jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
Disaat jungkook memilih pria lain disaat itulah taehyung menyadari perasaannya tapi semuanya terlambat
hingga sebuah insiden mengharuskan mereka bersatu dalam sebuah pernikahan yang tidak terencana.
bagaimana kehidupan mereka selanjutnya? akankah taehyung akan tetap bungkam dengan perasaannya?
akankah cinta jungkook kembali tumbuh untuk taehyung? dan akankah mereka bisa mengungkapkan isi hatinya
dan bagaimana jadinya jika tiba-tiba ada wanita lain yang masuk dalam rumah tangga mereka?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketakutan jungkook
Jungkook dan jaehyun tiba di sekolah, mereka berdua berjalan beriringan di sepanjang koridor hingga suara seseorang menghentikan langkah keduanya.
“Jungkook tunggu", panggil irene dan jungkook pun berhenti dan berbalik dia melihat irene yang berjalan ke arahnya.
"Ada perlu apa kamu memanggilku hmm?” Tanya jungkook.
"Jauhi taehyung, kamu sudah punya jaehyun kenapa masih mendekati taehyung”, kata irene.
Jungkook mengerutkan keningnya dengan apa yang dikatakan oleh irene.
"Kenapa aku harus menjauhinya? dia sahabatku”, kata jungkook santai.
"Apakah pantas seorang wanita bermalam di rumah laki-laki lain sementara dia sudah punya kekasih?”, tanya irene.
"Darimana kamu tahu kalau aku menginap di mansion kim?” Tanya jungkook.
"Tadi pagi aku tidak sengaja melihat kamu keluar dari mansion kim, aku berencana ingin menjenguk taehyung tapi tidak jadi karena aku melihatmu”, jelas irene.
"Kenapa kamu tidak langsung masuk? Kenapa langsung pergi? Bukankah yang ingin kamu temui taehyung? Atau jangan-jangan kamu hanya ingin mengawasi apa yang aku lakukan? Benar begitu?” Tanya jungkook.
Irene menatap jaehyun.
"Lihatlah kekasihmu jae? Kamu percaya kalau semalam mereka tidak melakukan hal yang aneh?” Tanya irene berusaha memanasi jaehyun.
Jaehyun diam dan menatap jungkook lalu tersenyum.
"Aku percaya padanya”, kata jaehyun
"Dan kamu harusnya juga percaya kepada taehyung irene ssi jika kamu tidak ingin ditinggalkan oleh priamu itu”, kata jaehyun lalu menggandeng tangan jungkook meninggalkan irene.
Setelah beberapa langkah jungkook menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah irene.
"Ah iya soal menginap semalam itu permintaan taehyung dan mama kim selain itu jaehyun juga tahu”, kata jungkook sambil tersenyum lalu benar-benar pergi meninggalkan irene.
Wajah jungkook terlihat masam setelah bertemu dengan irene dan itu terlihat oleh jaehyun.
"Kenapa wajahnya masam begitu hmm”, kata jaehyun pelan.
"Mood tiba-tiba berantakan karena nenek lampir”, kata jungkook kesal.
Jaehyun tersenyum melihatnya.
"Tidak usah dipikirkan”, kata jaehyun lembut lalu menarik pelan pinggang kekasihnya untuk menghadap ke arahnya.
Jaehyun menatap mata onyx itu lekat lalu mendekatkan wajahnya kepada jungkook sehingga jarak bibir mereka hanya berjarak tidak lebih dari 1 centi.
“Aku lebih percaya kekasihku", kata jaehyun pelan lalu mencium bibir kekasihnya intens dan tentu saja disambut oleh gadis manis itu dengan mengalunkan lengan mungilnya ke leher kokoh jaehyun.
Setelah beberapa saat terdengar suara deheman yang menghentikan aktifitas mereka.
“Eheeemm…eheemmm, permisi mau lewat”, kata lisa yang tiba-tiba berdiri di samping kedua orang yang sedang asik berciuman tersebut.
Dengan cepat jungkook melepaskan tautan mereka pipinya bersemu merah karena malu.
"Ck mengganggu saja”, kata jaehyun kesal.
"Makanya jangan di depan pintu kelas, lihat tuh semua pada ngeliatin", kata lisa sambil menunjuk siswa lain yang melihat adegan romantis live di depan mereka.
“Yaaaahh kok berhenti sih, ish gara-gara kamu kan adegan live romantisnya ilang", kata jennie mendesah kecewa.
“Mau lihat yang lebih hot lagi ga jen?" Kata jaehyun sambil tersenyum ambigu.
Jennie menatap ke arah jaehyun dengan tatapan penasaran
“Mau dong mana? Dimana?" Tanya jennie penasaran.
“Ah ga jadi deh habisnya kalau yang itu khusus buat aku suara sexy jungkook ketika mende", ucapan jaehyun terpotong tiba-tiba karena jungkook yang membekap mulutnya dengan tangan mungilnya.
“Ish bisa diem ga kamu", kata jungkook kesal sedangkan jaehyun hanya tersenyum lalu menjilat tangan jungkook yang membekap mulutnya.
"Yaaaak jaehyun jorok”, kata jungkook tiba-tiba sedangkan jaehyun hanya terkekeh gemas.
Jam istirahat tiba jungkook dan sahabatnya sedang asik di kantin sedangkan jaehyun ada urusan dengan salah satu guru.
“Kookie, kamu benar sudah", tanya jennie mengkode dengan tangannya.
Jungkook mengangguk
“Sudah berkali kali", kata jungkook pelan.
“Serius? Bagaimana jika kamu hamil kookie?” Tanya jisoo tiba-tiba.
Semua menghentikan gerakan makannya dan menatap ke arah jungkook yang tampak diam, benar jungkook juga tidak berpikir sampai sejauh itu.
"Kata jaehyun setelah kelulusan kami akan langsung menikah”, kata jungkook.
"Apakah kamu benar-benar mencintainya kookie?” Tanya jennie.
"Aku mencintainya”, kata jungkook tenang.
"Lalu taehyung?” Kata rose.
"Hanya masa lalu dia menempati sudut hati yang terdalam dan aku sudah menguncinya, sedangkan jaehyun dia datang dengan segala cinta dan kesabaran untukku” kata jungkook.
"Jaehyun adalah sosok pria yang mencintaiku tanpa mengharapkan balasan, kalian tahu waktu pertama kali dirinya menyatakan cinta bahkan dia tidak memaksaku untuk membalas cintanya dia hanya menyuruhku untuk diam dan menerima semua cinta darinya”, jelas jungkook.
Jungkook lalu menatap satu persatu sahabatnya lalu tersenyum.
"Lalu bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta dengan pria seperti jaehyun yang mencintaiku tanpa syarat bahkan rela menunggu dan menemaniku selama ini”.
Semua sahabatnya tersenyum melihat jungkook yang mulai bisa melupakan taehyung.
Jam pulang sekolah tiba.
“Ingin mampir membeli sesuatu hmm?" Tanya jaehyun lembut.
Jungkook menggeleng pelan
“Langsung pulang saja, kookie lelah", kata jungkook pelan dan jaehyun pun mengangguk.
Dalam perjalanan pulang hening tercipta, tiba-tiba dirinya ingat perkataan jisoo bagaimana jika dirinya hamil? Apakah jaehyun benar-benar akan bertanggung jawab.
Melihat kekasihnya yang diam melamun jaehyun pun meraih tangan jungkook yang membuat gadis manis itu menoleh.
“Ada apa hmm? Kenapa sejak tadi terlihat resah?" Tanya jaehyun lembut.
Jungkook menatap jaehyun intens lalu mendesah pelan.
"Jae agaimana jika kookie hamil? Kita sering melakukannya bahkan tanpa menggunakan pengaman”, kata jungkook lirih.
Jaehyun menepikan mobilnya dan menatap ke arah kekasihnya itu.
"Jika kamu hamil kita langsung menikah tidak perlu bertunangan, bukankah 2 bulan lagi kita kelulusan”, kata jaehyun pelan.
"Tapi kookie takut jae takut jika papa dan mama marah dengan kookie”, kata jungkook lirih.
"Ada aku yang akan selalu menemanimu sayang percayalah hmm”, kata jaehyun menenangkan dan jungkook pun mengangguk pelan.
Jaehyun mengantar jungkook pulang ke mansion jeon.
Saat memasuki mansion nyonya jeon sedang bersantai di ruang tamu
"Eh sayang sudah pulang”, sapa nyonya jeon saat melihat sang putri yang memasuki mansion bersama jaehyun.
Jungkook mengangguk lalu menoleh ke arah jaehyun.
"Aku ke atas dulu ya, terima kasih sudah mengantarku”, kata jungkook pelan.
"Sudah kewajibanku menjagamu”, kata jaehyun lembut.
Jungkook menaiki tangga dengan langkah gontai dan itu dilihat oleh nyonya jeon.
"Apakah kookie sakit jae?” Tanya nyonya jeon.
"Tidak mah, hanya lelah karena mendekati ujian akhir”, kata jaehyun pelan.
"Mah, boleh jaehyun bicara hal yang serius dengan mama?" Tanya jaehyun pelan.
Nyonya jeon menoleh dan menatap ke arah jaehyun.
“Ingin bicara apa jae?" Tanya nyonya jeon.
“Jae ingin bertunangan dengan jungkook mah", kata jaehyun tegas tanpa keraguan.
Nyonya jeon terdiam sejenak melihat keberanian jaehyun.
“Kamu ingin bertunangan dengan jungkook? Kamu yakin jae? Maksud mama dengan perasaanmu saat ini?" Tanya nyonya jeon.
"Jaehyun yakin mah, jaehyun sangat mencintai kookie mah”, kata jaehyun.
"Lalu bagaimana dengan keluargamu jae? Apa kedua orang tuamu sudah tahu tentang ini?” Tanya nyonya jeon.
“Mereka sudah jae beritahu tentang rencana ini", kata jaehyun.
Nyonya jeon tampak diam hingga akhirnya.
“Besok malam minggu kita adakan pertemuan keluarga", kata nyonya jeon.
Sebuah senyuman terukir di bibir jaehyun.
“Baik mah, jae akan bilang ke orang tua jae", kata jaehyun antusias dan nyonya jeon pun mengangguk.