NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

"Kamu gugurkan aja kandungan kamu itu, nanti mama carikan calon suami yang kaya raya supaya kamu bisa menandingi kekayaan si Perlita."

       "Gugurkan kandungan? Yang bener aja dong Ma. Mana berani aku Ma. Nggak yah Ma, aku nggak mau ambil resiko."

      Ariana langsung menolak rencana gila Mama nya.

      "Lagian mana mungkin aku bercerai dengan Vito Ma. Umur pernikahan kami aja baru beberapa hari. Yang ada aku semakin dihujat sama orang-orang nantinya."

       Ariana tentu takut dirinya akan semakin di hujat dan dikatai oleh orang-orang yang mengenal dan mengetahui pernikahannya karena merebut calon suami adiknya saat di hari pernikahan.

       "Terserah kamu lah Riana. Pokoknya kalau kamu masih menjalin hubungan dengan suami kamu itu, Mama dan Papa angkat tangan dan nggak bakalan membantu membiayai hidup kamu. Ini aja perhiasaan Mama udah habis untuk mengeluarkan kamu dari penjara. Tabungan Mama juga udah habis untuk keperluan kita setiap hari, sedangkan suami kamu tidak mau tahu sama sekali."

         "Ya ampun Ma, sama anak sendiri kok perhitungan banget sih Ma. Lagian uang masih bisa dicari kok. Kalau gitu Riana ke kamar dulu, mau packing barang-barang Riana."

          Ariana beranjak dari duduknya dan meninggalkan Diana yang merasa kesel dengan putri kesayangannya yang tidak patuh dengan ucapannya.

         "Mama nggak yakin kamu akan bertahan hidup pas-pasan sama suami kere kamu itu. Kelihatannya aja kaya, pakai ngaku-ngaku tantenya yang punya rumah sakit lagi. Dasar pembohong, tukang halu." Gumam Diana dengan kesal.

         "Apa bener yah Perlita sekaya itu? Aku harus temui Perlita. Kalau memang benar aku bakalan minta bagian sama Perlita. Aku sebagai mama kandungnya tentu berhak atas semua harta yang dimiliki oleh Perlita." Gumam Diana lagi yang ingin menguasai harta milik putri bungsunya.

       ○○○○○○○○○

"Huh, capek juga."

Setelah sampai di rumah, Perlita langsung memutuskan untuk berendam. Tubuhnya terasa lelah sore itu. Banyak pekerjaan dan juga harus menghadapi Ariana membuat energi Perlita terkuras hari ini. Perlita masih memilih tinggal sendiri di rumahnya tanpa menyewa asisten rumah tangga. Perlita hanya memanggil layanan bersih-bersih satu kali seminggu saja.

        "Pasti sih anak manja itu kepanasan sekarang dan mengadu ke Mama nya. Lihat aja dalam waktu dekat ini pasti aku akan ditemui oleh Nyonya Diana."

        Perlita udah hafal dengan sifat kakak perempuan nya itu yang suka mengadu ke orang tua mereka, terutama ke Mama mereka.

       Selesai mandi Perlita memakai pakaian santai yang nyaman dipakai di dalam rumah.

      "Makan apa yah malam ini. Mana aku belum belanja bahan masakan lagi. Apa pesan aja yah." Gumam Perlita menuruni tangganya. Saat Perlita duduk di sofa ruang keluarga, tiba-tiba terdengar bel rumahnya berbunyi.

      "Siapa yang bertemu malam-malam begini?"

       Perlita melihat jam dinding dan saat ini menunjukkan jam tujuh malam. Perlita bangkit dari duduknya dan melihat siapa yang datang.

       Perlita membuka pintu rumahnya dan juga pagar rumahnya. Bel rumah Perlita memang terletak di dekat pagar rumahnya.

       "Kak Nathan."

       Nathan terpana melihat Perlita yang saat ini terlihat cantik dengan piyama lengan panjang dan rambut yang dijempol tinggi memperlihatkan leher jenjang Perlita yang putih.

      "Hay Perl, boleh masuk?" tanya Nathan yang berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.

      "Boleh-boleh kak."

      Perlita membawa Nathan duduk di kursi yang ada di teras rumahnya.

     "Udah makan malam?"

     "Belum kak."

     "Ini kakak ada masak tadi, gimana kalau kita makan sama-sama aja?" Ujar Nathan dengan meletakkan makanan yang dia bawa dari rumahnya.

    "Wah, kebetulan sekali. Kalau begitu aku ambil piring dan gelas dulu kak."

     Perlita masuk ke dalam rumahnya dan mengambil piring dan gelas beserta air minumnya.

    "Ini kakak yang masak sendiri?" Tanya Perlita sembari menyiapkan makanan yang sudah dimasak oleh Nathan.

     "Iya Perl."

      "Ternyata Pak dokter jago masak juga yah. Jarang-jarang loh orang yang sesibuk kakak bisa dan sempat masak seperti ini. Mana makanannya kelihatannya enak lagi."

      "Kamu bisa aja mujinya. Bisa-bisa kakak terbang loh karena pujian kamu."

       "Memangnya kakak punya sayap untuk terbang?"

        "Sayap nggak ada sih tapi mana tahu datang keajaiban kan."

          " Kak Nathan ada-ada aja."

          Perlita menyerahkan piring yang sudah berisi nasi beserta lauk lengkap dengan sayuran nya.

         Perlita dan Nathan makan dengan saling bercerita dan bercanda. Perlita dan Nathan menemukan kecocokan satu sama lain. Mereka sangat nyambung saat mengobrol. Perlita yang memiliki wawasan yang luas sehingga bisa nyambung saat ngobrol bersama Nathan.

       "Kapan-kapan bisa nih kita diskusi tentang bisnis. Kakak harus banyak belajar nih sama kamu yang sudah banyak pengalaman dalam merintis bisnis."

       "Nggak juga kok kak. Malahan aku yang masih banyak belajar karena masih banyak ilmu bisnis yang belum aku kuasai kak. Lagian aku yang harus belajar sama kakak. Kakak yang seorang dokter aja masih bisa memimpin perusahaan besar. Sungguh luar biasa!"

       "Itu hanya karena kakak pewarisnya Perl. Coba kakak yang merintis sendiri mana mungkin kakak bisa seperti saat ini. Kamu lah yang hebat tanpa adanya privilege dari keluarga kamu tapi kamu mampu membangun semuanya dari nol."

      "Mungkin karena tekanan dan kesulitan dalam hidup yah kak, sehingga membuat aku harus memutar otak untuk bisa mewujudkan keinginan aku. Rasanya sangat sakit kak. Di saat kita punya impian tapi kita nggak punya dana untuk mewujudkannya. Dulu saat lulus SMA aku berniat untuk kuliah di jurusan kedokteran, aku dari kecil punya mimpi ingin menjadi seorang dokter. Tapi saat aku lulus, kedua orang tua aku tidak mau membiayai kuliah aku sehingga saat itu aku memutuskan untuk melanjutkan jualan aku dan kebetulan sekali saat itu usahaku sedang naik-naiknya sehingga aku fokuskan di usaha dan melupakan impianku jadi dokter. Setelah satu tahun fokus di usaha, aku memutuskan untuk kuliah lagi tapi secara online. Karena kesibukan aku dalam jatuh bangun nya menjalankan usahaku membuat aku nggak punya cukup waktu jika harus kuliah secara offline "

      Perlita akhirnya menceritakan kisah perjuangannya yang membuat Nathan semakin kagum dengan Perlita yang tidak hanya cantik tapi juga perempuan kuat dan mandiri.

 

    Beberapa menit kemudian mereka akhirnya selesai makan.

    "Terima kasih yah kak untuk makan malamnya. Masakan kakak enak dan pas di lidah aku." Puji Perlita sembari tersenyum.

     "Sama-sama, kakak juga senang karena ada temen makannya. Biasanya cuma makan sendirian."

     "Makanya kak carilah kakak ipar supaya ada temennya. Jadi nggak sepi lagi di rumah kan."

      "Kalau kamu aja yang jadi pasangan hidup kakak gimana?"

       "Ha."

       Perlita terdiam dengan ucapan Nathan.

       "Bercanda kok Perl. Kok malah bengong gitu sih?"

      Nathan tentu tidak mau tergesa-gesa menyatakan cintanya kepada Perlita. Nathan akan membuat Perlita nyaman dulu dengan dirinya.

   

     

  

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!