Kehidupan yang berat membuat seseorang memilih jalan yang salah untuk bertahan hidup,kehidupan naoya berubah setelah bertemu beberapa orang yang dia anggap sebagai keluarganya sampai pada akhirnya keputusannya membuatnya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @120, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
orang luar yang seperti keluarga.
Setelah kepergian satoru, naoya datang kedepan dengan santai setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Tamu bar yang mulai pergi meninggalkan bar hanya terheran-heran melihat seorang pria terbaring di sofa dengan wajah pucat.
"pasti dia mabuk berat..."
"huhu...benar..,,,sayang sekali padahal tampilannya sangat gagah,ternyata sangat lemah..."
"ayolah ladies...ladies...kalian harus cepat pergi kerumah,ini sudah dini hari lo sangat berbahaya untuk para wanita seperti kalian."
"aah...mas naoya sangat perhatian,,kami akan selalu menemuimu mas naoya...,,
"iya...iya...itu bagus..."
Naoya mengantar para tamu sampai depan pintu bar,dan berjalan ke arah tsuki sambil melirik ke arah murayama.
"kreett...."
Naoya menarik kursi dan duduk di meja melihat tsuki yang mengelap meja dengan sangat bersih.
"manager kenapa tsuki...??apa dia sakit..??
"ah...."
"apa kau juga...??
"ah..."
"cih...!!! Kenapa dengan kalian,apa kau sangat mengantuk..?? Tidurlah atau kau akan menjadi zombie dengan wajah seperti itu,di malam seperti ini akan sangat menyeramkan untuk para tamu."
tsuki berhenti mengelap meja dan menatap ke arah naoya yang sedang mengoceh.
"apa tamu sudah pulang semua..??
"iya sudah....,tinggal senpai sedang bersiap,
"hanami...???
"benar...."jawab naoya dengan tenang.
Tsuki menaruh kecurigaan terhadap hanami setelah murayama menarik dirinya ke dalam ruangan saat itu,
"apa ada masalah..??
"tidak...!!!
"hei naoya...apa kau tidak akan pulang..??
Hanami berjalan dibelakang naoya dan menepuk pundak naoya sambil melirik ke arah murayama yang sedang terbaring di sofa.
"oh...senpai....,,sebentar lagi..,,kau sudah selesai..?
"iya...,,baiklah...aku pergi..."
Sikap yang biasa saja sangat membuat tsuki semakin curiga pada hanami, seseorang yang tidak peduli dengan keadaan kemungkinan dia adalah orang yang menciptakan keadaan tersebut.
"ada apa tsuki..?kenapa kau menatap hanami seperti itu..??
Tsuki mengalihkan pandangan pada hanami yang telah keluar bar dan berjalan mengunci pintu depan.
"gresek....gresekk....
"kau sudah sadar kak...??
tsuki berlari kearah murayama yang sudah menggerakan tubuhnya dan membantunya duduk.
"kak..,dia bilang..?? Sedekat itukah tsuki dengan manager..??"gumam naoya sambil mendekati murayama.
murayama mencoba berdiri dan masih terasa lemas sampai ditatih oleh tsuki ke dalam ruangannya dengan membisu.
"aku tau ini memang sangat sulit,tapi bukan hanya ketakutan diwajahnya,,namun kesedihan juga menelan jiwanya bahkan untuk berjalan pun dia tidak mampu, sebenarnya bagaimana perasaannya orang ini yang sesungguhnya..??apa benar murayama orang yang baik dan peduli..??"gumam tsuki.
"apa hal buruk telah terjadi ??aku tidak bisa membaca situasi,tapi dilihat dari wajahnya dia sangat terpukul,ada apa ini..??"gumam naoya yang berjalan mengikuti mereka.
Murayama duduk dimeja kerjanya dan berusaha menyibukan dirinya.ditengah keheningan malam gelap,naoya memberanikan diri bertanya pada murayama.
"sebenarnya....,,ada apa manager..??apa hanya aku yang tidak tau tentang situasi ini..??
Murayama melihat wajah naoya yang bersikap lebih tenang namun ketakutan jelas terasa dari nada suaranya.
"hah...benar...kau juga harus tau naoya,,"
"seseorang telah mengirim sebuah kotak kado kepadaku, dan isinya adalah kepala yuka..."
"a...apa...,,hahaha....apa yang kau bicarakan manager, lawakanmu sangat bodoh..!!!
Naoya mencoba menghibur dirinya dengan melempar gurauan,namun melihat ekspresi murayama dan tsuki ini bukanlah sebuah prank belaka.
"tidak mungkin....!!!! Kenapa...??
"bahkan kak yuka sangat ingin bersama kalian disini,dia menganggap kami adalah keluarga disini....,,kenapa dia harus mati dengan cara seperti itu manager..??
Naoya berteriak dengan lantang didepan murayama dengan perasaan hancur.
"maafkan aku....,aku tidak bisa melindunginya.."
Murayama menundukan kepalanya,dia merasa sangat bersalah dan tidak berguna.naoya yang melihatnya bersikap seperti itu membuat dirinya semakin hancur.
Tangisan naoya pecah mengingat semua kenangan bersama kak yuka yang selalu membuat suasana sedikit menyenangkan,dan kata-kata terakhirnya yang sangat bersyukur membuatnya begitu sangat dihargai oleh seseorang,tsuki mencoba untuk menenangkan naoya dengan tetap tenang dan tegar.
"naoya.....,,
"sebaiknya kau segera tinggalkan tempat ini,aku saja tidak bisa melindungi yuka, kau juga sudah terlibat dalam masalahku, aku tidak ingin mengorbankan orang lain lagi."ujar murayama.
"Pengecut....!!!!
Mendengar jawaban dari naoya,murayama melirik ke arah naoya yang masih bersimpuh dan tertunduk sedih di depannya.
"apa kau tidak takut...!!!
"takut katamu..?? Aku jelas takut..!!! Apa kau pikir setelah kematian yuka kau bisa menjalani kehidupanmu dengan bahagia..?? Dimana hati nuranimu tuan murayama..?? Apa kau tidak sedikitpun memikirkan kedamaian untuknya..??setidaknya balas mereka..!!!
amarah naoya tiba-tiba memuncak dan berteriak pada murayama tanpa rasa takut dan gugup padanya.
"kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa naoya..!! Mereka berbahaya aku tidak memiliki cukup kekuatan untuk melawan klain lain, pada awalnya yuka memang anak buah mereka,yuka menjadi mata-mata disini dan dia memilih mengikutiku dan mengambil resiko seperti ini akhirnya ini memang salahku...,jadi sebaiknya kau juga tinggalkan tempat ini naoya.
"apa kau sedang ketakutan sekarang...??
"naoya-san diamlah...!!! Kau terlalu banyak bicara...!!!
"tidak tsuki...,,ini tidak bisa dibiarkan,,kita harus membalasnya...!!!
Tsuki menarik naoya untuk berdiri dan menarik kerahnya dengan kuat.
"aku tau perasaanmu, kau hanya mendengar saja,kau tidak melihat mereka secara langsung jadi kau sangat berani kan..?? Membuat perlawanan pada mereka sama saja bunuh diri kau tau itu...!!!
"berisik tsuki...!!! Kalau begitu aku akan membunuhnya,,aku akan membunuh orang yang membunuh yuka seperti itu."
Tsuki melepaskan naoya dengan sedikit mendorongnya sampai tersentak.
"kau memang tidak bisa diberi tahu..!!! Satoru-san sudah membawa kepala yuka ke badan forensik, kita tunggu saja hasilnya,untuk menangkap pelakunya kau tidak perlu membawa emosimu, kita pikirkan dengan matang.
"apa kau tau sesuatu tsuki...??tanya murayama dengan penasaran.
"oh....kata satoru-san luka dilehernya sangat rapi,kemungkinan mereka memotongnya dengan katana."
"memang benar...di klan AKA mereka memiliki seorang algojo yang terampil menggunakan katana...."
"apa dia seorang samurai..??tanya naoya dengan bingung.
"bisa jadi....,,,untuk menangkapnya kita harus membuat strategi,"
Tsuki dan naoya melihat kearah murayama yang sedikit membaik dan mulai memikirkan langkah selanjutnya.
"kenapa tidak langsung hajar saja..tsuki,kau kan pandai dalam hal itu.!?
"naoya bodoh...!! Kau ingin kepalaku melayang..??
Naoya memegangi kepala dan lehernya sambil berekspresi ketakutan.
"hiii....,,
"baiklah untuk saat ini,kita hanya bisa mengandalkan satoru,kita tunggu kabar darinya, lebih baik kau pulang kerumahmu naoya...,,"
"tidak...tidak....kau disini saja,aku tidak tau situasi diluar seperti apa,akan lebih baik kalau kita saling bersama."
Tsuki dan naoya saling bertatapan dan saling meyakinkan satu sama lain.