NovelToon NovelToon
Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Legenda Tabib Gila: Dari Gelandangan Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Razif Tanjung

Mati konyol hanya gara-gara dua potong roti? jangan bercanda!

Nasib buruk menimpa seorang pemuda gelandangan. perut lapar memaksanya untuk mencuri, tapi bayaran dari perbuatannya itu nyawanya hampir melayang di hajar warga.

Namur, takdir berkata lain.

saat matanya kembali terbuka, ia bukan lagi sekedar gelandangan bodoh yang lemah, jiwa dari tubuh kurus itu telah menyatu dengan jiwa seorang ahli racun, sains, dan ahli dalam ramuan.

" Lihat saja suatu saat kalian akan berlutut di kaki ku untuk minta tolong "

Di dunia yang moralnya sudah rusak ini,haus akan kekuasaan, kekayaan, dan populeritas dia bakalan menjadi penguasa tertinggi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Razif Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Misteri Pertumbuhan "Boba" Mendadak

Seminggu setelah kesuksesan "Ojek Oppa" Pak Kumis, pundi-pundi uang di ruko Nusantara Glow sudah meluap, hingga Alisa harus membeli brankas baru yang tahan api, tahan maling, dan tahan patukan Sersan Jago untuk sekedar tempat penyimpanan produk.

Bara, sang otak di balik semua ini, akhirnya dipaksa oleh Alisa untuk "cuti" sehari dari laboratorium hutannya.

"Bara, hari ini tidak ada botol kimia. Tidak ada lele. Tidak ada ayam," tegas Alisa sambil menyisir rambut Bara yang sudah agak rapi. "Hari ini kita kencan. Kita akan ke Taman Kota seperti pasangan normal. Mengerti?"

Bara menatap pantulan dirinya. Dia memakai kemeja polo putih (yang sangat sempit di bagian otot lengannya), celana pendek chino warna krem, dan—atas desakan Alisa—sepatu sneakers putih bermerk tanpa kaus kaki.

Penampilannya sudah mirip anak orang kaya yang baru pulang liburan.

"Ok deh, demi keharmonisan rumah tangga masa depan, aku nurut"

Namun, di balik wajah tenangnya, Bara menyimpan satu rahasia besar yang bahkan Alisa tidak tahu. Beberapa hari ini, Rani datang ke ruko saat Alisa sedang keluar urusan bisnis. Rani datang dengan wajah tertutup masker dan kacamata hitam, menyeret Bara ke ruang konsultasi pribadi.

Sesuai perjanjian medis yang konyol itu, Bara melakukan Integrasi Termal Kinetik—alias pijat alkimia—pada area triplek Rani menggunakan minyak bulu khusus. Hasilnya? Melampaui logika biologi manapun.

Rani selalu pulang dengan wajah merah padam, tapi dengan postur tubuh yang kini... lebih proporsional.

Taman Kota sore itu sangat asri menampakkan Keluarga bahagia sedang piknik, anak-anak berlarian, dan beberapa pasangan duduk di bawah pohon beringin sambil berbagi satu botol minuman.

Bara dan Alisa berjalan berangkulan. Bara mencoba bersikap romantis dengan membelikan Alisa gulali, coklat dan lain-lain yang menurutnya romantis.

"Al, lihat pohon itu," tunjuk Bara ke sebuah pohon akasia. "Kulit kayunya kalau difermentasi bisa jadi obat kurap yang ampuh."

"Bara, kita sedang kencan! Jangan bahas kurap!" Alisa mencubit pinggang Bara dengan cubitan maut ala perempuan.

"Arghh"

Kulit bara terasa panas bercampur perih diplintir jari Alisa yang manis.

"Aduh! Iya, iya. Maksudku... bunga pohon itu seindah senyummu " ralat Bara cepat.

Saat mereka sedang asyik duduk di bangku taman dekat air mancur, sesosok wanita berjalan mendekat. Dia mengenakan kaos v-neck ketat warna putih dan celana jeans high-waist.

Penampilannya sangat menonjol, terutama karena bagian dadanya yang biasanya terlihat seperti "papan setrikaan" kini tampak... berisi, kencang, dan menonjol dengan sangat estetis.

Dia adalah Inspektur Rani yang sedang tidak bertugas.

Rani membeku saat melihat Bara. Wajahnya yang putih langsung memerah, teringat kejadian "pijatan rahasia". Namun, dia tidak bisa menghindar karena jarak mereka sudah terlalu dekat, dan sudah terlihat juga oleh Alisa.

"Ehem... sore, Bar. Sore, Alisa," sapa Rani dengan suara yang agak bergetar. Dia secara tidak sadar menarik nafas dalam, membuat kaos ketatnya semakin memperjelas "hasil karya" Bara.

Alisa berdiri, menyambut dengan sopan, tapi matanya langsung melakukan scanning 360 derajat. Sebagai sesama wanita, Alisa merasakan ada yang aneh.

"Sore juga Ran. Wah... Kamu terlihat... berbeda hari ini," ucap Alisa, matanya terpaku pada area dada Rani yang mendadak tumbuh pesat dalam seminggu. "Apa Anda sedang mencoba program kebugaran baru?"

Rani gagap. "Eh... i-iya! Saya... saya rajin push-up dan makan kacang kedelai!"

Bara di sampingnya hanya menatap air mancur dengan wajah polos tanpa dosa, padahal dalam hati dia sedang tertawa jahat. Terima kasih pada Minyak Bulus 3.0 dan tangan emas Alkemis, batinnya.

Keadaan menjadi semakin absurd ketika dari arah berlawanan, dua wanita lagi muncul. Viona yang sedang memakai baju olahraga bermerk (ia sedang melakukan jogging) dan Clara sebagai sahabat, plus tangan kanan juga ikutan menemani.

"Loh? Bara? Alisa?" seru Viona sambil menyeka keringat di dahinya. "Sedang apa kalian di sini? Melakukan riset tentang kesuburan rumput taman kah.?" ada-ada aja pertanyaannya nih anak satu.

Clara mengangguk sopan pada semua orang, tapi kemudian matanya juga tertuju pada Rani. Dia melongo. Clara adalah orang yang memiliki ingatan tajam dan dia ingat betul profil "datar" sang Inspektur.

" Rani?" Clara berbisik. "Apa Anda baru saja melakukan operasi plastik?"

"TIDAK! INI ALAMI!" teriak Rani defensif, wajahnya makin merah.

Kini, lima orang itu berdiri melingkar. Bara di tengah, dikelilingi empat wanita yang masing-masing punya "sejarah" dengannya.

Alisa: Tunangan yang memegang kendali keuangan.

Viona: CEO yang rahimnya disembuhkan Bara.

Clara: Asisten yang mengagumi kecerdasan Bara.

Rani: Polwan yang "bobanya" .....

Suasana mendadak hening. Hanya suara air mancur yang terdengar.

"Bara..." Viona memecah keheningan dengan nada mengintimidasi. "Kenapa Rani menatapmu dengan cara yang... sangat aneh.. seperti malu-malu kucing? Dan kenapa dia mendadak punya 'aset' yang menyaingi aku?"

Alisa menoleh ke Bara, senyumnya masih ada tapi auranya sudah berubah menjadi predator. "Bara, Sayang... ada yang ingin kamu jelaskan?"

Bara menelan ludah dengan sangat berat hampir membuatnya tersedak ludah sendiri, Dia merasakan hawa dingin kematian merayap di punggungnya, insting wanita benar-benar menakutkan.

"Anu... ini murni kebetulan medis," jawab Bara

"Rani mengalami... gangguan pertumbuhan jaringan. Sebagai teman yang baik, saya memberikan bantuan konsultasi fisik."

"Konsultasi fisik?" Rani menyela panik.

"Maksudnya... konsultasi teori! Iya, teori!"

"Tapi kok hasilnya sangat... praktis?" sindir Clara, matanya terus memperhatikan kancing kaos Rani yang seolah mau melompat karena tekanan dari dalam.

Tiba-tiba, seorang penjual gulali lewat di dekat mereka. Sialnya, kaki si penjual tersandung akar pohon.

Gubrak!

Gulali-gulali yang lengket itu melayang di udara. Secara refleks, Bara melompat untuk menangkap Alisa agar tidak terkena gulali. Namun, gerakannya yang terlalu cepat membuat dia menabrak Rani, yang kemudian jatuh menimpa Viona.

Mereka semua jatuh di atas rumput.

Posisi mereka sangat kacau. Tangan Bara secara tidak sengaja menahan beban tubuhnya di atas... yah, "aset" baru Rani.

"Aaa!" Rani menjerit, tapi bukan jeritan marah, melainkan jeritan kaget yang suaranya sangat tinggi.

Bara segera menarik tangannya seperti terkena setrum. "MAAF! KETEBALANNYA BERUBAH DARI PERHITUNGAN SAYA!"

"BARAAAAA!" teriak keempat wanita itu secara serentak.

Mereka bangkit berdiri sambil membersihkan rumput dan bekas gula di baju mereka. Viona tampak sangat murka karena baju olahraganya yang mahal jadi lengket.

Alisa menatap Bara dengan tatapan yang mengatakan: Malam ini kamu harus diberi pelajaran.

Bapak-bapak itu segera minta maaf dengan sangat tulus, Bara memberikan isyarat kepada Alisa untuk memberikan uang yang cukup untuk bapak tersebut, karena dari tampilan nya saja sudah terlihat bapak itu sangat kecapek an dan dagangannya masih banyak.

Setelah bapak-bapak itu pergi suasana kembali canggung.

Bara menyadari dia harus melakukan serangan balik sebelum dia "dihabisi".

"Dengar semuanya!" Bara berteriak dengan suara berwibawa. "Sebagai Alkemis, saya harus jujur. Nona Viona, Nona Alisa, Clara... jangan iri pada Rani. Apa yang dia miliki sekarang adalah hasil dari Metode Tekanan Termal yang sangat melelahkan bagi saya."

"TEKANAN TERMAL?!" Alisa dan Viona berteriak bersamaan.

"Maksudnya pijatan, kan?!" tuduh Viona.

"Eh... Ehh anu..!" jawab Bara panik.

"Tapi tenang saja. Untuk kalian saya sedang meracik 'Serum Dewa Dewi'. Bukan cuma buat dada, tapi buat keawetan muda sampai umur 100 tahun!"

Rani yang merasa sangat malu mencoba kabur. "S-saya ada tugas! Ada laporan maling... maling jemuran!"

"Tunggu, Rani!" Bara memanggilnya. "Jangan lari terlalu kencang! Jaringannya masih baru, kalau goyangannya terlalu ekstrem, nanti ototnya pegal!"

Rani berhenti, menutup wajahnya dengan tangan, lalu lari secepat kilat.

Akhir Kencan yang Absurd

Sore itu berakhir dengan Bara yang digiring pulang oleh Alisa, Clara dan viona, hubungan mereka sudah tampak dekat tapi tidak seperti Clara dan viona, Clara dan viona berbicara layak nya sahabat paling dekat, kalau dengan yang lain masih ada sedikit rasa formal.

Bara berjalan di tengah, diapit oleh dua singa betina yang sedang menginterogasinya tentang "tarif pijat" dan "resep rahasia boba".

"Jadi, satu sesi 100 juta?" tanya Viona sambil melirik Bara tajam. "Aku bayar 200 juta"

"Aku tunangannya, aku yang dapet gratisan!" potong Alisa tidak mau kalah.

"Bara, apa saya juga perlu... 'konsultasi'?" tanya Clara dengan suara pelan di belakang.

Bara hanya bisa pasrah. Dia merogoh sakunya, mengeluarkan sebutir permen jahe, dan memakannya.

"Catatan hari ini," gumam Bara pada dirinya sendiri. "Kencan di taman lebih berbahaya daripada berantem sama beruang di Hutan Larangan. Wanita kalau sudah bahas ukuran, logikanya bisa hilang digantikan rasa tidak mau kalah."

Saat mereka sampai di ruko, Sersan Jago sudah menunggu di depan pintu. Ayam itu menatap Bara dengan tatapan menghakimi, seolah tahu tuannya baru saja melakukan dosa besar.

Malam itu, Bara benar-benar dapat hukuman dari Alisa, bara tidak di izin kan pulang ke hutan larangan dan tidak pula diizin kan tidur diruangan tamu, hanya boleh tidur diruangan lantai satu yang penuh etalase.

Tapi bara tidak marah malahan tersenyum melihat tangannya.

"Evolusi biologi itu memang indah," gumamnya tak tahu malu, sebelum akhirnya terlelap sambil memimpikan ruko yang lebih besar dan pelanggan yang tidak gampang cemburu.

1
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Razif Tanjung: terimakasih udah mampir kak🙏
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Gege
pikir ada adegan kultivasi ganda kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu lima some...kan tenaganya berlimpah ruah birahinya naik..mirip epek afrodiak..🤣🤭
Razif Tanjung: jangan tar ke banned🤣🤣🤣
total 1 replies
Gege
naaaah kaaan ada adegan nanti remas remas...pastikan scene remas meremas 2k kata sendiri thoorr...🤣🤣
Razif Tanjung: eittt pelanggaran 🤣🤣
total 1 replies
Gege
kereeen updatenya...apik dan epic... kalo bisa lima kenapa tiga Thor...banyakin hareemnyaah...
Gege
apakah akan ada scene kulit bertemu kulit dan bulu bertemu bulu dalam 10k kata thorr?🤣
Razif Tanjung: oh jelas tidak🤭
total 1 replies
Gege
mantaabbb...gassss 10k kata per update thorrr...
Gege
wasyeeek... moga ada alur yang nemuin wanita kena kanker payudara sembuhnya harus dipijat dengan olesan ramua ajaibnya Bara...yoook bikin thorr alurnya
Razif Tanjung: wah kebetulan sekali🤣🤣🤣, tinggal nunggu update ya kak
total 1 replies
Gege
karya yang warbyasaah
Gege
gilaa karya yang warbyasaah...para reader NT wajib sih ini mampir...rugi kalo engga...gasss thorrr
Gege
udah sampe bab 6 ceritanya amajing bangeed...warbyasaah...gass sekali up 10k kata...🤣
Razif Tanjung: wah terima kasih udah mampir saya terharu loh
total 1 replies
Slow ego
gua ikut mampir like👍.
Slow ego
namanya unik🤔
Razif Tanjung: terimakasih banyak kak, apakah ada yang harus saya perbaiki kedepannya, dari sudut pandang kakak yang baca deh
total 3 replies
anggita
mampir like👍, iklan👆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!