NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bullying dan Balas Dendam / Dendam Kesumat
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Darren adalah anak yatim piatu yang diangkat anak oleh Jhon Meyer, Owner XpostOne. Prestasinya sangat gemilang sehingga dia sering di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk bertugas di daerah konflik.

Umurnya sudah dua puluh delapan tahun dan belum menikah. Ia berjanji sebelum bisa membalaskan sakit hatinya kepada keluarga Blossom, ia tak mau menikah. Dulu saat berumur sepuluh tahun orang tua dan kakaknya di bakar hidup-hidup oleh keluarga Blossom.

Suatu hari ia di perintahkan oleh Jhon Meyer untuk menyelamatkan tiga orang gadis yang terperangkap didesa Beduwi. Dengan berat hati ia pergi ke Bali, tapi apa yang dia temukan di desa itu? Ilmu hitam atau Le-ak. Sangat mengerikan dan hampir saja ia menjadi tumbal.

Saat mengetahui salah satu dari ke tiga gadis itu adalah putri keluarga Blossom, ia pun membuat rencana jahat untuk menyiksa gadis itu.

Apakah yang direncanakan oleh Darren? silahkan baca sampai tamat.

Trimakasih, jangan lupa like, coment***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB.31. TIPU MUSLIHAT.

Kedatangan Jenderal dan Cahya Blossom menyita perhatian anak buah XpostOne, tidak ada ketegangan yang berarti. Jauh dari kesan seram yang biasa ditampilkan oleh seorang mafia. Cahya Blossom apa adanya, ramah, matanya mengintimidasi yang menyiratkan kekuatan jiwa.

"Silahkan duduk.."

Jhon Meyer menyambut mereka. Ada beberapa bodyguard dan pengawal yang memenuhi halaman depan gedung dan ada juga berjaga di jalan. Ini perjalanan tidak resmi.

Darren menyimpan rasa dendamnya dan ikut berbaur dengan Cahya Blossom, ia menelisik serta mencari kekurangan pria setengah baya itu dalam perdebatan kecil.

"Berapa umurmu Darren?" tanya pak Cahya menatap Darren dengan ceria. Ia sangat terpukau melihat penampilan Darren yang cool.

"Dua puluh delapan tahun om. Kalau kami boleh tau ada apa om datang ramai-ramai Apa kami mau ditangkap jilid dua?" sindir Darren tersenyum tipis.

"Kami rencananya menangkapmu dalam versi yang menyenangkan. Aluna besok mau tunangan dengan Yudi, karena Yudi minta imbalan atas jasanya menolong Aluna dari desa Beduwi." pancing pak Cahyo berharap Darren membantah klaim Yudi.

"Kami sudah mendapat undangan, kalau tidak ada halangan kami pasti datang." ucap Darren tenang.

Pak Cahya tambah terkesan saat tau Darren tidak membantah pengakuan Yudi.

"Kamu kenal Yudi?" tanya pak Jenderal penasaran.

"Dibilang teman tidak, tapi pernah bertemu saat penukaran sandera waktu papa saya di sandera."

"Dia bukan dari XpostOne?"

"Bukan Jenderal. Darren waktu itu tugas berdua dengan Agung, tapi Agung gugur dalam menjalankan tugas. Puji syukur Darren bisa selamat dalam tragedi itu."

"Luna sudah cerita, kalau tidak karena kamu yang menggendongnya sampai ke desa Loloan, Luna juga jadi tumbal. Untuk itulah saya datang kesini mengajak kamu ke rumah menggantikan Yudi."

"Maaf pak, saya ...."

"Darren...tidak baik menolak ajakan pak Cahya, karena dia menjalankan amanat dari putrinya." potong Jhon Meyer.

Ia mengerti keberatan Darren, mungkin dengan mempertemukannya dengan gadis yang dicintainya, rasa dendam itu akan pudar. Toh pak cahya tidak tahu bahwa Darren adalah putra dari Ringgo Respati Diaz.

"Paa...bukannya aku menolak tapi Yudi lebih berhak."

"Aluna dalam keadaan mengandung, dia menunggumu selama ini, apa kamu tega menyerahkannya kepada orang tidak di kenal. Luna malah mengancam akan pergi ke desa Beduwi kalau sampai kamu tidak mau menolongnya."

Pak Cahya terus mendesak Darren supaya tersentuh hatinya. Seperti makan buah simalakama, kalau ia mau bertunangan dengan Aluna, Yudi pasti marah, bisa ilmu Leaknya membunuhnya. Tapi kalau tidak mau ia mencintai Luna dan takutnya Yudi makan anaknya yang baru lahir.

Akhirnya Darren mau dengan pertimbangan kalau dia dekat dengan keluarga Blossom dia bisa lebih leluasa balas dendam.

Mereka lalu merekayasa kemunculan Darren tepat di hari pertunangan dan kebetulan ia membawa kartu undangan.

DI HOTEL ALUNA BLOSSOM

Pagi ini suasananya begitu hangat, langit cerah. Di Rooftop lantai lima belas terjadi kesibukan. Akan diadakan pertunangan antara Yudi dan Aluna Blossom. Seribu undangan telah tersebar. Acara terbuka untuk para kuli tinta.

Intan sangat puas dengan kinerjanya. Ia yakin akan ada banyak pundi-pundi uang masuk ke rekeningnya dari para tamu undangan. Semua sudah direncanakan dengan matang. Dia memperhitungkan sampai sedetail-detailnya.

Setelah Aluna menjadi milik Yudi, ia akan bebas berpacaran dengan Darren. Semua harta benda Aluna akan menjadi milik Yudi, jadi ia akan dapat setengahnya.Yudi sudah berjanji tertulis di atas meterai, SAH!

Pukul.10.30 wita.

Tamu sudah berdatangan, Intan terlihat cantik dengan gaun rancangan Ivan Gunawan. Ia begitu sibuk menyapa tamu undangan satu persatu.

Welcome drink berpindah cepat dari satu tangan ketangan lain. Bermacam pastry dengan berbagai jenis, tertata rapi sangat menggiurkan.

Jodoh, rejeki dan kematian sudah diatur oleh Tuhan. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi saat ini.

Saat nyonya Yunita, Yudi dan Aluna keluar dari rumah menuju garasi. Lima mobil super car berjejer datang dan berhenti di depan mobil nyonya Yunita.

Semua kaget, nyonya Yunita langsung berhambur karena salah satu adalah mobil suaminya.

"Maaf aku terlambat..." ucap pak Cahya keluar dari mobil. Mereka berpelukan.

"Tidak apa-apa, aku sudah firasat kamu pasti akan datang sayank..."

Aluna membalikan badannya saat melihat papanya, ia benci dengan semua ini. Papa yang di agungkan tidak menolongnya saat ia butuh bantuan.

Pak Cahya cuma mengerling kepada Luna dan Yudi, selanjutnya ia mengajak istrinya ke dalam rumah dan masuk ke kamar.

"Kita kembali ke dalam, tunggu ya...." ucap nyonya Yunita balik ke kamarnya.

Setelah pak Cahya masuk kedalam, empat orang pemuda gagah keluar dari mobil kedua, menghampiri Aluna.

"Nona Aluna, silahkan masuk ke mobil di depan." ucap salah satu dari mereka.

Yudi mau ikut tapi mereka menghalangi dengan alasan Yudi harus ikut mobil nyonya Yunita.

"Nona Aluna kami akan mengantar nona duluan."

Aluna tidak mengangguk, tidak bereaksi sedikitpun. Matanya sebab mungkin menangis semalaman. Tanpa prasangka buruk ia masuk ke mobil seperti robot hidup, tak peduli siapapun yang ada di mobil. Sesekali ia menghela nafas panjang menghalau beban di hatinya.

Darren sengaja memakai masker supaya tidak dikenali, ternyata Aluna melirik pun tidak. Darren duduk di samping berusaha tenang. Dadanya berdebar kencang saat bau parfum Aluna menguar menusuk hidung.

Mobil berjalan dengan kecepatan sedang, Darren hanya bisa diam terpaku saat mobil melaju. Ada rasa kasihan melihat Aluna tersiksa mau di jodohkan dengan Yudi. Bagaimana kalau ia tau bahwa yang akan di ajak bertunangan Darren?

Jantungnya berdegup kencang saat mobil memasuki Hotel Aluna Blossom. Suasana sangat ramai, tamu undangan yang ada di lobby segera melipir saat melihat Aluna turun dari super car.

Beberapa laki-laki macho berambut cepak turun dari mobil mengawal Aluna dan Darren. Aluna terus menunduk, Darren sudah membuka maskernya, seperti telah di intruksikan oleh Jhon Meyer mereka naik ke rooftop.

Ada empat pengawal mengikuti Darren dan Aluna di lift. Saat berada di lift Darren menggenggam tangan Aluna, karena mengira Yudi, tangan itu langsung ditepis kasar.

"Beraninya kau memegang aku!!" teriak Aluna marah.

Tidak berselang lama tiba-tiba Darren menarik tubuh Aluna ke pelukannya, Aluna berontak seraya memaki.

"Jangan berontak sayank..nanti rusak dandanannya." bisik Darren membuat Aluna mendongak. Ia seolah mendengar suara Darren.

Matanya membulat melihat siapa laki-laki yang memeluknya.

"Sayank...." teriak Aluna memeluk Darren dengan erat. Ia tidak menyangka bisa bertemu Darren di saat situasinya sedang kritis.

"Jangan menangis nanti bedaknya luntur." canda Darren.

"Kenapa baru datang, aku lama menderita saat tidak bisa menemuimu."

"Aku tidak level denganmu makanya tidak datang menemuimu. Dulu kamu mengaku miskin makanya aku mau. Kalau Yudi baru cocok mendampingimu. Karena papamu datang memaksaku, baru aku berani datang." kilah Darren membuat Aluna mencubit paha Darren beberapa kali.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
liat saja intan.. karma pasti tak salah jalan pulang...
✰͜͡v᭄𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
bisa JD mereka berdua pelaku nya yg membuat nyonya kecanduan nrkba
VicSel 1996
takut juga kan Darren makanya jngn menyakiti Aluna terus...
VicSel 1996
serba salah nya jdi Luna...
VicSel 1996
sakit bnget jdi Luna, entah sampai kapan Darren menyiksa batin nya...
VicSel 1996
Darren ih jnganlah pedas2 kata2nya kasihan Aluna...
VicSel 1996
buat apa menumbuhkan dendam toh kamu juga cinta mati sma Aluna...
mending buang ego masing2 kalian harus bersatu untuk mengalahkan Intan...
VicSel 1996
jangan mudah tepancing Aluna tahan emosi apalgi sedang hamil...
D⁵¹
yuhu hadir
D5⁰
jangan sedih lun
D⁴9
sabar ya lun
D⁴⁸
bu lurahnya gak tau tentang intan
D⁴⁷
menyeramkan
D⁴⁶
hm deg"an bacanya
D⁴⁵
kasian aluna. orang tuanya gak sayang lagi
D⁴⁴
intan ditolong malah ada maunya
D⁴³
wah misi baru
D4²
jangan khawatir lun
D⁴¹
kalian harus baikan
D⁴⁰
ada yang gak jujur kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!