NovelToon NovelToon
Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: YeJian

Terlahir dengan bakat rendah dan tubuh lemah, Ren Tao hanya dianggap sebagai murid sampah di Sekte Awan Hitam. Ia dihina, dimanfaatkan, dan diperas tanpa henti. Di dunia kultivasi yang kejam, orang sepertinya seharusnya mati tanpa meninggalkan nama.

Namun tak ada yang tahu Ren Tao tidak pernah berniat melawan dengan kekuatan semata.

Berbekal kecerdasan dingin, ingatan teknik kuno, dan perhitungan yang jauh melampaui usianya, Ren Tao mulai melangkah pelan dari dasar. Ia menelan hinaan sambil menyusun rencana, membiarkan musuh tertawa… sebelum satu per satu jatuh ke dalam jebakannya.

Di dunia tempat yang kuat memangsa yang lemah, Ren Tao membuktikan satu hal
jika bakat bisa dihancurkan, maka otak adalah senjata paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YeJian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 – Evaluasi Individu

Evaluasi individu diumumkan pagi itu tanpa banyak penjelasan.

Tidak ada jadwal terbuka. Tidak ada urutan resmi. Nama-nama dipanggil satu per satu, langsung menuju aula formasi di sisi timur sekte tempat yang jarang digunakan kecuali untuk pengujian khusus.

Ren Tao dipanggil lebih awal dari yang ia perkirakan.

Ia berjalan tenang melewati lorong batu, langkahnya stabil. Tidak ada raut gugup di wajahnya, tidak pula ekspresi menantang. Ia tahu satu hal dengan pasti evaluasi ini bukan tentang hasil. Ini tentang tekanan.

Aula formasi sunyi.

Di tengah ruangan, sebuah lingkaran formasi menyala redup. Beberapa pengawas berdiri di tepi, sementara di kursi utama, Wei Kang duduk dengan postur santai, seolah ini hanya rutinitas biasa.

“Masuk,” katanya datar.

Ren Tao melangkah ke tengah formasi.

Batu giok identitasnya berpendar pelan. Tekanan qi langsung turun, tidak brutal, tapi cukup padat untuk menguji kestabilan mental.

“Evaluasi dasar,” lanjut Wei Kang. “Kontrol Qi. Respon tekanan. Pengambilan keputusan.”

Ren Tao mengangguk. “Dimengerti.”

Formasi aktif sepenuhnya.

Tekanan qi meningkat bertahap. Udara terasa menekan dada. Beberapa murid lain mungkin akan langsung memfokuskan seluruh perhatian pada bertahan tapi Ren Tao tidak melakukannya.

Ia membagi perhatiannya.

Sebagian pada napas. Sebagian pada aliran qi. Sebagian lagi pada pola formasi di bawah kakinya.

Formasi ini… sengaja dibuat tidak stabil.

Ren Tao menyadarinya dalam hitungan detik.

Jika ia memaksa menahan tekanan, formasi akan memicu gangguan kecil dan mencatat kegagalan. Jika ia bergerak terlalu cepat, akan dianggap kehilangan kontrol.

Wei Kang menatap tanpa berkedip.

“Tekanan naik,” katanya.

Qi turun lebih berat.

Ren Tao menyesuaikan posisi kaki setengah langkah. Bukan untuk melawan, tapi untuk menyelaraskan diri dengan arus tekanan. Napasnya tetap teratur.

Tidak ada reaksi berlebihan.

Pengawas di sisi ruangan saling melirik.

“Dia tidak bertahan,” bisik salah satu. “Dia menyesuaikan.”

Wei Kang menggerakkan jari.

Formasi berubah.

Satu jalur qi di bawah Ren Tao sengaja dipelintir. Tekanan datang dari samping, memaksa keputusan cepat.

Ren Tao tidak mundur.

Ia memutar tubuh sedikit, memindahkan pusat berat, dan membiarkan tekanan lewat. Tidak sempurna tapi cukup bersih untuk tidak tercatat sebagai kesalahan.

“Menarik,” gumam Wei Kang.

“Pertanyaan,” lanjutnya tiba-tiba. “Jika tekanan datang dari arah yang tidak bisa kau prediksi, apa pilihanmu?”

Ren Tao menjawab tanpa ragu. “Mengurangi variabel. Fokus pada yang pasti.”

“Dan jika yang pasti justru jebakan?”

Ren Tao menatap lurus ke depan. “Maka aku akan memilih jebakan yang paling bisa kukendalikan.”

Ruangan sunyi sesaat.

Wei Kang tersenyum tipis.

“Jawaban cerdas,” katanya. “Tapi cerdas tidak selalu cukup.”

Ia memberi isyarat.

Tekanan qi naik satu tingkat lagi.

Kali ini, formasi mencatat getaran kecil. Ren Tao merasakan darahnya bergerak lebih berat, tapi pikirannya tetap jernih. Ia menurunkan sedikit aliran qi internal, mengorbankan kenyamanan demi kestabilan.

Pilihan yang tidak banyak murid berani ambil.

Beberapa detik berlalu.

Formasi berhenti.

Tekanan menghilang.

Wei Kang berdiri. “Cukup.”

Ren Tao menarik napas perlahan, lalu menenangkan qi-nya.

“Tidak ada pelanggaran,” lanjut Wei Kang. “Tidak ada kegagalan.”

Ia menatap Ren Tao lurus.

“Tapi mulai hari ini, kau berada dalam pengawasan langsung.”

Ren Tao mengangguk. “Aku mengerti.”

Wei Kang tersenyum tipis lagi. “Tidak semua murid cocok dengan sorotan seperti itu.”

Ren Tao menjawab tenang. “Aku tidak berniat cocok. Aku hanya berniat bertahan.”

Beberapa pengawas menahan napas.

Wei Kang tertawa kecil. “Pergi.”

Ren Tao berbalik dan melangkah keluar aula.

Di luar, cahaya pagi terasa lebih ringan.

Ia tahu satu hal sekarang sudah pasti—

Wei Kang tidak bisa menjatuhkannya dengan aturan. Berarti langkah berikutnya akan lebih berbahaya.

Ren Tao menyipitkan mata.

Bagus.

Artinya permainan sudah benar-benar dimulai.

1
Zan Apexion
salam sesama penulis novel Kultivasi.☺️👍

semangat terus ya...
YeJian: siap terimakasih bro atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!