NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Kiamat di kota

Maka bergegaslah pembantunya itu berlari, untuk mengabarkan kejadian itu pada tuannya.

"Ada apa bi Sara. Kenapa kau berlari seperti di kejar setan?"

"Anu tuan. Anu. Nona tuan. Nona..!"

"Ya, Nona mu kenapa..?"

"Nona ditembak orang tuan!"

"Apa....! ditembak orang? Di mana?"

"Di taman belakang tuan."

"Ada apa pi..? Kok ribut sekali?"

"Jangan banyak tanya. Ayo kita ke taman belakang. Anak kita ditembak orang."

"Apa....? ditembak orang? Di mana..!?"

"Makanya jangan banyak tanya. Ayo cepat pergi, sebelum terjadi sesuatu pada anak kita..!"

Ditempat lainnya dalam waktu yang sama. Saat itu Sari sedang duduk santai di balkon rumah mewahnya. ditemani oleh saudara sepupunya lain nenek. sambil membicarakan cowok cowok cantik berasal dari Korea.

Saat membahas salah satu dari mereka, tiba tiba kepala Sari meledak, dan pecahannya memercik kemana mana. Termasuk mengenai gaun juga cemilan yang ada di atas meja. Dan saat itu juga Sari mati.

Cahya yang melihat itu sontak ketakutan, karena dia melihat langsung kejadian tersebut.

Mau memekik serasa tidak bisa. Yang yang bisa dia lakukan hanya melambai lambaikan tangannya saja ke bawah, karena kebetulan tempat duduknya itu berdekatan dengan jeruji besi yang membatasi balkon.

Saat itu kedua orang tua Sari sedang tidak ada. Yang ada hanya mereka berdua saja. Sedangkan kedua kakak laki lakinya juga sedang tidak ada. Mungkin mereka sedang kuliah.

Jadi saat kejadian penembakan tersebut, hanya Sari dan Cahya yang ada di rumah. Sementara dua orang pembantunya sedang tidak ada di rumah juga.

Otomatis Cahya menjadi sangat ketakutan. Namun berkat ke kegugupannya, banyak orang orang yang sedang berlalu lalang di bawah, termasuk para tetangganya yang juga sedang bersantai di balkon rumah, melihat kejadian itu, dan bergegas turun untuk memberikan pertolongan.

Di tempat lainnya. Target terakhir adalah Nur dan Sinta, di mana saat ini mereka sedang berada di hotel Muria, sedang melayani transaksi gelap juga menyesatkan.

Tengah asyik asiknya berlayar, bagian belakangnya mulai dari tulang ekor sampai ke pusat kenikmatannya ditembus peluru, yang juga mengenai perkutut milik pelanggannya.

Tak sempat memekik atau menggeliat liar, keduanya langsung mati, sambil membiarkan pusaka mereka masih menempel satu sama lain.

Di ruangan lainnya. Kejadian yang sama juga terjadi. di mana saat itu seorang laki laki paruh baya, juga seorang perempuan muda sedang bergelut liar di atas kasur.

Tengah asik asiknya. Tiba tiba dua peluru tajam mengenai batok kepala sang wanita dari belakang, dan tembus mengenai kepala pria di bawahnya. Saat itu juga keduanya mati dalam kenikmatan.

"Beres!" reaksi Nindya. "Pembalasan dendam tubuh kedua gadis yang kita tempati ini sudah selesai. Dan selanjutnya adalah Bara juga Rimba." sambungnya.

Lalu meletakkan senjata yang Ia pakai di atas meja. Begitu juga dengan Kirana.

Satu jam kemudian, peristiwa pembantaian di salah satu markas mafia di ibukota merebak keluar. Banyak petugas kota yang datang ke tempat itu untuk memverifikasi, dan mendapati bahwa orang orang itu memang telah mati karena dihabisi oleh lawan lawan sesama mafia.

Di tempat lainnya, peristiwa yang menggegerkan juga terjadi di dua perumahan mewah, serta satu hotel bintang 5. Di mana para korbannya adalah para wanita, dan dua pria, yang dua diantaranya memiliki prilaku yang sangat menyimpang, dan dua orang lagi mati karena dihabisi oleh orang misterius, yang diperkirakan mati karena penembak jitu dari jarak jauh.

Di luar negeri juga terjadi kegemparan, dimana dua orang imigran dari Asia mati dalam keadaan tanpa busana. Diperkirakan mereka berasal dari Nusa.

Dan setelah diidentifikasi oleh pihak berwajib, keduanya ditetapkan sebagai pasangan penyuka sesama jenis, alias prilaku menyimpang, yang sangat di benci oleh umat manusia seluruh dunia, terutama di Nusa.

Namun apapun yang mereka lakukan. setelah beberapa jam melakukan identifikasi, pihak berwajib di dua negara tetap tidak bisa menemukan siapa pelakunya.

Protokol satelit pun sudah dikerahkan, namun semuanya kabur. Tidak ada tanda tanda peluru yang telah menghabisi mereka itu datang dari mana.

Maka sehari kemudian, dengan santai Nindya dan Kirana keluar dari hotel, yang selama 10 hari telah ditempatinya.

Saat melewati front office hotel itu, petugas yang hari pertama meremehkan Nindya bergegas datang, dan memberi salam pada nya.

"Selamat pagi Nona. Terima kasih karena telah menginap di hotel ini. Semoga ke depannya betah tinggal berlama lama." ujarnya sambil menundukkan wajahnya ke arah Nindya.

"Kamu Kanaya bukan? Orang pertama yang menyambutku saat mau reservasi dan meragukanmu saat itu?"

"Benar Nona, saya Kanaya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saya berjanji akan memperbaiki lagi di kemudian hari." jawabnya.

"Betah kerja di sini?"

"Ya, dibetah betahkan saja Nona, Namanya juga bekerja. Dimanapun kita menyalurkan ilmu juga pengetahuan yang kita miliki, maka di tempat itulah kita harus belajar memahami makna sebuah pekerjaan."

"Niat dan tekad itulah kuncinya. Tanpa keduanya, maka pekerjaan akan menjadi sia sia, karena tidak fokus dalam menjalankan tugasnya disebabkan oleh keterpaksaan, karena tidak ada pekerjaan lain." jawab Kanaya cukup bijaksana.

"Kamu lulusan Universitas ternama bukan? Lulus dalam predikat cum laude. Sudah magister pula. Menyandang gelar lulusan terbaik di dua periode dalam bidang manajemen perusahaan. Apa di tempat ini kamu merasa ilmumu telah tersalurkan?"

"Di mana pun kita bekerja itu sama saja Nona. tapi tentu saja ada perbedaannya."

"Ilmu yang saya kuasai bisa saya terapkan di sini, namun tidak bisa begitu maksimal. Sementara jika di tempat lain yang sesuai dengan prodi saya. Maka saya yakin akan bisa menerapkannya secara maksimal." jawab Kanaya kembali bijaksana.

"Bagus! Secara kasat mata walaupun awalnya kamu kelihatan sombong, tapi setelah diteliti ternyata itu hanya bawaan sementara saja. Selanjutnya jangan berbuat seperti itu lagi."

"Mau kaya ataupun miskin, itu sama sama manusia, yang membedakannya hanya status sosial saja. Dan itu semuanya karena uang serta kekuasaan."

"Kalau aku berada di posisimu, sarjana cumlaude, bahkan magister terbaik di eramu. Kemungkinan aku juga akan melakukan hal yang sama, dan semua itu butuh proses yang panjang untuk memperbaikinya."

"Begini. Bagaimana kalau kamu ikut aku. Kebetulan aku memiliki beberapa usaha kecil di beberapa kota. juga akan membuat beberapa usaha di kota ini. Apakah kamu tertarik untuk bergabung?"

"Bergabung? Dengan perusahaan anda. Perusahaan apa itu?" respon Kanaya.

"Kau akan tahu setelah bergabung denganku. Sekarang katakan dengan cepat, bersedia atau tidak?"

"Beri saya waktu tiga hari. karena tidak mungkin pula saya akan keluar dari hotel ini begitu saja?" balas Kanaya.

"Baik. Kalau begitu aku tunggu. dan ini kartu identitasku. Di dalamnya ada nomor pribadiku, khusus untuk orang orang yang aku pilih termasuk kamu."

"Jika sudah memutuskan, kasi tahu aku. Anak buahku akan segera menjemputmu."

"Terima kasih. Akan segera saya pertimbangkan."

"Ya..!"

1
Aditya Jetli
Terima kasih Kak atas dukungannya
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!