seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sekar yang gigih
"ponsel mu berbunyi,mungkin penting" ucap sekar kepada bram,sambil memalingkan wajahnya yang tampak tersipu malu,
"tunggulah sebentar,aku akan kembali" balas bram pada sekar,setelah itu bram berjalan menghampiri ponsel nya yang sedang berdering di atas meja.
Sementara itu sekar diam-diam melirik ke arah bram yang sedang berjalan,sekar merasa heran dengan bram,
dan entah mengapa sekar merasa nyaman ketika di dekat bram,padahal mereka belum genap satu hari bertemu,
"sebenarnya siapa kamu,aku jarang menjumpai lelaki seperti mu,baik,sopan,mandiri dan tampan,sangat jauh berbeda dengan suamiku"gumam sekar sembari memandangi bram yang sedang mengobrol menggunakan ponsel,
" aku harus segera berjalan agar aku bisa cepat mendapat pekerjaan,agar aku bisa melunasi hutang keluargaku kepada si brengsek sialan itu," gumam sekar dalam batin,ternyata sekar mencari pekerjaan agar dapat melunasi hutang keluarganya,namun entah kepada siapa keluarga sekar berhutang,
Sementara itu bram tampak menyudahi pembicaraan nya di ponsel,lalu ia kembali ke tempat sekar,ia pun kembali duduk di kursi ,
melihat bram kembali duduk di dekat nya,sekar kembali merasa gugup,ia sedikit menunduk lalu berkata kepada bram,
" apakah ada hal yang akan kamu kerjakan hari ini?" tanya sekar kepada bram,bram yang mendengar hal tersebut pun langsung menoleh ke arah sekar,
"tidak ada,hari ini aku tak masuk kerja,dan ingin membawamu ke dokter" balas bram kepada sekar,
"jangan repot-repot,mungkin istirahat saja cukup bagi ku,bahkan rasa nyeri di pahaku tak separah tadi,mungkin nanti siang aku sudah bisa berjalan kembali," balas sekar kepada bram,masih tertunduk malu,
"sudah kubilang kamu tak perlu memaksan diri seperti itu,dan kamu tak perlu menunduk seperti itu sekar" ujar bram kepada sekar sambil tersenyum manis,mendengar hal tersebut sekar pun mengangkat kepalanya lalu melihat wajah bram yang mamandang nya sambil tersenyum manis,sekar pun berkata
" tapi aku harus segera mendapatkan pekerjaan" ujar sekar pada bram,
" aku akan mengurus hal tersebut,aku ada teman di kota,dan dia memiliki perusahaan di sana,mungkin dia membutuhkan seorang karyawan,aku akan menelponnya nanti"balas bram kepads sekar,sekar pun terdiam,lalu perlahan wajahnya mulai tersenyum,
" terima kasih banyak,atas semua bantuan mu,aku sangat terbantu dengan ini" balas sekar kepada bram,sekar yang gembira kembali bersemangat,
" tak perlu seperti itu, aku masih merasa bersalah kepadamu,karena aku, kamu jadi seperti ini" balas bram kepada sekar.
Sekar yang sedang bersemangat kini ingin mencoba kembali untuk berdiri lalu berjalan,ingin membuktikan kepada bram bahwa ia baik-baik saja,dan akhirnya sekar kembali beranjak dari sofa,ia kembali berdiri lalu mencoba untuk melangkah,dan berbeda dari sebelum nya kini kondisi nya jauh lebih kuat,ia perlahan melangkahkan kakinya,bram yang melihat itu kembali kawatir dan ikut berdiri sambil berkata,
" sebenarnya apa yang kamu lakukan,aku sudah bilang berulang kali,jangan memaksakan diri" ujar bram kepada sekar tampak khawatir,namun sekar tak mendengarkan perkataan dari bram ,ia terus berusaha sekuat tenaga mencoba untuk berjalan,sedikit demi sedikit sekar mulai melangkah maju,meski kini ia sedikit pincang ia masih tetap berusaha,bram yang tak di gubris perkataan nya hanya bisa mengikuti langkah sekar dari belakang, berjaga-jaga kalau sekar terjatuh lagi.
dengan segenap rasa sakit yang ia tahan ,sekara berhasil melangkah beberapa meter kedepan,namun dengan sedikit pincang,sekar merasa sangat senang karena kini ia dapat berjalan,meski dengan rasa sakit di paha nya,dengan senang hati sekar berkata kepada bram yang masih mengikuti nya dari belakang,
" kamu tak perlu menangkap ku lagi, aku tidak akan terjatuh lagi" ucap sekar kepada bram dengan rasa penuh percaya diri,
Dan kini wajah khawatir bram berubah menjadi senyum yang manis setelah mendengar perkataan tersebut,
bram pun berhenti mengikuti langkah sekar,dan berkata;
" kamu memang wanita yang bandel,tak perlu berjalan terlalu jauh,bolak-balik disini saja sekar" ujar bram kepada sekar.
Setelah itu bram kembali duduk di kursi sambil tersenyum memandangi sekar yang tampak bahagia,
"sebaiknya aku memanggil dokter untuk memeriksa kondisinya"gumam bram dalam batin,lantas bram pun mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi seorang dokter untuk memeriksa kondisi sekar,sementara itu sekar mondar-mandir melatih kakinya.
Dalam beberapa tahun terkahir,baru kali ini ada sebuah senyuman dan kebahagiaan di rumah bram,sebelum nya bram tak pernah merasa seperti ini semenjak di tinggal ke dua orang tuanya,
Dan beberapa saat kemudian bram pun selesai berbicara dengan dokter melalui ponsel,
" sekar,,bisakah kamu kesini sebentar" ujar bram kepada sekar,yang masih berjalan mondar-mandir di area sekitar,dan setelah mendengar perkataan bram,sekar pun berhenti dan langsung menoleh ke arah bram,
" ada apa?" balas sekar kepada bram yabg duduk di kursi,
"nanti siang ada dokter datang ke rumah,untuk memeriksa kondisi mu,"ujar bram kepada sekar,
" tak perlu repot-repot,aku sudah bisa berjalan sekarang,aku ingin segera bekerja," balas sekar penuh semangat kepada bram,lalu kembali berjalan mondar-mandir
lagi dan lagi bram dibuat tersenyum oleh tingkah sekar,
" mengapa kamu begitu berniat untuk cepat bekerja,padahal kondisi mu seperti itu"balas bram kepada sekar,dan mendengar hal tersebut sekar kembali berhenti,ia menoleh ke arah bram lalu berjalan mendekatinya,sesampai nya di dekat bram sekar pun berkata,
"aku harus bekerja untuk keluarga ku,aku bukan berasal dari keluarga yang serba ada seperti dirimu,banyak yang harus aku selesaikan,dan untuk itu aku harus segera bekerja" ujar sekar berdiri didepan bram yang masih duduk di kursi,sekar seolah mengira bram memang sudah terlahir dari keluarga yang kaya dan mewarisi kekayaan keluarga nya,sementara itu bram tak banyak bereaksi,ia masih tetap memasang expresi ramah nya,ia hanya tersenyum kepada sekar,
"aku pernah menjadi orang seperti mu,aku pernah bekerja sangat keras,berusaha membuat ayah dan ibuku bahagia,sampai aku sendiri tak pernah ada waktu bersama mereka,dan kini ketika aku sudah memiliki segalanya,mereka sudah tidak bisa menemani ku" gumam bram dalam batin,sambil terdiam menatap sekar yanh sedang berdiri di hadapan nya,sementara itu sekar yang melihat bram hanya terdiam kini kambali berbicara;
" kenapa diam saja?" tanya sekar kepada bram,
"tidak apa-apa sekar,aku hanya takjub kepadamu,yang begitu gigih,oh iyaa sebenarnya berapa umur mu?,kamu tampak masih sangat muda sekar" tanya bram kepada sekar,sontak sekar terkejut dengan pertanyaan tersebut,ia pun berbalik bertanya kepada bram;
" ha,,bukankan kamu sudah melihat kartu identitasku,di sana kan tertulis tanggal lahirku" ujar sekar kepada bram,
" aku tak sempat melihat itu,aku hanya melihat namamu,dan dimana kamu tinggal ,selebihnya aku tak begitu memperhatikan" balas bram kepada sekar.