NovelToon NovelToon
Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Kembalinya Permaisuri Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Dokter Genius
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: prasetiyoandi

Aura Mahendra mengira kejutan kehamilannya akan menjadi kado terindah bagi suaminya, Adrian.

Namun, malam ulang tahun pernikahan mereka justru menjadi neraka saat ia memergoki Adrian berselingkuh dengan adik tirinya, Sisca.

Tidak hanya dikhianati, Aura dibuang dan diburu hingga mobilnya terjun ke jurang dalam upaya pembunuhan berencana yang keji.

​Takdir berkata lain. Aura diselamatkan oleh Arlan Syailendra, pria paling berkuasa di Kota A yang memiliki rahasia masa lalu bersamanya.

Lima tahun dalam persembunyian, Aura bertransformasi total. Ia meninggalkan identitas lamanya yang lemah dan lahir kembali sebagai Dr. Alana, jenius medis legendaris dan pemimpin organisasi misterius The Sovereign.

​Kini, ia kembali ke Kota A tidak sendirian, melainkan bersama sepasang anak kembar jenius, Lukas dan Luna. Kehadirannya sebagai Dr. Alana mengguncang jagat bisnis dan medis. Di balik gaun merah yang anggun dan tatapan sedingin es, Alana mulai mempreteli satu per satu kekuasaan Adrian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetiyoandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: JARINGAN BAWAH TANAH MUMBAI

​Mumbai adalah sebuah labirin yang terbuat dari kontradiksi—di mana gedung-gedung pencakar langit yang berkilau berdiri angkuh di atas lautan pemukiman kumuh yang tak berujung.

Bagi dunia, Mumbai adalah pusat finansial, namun bagi mereka yang hidup di bayang-bayang, kota ini adalah pasar gelap terbesar di Asia Selatan. Suara klakson yang memekakkan telinga, aroma kari yang menyengat, dan debu yang beterbangan menciptakan tabir alami yang sempurna bagi mereka yang ingin menghilang.

​Alana berjalan menyusuri lorong sempit di distrik Dharavi. Ia mengenakan sari katun berwarna merah tua yang kusam dengan selendang yang menutupi sebagian wajah dan rambutnya.

Di sampingnya, Arlan mengenakan kemeja linen lokal dan lungi, wajahnya yang tajam kini ditumbuhi janggut tipis yang sengaja dibiarkan kasar untuk menyamarkan identitas sang "Kaisar Bayangan". Lukas dan Luna berjalan di antara mereka, mengenakan pakaian sederhana yang membuat mereka tampak seperti anak-anak lokal yang sedang membantu orang tuanya.

​"Tetap menunduk, Lukas," bisik Alana. "Jangan biarkan matamu terlalu banyak memindai kamera keamanan. Kita tidak ingin algoritma pengenalan wajah Ouroboros menangkap kita di sini."

​"Aku sudah mematikan sistem pelacakan seluler di radius lima puluh meter dengan pemancar kecil di kantongku, Mummy," jawab Lukas dengan suara rendah. "Tapi aku butuh perangkat keras yang sebenarnya. Laptop yang kuselamatkan dari sekoci sudah mencapai batas maksimalnya."

​Mereka berhenti di depan sebuah toko barang rongsokan elektronik yang tampak tidak meyakinkan. Di depannya tergantung papan nama yang sudah luntur bertuliskan 'Chor Bazaar Electronics'. Ini bukan toko biasa; di balik tumpukan radio tua dan televisi tabung, terdapat pintu masuk menuju salah satu titik distribusi perangkat keras militer gelap di Mumbai.

​Arlan melangkah maju, tangannya merogoh saku untuk memegang koin perak kuno yang ia dapatkan dari kepala desa nelayan kemarin—sebuah tanda pengenal lama yang ternyata merupakan peninggalan seorang informan masa lalu Syailendra di India.

​Seorang pria bertubuh tambun dengan lensa kontak berwarna kuning menatap mereka dengan curiga dari balik meja kayu yang tinggi. "Kami tidak menerima turis di sini," geram pria itu dalam bahasa Hindi.

​Arlan meletakkan koin perak itu di atas meja. "Aku tidak mencari pemandangan. Aku mencari 'Naga yang Tidur'."

​Mata pria itu melebar. Ia mengambil koin tersebut, menggigitnya sedikit, lalu menatap Arlan dengan rasa hormat yang baru. Tanpa sepatah kata pun, ia menggeser lemari besar di belakangnya, memperlihatkan sebuah lift barang yang menuju ke bawah tanah.

​Di bawah kebisingan pasar, terdapat sebuah dunia yang sangat berbeda. Ruangan itu luas, dingin karena pendingin udara industri, dan dipenuhi oleh deretan pelayan server serta meja-meja yang dipenuhi komponen mikrochip tingkat tinggi. Di tengah ruangan, seorang wanita paruh baya dengan tato sirkuit di lehernya sedang merakit sebuah drone mikro.

​"Arlan Syailendra... aku pikir kau sudah menjadi makanan hiu di Samudra Hindia," wanita itu berkata tanpa menoleh. Namanya adalah Meera, mantan kepala divisi intelijen teknologi The Sovereign yang melarikan diri setelah mencurigai adanya korupsi di eselon atas organisasi tersebut.

​Alana melangkah maju, melepaskan selendangnya. "Meera, ini aku. Aura."

​Meera menjatuhkan obengnya. Ia berbalik dengan perlahan, matanya berkaca-kaca melihat wanita yang ia pikir telah tewas lima tahun lalu—dan sekali lagi dinyatakan tewas kemarin.

"Nyonya... Anda hidup?"

​"Kami butuh bantuanmu, Meera," kata Alana dengan nada mendesak. "Organisasi telah disusupi. Leo tewas melindungiku. Kita kehilangan The Sanctuary."

​Meera segera menarik kursi untuk mereka.

"Aku tahu ada yang salah. Sebulan yang lalu, kode enkripsi The Sovereign berubah tanpa pemberitahuan resmi. Aksesku diputus. Mereka bilang Anda memberikan perintah untuk memusatkan semua data ke satu server di Jenewa. Aku tahu Anda tidak akan pernah melakukan itu."

​"Itu adalah Alfred Mahendra," sela Arlan. "Dia menggunakan identitas Alana untuk mengonsolidasikan kekuatan The Sovereign guna mendukung ambisi Ouroboros.

Sekarang, kami butuh peralatan. Lukas butuh stasiun kerja portabel dengan enkripsi tingkat kuantum. Dan aku butuh jalur komunikasi yang tidak bisa ditembus oleh satelit mereka."

​Lukas segera mendekati meja kerja Meera.

"Bisakah kau memberiku akses ke Dark Fiber Mumbai? Aku ingin masuk ke server pusat Syailendra Group secara diam-diam. Aku perlu tahu siapa yang membantu Alfred dari dalam."

​Meera tersenyum tipis, melihat kejeniusan di mata Lukas. "Kau benar-benar anak ibumu, Nak. Semua yang kau butuhkan ada di rak nomor empat. Itu adalah barang sisa dari kontrak militer negara I. Tak terdeteksi."

​Sementara Lukas mulai bekerja dengan kegilaan seorang jenius yang baru mendapatkan mainan barunya, Alana duduk bersama Meera di sudut ruangan yang lebih privat. Luna tertidur di kursi panjang di dekat mereka, kelelahan akibat perjalanan jauh.

​"Meera, siapa pengkhianatnya?" tanya Alana langsung ke inti masalah. "Arlan bilang pengkhianatan itu berasal dari lingkaran dalamku."

​Meera terdiam sejenak, jemarinya mengetuk meja dengan gelisah. "Aku melakukan pelacakan jejak sebelum aksesku dicabut. Sinyal yang mengubah protokol keamanan itu berasal dari koordinat di Paris. Lokasi apartemen Victor."

​Alana merasakan jantungnya seolah berhenti. Victor. Dia adalah orang yang pertama kali ditemukan Alana saat membangun The Sovereign. Victor adalah mentor medisnya di masa pengasingan, pria yang ia anggap sebagai figur ayah setelah kakeknya tiada.

​"Tidak mungkin Victor," bisik Alana. "Dia membenci Ouroboros lebih dari siapa pun. Mereka membantai keluarganya di depan matanya."

​"Atau itulah yang dia katakan padamu, Nyonya," Meera menyela dengan pahit.

"Ouroboros tidak selalu membunuh. Terkadang mereka menjanjikan sesuatu yang lebih berharga. Victor menderita kanker pankreas stadium akhir dua tahun lalu. Sebulan kemudian, dia dinyatakan sembuh secara ajaib. Pikirkanlah... siapa di dunia ini yang memiliki teknologi untuk menyembuhkan kanker stadium akhir dalam sekejap?"

​Alana memejamkan mata. Jawaban itu menghantamnya seperti palu. "Proyek Teratai."

​Alfred pasti menjanjikan kehidupan kepada Victor dengan menggunakan versi prototipe dari formula kakeknya. Pengkhianatan itu bukan karena uang, tapi karena ketakutan akan kematian.

​"Jadi Victor adalah orang yang memberikan lokasi pulau itu pada Kael," Alana mengepalkan tangannya. "Dia menjual nyawa kita untuk beberapa tahun tambahan hidupnya sendiri."

​"Mummy!" teriak Lukas tiba-tiba dari meja kerjanya. "Aku berhasil masuk! Tapi ini bukan berita bagus."

​Alana dan Arlan segera menghampiri Lukas. Di layar monitor, Lukas menampilkan struktur organisasi terbaru dari Syailendra Group dan Mahendra Group yang baru saja digabungkan secara paksa di bawah entitas baru bernama "Apex Global".

​"Lihat ini," Lukas menunjuk ke sebuah nama di posisi Wakil Direktur Utama. "Bukan Alfred yang memimpin secara publik. Dia tetap di bayangan. Orang yang ditunjuk sebagai wajah baru perusahaan kita adalah... Adrian Mahendra."

​Arlan terperangah. "Adrian? Bagaimana mungkin? Dia seharusnya di penjara dengan pasal berlapis."

​"Dia sudah bebas, Paman," Lukas memperlihatkan surat keputusan pengadilan yang ditandatangani oleh hakim agung pagi ini. "Semua bukti pembunuhan berencana dan korupsinya dinyatakan 'tidak sah' karena dianggap sebagai hasil peretasan ilegal—yang merujuk padaku. Adrian dibebaskan dengan jaminan penuh dan rehabilitasi nama baik."

​Alana menatap foto Adrian yang sedang tersenyum sombong di depan gedung perusahaan Arlan. Kemarahan yang selama ini ia tekan kini meledak menjadi tekad yang dingin dan mematikan.

Adrian tidak hanya bebas, ia kini menduduki takhta yang dicuri dari Arlan, didukung oleh kekuatan gelap ayahnya dan organisasi Ouroboros.

​"Mereka pikir mereka sudah menang," suara Alana terdengar rendah, bergetar karena emosi yang tertahan. "Mereka pikir dengan menghancurkan identitas kita, mereka bisa menghapus keberadaan kita."

​"Kita akan menggunakan ini sebagai keuntungan," Arlan menaruh tangannya di bahu Alana. "Mereka telah memulihkan nama baik Adrian. Itu artinya Adrian harus muncul di depan publik. Dia akan mengadakan konferensi pers atau gala kemenangan. Dan itulah saatnya hantu dari masa lalu akan datang menjemputnya."

​Alana menatap Arlan, sebuah rencana mulai terbentuk di pikirannya. "Meera, aku butuh bahan kimia tertentu. Jika Victor menggunakan prototipe Teratai untuk sembuh, dia akan memiliki ketergantungan biologis yang sama denganku, tapi lebih tidak stabil. Aku akan membuat 'pemutus arus' untuk sel-selnya."

​Meera mengangguk. "Laboratorium kimia di sebelah kanan adalah milikmu, Nyonya."

​Malam itu, di bawah keramaian Mumbai yang tak pernah tidur, Alana tidak lagi berperan sebagai pengungsi yang malang. Di laboratorium pasar gelap itu, ia meramu racun genetik pertama yang ditujukan khusus untuk pengkhianatnya.

​"Arlan," panggil Alana saat mereka bersiap untuk bergerak menuju lokasi berikutnya. "Kita tidak akan kembali ke Kota A sebagai korban. Kita akan kembali sebagai hakim."

​Arlan membalas tatapannya dengan senyum predator. "Dan aku adalah algojonya."

1
Nor Azlin
semoga mereka menjadi keluarga yang utuh yah ...aku harap si Arlan pun mencuba formula teratai juga agar mereka bisa membantai para musuh-musuh mereka dengan mudah ...semoga mereka selamat sampai ke tujuan nya yah ...Alana kembali lagi deh di mana Pulau rahsia mu kan masih ada yah ...di sana kalian bisa membentuk satu Tim yang lebih baik lagi juga setia yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
kasihan Leo kerana terpaksa di berkhianat pada Alena namun pada akhirnya dia berkorban demi Alena sama anak2 nya ...semoga mereka semua terselamat dari musuh2 mereka yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
siapa agak nya yang berkhianat yah tidak mungkin si Leo tapi siapa yah🤔🤔🤔 semoga cepat ketahuan orang nya deh...lanjutkan thor
Osie
eh msh continue yaaa...waah lg seruuu ini..moga msh ada lanjutannya 🙏🙏🙏
Lili Inggrid
lanjut
Osie
waaw makin kesini makin kompleks alur nya...kereeeennn
Osie
fuuuiiihh deg deg an aku bacanya..alana n anak anak nya best banget dah
Osie
balas dendam yg sangat apik👍👍👍👍👍
Osie
siapa atlan hingga dia terlalu ikut campur urusan hidup alana
Osie
hmmm menarik..tapi aku kok curiga ya kalau anak alana bukan anak Adrian tapi anaknya arlan syeilendra....bisa jd kan..siapa tau ada insiden di masa lalu yg bikin Alan tidur dgn arlan..
Osie
waaaaawww amazing...kereeenn abiizzzz😍😍😍
Osie
mampir nih..ku baca sipnosisnya..sepertinya bagus walau diawali menyakitkan tp ku suka kelanjutannya aura bangkit jd wanita tangguh dan moga gak menge menye..dan kalau lht judul soti cerita transmigrasi ya🙏🙏
Nor Azlin
dasar orang gila ni semua demi harta sanggup membunuh darah dagingnya demi merebut warisan yang Aura dapat dari kakek nya ...kalau begitu hancurkan usaha nya itu biar hancur lebur deh biar jadi pengemis & terlunta2 di jalan2 biar dia tau rasa ... lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah tentu dia lah kerana ingin saham2 yang kakek nya berikan pada Aura harta bisa membuat orang jadi gila ...bukan nya sisca sama Andrian itu pacar sedari mula yah kerana ancaman juga saham2 itu dia pura2 menerima pernikahan itu setelah kakeknya meninggal ini lah masa nya mereka berbuat onah kembali kan sudah tidak ada halangan untuk menjalin kasih kembali kan ancaman nya sudah tidak ada ertinya lagi kerana sudah dikalang tanah ...orang yang sudah meninggal bisa apa jadi yang hidup ini jadi masalah nya kalau dia pun mati nah tidak ada curiga di kalangan masyarakat kan 😂😂😂lanjutkan thor
shabiru Al
wow,, tanpa basa basi alana langsung menabuh genderang perang dengan adrian
shabiru Al
tdkah terlalu dini melibatkan anak kembarnya dalam misi balas dendam,, bagaimana pun adrian adalah ayah kandung sikembar
shabiru Al
kenapa aura di habisi... benarkah adrian ada dbalik kecelakaan aura ?
shabiru Al
mampir thor,, belum bisa komen banyak ya... nyimak dulu jalan ceritanya..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!