Hay readers....Assalamualaikum ketemu lagi di karya Author yang terbaru, cerita ini sequel dari karya Author yang berjudul PESONA PENJUAL KERIPIK PISANG.
JUDUL awal aku ganti ya readers katanya terlalu panjang. dari PUTRA MAHKOTA YANG HILANG VS PUTRI MAHKOTA YANG TERSINGKIRKAN.
sekarang menjadi GADIS CANTIK ISTRI DOKTER DESA.
GALAKSI ALFARISKI MANGGALA putra Zayyandra Manggala yang hilang saat masih kecil, kini gala sudah tumbuh besar dengan nama GALA RESPATI, Kini ia menjadi seorang dokter di sebuah desa yang terpencil.
ZOYA ZALENA DEWANTARA putri seorang pengusaha besar si ibu kota, harus meregang nyawa di tangan calon suaminya di saat hari pernikahannya.
ikuti kisah keduanya yang penuh haru ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OBAT PELUMPUH SARAF
Gala mengetuk pelan pintu kamar utama Dewantara.
" Tuan Dewantara saya dokter respati dari rumah sakit Insan mulia, saya ke sini untuk memeriksa keadaan tuan Dewantara " kata Gala di depan pintu.
" Masuklah " sahut seorang dari dalam.
Gala membuka pintu kamarnya dan kemudian masuk kedalam.
Gala melihat Dewantara yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
" Selamat siang tuan "
" Siapa kamu, di mana dokter khalid ?" tanya Dewantara.
" Saya asistennya dokter khalid tuan, dokter khalid sedang ada pasien yang darurat, beliau mengutus saya untuk memeriksa anda, boleh saya memulainya?"
" Hemm " sahut Dewantara.
Gala memeriksa Dewantara dengan teliti.
" kondisinya sudah mulai lemah, sepertinya racunnya sudah mulai menyerang organ dalamnya " kata Gala dalam hati.
" Aku harus mengambil darahnya, untuk memastikannya " kata Gala kembali dalam Hati.
" Apa akhir-akhir ini keadaan anda semakin lemah, dan sering tiba-tiba pusing dan mual hebat?"
" Iya "
Gala menghela nafas berat.
" Maaf tuan Dewantara, saya akan mengambil darah anda untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut " ucap Gala.
Dewantara hanya diam dan mengulurkan tangannya.
Gala langsung mengambil perlengkapannya di dalam tas ranselnya.
Dewantara mengeryitkan dahinya saat melihat Ransel Gala, biasanya Dokter akan membawa tas khusus yang di gunakan dokter, kenapa dokter ini membawa ransel yang lumayan besar.
Sejenak Dewantara melihat ke arah Gala yang sedang mengambil darah di tangannya.
" Anak muda sepertinya aku tak asing dengan wajahmu ?"
" mungkin tuan Dewantara pernah melihatku di rumah sakit " kata Gala.
" Ah iya mungkin juga, tapi perasaan aku tak pernah melihamu datang ke ruangan aku saat aku di rawat " sahut Dewantara.
" Tuan apa boleh saya melihat obat anda " kata Gala mengalihkan pertanyaan Dewantara.
" Silahkan, ambillah di laci itu " kata Dewantara.
Gala menoleh ke arah laci yang di tunjukkan oleh Dewantara yang ada di meja yang ada di sebelah kanan ranjang Dewantara.
Gala melangkah ke arah laci itu dan saat sudah berada di depan laci ia lantas membukanya, Gala melihat beberapa botol obat di dalam laci itu.
Gala memeriksa obat-obatan yang ada di situ satu persatu.
" obat pelumpuh saraf dan obat yang bisa membuat halusinasi, benar-benar kejam sekali ibu tirinya Zoya, ia ingin membunuh Dewantara perlahan, bisa-bisa Dewantara mengakhiri hidupnya karena depresi, benar kata Zoya ia tak akan mudah untuk membalas ibu tirinya, jika ia kembali begitu saja, butuh rencana yamg matang untuk menyingkirkan ibu tiri dan mantan tunangannya itu, meraka pasti sudah bekerjasama dengan beberapa orang " ucap Gala dalam hati.
Gala menghela nafas panjang, dan kemudian menoleh kearah Dewantara yang terlihat matanya menghadap ke atas dengan melamun.
" Dia pasti memikirkan putrinya " gumam Gala.
" Obatku ada di dalam ranselku, bagaimana aku mengganti obatnya " pikir Gala mencari cara untuk menganti obat Dewantara.
" Dok bisa bantu saya ke kamar mandi ?" ucap Dewantara tiba-tiba membuka matanya.
" Oh bisa tuan sebentar " Gala memasukkan obatnya kembali ke laci.
" Waktu seprtinya memihak padaku "ucap Gala dalam hati.
" Apa tuan sendirian saat ini "
" Hemm...istriku sedang menemui detektif untuk mencari putriku " kata Dewantara, yang merasa kalau Gala pasti tahu masalahnya karena Gala adalah asisten dokter khalid.
" Silahkan tuan, aku akan menunggu di luar, jika tuan sudah selesai tolong panggil saya "
Dewantara hanya mengangguk pelan dan kemudian langsung masuk ke dalam.
Gala langsung bergegas mengambil vitamin yang ada di dalam ranselnya dan melangkah ke arah Laci meja obat.
Gala membuang obat yang ada di dalam botol itu ke dalam tas ranselnya dan menggantinya dengan vitamin yang di bawanya, dan membiarkan obat-obatan yang lainnya sekiranya obat itu aman untuk di konsumsi Dewantara.
" Untung aku sudah menelusuri obat apa saja yang di berikan oleh Dokter khalid, sehingga aku bisa menyiapkan semuannya " gumam Gala.
" Dan aku yakin Detektif yang di tugaskan untuk mencari Zoya pasti detektif abal-abal " gumam Gala.
" Dokter Respati, tolong aku, aku sudah selesai, kepalaku semakin pusing " seru Dewantara dari dalam kamar mandi.
Gala yang mendengar itu langsung bergegas ke arah kamar mandi, saat membuka pintu Gala melihat kondisi Dewantara yang sudah memucat.
" Tuan, ayo kita ke tempat tidur, saya akan menyuntikkan obat penghilang rasa nyeri tuan "
" Sepertinya racunnya sudah mulai menjalar ke organ penting, ini tidak bisa di biarkan terlalu lama " ucap Gala dalam Hati.
" Tuan, apa kondisi anda akhir-akhir ini terus menurun?"
" iya, padahal aku sudah minta obat yang terbaik pada dokter khalid " jawab Dewantara.
Gala meletakkan tubuh dewantara di atas tempat tidurnya.
Gala menghela nafas pelan, dan menatap ke arah Dewantara dan kemudian mengambil obat yang ada di dalam ranselnya dan kemudian menyuntikkan ke dalam tubuh Dewantara.
" Tuan, apa tuan percaya sama saya ?"
Dewantara menatap ke arah Gala dengan tatapan penuh tanya.
" Apa maksud dokter Respati"
" Saya sudah menganti sebagian obat yang ada di laci "
" Apa maksud dokter "
" Tolong jangan pernah minum lagi obat dari istri anda maupun dari dokter khalid "
Dewantara semakin menatap tajam ke arah Gala, ia berusaha bangun dari tidurnya.
" Jangan bangun, kepala anda akan semakin pusing "
" Jelaskan apa yang kamu bilang tadi "
" Anda adalah seorang pengusaha hebat biasanya insting seorang pengusaha hebat sangatlah tajam, kenapa insting anda lemah sekali " kata Gala, yang membuat Dewantara nampak meradang.
" Kamu ...."
" Saya tidak banyak waktu " Gala menuliskan sebuah resep obat dan kemudian menyerahkan pada Dewantara.
" Jika obat yang di laci itu habis, tebuslah obat ini sendiri tuan atau cari orang yang bisa di percaya jangan menyuruh sembarangan orang, khususnya istri anda, jika dokter khalid meresepkan obat, tolong jangan di konsumsi, itu jika anda masih ingin bertemu dengan putri anda "
" Putriku, apa kamu tahu di mana putriku " kata Dewantara sambil berusaha untuk bangun.
" turuti saja sarankan, dan anda harus lebih berhati-hati, aku sudah menganti obat yang ada si botol putih itu dengan vitamin, aku pastikan kondisi anda akan perlahan membaik, tapi tetaplah berpura-pura sakit, dan selidiki sendiri apa yang telah menimpa putrimu dan diri anda sendiri " ucap Gala sambil membereskan peralatan nya dan memasukkannya ke dalam ranselnya.
" Saya harus pergi, tolong jangan kasih tahu siapapun tentang kedatangan saya kesini "
Dewantara semakin penasaran dengan pria yang ada di depannya.
" Tunggu sebentar, di mana putriku dan siapa sebenarnya dirimu"
Gala berdiri sambil memakai ranselnya.
" Jika anda masih ingin melihat putri anda lagi, lakukanlah apa yang saya katakan , dan satu lagi, berhati-hatilah dengan calon menantu anda, kendalikan perusahaan anda lagi, jika anda masih ingin menyelamatkan perusahaan Anda, saya permisi " ucap Gala dan langsung melangkah pergi meninggalkan Dewantara yang masih terpaku dengan ucapan Gala, hingga ia tak sadar kalau Gala sudah pergi dari ruangannya.
Dewantara hanya termangu dan mencerna setiap ucapan Dewantara.
" Apa maksud dokter muda itu, apakah istriku dan Devano adalah dalang di balik menghilangnya putriku "
########
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu
naaah Loch .... pak Hasani ketar ketir kn kalau tamu nya Gala mirip semua wajah nya dg Gala 🤣🤣
aku lg serius baca STP Bab nya. 🤭🤭🤭
hadeeeeww .... si Ghina mmg sllu bikin masalah ,, niat mengintai tp mlh blak-blakan bgni dN akhir nya mlh ngompol Krn nahan pipis terlalu lama. 🤣🤣🤣🤣
Benar2 tidak adil kalau Gala masih trmerpisah dengan keluarga besarnya padahal sudah di smdepan mata...
Semoga Bapak Hasani mau menceritakan semua kisah masa lalu Gala hingga terdampar di pelosok terpencil... 😥😥😥
saatnya Gala dan keluarga beamsarnya berkumpul dan menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya... 😥😥😥💙💛💙😘😘😘
Dasar keturunan keluarga Manggala emang benar² Random... 😍😍😍😍
Semoga dengan kelonyolan Ghina si Bocah Gemblung semua bisa terungkap dan Gala bisa berkumpul dengan keluarga besarnya... 💙💛💙😘😘😘
the real gen Zayn ini...
konyol 🤣🤣🤣🤣
Karena Zayn adalah ayah kandung yang perlu Gala ketahui. Tak mungkin juga Gala tidak mengingat orang tua angkatnya nanti karena telah bertemu orang tua kandung nya...
jadi penasaran.....kenapa ga bisa terpisah dari keluarga kandung nya....