NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance / Tamat
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. PAMIT

Langit pagi di Los Angeles tampak lebih lembut dari biasanya. Cahaya matahari menembus sela dedaunan palem di halaman kediaman Morelli, menciptakan bayang-bayang panjang di lantai marmer putih yang mengilap.

Celina berdiri di dekat jendela besar ruang keluarga, satu tangannya masih dibalut perban tipis. Luka-lukanya belum sepenuhnya sembuh, tubuhnya masih butuh waktu untuk pulih, tetapi matanya sudah kembali menyala. Bukan cahaya ceroboh seperti dulu, melainkan cahaya yang lebih dalam. Ada sesuatu yang berubah sejak ia keluar dari rumah sakit. Ada sesuatu yang tertinggal di sana ... dan ada pula sesuatu yang tumbuh di sini.

Hari ini, Lucas, Camellia, dan Zane akan kembali ke San Francisco.

Keputusan itu datang cepat, namun tak bisa ditunda. Ada terlalu banyak hal yang menunggu mereka di sana, pekerjaan yang belum selesai, jaringan yang harus dirapikan, dan satu nama yang terus menggema dalam benak mereka semua: Elisa Hook.

Nama itu seperti bayangan panjang yang mengikuti setiap langkah Celina.

Elisa bukan sekadar sahabat. Ia adalah separuh dunia Celina yang hilang begitu saja, lenyap tanpa jejak, dan secara kejam menyeret Morelli Corporation ke pusaran kecurigaan dan skandal sunyi. Hilangnya Elisa-lah yang mendorong Celina melakukan hal paling nekat dalam hidupnya, menyusup ke Morelli Corporation, berpura-pura menjadi office girl, berbohong pada keluarganya dengan dalih liburan, dan menempatkan dirinya tepat di tengah badai.

Kini, badai itu belum sepenuhnya reda.

Lucas berdiri beberapa langkah dari Celina, mengenakan mantel panjang berwarna gelap. Wajahnya tegas, rahangnya mengeras, mata tajamnya menelusuri setiap detail di ruang itu seolah sedang menyimpan semuanya ke dalam ingatan. Ia bukan hanya seorang ayah hari ini, ia adalah penjaga, pelindung, dan ancaman bagi siapa pun yang berani menyentuh putrinya.

"Celina?"

Suara itu membuat Celina menoleh.

Lucas mendekat, lalu berhenti tepat di depannya. Tidak ada senyum. Hanya ketegasan yang dibalut kekhawatiran.

"Kau tidak akan melakukan hal nekat lagi," kata Lucas, pelan tapi tak memberi ruang untuk dibantah. "Kau akan tetap tinggal di sini sesuai rencana. Di kediaman Morelli. Sampai kau benar-benar sembuh."

Celina membuka mulutnya, hendak protes, namun Lucas mengangkat satu jarinya.

"Tidak ada tapi. Dan setelah kau pulih, baru kau boleh pulang," kata Lucas.

Zane yang berdiri tak jauh hanya menggeleng kecil, menahan senyum. Ia sudah hafal nada itu, nada Lucas Lorenzo saat menjadi ayah yang tak bisa ditawar.

Lucas menghela napas, lalu menambahkan dengan nada yang lebih rendah, hampir geli tapi tetap serius, "Jika kau pulang ke San Francisco dalam kondisi seperti ini, kediaman Lorenzo akan jungkir balik. Keluarga kita terlalu ... berisik. Terlalu protektif. Dan aku tidak ingin kau jadi pusat kehebohan dalam keadaan seperti ini."

Celina mendengus kecil. "Dad, aku bukan anak kecil."

Lucas menyipitkan mata, lalu menatapnya lama. "No, no, no, Princess. Bagiku kau selalu putri kecilku."

Celina memutar bola mata, tapi senyum kecil lolos dari bibirnya.

Lucas kemudian beralih pada Hans Morelli.

Hans berdiri dengan postur tegap khasnya, tangan diselipkan di saku jas, wajahnya tenang namun mata itu, mata seorang ayah; penuh perhatian.

"Aku titipkan Celina padamu," kata Lucas, kini nadanya berubah serius sepenuhnya. "Jaga dia. Jika ada apa pun, sekecil apa pun, katakan padaku. Aku akan datang."

Hans tidak langsung menjawab. Ia menatap Celina sejenak, lalu kembali pada Lucas.

"Aku berjanji," kata Hans mantap. "Selama dia di sini, dia adalah tanggung jawabku. Aku akan menjaganya seperti anakku sendiri."

Lucas mengangguk. Namun sebelum suasana terlalu melunak, Hans menambahkan, suaranya menurun, penuh makna, "Dan Lucas ... aku butuh bantuanmu."

Lucas menoleh.

"Helix Dynamic," lanjut Hans. "Mereka menduplikasi proyek AI kami. Proyek yang bahkan tidak diketahui banyak orang di internal perusahaan. Itu artinya ... ada tikus."

Wajah Lucas mengeras. Zane langsung menegakkan tubuhnya.

"Aku ingin kau membantuku menyelidiki mereka melalui jaringanmu," kata Hans. "Dan carikan tikus yang bersembunyi di Morelli."

Tidak ada ragu di mata Lucas. "Akan segera kulakukan."

Zane menyeringai tipis. "Kami juga mencium pergerakan yang tidak wajar. Bukan hanya di teknologi. Tapi juga di kedokteran. Ada sesuatu yang lebih besar sedang bergerak. Dunia bisnis mengarah ke satu hal yang memiliki jejak suram dari masa lalu," katanya.

Hans menghela napas panjang. "Maka kita berada di jalur yang sama. Aku juga merasakan ada pergerakan aneh di dunia ekonomi Los Angeles akhir-akhir ini."

Di sisi lain ruangan, Camellia mendekati Celina. Sentuhannya lembut seperti biasa, seolah ia selalu tahu seberapa keras dunia bisa menyakiti, dan memilih menjadi kebalikan dari itu.

"Aku titipkan Celina," kata Camellia dengan senyum hangat, menatap Hans dan Elena bergantian. Lalu Cemellia menoleh pada Celina. "Dan jika kau berbuat aneh-aneh ... beri tahu aku."

Celina langsung mendongak, protes, "Mom?!"

Camellia hanya tertawa kecil, lalu menepuk lembut pipi Celina. "Aku bercanda. Sedikit."

Lucy tiba-tiba muncul dengan energi yang meledak-ledak. "Aku yang akan menjaganya, Auntie!" serunya penuh semangat. "Akhirnya aku punya teman perempuan di rumah ini!"

Leo menyusul, matanya berbinar. "Aku juga! Aku ingin belajar dari Celina. Dia itu seperti idola, tahu!"

Camellia tersenyum hangat. "Kalian berdua mengingatkanku pada si kembar Lorenzo saat muda. Penuh semangat seperti kalian."

Celina terkekeh, terharu tanpa sadar.

Elena mendekat, menggenggam tangan Celina dengan lembut. "Tenang saja," katanya hangat. "Rumah ini akan menjagamu. Aku justru bersyukur. Semakin ramai dan bertambah perempuan di rumah akan sangat menyenangkan."

Elena lalu berbisik pada Camellia, senyum nakalnya muncul, "Dan sepertinya ada sesuatu antara Theo dan Celina."

Camellia tersenyum penuh arti. Membiarkan bisikan itu hanya menjadi hiburan dua ibu tersebut.

Zane kemudian melangkah ke arah Theo. Dengan gerakan santai namun penuh makna, ia meninju pelan dada Theo.

"Jaga adik perempuanku yang nakal ini," kata Zane sambil tersenyum. "Pastikan dia tidak berbuat aneh-aneh lagi."

Theo tertawa kecil. "Aku janji. Aku akan memastikan dia baik dan aman. Kecuali kalau dia diam-diam seperti kucing yang mengejar makanan."

Zane tertawa lepas. "Kalau begitu ... kunci saja dia di kamar."

"Zane!" Celina memukul lengan kakaknya. "Kau menyebalkan. Jangan racuni pikiran Theo!"

Zane hanya mengacak rambutnya. "Hati-hati kau bisa melukai tanganmu yang sudah terluka iru, Brat. Jaga diri baik-baik. Jangan khawatir soal Elisa. Aku dan Lucas akan mencarinya."

Lucas kemudian berdiri di depan Theo. Tatapannya tajam.

"Jangan sentuh putriku sembarangan," kata Lucas dingin. "Jaga dia. Jika dia terluka atau menangis, aku akan memberimu pelajaran."

"Yes, Sir!" seru Theo.

Camellia, Hans, dan Elena tertawa mendengarnya.

"Dad!" Celina berseru.

Lucas mengangkat alis. "Aku akan membuat pengecualian untuk putra Hans ini. Tapi ingat ..."

Camellia menarik lengan Lucas sambil tertawa, menyudahi ceramah Lucas yang entah sudah ke berapa kalinya dalam tiga hari ini. "Sudah waktunya kita pulang."

Perpisahan terjadi di depan rumah. Mobil keluarga Lorenzo perlahan meninggalkan halaman. Hingga detik terakhir, Lucas masih memberi gestur 'aku mengawasimu' pada Theo.

Hans hanya tertawa. "Tidak pernah berubah."

Lucy menggandeng tangan Celina. "Ayo masuk. Kita nikmati hari santai."

Celina menoleh sekali lagi ke arah jalan yang kini kosong.

Rumah ini bukan miliknya.

Namun untuk sementara ... di sinilah ia akan belajar pulih. Dan mungkin belajar tinggal.

Dan di kejauhan, di balik bayang-bayang kota dan rahasia yang belum terungkap, nama Elisa Hook masih menunggu untuk ditemukan.

Yang mana Theo kelak akan melumuri tangannya dengan darah untuk pertama kali ketika sesuatu yang tak diduga terjadi.

1
neni espede
thoooor kereeeeen, lanjuuut
Archiemorarty: Silahkan dilanjut bacanya kak 🤭
total 1 replies
vede rumboirusi
karyanya sangat bagus
keren 👍👍
Naya En-lish
/Heart/
Alfia Amira
dari awal bingung "kacamata hitam" ini masak di dalam ruangan pakai kacamata hitam ??? ini bingkai nya warna hitam atau apa ?? 😁😁
Ir
Theo, Zane setelah keluar dari Nevada saran Oma kalian latihan lagi kemampuan kalian, dari segi senjata, bela diri sampai ke strategi, mungkin kedepan nya ga ada black mantis tapi siapa tau kelompok lain, Red velvet mungkin 😁😁
Ir: lahh pantas ko ga update², sesuai prediksi kisah nya kaya Rosetta sama Leonard belum nikah dah tamat 🤣
total 5 replies
Ir
bentar Arthur ini anaknya Dante kan, bukan anak Elias Spencer kan? ko marga nya Spencer agak ngelag dikit aku, ga tau kapan nikah nya tau² udah punya istri aja
Archiemorarty: Hahahaha....tadinya pasti nau ada hubungannya sama Black Mantis lagi ...tapi mikir dulu deh, berat kali itu bakal cerita 🙄
total 3 replies
Ir
kan kan black mantis ini bikin kerjaan aja dah, morelli harus renovasi gedung kan karna plafon nya jebol, nambah²in kerjaan aja
Archiemorarty: Aku juga mikir gitu woyyy....haeus renov 🤣
total 1 replies
Ir
NEVADA lagi muak aku sumpah, sudah ku bilang kan kemarin minjam rudal iran pada kaga percaya ikhhh
Archiemorarty: Hahahaha....sama othor pun dah muak 🤣
total 1 replies
Ir
tapi bener sih anak² pengusaha kaya Theo, Zane apa lagi ortu mereka memiliki kelompok mafia itu harus di latih sejak dini seharusnya, baik dalam bela diri atau memegang senjata, meskipun ga ada kelompok black mantis, tapi dunia bisnis itu selalu ada kecurangan, kalo hukum negara ga bisa adil maka kita bisa menggunakan hukum kita sendiri, intinya untuk melindungi keluarga dan orang² terkasih
Archiemorarty: Nah ini, alasan Phantom dibuat. karena hukum pemerintah banyak cacat, lebih lebih malah yang jadi penjahat berkedok hukum 🙄
total 3 replies
Ir
nah gini lohh maksud nya bikin cerita tuh, meski kisah black mantis udah pernah di tulis di buku sebelum nya ga ada salah nya di cerita kan ulang, selain pembaca lama ga mudah lupa juga membuat pembaca baru itu tau
" owh ini toh kisah black mantis "
kan kadang ada rider baru yg belum nemu buku lama, nemunya langsung buku sekuel buku sebelum nya, mau baca buku lama dulu nanti pasti ketinggalan cerita yg sekarang, jujur aku rider yang begitu, selesai kan cerita baru setelah tamat untuk lebih paham baru cari buku pertama nya, kadang ada penulis yang pembaca baru penasaran kan
" kalo penasaran sama cerita masa lalu baca aja yg judul nya bla bla "
haisss jujur kadang sebel aku 😁😁
Archiemorarty: harus ngulang kan jadinya bacanya lalau gitu 🙄
total 3 replies
Ir
ini Lucas masih masih trauma ga yaa kalo misal ada penyergapan lagi, apa lagi bapak Rion sama Dante udah pada Sepuh, jalan udah pake tongkat pasti, encok, rematik, asam urat, asam lambung, udah pada nemplok semua, megang senjata pun udah pasti geter²
HAHAHAHA 🤣🤣🤣
ketawa dulu sebelum di ajak perang 🥴🥴
Archiemorarty: Masih dia itu..😂
total 1 replies
tuti raniati
Luar biasa
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Jelita S
yeah udah tamat z thor,,, terimakasih thor atas ceritamu yg seru ini
Archiemorarty: Terima kasih kembali udah baca ceritanya daei awal kak 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
keren banget thoor
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya dari awal sampai akhir kak 🥰
total 1 replies
Reni Setia
udah tamat pas sesuai judulnya
makasih author untuk karya novelnya
mimief
yah..selesai
Thor eiden belum ketemu jodohnya
apalagi Cedric
piye toh🤣🤣

but anyway
terimakasih atas cerita indah nya 😍
mimief
ga cocok casing kyk gitu tapi kebucinan🤣🤣😜
shinta
sepertinya masih ada extra part, soalnya masih ada permintaan Up.... (ngarep)😍😍
shinta
haaaaahhhhhhh lega!!!!
shinta
ga pernah setegang ini baca sebuah novel, sumpah ga pernah walau sudah di level ini, aku beneran hanyut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!