disana.
Embun duduk dikursinya setelah Berys mempersilahkannya untuk duduk “Silahkan duduk disini, ini adalah tempat kerja anda, oh ya Tuan muda bilang kalau identitas anda untuk sementara harus disembunyikan dulu, tuan muda ingin anda belajar dan sekaligus menyelidiki kejanggalan di bagian keuangan”.
Embun menganggukkan kepalanya “Baik Tuan, terimakasih akan saya usahakan”.
Berys langsung meninggalkan tempat itu, ketika dia sudah mengantarkan embun di meja kerjanya.
Diruangan CEO Rido memandang Berys yang barusan masuk di dalam ruangan itu, kemudian dia langsung bertanya kepada sekretarisnya itu “Bagaimana? Apakah dia tidak keberatan berada di bagian staf magang”.
“Tidak Tuan Muda, nona muda tidak keberatan sama sekali, malahan dia duduk dengan baik di meja kerjanya” jawab Berys dengan santun.
“Emm, Lalu bagaimana penyelidikanmu tentang Laporan Keuangan itu?” Tanya Rido lagi kepada Berys.
“Hufft, ini Tuan Muda, saya juga mau menyampaikannya kepada anda” sahut Berys dengan helaan napas dalam.
Rido membaca hasil laporan itu dengan sangat teliti, kemudian dia berkata kecil “Siapa yang merekrut Citra ini?”.
“maaf Tuan Muda, itu diluar kendali saya, karena dia masuk dibagian keuangan dengan melalui jalur orang dalam, dia direkomendasikan oleh Pak Rusli Tel, salah satu pemegang saham” Jawab Berys dengan cepat.
“heem, dengan cepat dia sudah menjabat sebagai manajer, ternyata Rusli Tel ini sudah merencanakannya sejak dari awal” lirih Rido dengan helaan nafas, dia menatap sinar mentari melalui jendela kaca.
“Benar Tuan, kita harus memanggil Citra, supaya dia mengakui perbuatannya ini, dan siapa yang sudah menyuruhnya melakukan hal ini” ucap Berys dengan memberikan saran kepada Rido.
Rido memonyongkan bibirnya dan menggeleng pelan ketika dia mendengar saran dari Berys, kemudian dia mendorong kursi rodanya menuju jendela kaca diruangan itu, lalu dia berkata dengan menyilangkan kedua tangan di dada “Jangan dulu kita buat dia menjadi terkejut, awasi saja dia, buat suasana seakan tidak terjadi apa apa, pasti dia akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya”.
“kita harus memasangkan umpan besar, jika kita ingin tangkapan yang lebih besar lagi” sambung Rido berkata dengan tatapannya masih lurus kedepan.
“Baik Tuan Muda, saya akan lakukan sesuai dengan perintah anda” sahut Berys dengan memandang Rido yang sedang menatap kearah luar jendela.
“Tolong carikan Perguruan Tinggi Terbaik, saya ingin istri saya masuk keperguruan tinggi, biar dia bisa menyeimbangi pekerjaannya dimasa depan” ucap Rido kepada Berys.
Sontak saja Berys terkejut dengan rencana sang tuan muda, dia kira Rido tidak akan pernah peduli dengan perkembangan embun, berhubung karena mereka menikah bukan karena atas dasar cinta.
“Baik Tuan Muda, akan saya carikan yang cocok untuk nona muda” jawab Berys dengan cepat sambil dia menggeleng dengan pelan tanpa disadari si yang bersangkutan.
Berys langsung meninggalkan ruangan CEO ketika dia sudah mendapatkan perintah, sementara Rido masih saja menatap kearah luar dengan tatapan yang sulit diartikan, entah apa yang sedang di pikirkan orang itu, hanyalah dia yang tau dan Tuhannya.
Sementara di ruangan bagian keuangan perusahaan, embun mengerjakan sebuah proposal yang menurutnya sangatlah menarik. Namun tiba tiba seorang wanita yang terlihat cantik biasa saja dan memiliki pakaiannya yang s’ksi menghampiri embun.
“Ternyata kamu karyawan magang yang direkrut oleh sekretaris berys ya, pantas saja di taruh di bagian staf magang, ciih penampilan kayak gini kampungan banget” cibir Citra dengan penuh ketidaksukaan menatap embun.
Embun menatap citra dengan tatapan teduhnya, dia memiringkan kepalanya menatapa citra yang seketika wajah citra menjadi murka.
“Heii kau dasar kampungan! Kenapa kau menatap saya seperti itu Hah!” bentak Citra dengan luapan emosionalnya yang sangat membahana.
Embun mengerutkan keningnya menatap wanita yang sok cantik itu, dengan helaan napas berat dia berkata “Saya baru sampai di tempat ini, saya juga baru pertama sekali bertemu dengan nona cantik ini, tanpa angin tanpa hujan nona cantik membentak saya, emang apa salah saya?”.
Citra terhenyak sejenak dia tidak menyangka lawan bicaranya akan berkata seperti itu, kemudian dia mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya, dia kembali berkata dengan kasar “Karena saya sebagai Manajer di tempat ini, makanya saya harus melihat keadaan seluruh pagawai, biar nggak malu maluin nantinya”.
Citra berkata sembarangan saja, karena dia sebenarnya tidak punya alasan untuk membentak embun, karena dia hanya sirik dengan kecantikan dan kelembutan embun.
“ternyata nona cantik ini pintar sekali mencari alasan ya, semoga alasan anda ini bisa masuk kalisifikasi aturan termahal di perusahaan ini, dan semoga pemimpin perusahaan memberikan jempol dengan aturan baru anda, Huufft” sahut embun dengan menghela napas berat, kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menggelengkan kepala.
Salah seorang karyawan berkata pelan “bu Citra, baiknya anda jangan mengganggu nona ini, karena dia baru saja masuk kerja hari ini, jadi dia tentu saja tidak tau tentang hal hal yang dilarang oleh perusahaan”.
“Ciihh, siapa juga yang meminta saranmu, kau kembali bekerja saja” kesal Citra menanggapi perkataan karyawan itu, kemudian dia kembali menatap embun dengan tatapan yang penuh emosi.
“Awas saja kau ya, kita lihat saja nanti, sampai kapan kau akan bertahan di perusahaan ini” ancam citra dengan kesal, dan langsung menghentakan kakinya dengan sangat keras di lantai dan dia langsung meninggalkan tempat itu.
Embun hanya melirik kepergian citra, dengan memonyongkan bibirnya dia bergumam “Dasar wanita gile, sok cantik dan sok pinter”.
Embun dengan santainya mengerjakan pekerjaannya, dia terus meneliti proposal itu dengan seksama, dia ingin terus belajar mengenai cara pembuatan proposal yang benar tanpa adanya cacat sedikitpun.
Embun sedikit mengerti tentang pembukuan dan pengolahan data perusahaan, karena dia menamatkan sekolah di tingkat SMK dengan jurusan akutansi dan manajemen perkantoran.
Ketika waktu sudah berlalu embun meregangkan otot ototnya yang terlihat kaku, dia menggerakan kepalanya ke kanan dan kekiri dan terdengar suara “kreek”.
Tiba waktu istirahat, embun mendapatkan panggilan dari Rido melalui Berys “Maaf Nona! Tuan muda memanggil anda keruangannya”.
Embun mengangguk patuh kemudian dia mengikuti Berys dari belakang, namun Berys langsung berbalik mempersilahkan embun untuk berjalan kedepan.