NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Richard, bagiku putriku maupun Drew sama-sama anakku. Terserah kau membenciku dan Drew tapi aku membesarkan Drew sedari ia kecil. Apa aku tidak boleh memperlakukannya dengan baik. Semua ini bukan salahnya tapi salahku. Kau bisa salahkan aku tapi tidak dengan Drew" ucap Olivia merasa tertekan atas apa yang dikatakan Richard. Jujur saja ia merasa bersalah seumur hidupnya. Siapa yang tidak menyayangi anaknya sendiri. Ia menyayangi putrinya yang telah meninggal. Tidak sehari pun ia tak memikirkan putrinya.

Air mata Olivia tanpa bisa di cegah terjatuh dari matanya. Ia mengusapnya. Tangannya sampai bergetar. "Aku juga merasa sangat kehilangan. Maafkan aku" ucapnya terisak. Suaranya terdengar bergetar.

"Kau memang harus menyesalinya seumur hidupmu" ucap Richard dingin. Ia lalu memutuskan sambungan teleponnya.

Olivia melihat layar telpon yang sambungannya telah terputus. Jujur saja tak sehari pun ia tidak memikirkan putrinya yang telah meninggal 20 tahun yang lalu. Saat itu, keadaan memaksanya. Richard perlu seorang pewaris laki-laki untuk mempertahankan dirinya sebagai ahli waris utama keluarga Kyle. Saat itu ia dan Richard mendapatkan banyak tekanan dari keluarga Richard yang ingin merebut kekuasaan Richard. Jika bukan karena tekanan itu, Olivia tak akan mungkin nekat menukar putrinya yang telah meninggal dengan Drew. Bahkan mungkin saja jika putrinya masih hidup, Olivia akan tetap menukar putrinya demi suaminya.

"Ibu, ada apa?" Tanya Drew tiba-tiba yang membuat Olivia terkejut. Ia buru-buru menghapus air matanya. "Tidak ada apa-apa" ucap Olivia.

Drew memegang pundak ibunya. "Kalau tidak ada apa-apa kenapa ibu menangis? Cepat katakan yang sejujurnya padaku, kau tidak bisa berbohong pada putra mu sendiri" ucap Drew meminta ibunya jujur padanya.

Olivia menghela nafas dan akhirnya berkata jujur. "Ayahmu meminta ibu untuk datang ke pemakaman mendiang adikmu bersamanya".

"Aku mengerti, kita bisa datang bersama nanti ke pemakaman" ucap Drew.

"Ayo kita rayakan ulang tahunmu dulu sebelum pergi" ucap Olivia sambil tersenyum lembut.

"Baiklah, kita rayakan berdua seperti biasa lalu datang ke pemakaman adikku" ucap Drew. "Ahh iya, aku lupa memberi tahumu. Hari ini Siera akan datang ke rumah. Bukankah ibu sangat menyukainya?" Ucap Drew berusaha menyenangkan hati ibunya.

Olivia sedikit tertawa. "Kau tahu dia wanita baik-baik. Ibu menyukainya karena ibu yakin dia pasti sangat cocok denganmu" ucap Olivia.

"Aku mengerti. Jika ibu menyukainya maka aku juga akan menyukainya" ucap Drew. Dia memang selalu seperti itu. Ibunya sering terlihat bersedih, Drew akan melakukan apapun yang ibunya mau agar ibunya tetap bahagia. Baginya kebahagiaan kecil dari ibunya sangat berarti.

"Ahh, aku sangat lapar. Ayo buatkan sarapan sebelum aku pergi keluar" rengek Drew manja pada ibunya. Olivia tertawa lalu menepuk-nepuk pundak putranya. "Ibu akan masakan makanan enak untuk mu". Ucap Olivia. Olivia lalu mengambil remote tv untuk mematikan televisi namun tangannya terhenti kala melihat berita yang ada di televisi. Itu adalah wajah yang sangat ia kenal. Matthew Arious. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia bertemu Matthew.

Olivia memperhatikan berita di televisi. Tagline berita berjudul "seorang ayah menyekap putrinya yang hamil selama 9 bulan. Apakah seorang ayah tega menghamili putrinya sendiri?"

Tangan Olivia gemetar ketika membaca tagline berita itu. Ia duduk dan memperhatikan dengan serius. Seingatnya Matthew hanya mempunyai 1 anak laki-laki. Apakah istri Matthew melahirkan anak lagi? Pikirnya.

Drew yang melihat ibunya fokus menonton berita ikut duduk memperhatikan berita di televisi. Ketika membaca tagline berita, Drew langsung merasa iba terhadap gadis itu dan memaki pria di berita. "Gadis itu sangat malang. Ayahnya benar-benar bajingan. Bagaimana mungkin bisa melakukan hal tercela itu pada putrinya sendiri".

Olivia mendengar ucapan Drew namun hanya diam saja. Ia tetap fokus menonton berita sampai ada seorang wajah yang cukup familiar. Itu adalah seorang wanita muda yang sekilas terlihat di tandu oleh para medis. "Itu kan Shena" celetuk Drew tiba-tiba. Drew langsung berdiri karena terkejut dan shock ketika gadis yang menjadi korban dari ayahnya sendiri adalah my Hero nya yang sudah hampir setahun ini tidak ada kabarnya.

"Bukankah dia temanmu yang ikut liburan musim dingin bersama kita tahun lalu?" Tanya Olivia.

"Benar Bu. Aku harus ke sana. Aku ingin melihat Shena. Dia pasti sangat ketakutan" ucap Drew. Suaranya sampai terdengar gemetar. Urat di pelipis matanya terlihat, ia sangat marah. Bagaimana bisa wanita yang sangat ia sayangi bisa diperlakukan dengan buruk seperti ini. Terlebih lagi pria yang melakukannya adalah ayah kandungnya sendiri.

Olivia masih terdiam seperti memikirkan sesuatu. Bagaimana bisa Matthew mempunyai putri yang seumuran dengan Drew. Itu sangat tidak masuk di akal Olivia kecuali jika Matthew mengadopsi Shena atau Shena anak dari perempuan lain selain istrinya. Tidak mungkin kan Shena adalah putrinya. Ia sangat ingat bahwa putrinya sudah tidak bernyawa ketika ia lahir dulu.

Drew yang melihat ibunya termenung menegur. "Ibu, apa yang kau pikirkan?"

Olivia tersadar dari lamunannya. "Ibu tidak memikirkan apapun" sahutnya. "Ayo segera kita temui Shena. Dia pasti sangat terpuruk sekarang".

.

.

.

Malam harinya, Shena telah tertidur dengan lelap. Ello senantiasa menjaga Shena di sisinya. Orang tua Ello telah pulang.

Dari luar terdengar suara pintu di ketuk. Ello menoleh ke pintu. Ketika pintu di buka ternyata yang datang adalah Drew dan Olivia. Ello berdiri dan menyambut mereka.

"Kenapa kau ada disini?" Sinis Drew pada Ello.

Ello mendengus, Drew rupanya masih menyimpan dendam masa lalu padanya. Ia menjawab ketus. "Aku satu-satunya orang yang paling dekat dengan Shena. Kau ada masalah??"

Olivia tidak mau mendengar perdebatan mereka. Ia langsung masuk. Shena sudah tertidur. Olivia merasa sangat sedih dan prihatin atas kondisi yang menimpa Shena. Tubuh kecil ini terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Kulitnya tampak pucat. Tubuhnya terlihat kurus. Wajahnya nampak kuyu. Ia bertanya. "Bagaimana keadaan Shena?"

"Kondisinya masih sangat lemah. Shena kehilangan banyak darah akibat luka di pahanya dan pendarahan karena melahirkan". Jawab Ello.

"Apa bayinya selamat?" Tanya Olivia.

"Bayinya selamat namun kurang gizi. Bayi Shena sedang dalam pengawasan dokter saat ini". Jawab Ello.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!