NovelToon NovelToon
“Senja Yang Kembali Pulang”

“Senja Yang Kembali Pulang”

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: penulis handal wakakkak

Sinopsis

Alya Maheswari percaya satu hal: cinta pertamanya sudah mati.

Lima tahun lalu, ia meninggalkan kota kecilnya dengan hati yang hancur dan mimpi yang hampir padam. Ia memilih kuliah di luar kota, membangun hidup baru, dan berjanji tak akan pernah kembali ke tempat yang menyimpan terlalu banyak kenangan.

Namun takdir punya caranya sendiri.

Saat ibunya sakit, Alya terpaksa pulang. Dan di kota yang penuh senja itu, ia kembali bertemu dengan Arka Pratama — pria yang pernah menjadi rumahnya… dan juga luka terbesarnya.

Arka bukan lagi pemuda ceroboh yang dulu ia kenal. Kini ia lebih tenang, lebih dewasa, dan menyimpan sesuatu yang belum pernah sempat ia katakan.

Di antara rahasia masa lalu, kesalahpahaman yang belum selesai, dan perasaan yang ternyata tak pernah benar-benar pergi… apakah cinta mereka benar-benar sudah berakhir?

Atau justru, senja hanya menunggu untuk kembali pulang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis handal wakakkak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Kota yang Pernah Membuatku Pergi

Subuh belum sepenuhnya datang ketika Alya terbangun di kursi rumah sakit.

Ibunya masih tertidur lebih tenang dari semalam. Napasnya stabil. Wajahnya tidak sepucat tadi.

Alya menghela napas lega.

Di seberang ruangan, Arka duduk bersandar dengan mata terpejam. Jaketnya masih ia pakai, tangan terlipat di dada, seolah takut tertidur terlalu dalam.

Alya menatapnya beberapa detik lebih lama.

Lima tahun lalu, ia pergi karena merasa harus memilih masa depan.

Sekarang, masa depan itu berdiri di hadapannya—lelah, tapi tetap tinggal.

Perlahan, ia bangkit dan mendekat. Tanpa berpikir panjang, ia merapikan sedikit rambut Arka yang jatuh ke dahi.

Gerakan kecil.

Tapi cukup membuat Arka membuka mata.

“Kamu bangun?” suaranya masih berat.

“Harusnya aku yang nanya,” bisik Alya.

Arka tersenyum tipis. “Ibu kamu gimana?”

“Lebih stabil.”

Mereka saling menatap dalam cahaya redup pagi yang mulai masuk lewat jendela.

Tidak ada riasan. Tidak ada topeng. Hanya dua orang yang terlihat apa adanya.

“Ka,” Alya memulai pelan, “kalau kamu jadi ke Jakarta minggu depan… kamu nginep di mana?”

“Belum tahu. Kenapa?”

Alya menahan senyum kecil. “Di apartemenku ada kamar kosong.”

Arka terdiam satu detik.

“Serius?”

Alya mengangguk. “Serius. Tapi jangan geer. Itu cuma kamar kosong.”

Arka tertawa pelan, suaranya masih serak. “Aku nggak geer. Aku cuma senang kamu ngajak aku masuk ke duniamu.”

Kalimat itu sederhana. Tapi tepat.

Karena selama ini, yang selalu terjadi adalah salah satu pergi mengikuti dunia yang lain.

Kali ini… mungkin mereka bisa berjalan di tengah.

Tiga hari kemudian, kondisi ibunya cukup stabil untuk pulang. Alya mengurus semuanya, dan Arka membantu tanpa diminta.

Malam sebelum keberangkatan Arka ke Jakarta, mereka duduk lagi di pantai yang sama.

Langit berwarna ungu gelap. Ombak terdengar lebih keras dari biasanya.

“Aku nggak nyangka bakal balik ke Jakarta dengan alasan kayak gini,” kata Arka.

“Alasan apa?”

“Bukan buat ngejar kamu. Tapi buat nyamperin.”

Alya tersenyum kecil. “Bedanya tipis.”

“Beda. Kalau ngejar, takut ditinggal lagi. Kalau nyamperin, karena tahu orangnya nunggu.”

Hening sejenak.

“Aku nggak janji bakal langsung pindah ke sini,” kata Alya jujur. “Kerjaanku lagi di fase penting.”

“Aku juga nggak minta,” jawab Arka tenang. “Aku cuma mau kita berhenti bikin jarak jadi alasan.”

Alya menatap laut.

Jakarta bukan hanya kota. Itu simbol keberhasilannya. Bukti bahwa ia mampu berdiri sendiri.

Tapi kota itu juga tempat ia belajar merasa sepi.

“Kalau nanti kamu lihat hidupku di sana nggak seindah yang kamu bayangin?” tanyanya pelan.

Arka menoleh.

“Lya, aku nggak jatuh cinta sama versimu yang sukses. Aku jatuh cinta sama kamu yang keras kepala, gampang cemburu, tapi tetap peduli.”

Alya memukul lengannya pelan. “Gampang cemburu apaan?”

Arka terkekeh. “Lumayan.”

Angin meniup rambut Alya lagi. Kali ini Arka tidak ragu. Ia menyelipkan helai yang mengganggu ke belakang telinga Alya.

Sentuhan itu pelan.

Intim.

Alya terdiam.

“Kamu tahu yang paling aku takutin?” tanya Arka tiba-tiba.

“Apa?”

“Datang ke Jakarta, lihat kamu sibuk, lihat duniamu terlalu besar… dan aku ngerasa nggak cukup.”

Alya tertegun.

Ia tidak pernah membayangkan Arka bisa merasa seperti itu.

“Ka,” suaranya melembut, “kamu itu rumah. Mau gedung di sekitarku setinggi apa pun, tetap aja orang butuh pulang.”

Tatapan Arka berubah.

Lebih dalam.

Lebih yakin.

“Kamu yakin?” tanyanya lirih.

Alya mengangguk pelan. “Untuk pertama kalinya, iya.”

Jarak di antara mereka memudar lagi.

Kali ini bukan pelukan penuh perlindungan seperti di rumah sakit.

Bukan juga genggaman di depan semua orang.

Ini lebih tenang.

Arka mengangkat tangan, menyentuh pipi Alya dengan lembut. Alya tidak mundur.

Ia justru mendekat.

Napas mereka bercampur di udara malam.

Dan ketika bibir Arka akhirnya menyentuh kening Alya—pelan, penuh kehati-hatian—Alya memejamkan mata.

Bukan ciuman yang tergesa.

Bukan luapan emosi.

Tapi janji tanpa kata.

Aku di sini.

Dan aku tidak akan pergi begitu saja.

Alya menyandarkan wajahnya ke dada Arka setelahnya.

“Jakarta minggu depan,” bisiknya.

“Jakarta minggu depan,” ulang Arka.

Namun jauh di dalam hati Alya, satu kegelisahan kecil masih bersembunyi.

Bagaimana jika ketika Arka benar-benar melihat dunianya di sana—

Ia sadar bahwa mencintai Alya berarti masuk ke kehidupan yang jauh lebih rumit?

Dan bagaimana jika, tanpa mereka sadari—

Justru kota itulah yang akan menguji cinta mereka lebih keras dari masa lalu?

1
putra Damian
k
putra Damian
lanjut ka
pembaca sejati
baguss
penulis handal wakakkak
👍
penulis handal wakakkak
besok saya pastikan saya akan kembali ke solo sebagai rakyat bisa.
ahh pria solo itu lagii🤣🤣
penulis handal wakakkak
yang suka romace mampir yok
penulis handal wakakkak
haraheta
pembaca sejati
??
pembaca sejati
komitmen apaan?
pembaca sejati
👍
penulis handal wakakkak
lanjut ga sih tapi nulis dulu wkwkwk🤣
pembaca sejati: patah jari
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!