AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Lain kali jangan mencium orang sembarangan lagi." Peringatan dari Sarah kepadanya.
"Aku janji hanya akan mencium Sarah." Benar-benar pemuda tidak tahu malu, masih saja memeluk Sarah dengan begitu erat.
Sementara sang kucing, menjilat bagian punggung tangannya sendiri. Cukup heran dengan apa yang dilakukan oleh majikannya. Tapi, tetap saja tidak mungkin rasanya pria dingin ini jatuh cinta pada manusia. Itu hanya mitos, pemikiran konyol, sebuah hoax.
Majikannya yang dingin pasti memiliki pemikiran lain. Mungkin saja hanya memanfaatkan dan mengendalikan wanita ini.
"Ren, ada batasan antara pria dan wanita. Kamu mengetahui hal itu bukan?" Kalimat yang diucapkan oleh Sarah melepaskan pelukannya.
Dengan cepat Ren menggangguk.
"Nah! Karena sudah mengetahui batasannya, seharusnya kamu tidak boleh sembarangan mencium atau memelukku." Sarah berusaha keras untuk tersenyum, menjelaskan pada pemuda ini baik-baik.
"Tapi Sofia, Rani, dan Ayu melakukan itu pada Kelvin, karena Kelvin sudah menyelamatkan nyawanya." Kalimat yang diucapkan oleh Ren berkedip beberapa kali. Benar-benar bagaikan seseorang yang polos dan lugu tentang berjalannya dunia.
"Itu berbeda, itu karena mereka memberikan imbalan kepada Kelvin yang telah menyelamatkan mereka." Jelas Sarah pada orang ini.
"Sarah menyelamatkanku, tentu saja aku harus menunjukkan rasa terima kasihku bukan?" Kalimat dari Ren sama sekali tidak dapat dibantah.
"Iya, tapi sudah aku bilang, bukan begitu caranya untuk membalas orang yang menyelamatkanmu. Bagaimana aku harus menjelaskannya ya?" Sarah terdiam sejenak berpikir, ini adalah dunia setelah kiamat, di mana untuk bertahan hidup seseorang rela melakukan apapun. Termasuk memberikan tubuhnya kepada seseorang yang lebih kuat.
Karena itu."Ren....Sofia, Rani dan Ayu berbeda mereka melakukan itu karena mereka harus menyenangkan Kelvin untuk bertahan hidup. Atau mungkin juga karena mereka benar-benar menyukai Kelvin. Tapi kamu berbeda, kita ini teman, seorang rekan yang saling melindungi. Kamu membantuku menetralkan radiasi pada bahan makanan. Dan aku yang akan melindungimu, dalam hal ini kita akan sama-sama diuntungkan. Kamu mengerti?"
Pemuda yang masih menggunakan pakaian lusuh, tapi wajah rupawan yang benar-benar tidak manusiawi. Berkedip beberapa kali ke arah Sarah, kemudian sedikit menunduk berucap."Aku hanya tidak ingin ditinggalkan seperti sebelumnya. Sarah tahu bukan? Teman-temanku yang sebelumnya, meninggalkanku untuk dijadikan umpan. Jika aku tidak sungguh-sungguh pada Sarah, suatu saat nanti Sarah pasti akan meninggalkanku."
Sarah menatap jenuh, membentak orang ini pun dirinya tidak tega. Pada akhirnya wanita ini mengalah, lagi pula di dunia kiamat ini Ren benar-benar polos. Bahkan sudah dua kali mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Sarah.
"Kamu juga sudah menyelamatkanku." Sarah membantah kata-katanya dengan kalimat itu.
"Artinya Sarah boleh memeluk dan menciumku dengan bebas. Karena aku juga sudah menyelamatkan nyawa Sarah." Kalimat yang diucapkan oleh pemuda ini membuat Sarah menatap sengit kepadanya. Bagaimana bisa ada orang yang tidak tahu malu seperti ini?
Pada awalnya mengira orang ini hanya lugu, tapi ternyata bukan cuma lugu. Aslinya pandai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
"Tidak boleh!" tegas Sarah, mengambil kembali tasnya, kemudian melangkah pergi meninggalkannya.
"Sarah tunggu aku! Aku ketakutan berjalan sendiri! Bagaimana kalau ada monster yang muncul." Pemuda yang melangkah mengejarnya, diikuti oleh Miau- miau, kucing putih yang kembali setelah dilemparkan sejauh 10 km.
***
Berburu, itulah tujuan utama mereka meninggalkan bunker. Sarah menatap ke arah jemari tangannya sendiri, mengapa orang itu memberikannya kemampuan? Dan mengenal namanya? Final boss...
Sarah kembali mengingat segalanya, kala pemuda berambut putih yang menciumnya, memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya. Sesuatu yang benar-benar terasa dingin, entah apa.
Tapi sesuatu hal yang membuatnya tertegun, sorot mata pemuda itu, senyumannya. Sarah kembali menggeleng, seharusnya dirinya kesal, bagaimanapun orang itu sudah melecehkannya. Tapi tetap saja, sesuatu yang dicemaskannya adalah benda yang dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Apa benda itu berbahaya? Apa dapat mengendalikannya? Dan Apa tujuan dari final boss? Seharusnya orang ini muncul di bagian ending dan bertarung melawan Kelvin. Tapi kenapa malah muncul lebih cepat?
Sarah mengamati keadaan sekitarnya. Mengingat dirinya dan Ren 1 jam lalu berpencar.
"Aku dapat! Aku dapat! Aku menangkap dua ekor ayam!" Suara Ren terdengar, kala dirinya menoleh. Pemuda itu sudah membawa dua ekor ayam yang telah dinetralkan dari pengaruh radiasi nuklir.
Pemuda yang terlihat begitu kacau, bahkan di rambutnya terlihat bulu ayam, tubuhnya sedikit kotor. Mungkin benar-benar bersusah payah menangkap kedua ekor ayam ini.
Sarah melangkah mendekatinya."Kamu bisa menangkapnya sendiri?"
"Nona Sarah lupa? Sebelum kiamat terjadi keluarga saya memiliki restoran ayam goreng. Dan saya adalah pengelola salah satu cabangnya. Menangkap ayam bukanlah hal yang sulit." Kalimat yang diucapkan oleh Ren memuji dirinya sendiri.
Tapi, hal yang lebih luar biasa terlihat di belakang. Kucing putih kecil itu, menyeret seekor monster sebesar seekor sapi. Kucing kecil yang tidak tahu malu, langsung mau makannya dengan ganas. Bahkan hingga, seluruh bulunya kotor oleh darah.
"Kucingmu makan monster?" gumam Sarah menatap tidak percaya, lebih tepatnya berusaha keras untuk tersenyum. Dirinya yakin wujud monster ini sebelum radiasi adalah sapi. Kotoran sapi sangat berguna untuk pupuk, dagingnya juga bisa dimakan, jika menghasilkan susu maka, itu lebih bagus lagi untuk kebutuhan bertahan hidup mereka.
"Iya! Mungkin dia lapar." Sebuah alasan singkat, padat dan jelas dari Ren. Tapi tetap saja rasa tidak puas ada dalam benaknya, pada dasarnya kucing kecil ini memang benar monster level A.
"Kita sudah dapat ayam, ayo kita kembali." Kalimat yang diucapkan oleh sang pemuda, menarik jemari tangan Sarah.
Wanita yang hanya dapat menghela napasnya saja. Tapi dirinya penasaran akan satu hal. Bagaimana nasib Kelvin yang menempuh jalan berbeda dengannya?
Sarah menghentikan langkahnya,"Bagaimana kalau kita lihat nasib Kelvin terlebih dahulu?"
"Tapi kakiku sakit... Sarah tidak kasihan padaku. Aku yakin Kelvin dapat menjaga dirinya sendiri." Pemuda yang tadinya begitu bersemangat membawa 2 ekor ayam, tiba-tiba saja menjadi makhluk lembek tidak berdaya.
Benar-benar seperti tidak ingin Sarah menyusul Kelvin.
"Aku hanya ingin mengetahui. Bagaimana perkembangan kemampuannya, dan sejauh mana poin yang didapatkan olehnya. Karena, semakin Kelvin kuat maka harus semakin diwaspadai." Sarah menghela napas kasar, berjalan mendahului Ren."Intinya, Kelvin harus dimanfaatkan untuk melawan final boss. Jika salah satu dari mereka mati, barulah aku akan membunuh sisanya."
"Final boss?" pertanyaan dari Ren sama sekali tidak mengerti.
"Benar! Final boss, pria yang kemarin bertarung melawanku." Jawaban dari Sarah penuh senyuman.
Sedangkan anak kucing yang berada di bahu Ren, berbisik pada majikannya."Miau... Tuan dia ingin membunuhmu. Lebih baik tebas dia sekarang, memang benar-benar manusia tidak tahu di untung."
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...