NovelToon NovelToon
Petualangan Wanita Berduri

Petualangan Wanita Berduri

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Spiritual / Wanita perkasa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.

Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.


》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. PWB

...~•Happy Reading•~...

Ibu Sance sangat terkejut melihat gerakan cepat dan amarah Hernita, sehingga dia merasa orang lain yang sedang naik ke dalam mobilnya.

Tanpa memberi jawaban, Ceska mengarahkan telapak tangannya ke arah dahi Ibu Sance yang sedang melihatnya dengan mata melotot. Dia ingin memberikan tanda kenang-kenangan yang tidak akan dilupakan oleh mantan guru Hernita.

Pengalamannya dengan mendorong Lenox, Niclas dan Juke yang berbekas di dada, ingin diberikan juga kepada Ibu Sance. Agar tidak melupakan perbuatannya yang buruk.

"Rasakan itu Ibu guru yang berkelakuan seperti preman." Telapak tangan Ceska mengenai tepat di tengah dahi Ibu Sance yang terlambat mengangkat tangan untuk menangkis.

"Kau berani memukul gurumu?" Teriak Ibu Sance yang merasa dahinya seperti ditempel bara api. Sehingga berulang kali mengipas dahinya dengan kedua tangan, lalu mengambil apa saja di kantong jok untuk mengipas.

"Anda masih menganggap diri sebagai guru? Kelakuan anda memalukan para guru." Ceska berkata sambil menatap tajam Ibu Ceska yang sibuk mengipas dahinya, karena makin terasa panas.

"Kau lancang dan kurang ajar, mentang-mentang..." Ibu Sance tidak meneruskan sebagai utusan SMA Harapan, agar niatnya tidak terbongkar.

"Anda guru tapi tidak tahu, arti peribahasa : Guru kencing berdiri, murid kencing berlari? Anda yang menunjukan jalan dan panutan untuk hadapi orang yang seperti bandit." Ucapan Ceska menambah bara yang membakar hati Ibu Sance.

Tidak tahan mendengar ucapan Ceska yang menuduhnya seperti bandit, Ibu Sance mengangkat tangan hendak menampar wajah Hernita, namun terlambat. Sebelum tangan Ibu Sance menyentuh pipi Hernita, Ceska melingkar tangannya lalu mendorong dengan sekuat tenaga.

Sehingga Ibu Sance terdorong ke belakang dan kepalanya membentur kaca mobil. Jadi bukan saja telapak tangan Ceska yang mengenai dahi, tapi belakang kepala Ibu Sance mencium kaca mobil, membuat mobil bergetar.

Ibu Sance tidak mengeluarkan suara, karena terkejut. Seketika dia merasakan dahinya seperti terbakar dan kepalanya sangat sakit. Sambil memegang kepala, dia melorot ke lantai mobil dan tidak sadarkan diri.

"Hei, anak kecil, kau bikin apa ibu gurumu? Kau berani memukulnya?" Teriak sopir dari depan yang melihat ke arah Hernita, karena tidak mendengar suara Ibu Sance.

"Anak kecil? Rasakan ini anak besar yang jahat. Kalian berkomplot mau mencelakai saya?" Ceska kembali menggunakan telapak tangan untuk mendorong dahi sopir.

Dia tetap menggunakan telapak tangan, karena sudah tahu kekuatan telapak tangannya. Sehingga dia gunakan untuk Ibu Sance dan komplotannya. Agar tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga dan waktu.

Sopir jadi oleng dan memegang wajahnya dengan kedua tangan. "Pergi dari sini, atau saya panggil polisi." Ancam Ceska dengan suara keras.

Ceska menggunakan kesempatan sopir yang sedang pusing untuk buka pintu, lalu turun. Dia mengeluarkan ponsel untuk merekam orang-orang yang ada dalam mobil, lalu membanting pintu mobil dengan kuat. Kemudian dia merekam mobil yang digunakan oleh Ibu Sance untuk menculik Hernita.

Sopir yang mendengar bantingan pintu dan melihat Henita sedang merekam, dia segera menjalankan mobil dengan cepat. Walau masih merasa pusing dan sakit di dahi, dia paksakan diri untuk menjalankan mobil, karena ingat ancaman Ceska.

Sopir tidak mau seperti orang bodoh, menunggu ditangkap polisi. Dia gunakan kesempatan Ceska merekam untuk kabur.

Sopir sangat takut, karena dua orang di belakang dalam kondisi tidak bersuara. Dia harus menyingkir sebelum ambil tindakan lain. Dia tidak bisa mengungkapkan tujuan mereka mendekati Hernita, karena banyak pihak akan ikut terseret dan itu jadi ancaman baginya.

Setelah merasa situasi sudah aman, dia menepi dan segera turun untuk periksa kondisi kedua penumpang di belakang, terutama Ibu Sance. Agar tidak disalahkan.

Dia terkejut melihat kondisi Ibu Sance. "Ibu Sance...." Sopir memangil sambil menggoyang tubuh Ibu Sance. Dia jadi panik mengetahui kedua orang tidak sadarkan diri.

"Ibu Sance, sadar. Kita mau ke mana?" Teriak sopir yang takut dan bingung. Berulang kali dia memanggil nama kedua orang di belakang, tapi tidak ada reaksi. Dia kembali ke depan untuk mencari sesuatu yang bisa menolongnya.

Dia berusaha menyadarkan mereka, agar tahu rencana selanjutnya. Karena rencana awal untuk menculik Hernita telah gagal.

~▪︎▪︎~

Sedangkan Ceska, walau merekam dan mencatat plat nomor mobil yang digunakan Ibu Sance, dia tidak mau lapor polisi, karena Hernita sedang persiapan dan istirahat untuk ikut kompetisi.

Ceska tidak mau Hernita tertekan dan pikirannya terbagi dengan berbagai pertanyaan polisi. Apa lagi jika komplotan Ibu Sance mengarang dan menuduh dia lakukan tindakan kekerasan atas tanda di dahinya.

'Mah, ternyata mereka punya niat buruk.' Ucap Hernita setelah duduk kembali di bangku halte sambil memegang dadanya.

'Tenang, sudah lewat. Tidak usah pikirkan. Besok mau kompetisi.' Ceska menenangkan, karena detak jantung Hernita seperti pelari marathon yang baru mencapai garis finis.

'Mamah, apa mereka mau mencelakai Nita supaya tidak ikut kompetisi?' Hernita baru menyadari setelah bisa bernafas dan detak jantung mulai tenang.

'Pasti. Untuk apa lagi mereka tiba-tiba menemuimu? Mau minta maaf itu, hanya alasan untuk bisa mendekatimu.'

'Kalau orang sudah kalap mata dan panik, segala cara digunakan. Jika tadi tidak waspada, besok kau tidak akan bisa ikut kompetisi. Mungkin mereka berencana untuk mengurungmu di suatu tempat.' Ucap Ceska, serius.

'Ternyata mereka sangat jahat dan tidak bisa kompetisi secara sportif.' Hernita menarik nafas panjang.

'Bukan saja jahat, tapi licik. Kalau uang sudah menguasai seseorang, dia bisa mengkhianati profesinya.' Ucap Ceska, serius.

'Iya, Mah. Setelah kompetisi, Nita mau latihan yang seperti Mamah bilang.' Hernita jadi menyadari, selain belajar buat pintar, tapi juga harus bisa bela diri.

"Nita, ada apa?" Jefase yang hendak melewati halte, jadi berhenti melihat Hernita sedang duduk sambil memegang dada dengan kedua tangan.

"Ada apa?" Jefase jadi parkir sepeda, lalu turun mendekati Hernita yang terlihat pucat dan hanya melihatnya. Hernita masih trauma dengan sapaan tiba-tiba, sehingga dia hanya melihat Jefase.

"Oh, Jefa. Sorry, aku kira siapa?"

"Ada yang mengganggumu?"

"Jefa, bisa temani aku sebentar di sini? Sebentar saja, sampai jemputanku datang." Hernita tidak mau menceritakan yang dilakukan mantan gurunya, agar tidak membuat Jefase khawatir.

"Bisa. Kau ngga mau cerita ada apa?" Tanya Jefase lagi, karena curiga dengan sikap Hernita.

"Ngga. Hanya halte lagi sepi, karena aku baru pernah pulang sebelum bubar jam pulang sekolah."

"Oh, ok. Aku pindahin sepeda dulu, biar ngga gangguin kenderaan lain yang lewat."

"Ngga usah, Jefa. Itu jemputanku sudah datang." Hernita mencegah dengan suara riang melihat motor Papahnya mendekat.

"Ok. Hati-hati. Nanti kabar-kabari."

"Kau juga Jefa. Hati-hati. Langsung pulang saja, ya. Jangan lewatin jalan sepi." Ucap Hernita sebelum berjalan mendekati motor Papahnya.

Jefase melihat heran ke arah Hernita. 'Pasti dia baru alami kejadian buruk.' Jefase membatin, karena pamitan Hernita yang terdengar was-was.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~•○¤○•~...

1
🍁⃟ ͥ ͣ ͫƬђi̽є❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ࿐
jadi terharu aku akhirnya Hernita bisa membuktikan dia bisa memenangkan kompetensi dengan kerja kerasnya, Ceska pasti keluar lagi jiwanya dari diri Hernita karena tugasnya udah selesai membantu Hernita
🍁αlҽα❣️
aamiinn,,doa yg sama jugaa untukmu thor🙏

yey akhirnya Hernita jd pemenangnya,,akhirnya kisah petualangan Ceska berakhir sudah😧alhamdulillah Ceska akhriny Juga sadar dan lekaS sembuh
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴
akhirnya jadi juara juga hernita Alhamdulillah nangis juga nih baca part ini
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴
dih kok gt nggak sportif banget
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴
Napa nggak bilang ke jefase biar dia juga hati"
Dew666
Loh loh kok dah tamat…
♍🐯⚔️⃠🍁NITA❣️🧸💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Hari ini baru bisa baca kembali...ternyata bab terakhir.
Di tunggu ya dek karya selanjutnya 🙏❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
setuju banget dengan jefase. supaya sekolah pelita gigit jari & hernita disambut sama sekolah harapan ❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
pasti hernita takut jefase dijahatin sama ibu sance juga supaya gak bisa ikut kompetisi🙊❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
begini kalau institusi sudah dikuasai sama orang kaya kaya. pasti gak bisa tolak. kasihan🙊❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
sangat sakit yang dibilang pak murai. herinta sudah ditabrak mobil baru digilas lagi. sakit🙈❣️
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
horeeeee Hernita jadi juara pertama dan gw mau sukurin mama Lenox dan Juke dulu Kasian deh loooooo anakmu mah bukan tandingan Hernita Bukkkkk🤭🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🍁Semesta❣️
waduh udah tau jawabannya.. curang ya.. ❣️
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ §͜¢♉☘𝓡𝓳
akhirnya hernita jadi pemenangnya jafase kedua keren mereka kompak ya tamat ya🤭
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ §͜¢♉☘𝓡𝓳
wah curang ini anak malah jadi bodoh kalau sudah tahu isii soal nya lenox juke parah anak2 ini emak nya ngedidik ga bener
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ §͜¢♉☘𝓡𝓳
untung bisa melawan ya hernita di bantu ceska
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Akhirnya Hernita yg jadi pemenang dengan kemampuan nya sendiri, bisa jadi kebanggaan orang banyak, ikut senang juga Ceska sadar seperti sedia kala ❣️
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Itu udh jd 'Hukum Tdk Tertulis' ya, apapun hasil keputusan Sklh, kita hny bisa mndukung
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Liat mreka berdua, jd mikir klo gk salah pilih kn, Pa 👍👍👍
🍁ålmå¥rå⁴❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gurunya gak kasih contoh yang baik sih makanya murid ngikutin guru yg ga bener ia gak sih🤣❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!