NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bantuan datang

Malam ini di rumah keluarga Rusdianto.

Semua menanyakan kejadian yang menimpa Amara. Ayahnya begitu khawatir walaupun lukanya tidak terlalu parah. Amara berusaha menjelaskan kronologi kejadian yang menimpanya.

     " Kamu lain kali lebih hati hati lagi nak bawa motornya".Ayah menasehati. " Untung saja hanya luka ringan, walaupun sampai jalannya tertatih begitu".

    " Iya yah. Padahal tadi aku jalannya pelan karena memang masih pagi pengen santai aja dan sudah menepi juga, tapi tetap saja kena. Lagi apes emang ".Aku menarik nafas berat mengingat kerjaan berat yang sedang menanti.

    " Dek, gaun kamu belum jadi, gimana dong? ".

     " Santai aja kak. Kalau nanti nggak sempat lagi, aku bisa pilih baju yang ada di butik aja. Kan nggak kalah keren". Lala menenangkan kakaknya sembari tersenyum manis.

    "Maaf ya. Mana besok juga ada deadline gaun orang lagi".

   " Jadi besok kamu kerja? Istirahat dulu lah sehari lagi". Ayah seperti tidak rela melihatku harus kerja saat seperti ini.

    " Nggak bisa yah, aku harus selesaikan itu sebelum sore. Soalnya orang ini suka bikin rusuh di butik, Mana ribet banget lagi orangnya. Masa udah mulai di garap masih ada aja yang di rubah. Beneran bikin pusing".

    " Kasihan kamu nak.. ". Ibu terlihat begitu sedih.

   " Nggak apa apa bu, kan ini aku juga udah baikan, nggak kaya tadi".

" Tapi kalo kejar deadline pasti tenagaku terforsir banget, nanti capek lho".Melihat ibu begitu khawatir aku jadi merasa bersalah.

" Bu, ibu bantu doa aja ya, semoga kerjaan besok lancar dan cepet beres, jadi sku tak terlalu capek". Aku meyakinkan pada ibu untuk tidak khawatir lagi.

" Ya sudah kalau kamu mau nya begitu, tapi biar ayah yang antar. Sementara motormu biar istirahat juga".

" Siap ayah".

" Dan ingat nak, kamu harus lebih hati hati lagi. Kita tidak tahu bahaya apa yang akan mengintaimu".

" Kok ayah bilang gitu? aku jadi takut ni".

" Ayah nggak maksud menakuti, tapi cuma biar kamu lebih waspada lagi".

" Kalau du pikir lagi, emang akhir akhir ini ada aja masalahnya. Entah kenapa? ".

" Itu kamu lagi di uji. Sabar nggak menghadapi masalah. Tapi kamu pasti bisa menghadapinya".Ibu menyemangatiku dengan pelukan hangatnya.

Aku hanya mengangguk tanda setuju. Memang benar, masalah demi masalah berdatangan silih berganti, tapi sejauh ini aku bisa menghadapinya. Semoga aku selalu di beri kekuatan untuk selalu bisa berdiri tegak walaupun badai menerjang.

( Malam Ra). Sebuah pesan masuk dari Adit.

( Malam juga). Aku jadi ingat kalau kemarin dia udah bohong. Malas jadinya mau membalasnya.

( lagi ngapain? besok jalan yuk? makan malam sama mama biar semakin dekat).

( Aku mau istirahat capek. Maaf tapi besok aku nggak bisa, aku sibuk banget).

" Kan makam Ra, masa masih kerja? Aku janji cuma bentar nggak akan kemalaman).

(Beneran Dit, maaf banget, besok aku ada deadline pasti bakal capek banget).

( Ya udah mungkin lain kali).

( Iya. maaf).

Sudah tak ada jawaban lagi, mungkin dia kecewa, tapi biarlah. Dia tidak bertanya tentang keadaan ku, jadi nggak tahu aja kalau aku habis kena musibah. Padahal dulu dia begitu perhatian, selalu bertanya tentang keadaan ku, kenapa sekarang berubah ya? Apa ada sesuatu yang tak ku ketahui?. Sudahlah, rasanya aku mulai lelah juga.

( Malam Ra..).

Saat aku hampir memejamkan mata, sebuah pesan kembali masuk. Ku kura Adit, lagi tapi ternyata Arsaka .

( Malam Ar, ada apa?).

( Kok jutek gitu? ada apa?).

( Nggak papa, cuma aku udah mau tidur ini).

( Aku ganggu dong? tapi kok jam segini udah mau tidur aja? Capek banget ya?).

( Ya sebenarnya si ganggu, tapi ya sudah tak apa. Aku tu badannya sakit semua, jadi pengen cepet istirahat).

( Capek semua? habis ngapain? atau lagi sakit?).

( cerewet iih, tadi aku habis kesenggol mobil pas mau ke butik).

( Beneran? Terus gimana keadaanmu sekarang? Boleh aku jenguk sekarang nggak? ).

( Cuma luka ringan. besok juga udah bisa kerja lagi. Kan aku mau istirahat ngapain kamu dateng sekarang?) .

( Syukurlah kalau nggak parah, Aku cuma mau pastikan kamu baik baik saja. Besok pagi aja deh ya aku jemput ke butik?).

( Nggak usah. ayah mau nganterin).

( Kalau aku datang pasti ayah kamu bolehin aku yang antar. Ya sudah sekarang istirahat giih, biar cepet sehat).

(Terserah lah. aku istirahat dulu).

( Hmm. Selamat malam. Sampai ketemu besok).

{ Malam..).

Tadi aku berpikir kenapa Adit tidak menanyakan kabar aku, tapi sekarang malah Arsaka yang tanya. Padahal aku berharap perhatian itu dari Adit.

Pagi sudah datang, aku merasa sudah lebih baik dari kemarin walaupun kaki ku masih agak sakit kalau untuk berjalan. Tapi tidak masalah, aku siap menghadapi hari ini.

Benar saja, pagi ini Arsaka datang untuk mengantar ku ke butik. Dia datang pagi sekali, bahkan sebelum kami sarapan.

" Ra, gimana keadaan kamu? ". Dia bertanya setelah masuk rumah bersama ayah yang tadi membukakan pintu saat dia datang.

" Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja".

Dia memperhatikan ky dati atas ke bawah membuatku jadi risih.

" Maaf membuatmu tak nyaman. Aku hanya ingin pastikan kalau kamu bener baik baik saja". Sepertinya dia menyadari kesalahannya yang telah memparhatikanku dengan begitu intim.

" Nak Arsaka datang pagi sekali? Biasanya siangan? ". Ibu menyapa Arsaka yang tiba tiba datang.

" Iya bu, semalam saya dengar Amara ketabrak kemarin jadi saya datang untuk melihat keadaan dia".

Aku menghangat mendengar ucapannya. Seperti dulu yang selalu berbunga bunga saat dia menunjukan perhatian, walau ternyata palsu. Aku menggelengkan kepala mencoba mengusir segala ingatan itu.

" Kenapa Ra? pusing? ". Arsaka melihatku yang menggelengkan kepala, jadi kikuk sendiri.

" Tidak apa apa".

" Nah, sarapan sudah siap. Yuk ikut sarapan dulu nan Arsaka".

" Iya om, kebetulan memang belum sarapan".

Kami pun tersenyum mendengar jawaban Arsaka. Sepertinya dia di sambut baik di keluarga ini. Semoga kaki ini bia memang tulus tanpa ada kebohongan lagi.

" Kok ada kak Arsaka?".. Lala kaget ketika baru bergabung di meja makan.

" Iya, mau ikut sarapan di sini". Dia tertawa ringan yang di ikuti ayah dan ibu.

Tapi aku merasa ada binar bahagia di wajah Lala.

" Ah.. yang bener? mau jemput kak Amara pasti? ". Laka malah mulai menggoda.

" Tahu aja kamu, kan Amara lagi kurang sehat, jadi aku akan pastikan dia bisa datang ke butik dengan selamat sampai nanti pulang kerumah lagi. Bolehkan om, kalau saya yang mengantar jemput Amara hari ini? besok besok juga nggak papa"...

" Kalau nak Arsaka tidak keberatan dan Amara mau ya saya ijinkan. Lagi pula dengan begini saya jadi lebih tenang"..

Kok ayah bilang gitu sih? Rasanya jadi tidak enak sama Arsaka karena akan merepotkan.

" Tentu saya tidak keberatan om. Mau ya Ra? ".

Aku hanya mengangguk karena mau menolak pun sepertinya percuma. Lagi pula ayah jadi tidak harus antar jemput aku lagi"

Pagi ini sku dh antar Arsaka ke butik, sampai di sana Arsaka mengantarku masuk karena memang masih agak sakit.

" Makasih Ar. Kamu jadi repot".

" Santai aja. Asal kamu seneng, aku juga akan senang"..

Teman teman di butik menyambutmu hangat. Meraka juga bertanya tentang keadaanku.

Aku senang mendapat sambutan ini, paling tidak ada dukungan hangat di sini.

Setelah mengantarku sampai ruangan ku, dia pamit. Tapi sebelum itu, dia mengangkat panggilan.

" Kenapa Ar? Ada masalah?.

"ini tadi kak Sofia mau datang hari ini. Kamu bisa nggak kira kira kalau dia ingin bahas tentang gaun nikahan nanti?".

" Tapi hari ini Ku ada deadline sebelum sore. Mungkin dia bisa datang besok aja? ".

" Ya udah nanti aku bilangin dia".

Kemudian dia pergi meninggalkan butik. Segera mungkin aku menggarap gaun itu. Dengan teliti dan fokus penuh aku mulai membuatnya. Tujuanku hanya satu, yaitu gaun ini harus jadi sebelum adzan ashar berkumandang.

Bu Zahira memasuki ruangan bersama Mbak Nayla dan Luna. Mereka terkaget melihatku sudah serius bekerja dangan kaki yang masih pincang.

" Kamu udah dateng Ra? gimana keadaanmu? ". Mbak Nayla mendekat bersama Luna.

" Aku tidak apa apa. Kalian tak perlu khawatir".

" Kayaknya si emang nggak papa. Tapi tetep nggak boleh terlalu capek. Jadi biarkan Luna sama Nayla bantu kamu". bu Zahira mengatakan sambil mendekat.

" Beneran kalian mau bantu? kan kerjaan lagi banyak".

" Bener dong. Kamu kataka saja kami harus apa. Semua tetep kamu yang pegang kendali". Mbak Nayla menjawab mantap di ikuti Luna yang mengangguk semangat.

" Ya sudah ayo bantu aku. Lain kali aku pasti bantu kalian".

" Kalian kan satu tim, jadi harus kompak".

" Siap bu, ". kami jawab serempak.

Aku sangat bersyukur punya tim yang begitu baik. Mereka sangat membantu. Pasti ini akan selesai tepat waktu.

"

1
Jun
ceritanya bagus, tapi tanda bacanya di revisi lagi kak masih berantakan. semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!