NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Transmigrasi Dunia Novel Menjadi Suami Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Sistem / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Fantasi / Harem
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan mahasiswa elite jurusan bisnis, hukum dan manajemen tanpa sadar memasuki dunia novel kultivasi yang baru saja dibacanya, bukan sebagai mc, bukan juga villain, tapi menjadi karakter pendukung yang akan mati pada arc awal. Dengan bantuan sistem, Wu Xuan berusaha mengubah cerita.

Ia masuk ke tubuh patriark tua, namun karena sistem membantunya menerobos, tubuh tuanya berubah menjadi muda dan tampan.

Dia melamar wanita (Villain) yang harusnya menjadi menantunya, karena pembatalan pertunangan sepihak yang dilakukan oleh anaknya.

Demi menghindari masalah di masa depan, ini adalah jalan yang harus di ambil oleh Wu Xuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retakan di Takhta Utara

Di bawah naungan pilar-pilar giok yang memantulkan cahaya siang hari, Archduke Xuan duduk dengan postur sekokoh gunung di atas Singgasana Patriark, matanya terpejam tenang seolah sedang menyelami meditasi terdalam saat mendengarkan para Tetua Agung membacakan laporan bulanan.

Suasana di dalam Aula Singgasana Istana Selatan itu terasa sangat khidmat dan dipenuhi oleh kepatuhan. Suara seorang Tetua Agung dari bagian logistik sumber daya menggema, merincikan hasil penyerapan aset dari beberapa klan pemberontak sebelumnya dan persiapan distribusi pasokan untuk Tambang Kristal Merah. Tidak ada satu pun yang berani batuk atau menggeser posisi berdirinya. Aura Ranah Primordial Suci Puncak yang memancar secara pasif dari tubuh Wu Xuan cukup untuk membuat udara di dalam ruangan itu terasa berbobot jutaan ton.

Namun, di balik wajah tiran yang terpejam dengan penuh wibawa itu, kesadaran Wu Xuan sama sekali tidak sedang mendengarkan laporan tentang berapa keuntungan keluarga wu bulan ini.

Di dalam lautan spiritualnya, jiwa pemuda Bumi itu sedang memerintahkan sistem untuk membuka layar antarmuka bar yang sejak pagi tadi berkedip-kedip menuntut perhatian. Ada notifikasi yang belum sempat ia buka setelah latih tanding gila-gilaannya dengan utusan dari benua dalam.

[Ding!]

[Mendeteksi penyelesaian interaksi tempur (Sparring) dengan eksistensi Ranah Tribulasi Dunia (Shen Boaxi) dan penciptaan varian Avatar Dharma Ashura!]

[Evaluasi pertempuran: Sempurna! Host berhasil menghancurkan teknik ortodoks dengan manipulasi aura murni.]

[Selamat! Host mendapatkan hadiah: 10 Pil Penguat Dantian Tingkat Kuno (Ancient Tier Dantian Strengthening Pills), dan Teknik Telapak Tangan Buddha Emas (Golden Buddha Palm Technique) - Versi Sempurna!]

Membaca deretan kalimat bercahaya neon di dalam kepalanya, senyum yang sangat tipis namun mematikan terbentuk di sudut bibir Wu Xuan, membuat Tetua Agung yang sedang membacakan laporan langsung tersentak dan berkeringat, mengira ia telah salah membaca angka.

Wu Xuan sama sekali tidak mempedulikan ketakutan tetua itu. Di dalam batinnya, ia sedang tertawa penuh kemenangan.

'Luar biasa. Benar-benar luar biasa,' pikir Wu Xuan, mengagumi hadiah dari sistemnya. 'Hanya dengan sekali latih tanding—dan sedikit akting sebagai seseorang yang butuh bimbingan—aku langsung mendapatkan teknik pertama milik Kekaisaran Fajar Suci secara gratis! Jika Saudara Shen tahu bahwa aku telah menyalin hak cipta bela diri kekaisarannya hanya dengan melihatnya sekali, kacamata putihnya itu pasti akan pecah berkeping-keping. Ah, indahnya bajakan sistem.'

Namun, senyum Wu Xuan tidak bertahan lama. Otak analitisnya dengan cepat beralih dari euforia jarahan menuju ancaman nyata yang sedang tumbuh di luar pandangannya.

Kompetisi Alkemis Kekaisaran Great Yan.

Ajang bergengsi yang diadakan setiap sepuluh tahun sekali di Wilayah Pusat itu akan segera dimulai dalam waktu dekat. Bagi kultivator biasa, itu adalah tempat untuk mencari pil atau merekrut bakat muda. Namun, bagi Wu Xuan yang telah membaca novel ini, kompetisi itu adalah panggung debut yang didesain khusus oleh takdir untuk sang protagonis.

'Chu Zhang,' batin Wu Xuan menyebut nama itu dengan nada yang sangat dingin.

Lawannya ini bukanlah protagonis remaja klise yang beruntung menemukan warisan. Chu Zhang adalah monster yang jauh lebih menakutkan. Dia adalah reinkarnasi langsung dari Kaisar Gunung Suci, seorang kultivator dari Ranah Dunia Sejati (True World Realm) yang berasal dari Alam yang lebih tinggi.

Dengan ingatan kehidupan lamanya yang membentang selama lebih dari 100 ribu tahun lebih, pemahaman alkimia Chu Zhang berada di tingkat alkemis Dunia. Di dalam novel, Chu Zhang akan menggunakan kompetisi alkemis ini untuk memamerkan resep pil kuno langka, memenangkan posisi juara pertama, dan menarik loyalitas dari para monster tua di Wilayah Pusat ibukota.

'Aku tidak bisa membiarkan bajingan tua di tubuh anak muda itu membangun fondasi kekuasaannya dengan mudah,' pikir Wu Xuan. 'Aku sudah tahu bahwa membunuhnya secara langsung sekarang adalah hal bodoh karena perlindungan takdirnya masih mutlak. Tapi, mencuri peluangnya dan merusak kemenangannya dari bayang-bayang adalah cerita lain. Jika aku mengirim Pasukan Bayangan Song Ginzhou untuk menyabotase bahan alkimianya atau merebut sumber dayanya di kompetisi itu...'

Tepat saat rencana sabotase itu terbentuk di otaknya, layar sistem di kepalanya berkedip dengan warna merah peringatan yang sangat tajam.

[WARNING! PEMBATASAN EKSPLOITASI TAKDIR!]

[Mendeteksi niat Host untuk menggunakan Pasukan Bayangan (Shadow Subordinates) dari sistem untuk merebut peluang Protagonis Utama!]

[Aturan Mutlak: Entitas dari luar tatanan dunia asli (Bawahan Summon Sistem) yang merugikan atau mengurangi Poin Takdir (Destiny Points) protagonis TIDAK AKAN memberikan hadiah poin maupun jarahan kepada Host. Hukum Dao Surgawi akan menetralkan intervensi anomali tersebut.]

[Syarat Eksploitasi: Untuk mencuri Poin Takdir dan mendapatkan hadiah sistem dari kejatuhan protagonis, Host HARUS menggunakan pion atau bawahan yang berasal dari 'Cerita Asli' (Native Inhabitants).]

[Status Takdir Protagonis (Chu Zhang) saat ini: 2000 Poin.]

Mata Wu Xuan perlahan terbuka. Cahaya keemasan di pupilnya menyipit tajam.

'Cih, sangat ketat,' monolog Wu Xuan mendengus pelan, menekan rasa kesalnya. 'Jadi Dao Surgawi mendeteksi 'anomali' dari pasukan bayanganku. Jika aku memakai mereka untuk menghancurkan peluang Chu Zhang, aku tidak akan mendapat poin sistem sedikit pun sebagai bayarannya. Kerja bakti tanpa upah bukanlah gaya seorang kapitalis.'

Wu Xuan mengetukkan jari telunjuknya ke sandaran takhta dengan ritme lambat yang mencekam.

'Sistem memaksaku untuk bermain catur sepenuhnya menggunakan bidak asli dari dunia ini jika ingin memanen poin takdirnya. Baiklah. Jika aku harus menekan kaisar berusia ratusan ribu tahun menggunakan bidak lokal... maka aku akan membuat bidak lokalku menjadi monster yang paling ditakuti di benua ini.'

"Cukup!!" Wu Xuan mengangkat tangannya, menghentikan laporan Tetua Agung yang sedang berbicara di tengah kalimat. Aula itu seketika sunyi senyap.

"Jenderal Agung Ketiga," panggil Wu Xuan dengan suara bariton yang menggema di setiap sudut aula.

Seorang pria kekar dengan zirah tempur berat berwarna hitam melangkah maju dari barisan militer. Ia berlutut dengan satu kaki, menundukkan kepalanya. "Hamba hadir, Yang Mulia Archduke!"

"Pilih sepuluh komandan jenderal di bawah komandomu. Sepuluh orang yang saat ini berada di batas akhir Ranah Roh tahap akhir, dan yang memiliki kontribusi militer paling besar dalam sebulan terakhir," titah Wu Xuan mutlak. "Bawa mereka menghadapku. Sekarang."

Jenderal Agung Ketiga tidak berani bertanya untuk apa. Ia hanya mengangguk tegas, "Sesuai perintah!" dan langsung melesat keluar aula menggunakan teknik gerakan bayangan.

Hanya butuh waktu beberapa menit sebelum Jenderal Agung Ketiga kembali, membawa sepuluh orang berarmor hitam bersamanya. Kesepuluh jenderal itu memancarkan aura pembunuh yang kental, bukti bahwa pedang mereka baru saja mengering dari darah musuh keluarga Wu. Mereka berlutut serempak di hadapan Singgasana Patriark, napas mereka sedikit memburu karena antisipasi.

"Kalian sepuluh orang telah membuktikan bahwa nyawa kalian adalah milik Keluarga Wu," ucap Wu Xuan, bangkit berdiri dari singgasananya. Jubah sutra hitamnya berkibar pelan saat ia melangkah menuruni anak tangga giok, mendekati barisan prajurit yang bersujud itu.

Wu Xuan mengibaskan lengan jubahnya. Sepuluh buah botol giok kecil bermanifestasi dan melayang di udara, mendarat dengan lembut tepat di depan lutut masing-masing jenderal.

Begitu botol-botol itu terbuka sedikit, aroma pil yang luar biasa purba dan memabukkan meledak memenuhi Aula Singgasana. Para Tetua Agung yang duduk di kursi mereka tersentak, mata mereka membelalak ngeri.

"I-Itu... fluktuasi energi dari Pil Tingkat Kuno!" seru salah satu tetua alkemis dengan suara bergetar. "Dan kemurniannya... ini tanpa cacat!"

"Ini adalah sepuluh Pil Penguat Dantian tingkat Kuno," deklarasi Wu Xuan dengan tenang, membiarkan keheningan yang syok menyelimuti aula. Ia menatap kesepuluh jenderal elitnya. "Makanlah pil itu. Aku memerintahkan kalian semua untuk menembus batas Ranah Kuno dalam beberapa hari ke depan."

Kesepuluh jenderal itu mendongak, wajah mereka dipenuhi ketidakpercayaan dan air mata keharuan. Ranah Kuno! Itu adalah batasan yang membuat 99 persen kultivator di dunia ini mati karena usia tua sebelum bisa mencapainya. Dan kini, jalan tol menuju puncak itu diserahkan begitu saja di depan lutut mereka!

"Para Jenderal Agung," Wu Xuan menoleh ke arah barisan komandan militer tertingginya, termasuk Wu Zuan. "Tugas kalian adalah mengawal sepuluh jenderal ini. Saat mereka menelan pil itu, bawa mereka ke gunung badai di belakang istana. Kalian akan bertugas membantu memblokir dan melemahkan petir tribulasi yang turun, memastikan sepuluh orang ini hidup dan terlahir kembali sebagai Jenderal Kuno Keluarga Wu."

"Kami menerima titah Yang Mulia!" teriak para Jenderal Agung dengan semangat yang nyaris membakar atap istana.

Kesepuluh jenderal yang menerima pil itu bersujud hingga dahi mereka berdarah membentur lantai giok. "Kami bersumpah atas kesetian kami dengan darah yang mengalir di tubuh kami! Nyawa kami, jiwa kami, dan pedang kami akan mengabdi pada Archduke hingga ke dasar neraka!"

Rasa loyalitas mereka telah dicetak secara permanen. Di benak Wu Xuan, ini adalah langkah pion yang sempurna. Jika ia tidak bisa menggunakan pasukan bayangan dari sistem untuk memanen protagonis, maka ia akan menciptakan pasukan monster asli (native) menggunakan sumber daya dari sistem.

Wu Xuan berjalan kembali ke singgasananya dan berbalik menghadap audiens.

"Satu pengumuman terakhir sebelum rapat ini ditutup," ucap Wu Xuan, menyapu pandangannya. "Sebentar lagi, Kompetisi Alkemis Kekaisaran Great Yan akan diadakan di Wilayah Pusat. Aku, secara pribadi, akan hadir ke sana sebagai tamu kehormatan."

Pengumuman ini menimbulkan riak keheranan di antara para dewan tetua. Sejak kapan sang Archduke Xuan tertarik menghadiri acara-acara festival bakat seperti itu? Patriark biasanya hanya mengirimkan perwakilan untuk memungut beberapa alkemis muda. Namun, tidak ada satu pun yang berani menyuarakan keheranan mereka.

"Saat aku pergi, seluruh urusan administratif dan kendali wilayah Selatan akan aku serahkan ke tangan Permaisuriku, Qin Wuyan," Wu Xuan melirik ke arah istrinya yang duduk di singgasana pendamping, memberikan senyuman tipis yang sangat hangat, membuat Qin Wuyan tersipu anggun namun menangguk mantap, siap memikul beban tersebut.

"Para Tetua Agung dan Para Jenderal akan berada di bawah komandonya. Untuk urusan militer darurat atau jika ada faksi luar yang berani mencari mati di perbatasan, kalian bisa menghubungiku secara langsung melalui plat giok komunikasi khusus."

Wu Xuan berdiri tegak. Ia mengarahkan pandangannya pada Jenderal Agung Wu Zuan.

"Jenderal Wu Zuan. Mulai hari ini, perkeras siksaan latihan untuk ketiga putraku, Wu Shan, Wu Ling, dan Wu Guan. Jangan beri mereka waktu bernapas. Lempar mereka ke kawah monster jika perlu. Saat ketiganya berhasil menembus dan memadatkan kultivasi mereka di Ranah Roh tahap akhir... aku sendiri yang akan melatih mereka," titah Wu Xuan.

Wu Zuan menelan ludah, sedikit merasa kasihan pada ketiga pangeran muda itu, namun segera menunduk hormat. "Akan saya laksanakan dengan tingkat disiplin tertinggi, Yang Mulia!"

"Bagus. Rapat dibubarkan."

Wu Xuan mengibaskan jubahnya, tubuhnya berubah menjadi bayangan dan menghilang dari aula, meninggalkan para elit Selatan yang kini memiliki tugas masif untuk menciptakan sepuluh monster baru.

Sementara Selatan sedang mengasah pedang mereka di bawah pimpinan seorang Tiran dari bumi, di ujung wilayah lain di kekaisaran Yan agung, Wilayah Utara sedang dilanda badai politik yang jauh lebih mematikan daripada badai salju mereka.

Di dalam ruang kerja pribadi Nyonya Utama di Istana Es Utara, situasinya terasa sangat menyesakkan. Pemanas ruangan berbalut kristal api tidak mampu mengusir hawa dingin dari intrik yang menggantung di udara.

Xu Mei duduk di balik meja giok raksasanya. Wajah cantiknya terlihat luar biasa pucat, dengan mata yang tampak kelelahan. Di hadapannya, belasan tetua agung tingkat tinggi dan jenderal loyalis dari garis keturunan Keluarga Bei berdiri menuntut jawaban.

"Berapa lama lagi Anda akan menyembunyikan kebenaran ini dari kami, Nyonya Duchess?!" bentak salah satu tetua dengan janggut putih panjang, memukul pelan meja kerjanya. "Gelombang Beast Tide telah berakhir berminggu-minggu yang lalu! Wilayah dalam kondisi pemulihan, namun Sang Duke Utara tidak pernah memunculkan batang hidungnya! Ke mana perginya Duke Bei Han?!"

"Beliau sedang dalam pengasingan tertutup yang krusial," jawab Xu Mei dengan suara yang dipaksakan setenang mungkin, meskipun tangannya di bawah meja gemetar menahan stres. "Apakah kalian berani mengganggu terobosan hidup dan mati Patriark kalian sendiri?"

"Pengasingan omong kosong!" balas seorang jenderal loyalis bertubuh gempal. "Tidak mungkin dia tidak mengumumkan pengasingannya pada kami? Jika dia memang mengasingkan diri, dan Duke Bei Han tidak pernah lari dari peperangan. Beliau adalah komandan yang hidup dari peperangan. Menghilang tanpa meninggalkan pesan penyerahan komando di saat krisis besar seperti ini? Itu bukan karakter beliau!"

Kekacauan mulai mendidih di ruang kerja tersebut. Pijakan politik Xu Mei selalu berasal dari kekuatan suaminya. Kini, dengan hilangnya Bei Han secara misterius, rantai komando Utara seperti terputus dari tangannya.

"Kita tidak bisa membiarkan kursi patriark kosong dalam kebingungan!" seru tetua lain, seorang pria paruh baya dengan mata licik. "Hampir empat puluh persen faksi dalam dewan setuju bahwa jika Duke Bei Han tidak muncul dalam tiga hari ke depan, Tuan Bei Ming—adik kandung dari sang Duke—harus naik takhta untuk mengisi kekosongan kepemimpinan! Darah Bei harus memimpin Utara!"

"Itu pemberontakan!" potong seorang tetua loyalis dari faksi pendukung Bei Han. "Kita harus memberinya waktu! Empat puluh persen dari kita masih percaya bahwa Duke akan kembali dengan kekuatan penuh. Kalian tidak bisa asal merampas takhta!"

"Bagaimana dengan Nona Bei Ling'er?!" usul seorang tetua tua dengan suara parau. Sepuluh persen faksi masih mengingat putri sah sang Duke. "Dia adalah ahli waris yang paling cocok! Panggil dia kembali! Biarkan Bei Ling'er yang menjadi Matriark!"

"Mustahil!" bantah tetua yang mendukung Bei Ming. "Nona Ling'er saat ini sedang berada di titik paling penting dalam latihannya di Sekte Pedang Berdaulat. Memanggilnya pulang sekarang sama saja dengan menghancurkan masa depan kultivasinya dan memutuskan hubungan baik kita dengan sekte yang lebih kuat dari kekaisaran ini, itu merugikan!"

Perdebatan berubah menjadi adu mulut yang sengit. Xu Mei memijat pelipisnya. Suara-suara mereka terdengar seperti dengungan lalat bangkai di telinganya.

Sejak ia kembali dari Tambang Kristal Merah, otoritasnya terus tergerus. Tanpa Duke Bei Han, komando pemerintahan dan militer yang dipegangnya hanyalah simbol yang perlahan kehilangan nilainya. Beberapa kebijakan logistiknya bahkan baru saja diveto dan ditentang secara terbuka oleh dewan tetua.

"CUKUP!"

Xu Mei berdiri, memukul meja giok hingga retak. Aura Ranah Kuno tahap awalnya meledak, menekan sesaat para tetua di ruangan itu. "Aku masih duchess wilayah Utara! Selama belum ada konfirmasi resmi, tidak ada satu pun pergantian takhta yang akan dilakukan! Keluar dari ruanganku! Semuanya, KELUAR!"

Melihat kemarahan sang Nyonya Duchess, para tetua itu mendengus sinis, memberi hormat ala kadarnya, lalu berbalik meninggalkan ruangan satu per satu. Mereka tahu bahwa pertahanan wanita ini sudah mencapai batas akhirnya.

Begitu pintu ruang kerja tertutup, kaki Xu Mei terasa lemas. Ia jatuh terduduk di atas kursi kebesarannya.

Istana utara yang megah ini kini terasa seperti penjara kaca. Ia dikelilingi oleh serigala-serigala yang siap menerkam takhtanya begitu ia lengah. Ia kehilangan pelindungnya, dan kini ia ditikam oleh orang-orang klannya sendiri.

Dalam keputusasaan yang menyiksa itu, bayangan Archduke Xuan muncul dalam pikirannya. Sebuah tempat bersandar yang sangat nyaman.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Xu Mei merogoh ke balik gaun ungu tebalnya. Ia mengeluarkan sebuah plat giok komunikasi khusus—bukan jalur diplomatik, melainkan saluran pribadi yang terhubung langsung pada satu orang di ujung benua Selatan.

Ia menyalurkan sisa-sisa Qi-nya, dan dengan suara yang dipenuhi kelelahan, kerinduan, serta kepanikan seorang wanita yang meminta perlindungan, ia mengirimkan satu pesan singkat.

(Archduke... Wu Xuan... Utara sedang runtuh dari dalam. Aku... aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Apakah aku boleh memintah bantuanmu?...)

Di kejauhan, di atas langit wilayah Selatan, Wu Xuan yang sedang duduk santai merasakan getaran di balik jubahnya. Ia mengeluarkan plat giok itu dan mendengarkan pesan suara dari Xu Mei.

Senyum tenang yang luar biasa mematikan perlahan terukir di bibir sang Tiran.

"Ah, calon selir-ku yang malang," gumam Wu Xuan pelan, matanya berkilat memancarkan niat menaklukkan yang tak terbendung. "Bersabarlah sebentar lagi, Sayang."

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 51 thor
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 51 thor bikin ibu suri itu ketakutan semua orang suruhan sudah mati di bantai wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maer malah memperkuat wuxuan cepat naikin ranah kultivasi sampai ranah tribulasi dunia tahap puncak
Fajar Fathur rizky
bikin wuxuan menunjukkan kekuatan alkemisnya thor bikin kedua leluhur itu ketakutan bikin kedua leluhur itu menjadi boneka perang wuxuan
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 50
Fajar Fathur rizky
cepat bikin bab 48 bikin wuxuan dapat hadiah besar thor protagonis itu gagal
Fajar Fathur rizky
thor gambar yan meli mana thor
EGGY ARIYA WINANDA: Nanti kalau wu xuan udah pulang ke selatan dinasti.
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 46
Fajar Fathur rizky
cepat update bab 45 thor
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan licik orang yang mau meracuni klanya bikin bantai bikin orang yang mau meruntuhkan tambang spritual juga di bantal semua sampai tak tersisa bikin faksi ibu kota ketakutan bikin wuxuan meracuni semua anggota Kekaisaran great yan termasuk kedua leluhur itu bikin ranah kultivasi mereka turun sampai ranah primordial suci tahap awal bikin mereka menua
Fajar Fathur rizky
thor bikin wuxuan bikin pil racun yang menurunkan ranah kultivasi kedua leluhur itu sampai ranah primordial suci tahap awal thor bikin wuxuan licik
Fajar Fathur rizky
bikin semua orang yang di suruh itu mati oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
yan maier yang ada elu yg bakal di taklukkan oleh wuxuan
Fajar Fathur rizky
bikin Kekaisaran great yan bangkrut thor
Fajar Fathur rizky
bikin nanti bantai leluhur itu dan kaisar Kekaisaran great yan dengan cara paling kejam thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin wuxuan bantai para pembunuh itu dengan cara paling kejam thor bikin tubuh mereka jadi makanan hewan kontraknya
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor bab 44 thor
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 43 thor
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi wuxuan sampai ranah tinggi thor pengen liat dia bantai kaisar Kekaisaran great yan termasuk dua leluhur itu dan taklukin ibu suri itu thor
Fajar Fathur rizky
cepat bikin ranah kultivasi yan dobu dan yan chaoran turun sampai ranah primordial suci tahap awal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!