Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Malam itu, dalam sebuah lelang karya seni eksklusif di Galleria Borghese, Seorang pria bernama Justin Moretti berdiri di barisan paling belakang. Justin Moretti, pewaris tunggal Moretti Enterprises, telah berlangsung selama dua generasi, Rival dari Kerajaan Bisnis Medici.
ia adalah pria dengan ketampanan yang dingin dan reputasi sebagai penakluk wanita yang tak pernah gagal. Namun, saat pintu aula terbuka dan Natalie Alistair masuk dengan gaun sutra berwarna emerald yang memeluk tubuhnya, Justin terpaku.
Ia belum pernah melihat kombinasi seperti itu, wajah yang tampak begitu polos dan lugu, namun memiliki sorot mata yang menantang dan liar.
"Siapa dia?" tanya Justin pada asistennya tanpa melepaskan pandangan dari Natalie.
"Natalie Alistair. Tunangan Giuliano de Medici, Tuan."
Justin menyeringai, sebuah senyum predator. "Medici lagi? Sepertinya aku baru saja menemukan aset Medici yang paling berharga yang ingin aku rebut."
Dari jauh, Seseorang Tersenyum Puas melihat Pandangan kagum Pewaris Moretti, Ini kesempatan emas.
.
.
Ambarvella, yang kini hidup dalam kemiskinan dan kebencian, melihat peluang dalam sosok Justin. Ia menemui Justin di sebuah bar tersembunyi.
"Kau menginginkan Natalie, dan aku ingin menghancurkan Giuliano," ucap Ambar dengan suara serak. "Aku tahu titik lemah mereka. Mereka saling menjaga kesucian hingga pernikahan. Jika kau berhasil menodai Natalie, Giuliano tidak akan pernah memaafkannya, dan Natalie akan hancur."
Justin tertarik. Ia menyediakan sumber daya, sementara Ambar menyusun rencana licik. Mereka merencanakan sebuah jebakan di acara Masquerade Ball (Pesta Topeng) yang akan diadakan di vila pribadi keluarga Moretti. Sebuah pesta di mana identitas disembunyikan di balik topeng emas.
Ambar berhasil menyelinap ke area minuman dan mencampurkan sebuah zat perangsang dosis tinggi ke dalam gelas yang ditujukan untuk Natalie. Rencananya, setelah Natalie mulai kehilangan kesadaran, Justin akan membawanya ke kamar rahasia yang sudah disiapkan.
Di tengah pesta yang hiruk-pikuk, Natalie mulai merasa tubuhnya memanas secara tidak wajar. Pandangannya kabur, dan ia merasa gairah yang tak terkendali mulai membakar nadinya. Ia mencoba mencari Giuliano di tengah kerumunan orang bertopeng.
Justin, yang mengenakan topeng singa emas, mendekati Natalie. "Kau tampak tidak sehat, Nona. Mari saya antar ke ruangan yang lebih tenang."
Namun, insting Natalie tetap tajam meski dalam pengaruh obat. Ia merasakan aura yang salah dari pria ini. "Jangan... sentuh aku," desis Natalie dengan suara bergetar.
Tepat saat Justin akan menarik paksa tangan Natalie, sebuah tangan kekar mencengkeram bahu Justin. Itu adalah pria bertopeng elang perak. Giuliano.
Giuliano sudah mengawasi Natalie sejak awal. Melihat kondisi Natalie yang tidak wajar, ia langsung bertindak. Tanpa kata, Giuliano melayangkan satu pukulan telak ke rahang Justin hingga pria itu tersungkur di balik pilar.
Giuliano segera menggendong Natalie keluar dari pesta menuju penthouse rahasia miliknya yang paling dekat dari lokasi. Di dalam mobil, Natalie terus meracau, tangannya mulai liar membuka kancing kemeja Giuliano.
"Panas, Giuliano... tolong aku," rintih Natalie, air mata menetes karena menahan sensasi yang menyiksa tubuhnya.
Sesampainya di penthouse, Giuliano mencoba memberikan pertolongan pertama dengan memandikan Natalie di bawah kucuran air dingin, namun Natalie justru menarik Giuliano ikut masuk ke dalam bathtub. Pakaian mereka basah kuyup, menempel pada kulit, memperlihatkan setiap lekuk tubuh yang menggoda.
Zat yang diberikan Ambar terlalu kuat. Natalie tidak bisa lagi menahan diri. Ia mencumbu Giuliano dengan gila, sebuah cumbuan yang penuh dengan kebutuhan primitif. Giuliano mencoba bertahan, mengingat janjinya untuk menjaga Natalie.
"Natalie, sadarlah... ini karena pengaruh obat," bisik Giuliano parau, suaranya bergetar hebat saat tangan Natalie mulai menjelajahi tubuhnya.
"Aku tidak peduli... aku ingin kau, Giuliano. Hanya kau," Natalie mencium leher Giuliano, memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat pertahanan Giuliano runtuh.
Malam itu, di bawah pengaruh zat tersebut dan besarnya cinta yang mereka pendam, batas yang mereka jaga selama ini akhirnya lebur.
Malam di Roma menjadi saksi bisu runtuhnya tembok pertahanan yang selama ini dibangun Giuliano dengan sapaan kesabaran. Di bawah pengaruh zat yang diminumnya, gairah Natalie meledak menjadi api yang melahap segalanya, dan Giuliano, meski awalnya mencoba bertahan, akhirnya membiarkan dirinya tenggelam dalam lautan damba yang sama. Dalam suasana remang dan suara gemericik air, mereka saling memiliki untuk pertama kalinya. Sebuah penyatuan yang panas, liar, namun penuh dengan perasaan emosional yang mendalam. Giuliano melakukannya dengan penuh pemujaan, memastikan bahwa meski dalam pengaruh obat, Natalie tetap merasakan cintanya yang tulus.
Pagi harinya, Natalie terbangun di pelukan Giuliano. Ingatannya tentang semalam masih ada, namun ia tidak menyesal. Ia justru merasa lebih terikat dengan Giuliano.
"Maafkan aku, Natalie. Aku gagal menjagamu," bisik Giuliano saat melihat Natalie membuka mata.
Natalie tersenyum, menyentuh rahang Giuliano yang tegas. "Kau tidak gagal. Kau menyelamatkanku dari Pria itu. Dan aku senang... orang pertama dan terakhirku adalah kau."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy reading 😍😍😍😍