Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
Bab 3: Hukuman Berdiri
Setelah mendengarkan perkataan Arya, para murid yang berasal dari keluarga biasa mulai mengangkat kepala mereka yang tadinya tertunduk malu. Mereka ingat akan cerita Handoko. Ia merupakan orang yang bisa di teladani, saat seseorang menjadi tak terkalahkan. Kecuali, perkataan Kirana yang sebelumnya begitu kasar. Membuat mereka menjadi depresi.
"Kamu... selama ratusan tahun Kota Kemuliaan, Yang Mulia Handoko merupakan satu-satunya ahli spiritual iblis yang dapat meraih level tertinggi dengan kemampuannya sendiri," kata Kirana, perlahan-lahan. Dengan cepat ia membalas dengan jawaban mengada-ada.
"Bukankah Guru mengatakan itu hal yang tidak mungkin? Kenapa Anda menjadi plin-plan?" ejek Arya, "Yang Mulia Handoko merupakan sebuah contoh yang nyata. Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita berusaha untuk mendapatkannya. Tak perduli apakah kamu berasal dari keluarga ningrat atau keluarga biasa, tidak ada batasan untuk menggali potensi di masa depan."
Kirana merasakan amarah yang memuncak. Anak tengik. Ia selalu mencari celah di tiap perkataan untuk menyerangku. Ia tidak punya rasa hormat kepada yang lebih tua! Kirana menatap dingin ke arah Arya. Ia berani menentangku di depan banyak orang. Aku tidak akan membiarkanmu tertawa berikutnya!
Tidak jauh dari Arya, Darma memperhatikan Arya dengan penuh rasa hormat. Meskipun Arya termasuk keluarga ningrat, ia tetap mengambil resiko menjadi orang yang menyebalkan dengan membela para murid yang berasal dari keluarga biasa di depan guru Kirana. Ia merasa tersentuh. Arya memiliki sifat yang bersahaja yang membuat Darma merasa telah menjadi temannya.
"Penjelasan yang menarik, kau pikir hal itu bisa merubah realita? Kau hanya melihat masa kejayaan Handoko, tapi kau tidak pernah melihat begitu banyak orang yang telah gagal. Tidak dapat disangkal Menjadi seorang ahli spiritual iblis, bahkan menjadi seorang pendekar merupakan sesuatu hal yang sangat sulit untuk dicapai. Arya, benarkah? Kau mempunyai garis keluarga seorang aristokrat. Karena kamu tidak tahu kapan untuk datang dan pergi. Aku akan melihat bakat apa yang kau miliki."
Kirana melihat kertas kulit yang berada di genggamannya. Setelah melihat sekilas isinya, ia tertawa, "Arya: alam jiwa berwarna merah, kekuatan jiwa 5, Kekuatan 21. Dengan ini kau hanya bisa meraih pejuang tingkat perunggu di sisa hidupmu. Tidak mungkin untuk menjadi ahli spiritual iblis. Bahkan para murid yang berasal dari keluarga biasa dapat mengalahkanmu. Tidak heran kau berani berbicara seperti ini. Kau hanya ingin menutupi harga dirimu yang rendah!"
Tingkatan alam jiwa dibedakan berdasarkan warna: merah, jingga, kuning, hijau, cyan, biru, dan nila. Dari ke tujuh warna tersebut, merah merupakan level terendah yang melambangkan kelemahan. Sebagian besar orang memiliki jingga atau kuning. Memiliki warna hijau atau cyan dapat dikategorikan sebagai seorang yang jenius. Sedangkan untuk warna biru dan nila, warna tersebut merupakan turunan dari seorang legenda.
Setelah mendengar perkataan Kirana, beberapa murid dari keluarga jelata merasa bersalah pada Arya. Sebagai seorang keturunan ningrat, kemampuan Arya dapat dikategorikan paling buruk. Mereka menyadari bahwa akan sulit bagi Arya untuk berprestasi di sepanjang hidupnya.
Lestari melihat ke arah Arya dan mendesah pelan. Meskipun kesannya kepada Arya tidak terlalu baik, mengetahui kemampuannya yang begitu buruk. Ia merasa sedih.
Surya yang duduk bersebelahan dengan Lestari, mulai mencibir. Ia tidak akan menganggapnya sebuah ancaman jika ia tahu lebih awal kemampuannya. Arya sama sekali tidak memenuhi syarat. Dengan kemampuannya itu, Arya hanya bisa bertahan di level terbawah Di Kota Kemuliaan, dan Surya, termasuk salah satu dari tiga keluarga terpandang. Memiliki keturunan Keluarga Keraton, bagaimana Ia bisa disandingkan dengan Arya?
Jika bukan karena Lestari, ia tidak akan berada di kelas ini dan bergabung dengan para sampah seperti Arya.
"Dengan kemampuan seperti itu, bahkan dalam keluargamu pun, kau akan diacuhkan. Namun, kau bertindak sangat lancang dan kasar pada orang yang lebih tua!" kata Kirana.
Perkataan Kirana membuat Arya kembali mengingat masa lalu. Sebelum Kota Kemuliaan dihancurkan, Arya hanyalah orang yang lemah. seperti perkataan Kirana, ia hanya berada di tingkat perunggu bintang 3 dan tidak ada pencapaian. Keluarga dan Institut pun tidak memperdulikan keberadaannya, ia diperlakukan bagai debu.
Jika bukan karena Arya bersedia menyelamatkan Lestari tanpa memperdulikan nyawanya, ia tidak akan mungkin merasakan dewi yang bersatu dengan Lestari. Saat itu Lestari merupakan ahli spiritual iblis tingkat emas dengan bintang 1. Jarak antara mereka bagai sebuah jurang. Pada akhirnya, Arya bahkan tak dapat menyelamatkan Lestari. Ia hanya dapat melihat Lestari tewas diterkam oleh para makhluk iblis dan perlahan-lahan tubuhnya pun tenggelam ke dalam pasir gurun.
Mengingat hal ini membuat hati Arya terasa sakit.
Hanya keberuntungan yang membuatnya bisa keluar hidup-hidup dari padang yang tak berujung. Arya telah menghadapi beberapa hal misterius dan menyadari bahwa "kekuatan jiwa" dapat ditingkatkan.
Jika ini adalah masa lampau, Arya tidak akan memiliki keberanian untuk menantang ketika guru mengkritiknya. Tapi ia orang yang berbeda saat ini. Ia percaya bahwa satu saat nanti ia akan membuat orang-orang yang telah menganggap rendah padanya tahu bahwa ia akan mencapai sebuah alam yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Sejak ia kembali, ia harus berusaha keras, bahkan jika itu berarti melawan Tuhan atau Buddha yang mencoba menghentikan jalannya.
Mereka sangat terkejut dengan ekspresi Arya yang tak memperlihatkan rasa malunya walaupun ia telah diremehkan oleh guru Kirana. Bahkan sebaliknya, ia malah menatap tajam ke arah Kirana dan berkata, "Guru Kirana, menurutmu alam jiwa seseorang dapat menentukan nasib orang kedepannya kan? Dengan sifat tercela itu, Anda hanya membela yang berbakat dan mengolok-olok yang tak memiliki kemampuan, Namun, Anda masih saja berbicara tentang kumpulan prinsip. Anda hanya berusaha untuk menutupi sifat jelek Anda."
Mendengar perkataan Arya, Kirana sangat marah. Ia tak pernah bertemu murid yang lancang sebelumnya. Arya sangat berani melawannya. Perkataan Arya sangat menyakiti hati dan pikirannya. Menyebabkan kemarahan yang tak tertahankan lagi. "Diam! Kau tidak berhak meragukan gurumu?!" kecam Kirana.
"Aku merasa malu mempunyai guru sepertimu. Aku yakin di kelas ini begitu banyak murid dari keluarga jelata. Mereka akan memiliki pencapaian yang luar biasa hebat. Seharusnya mereka diajar dengan penuh kesabaran, Anda malah menggunakan kata-kata kasar untuk menjatuhkan kepercayaan diri mereka. Anda tidak dapat menjadi seorang guru! Meskipun kekuatanku lemah, lalu kenapa? Suatu hari nanti, aku akan menjadi seorang ahli spiritual iblis tingkat legenda seperti yang mulia HanRoko dan menikahi gadis paling cantik di Kota Kemuliaan!"
Arya berbicara sambil menatap Lestari yang duduk jauh darinya, dengan sinar matanya yang penuh dengan keyakinan.
Entah kenapa saat melihat Arya menatapnya, Lestari tiba-tiba merasa jantungnya berdegup kencang. Pipinya terasa panas. Ia tak pernah menyangka bahwa Arya menjadi lebih berani dan mengatakan hal itu di kelas. Setelah bertemu pandang, ia tahu maksudnya. Kecuali, dalam hatinya, ia tidak memiliki perasaan apapun pada Arya. Setelah mendengar perkataan Arya, ia merasakan sesuatu yang berbeda.
Melihat ekspresi Lestari, wajah Surya menjadi pucat. Meskipun ia dan Arya bukan berasal dari level yang sama, ia tetap merasa tersaingi oleh Arya.
"Hahaha! Lelucon yang sangat lucu! Seorang jiwa berwarna merah ingin menjadi seorang ahli spiritual iblis tingkat legenda seperti yang mulia Hanroko. Bahkan saat remaja yang mulia Hanroko, ia telah diuji dan menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Ia telah memiliki jiwa berwarna cyan! Kau pikir sukses hanya karena keberuntungan? Menjijikkan!" kata Kirana sinis, "Daripada hanya mengoceh di sini, belajarlah lebih serius?"
Arya membalas dengan penuh penekanan.
"Aku tahu hatimu penuh dengan penghinaan, tapi suatu hari nanti aku akan menutup mulutmu dengan kenyataan. Keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh bakat! Kelemahan digunakan untuk mengalahkan yang kuat, untuk menggapai langit! Kami telah siap menghadapi kemungkinan terburuk bahkan dengan melawan hingga ke langit!"
Kata-kata Arya membuat suasana kelas semakin panas. Para pendahulu telah pergi menantang langit. Jika mereka tidak melakukannya, bagaimana mereka bisa berbicara tentang praktek?
"Tanpa tekad yang kuat, tanpa keberanian untuk menjadikannya nyata, bahkan memiliki bakat luar biasa pun tidak akan berarti. Aku, Arya, lahir ke dunia ini, aku akan menantang sesuatu yang tidak mungkin itu! Guru Kirana, bagaimana jika bertaruh denganku?"
Meskipun di kehidupan sebelumnya Arya bukanlah siapa-siapa, ia tak pernah menyerah. Karena langit memberinya kesempatan untuk terlahir kembali, ia akan menggunakannya untuk mencapai puncak dengan kecepatan yang tak terbayangkan.
"Taruhan apa?" tantang Kirana.
"Kita akan taruhan untuk tes dua bulan berikutnya, aku akan dapat meraih tingkatan perunggu. Jika aku gagal, aku akan mengundurkan diri dari institut. Jika aku menang, Anda akan mengundurkan diri, bagaimana?" kata Arya sambil melihat ke arah Kirana.
Mendengar Arya, semua orang terkejut. Mereka kaget bahwa Arya ingin bertaruh dengan Guru Kirana. Meskipun mereka mengharapkan Arya untuk menang, mereka merasakan bahwa hal itu mustahil.
"Hahaha. Kau cukup lucu untuk berandai-andai dalam waktu dua bulan. Kau pikir kau dapat menaikkan kekuatanmu dari 5 ke 100 dalam waktu dua bulan?" wajah Kirana penuh dendam. Arya sudah gila?
"Aku hanya bertanya sekali, Anda berani atau tidak?" Arya mengabaikan kata-kata Kirana.
"Bukan masalah, mengapa aku tidak berani? Aku tidak percaya seorang anak nakal yang egois seperti kau akan berhasil. Apa yang kau banggakan?" kata Kirana sambil mendengus, "Untuk 2 bulan ke depan, kau akan berdiri di belakang kelas sambil mendengarkan materi karena ketidaksopanan kau pada guru!"
Kirana terkenal akan sifat tidak masuk akal. Arya tampak menghina Kirana. Bagi Arya berdiri di belakang kelas hanyalah sebuah hukuman yang ringan.
"Karena Guru Kirana telah setuju untuk bertaruh, jangan menyesal kemudian hari," kata Arya sambil berjalan ke belakang kelas.
"Aku akan menyesal? Sangat lucu. Simpan air matamu!" Kirana tertawa.
Melihat Arya berdiri di belakang, beberapa murid dari keluarga ningrat mulai berbisik.
"Ahli spiritual iblis tingkat legenda masa depan dihukum berdiri!"
"Tsk tsk, jadi ia takut dikeluarkan dari institut!"
"Di mana kesombonganmu tadi?"
"Dalam dua bulan mencapai kekuatan jiwa dari 5 ke 100. Memangnya siapa dia? Bahkan yang mulia Handoko saat remaja, ia tidak dapat mencapainya dalam waktu singkat."
Kirana mencibir. Lalu kenapa jika Arya sedang egois. Bukankah ia yang akan berada di kelas itu sampai akhir? Ia tidak terpengaruh dengan perkataan Arya. Dua bulan mencapai kekuatan jiwa dari 5 ke 100. Itu hanyalah bualan. Tidak akan pernah terjadi! Hanya menunggu Arya keluar dari institut ini.
Karena hukuman yang diterima Arya dari Kirana, Darma terdiam. Ia menggertakkan giginya, berdiri dan berjalan untuk berdiri di samping Arya. Arya dihukum karena membela keluarga jelata, harusnya, ia berdiri bersama Arya.
Melihat Darma berdiri di samping Arya di belakang kelas, mata Kirana menghitam dan membesar, "Karena kau juga berdiri, kau bisa berdiri bersamanya."
Arya dan Darma saling melihat dan saling tersenyum tipis.
Saat ini, Arya merasa seolah-olah kembali ke masa lalu di mana ia dan Darma berteman. Darma masih seperti Darma yang dulu. Setelah Darma berdiri di samping Arya, Bagas tenggelam dalam pikirannya dan berdiri di samping Arya.
"Kenapa kau di sini?" tanya Arya sambil tersenyum.
"Duduk di sana sangat membosankan. Aku merasa lebih keren ketika berdiri, bolehkah?" jawab Bagas.
"Haha cocok buatmu!" Arya tertawa. Bagas masih sama seperti dahulu. Meskipun ia banyak bercerita omong kosong, ia sangat setia. Hukuman ini tak ada hubungannya dengan Bagas, tapi karena Arya adalah temannya, dan teman harus saling berbagi.
Tiga anak dari keluarga jelata lainnya berturut-turut berdiri di samping Arya. Arya merupakan keluarga ningrat, tapi ia berani mengambil resiko dikeluarkan dari institut untuk membela mereka. Mereka berterima kasih atas sikap Arya, sehingga mereka merasa bahwa mereka harus mendukung Arya.
Dengan para saudara ini di sisinya, Arya merasa tidak begitu buruk dihukum dan ia merasa lebih bahagia. Wajah Kirana berubah saat melihat kejadian ini. Wajahnya berubah dingin dan meneruskan materi.
"Setelah di uji, di antara beberapa murid di kelas, Lestari, dengan jiwa berwarna cyan, memiliki kekuatan 86. Surya dan Sekar memiliki jiwa berwarna hijau, dengan kekuatan 78. Mereka akan segera mencapai tingkatan perunggu bintang 1. Selamat buat mereka!" kata Kirana. Tatapannya ke arah Arya. Ini adalah bakat yang sesungguhnya, apa yang akan Arya bandingkan dengan mereka?
Mendengarkan kata-kata Kirana, para murid terperanjat kaget. Sebuah jiwa cyan, dengan kekuatan 86! Orang yang luar biasa berada di kelas ini. Dengan kemampuan yang kuat, ia mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang ahli spiritual iblis dengan tingkat legenda!
Seperti halnya Surya dan Sekar, mereka mempunyai kemampuan yang luar biasa. Pencapaian mereka di masa depan tak terbatas!
Asal usul Lestari tak diketahui, penampilan yang segar dan cantik dengan bakat yang luar biasa dan latar belakang yang misterius. Ini membuatnya menjadi sosok yang paling mempesona di kelas. Sedangkan Sekar, penampilannya hampir menyerupai Lestari, tapi kemampuannya sedikit lebih rendah dibanding Lestari. Tidak peduli apapun itu, orang biasa tidak memiliki kesempatan untuk bisa seperti mereka.