Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹⁸
Gedung Smith Royal Enterprises.
"Selamat siang tuan, ini berkas berkas yang harus anda periksa hari ini" Asisten Roky menyerahkan setumpuk berkas diatas meja Alexander.
Alexander mengangguk "bagaimana hasil bulan ini?" Alexander menyandarkan tubuhnya dikursi dan menatap asisten Roky. "Bulan ini perusahaan mengalami peningkatan yang cukup pesat tuan, dan perusahaan di bidang KPop musik juga ingin bekerja sama dengan perusahaan kita, mereka ingin melemparkan artis - artis terbaik mereka untuk menjadi pemeran utama dalam iklan industri"
"hmmm, menarik. akan aku pikirkan" Alexander melanjutkan kesibukan nya pada berkas - berkas itu. Namun, tiba tiba pikirannya tertuju pada Serafina, gadis bodoh yang menyebalkan dan selalu membuatnya naik darah. "Roky, apa kau memiliki nomor ponsel Serafina?" Asisten Roky bingung, bagaimana bisa tuannya ini menanyakan nomor ponsel istrinya sendiri pada pria lain. "Ada tuan"
"hubungi dia" jawab Alexander singkat, asisten Roky hanya menurut dan membuka layar ponselnya. asisten Roky menekan nomor ponsel Serafina dan menunggu gadis itu mengangkat sambungan telepon tersebut. "halo, ini siapa?"
"ini saya nyonya, asisten Roky, katanya tuan ingin berbicara dengan anda"
Serafina memutar matanya dengan malas. 'kali ini dia akan menceramahi aku apa lagi?' batin Serafina menghela nafas berat. Alexander menerima ponsel yang diberikan oleh asistennya. "ya, kau mencariku, istriku..?" ucapnya dengan percaya diri. Serafina yang mendengarnya hanya bisa memutar matanya dengan malas, berbeda dengan asisten Roky, pria itu tersedak dengan ludahnya sendiri saat mendengar kalimat yang dilontarkan oleh atasannya.
"ekhem...tuan, saya izin ke toilet sebentar" asisten Roky kemudian meninggalkan bos nya sendiri. "apa kau sudah bertemu dengan Konsultan etiket?"
"sudah tuan"
"bagus, berlatihlah dengan sungguh-sungguh, agar kau bisa terlihat sama dengan para wanita kalangan atas"
"iya tuan"
"malam ini aku pulang cepat, aku harap kau sudah mengetahui posisi mu, dan besok aku akan keluar kota, jadi aku akan pulang cukup larut" jelas Alexander sembari membalik setiap lembar halaman di berkasnya. 'tidak pulang selamanya juga bagus tuan, aku jadi tidak keberatan untuk menghirup nafas' pikir Serafina.
"halo, apa kau mendengar ku?" panggilan tersebut mengejutkan Serafina. "a-aku dengar tuan" Alexander mengangguk pelan, "baiklah, kalau begitu istirahat lah" Alexander mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. "sejak kapan monster itu sok perduli padaku? mungkin diruangan itu ada orang lain, makanya dia mengatakan hal seolah olah dia mengkhawatirkan aku" gerutu Serafina melemparkan ponselnya keatas kasur.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
hari sudah sore, Serafina sedang berada didapur dengan para pelayan, ia menatap kearah jam dinding. "5 menit lagi dia pulang, aku harus segera menyelesaikan masakanku"
"nyonya, biarkan kami saja yang memasaknya kami takut tuan tidak akan menyukai makanannya karena tidak enak" ucap pelayan sengaja mengatakan hal tersebut agar Serafina marah. Namun, Serafina bukanlah gadis yang mudah marah, ia justru hanya tersenyum lembut. "Tenanglah, kau tidak perlu khawatir aku yakin suamiku akan menyukai makanan yang aku buat" ucap Serafina tanpa menatap wajah pelayan yang kini sudah berubah menjadi kebencian. 'suamiku? kalimat itu terdengar menggelikan! ya Tuhan, kapan drama pernikahan ini akan berakhir ' batin Serafina menelan ludahnya susah payah.
"sudah selesai, saat nya menyambut pria itu pulang" Serafina meletakkan alat masaknya dan mencuci tangan. Ia melepaskan apron dan meletakan nya di lemari kemudian Serafina keluar melangkahkan kakinya meninggalkan ruang dapur, pelayan yang masih ada disana diam-diam menuangkan semua garam kedalam makanan yang sudah dimasak oleh Serafina.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang