NovelToon NovelToon
Petualangan Zhang Xiuhan

Petualangan Zhang Xiuhan

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hashirama Senju

Sebuah pusaka terlarang melemparkan seorang pemuda ke dalam dimensi waktu yang berbeda. Pemuda tersebut adalah Zhang Xiuhan, seorang tokoh penting dalam peperangan besar antar dua kekaisaran. Zhang Xiuhan terjerembab ke dalam lorong waktu dan membawanya pada sebuah kehidupan baru yang sangat asing dan liar. Ia harus kembali ke masa di mana seharusnya dia berada karena sebuah peperangan masih menunggu kedatangannya, tetapi masa lalu ternyata menunjukkan sebuah fakta yang membuatnya terbelalak. Ia pun mencari tahu sebanyak mungkin tentang masa lalu sebagai bekal untuk kembali ke masa sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashirama Senju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 30_ Luka yang Menyembuhkan

"Apa yang Tuan lakukan di sini?"

Pertanyaan itu sebetulnya disampaikan pelan saja oleh seorang gadis. Tapi berhasil mengagetkan Zhang Xiuhan yang telah bersiap tangannya untuk menuangkan air dari dalam bunga dewa-dewi ke tempat penyimpanan.

"Kau!" kata Zhang Xiuhan terdengar marah.

Terang saja Zhang Xiuhan menjadi geram sebab dirinya sampai menahan napas agar bisa mendapatkan air itu tanpa membuat serbuk sarinya terjatuh. Ia bahkan membiarkan duri pada batang bunga itu menggores tangannya dan menyisakan bekas seperti cakaran kucing.

Dan kini akibat dari keterkejutannya atas suara perempuan yang tiba-tiba terdengar, tanpa sengaja membuat tangan Zhang Xiuhan yang telah memegang batang bunga itu refleks bergerak dan membuat serbuk sarinya terjatuh ke dalam air.

 

"Maafkan aku Tuan, telah mengagetkanmu."

Zhang Xiuhan yang telah berdiri dan hendak membalikkan badannya, lantas bersiap untuk menyampaikan segala umpatan untuk perempuan itu.

Tapi setelah melihat perempuan yang membuat pencariannya pada bunga dewa-dewi yang masih jernih airnya menjadi sia-sia, Zhang Xiuhan menelan ludah, bersama segala umpatan yang sudah sangat siap untuk dilontarkan.

Entah bagaimana, perempuan itu mengingatkan Zhang Xiuhan pada seseorang yang hingga detik ini membuatnya merasa bersalah sebagai seorang laki-laki. Juga pendekar.

"Apa, yang.. kau.. lakukan di sini?" ujar Zhang Xiuhan sedikit terbata.

"Oh, aku.. aku sedang.. jalan-jalan," jawab gadis itu setelah beberapa saat tampak berpikir.

Zhang Xiuhan tahu jika perempuan yang usianya mungkin sebaya dengan Zhillin muda itu sedang berbohong. Tapi ia tidak menanyakan alasan sebenarnya mengapa gadis itu bisa berada di tengah-tengah hutan sendirian. Zhang Xiuhan percaya kalau semua orang memiliki rahasia. Dan sudah sepatutnya jika rahasia itu disimpan, bukan disampaikan.

"Untuk apa Tuan mengambil air dari dalam bunga itu? Apa ada seseorang yang sedang terluka parah?"

"Heeem, begitulah. Dari mana kau tahu?" ujar Zhang Xiuhan sambil kembali mencari bunga dewa-dewi yang masih jernih airnya.

"Ah, tidak Tuan. Aku hanya asal menebak."

Lagi-lagi perempuan itu berbohong. Ia jelas tahu semuanya karena ia pun pernah meminum air dari dalam bunga itu.

Gadis itu kemudian terlihat turut mencari apa yang sedang dicari Zhang Xiuhan. Namun, ia tidak mencari di tempat yang sama dengan Zhang Xiuhan. Gadis itu berjalan beberapa meter dan berhenti setelah melewati tiga pohon besar.

"Di sini, di sini Tuan," teriak perempuan itu sambil mengangkat tangannya.

Sebenarnya ia merasa heran pada dirinya sendiri. Mengapa ia sangat ingin membantu lelaki yang baru saja ia temui itu. Padahal biasanya perempuan itu tidak mau berbicara pada orang asing setelah semua hal buruk yang ia alami.

Zhang Xiuhan yang melihat gadis itu kini menunjuk setangkai bunga dewa-dewi, langsung berlari menghampirinya.

"Aku menemukannya."

"Bagus."

"Jangan Tuan, kau bisa membuat serbuknya terjatuh. Sini, biar aku saja yang menuangnya."

Zhang Xiuhan memandangi gadis yang menarik tangannya. Jantungnya berdebar kuat. Ingatannya kembali pada saat-saat yang paling ia sesali dalam hidupnya.

"Berhenti, kau bisa terkena racun jika menyentuhnya."

Gadis itu hanya tersenyum dan tidak mengindahkan ucapan Zhang Xiuhan. Ia malah memegang mahkota bunga dewa-dewi lalu dengan sangat hati-hati menuangkan air dari dalam bunga ke tempat yang dipegang Zhang Xiuhan.

"Tenanglah Tuan, tubuhku ini bisa menetralkan racun. Racun seperti apapun tidak akan mempan. Itu sebabnya aku bisa tetap hidup di saat yang lainnya sudah..."

Gadis itu tiba-tiba menghentikan perkataannya. Membuat Zhang Xiuhan yang hanya satu lengan di depannya kembali menatapnya.

"Sudah."

Meski gadis itu yang menuangkan air dari dalam bunga, nyatanya Zhang Xiuhan-lah yang merasa was-was. Juga turut menahan napasnya.

"Terima kasih. Mungkin jika kau tidak membantuku, sekarang aku masih sibuk mencari bunga dewa-dewi lainnya."

"Tidak masalah Tuan. Aku senang bisa membantu. Jika Tuan tidak keberatan, aku ingin membantu lagi, supaya orang penting yang ingin Tuan selamatkan bisa lebih cepat pulih," ujar gadis itu menawarkan.

Entah mengapa ia ingin terus membantu Zhang Xiuhan, seolah orang yang hendak meminum air itu merupakan keluarganya sendiri yang begitu berarti untuknya.

Zhang Xiuhan pun mengangguk senang. Gadis itu lantas meminta dirinya untuk membuka penutup tempat penyimpanan air.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Zhang Xiuhan sangat terkejut, lalu cepat-cepat menutup kembali tempat air yang ia bawa dan menjauhkannya dari gadis itu.

Gadis di hadapannya membuat lengannya sendiri mengeluarkan darah usai menusukkan duri dari batang bunga dewa-dewi.

 

"Tolong buka tutupnya Tuan. Biarkan darahku masuk. Percayalah. Aku hanya ingin membantu."

Zhang Xiuhan menatap lekat-lekat gadis itu. Tidak tercermin rasa sakit di wajah jelita itu. Juga tidak tampak adanya kebohongan seperti sebelumnya. Maka, Zhang Xiuhan pun membuka tutup tempat air murni untuk Zhillin disimpan.

"Darahku bisa menjadi obat untuk segala macam penyakit. Aku harap ini bisa membantu menyelamatkan orang yang peting untuk Tuan itu," ujar gadis itu membiarkan darahnya menetes.

Sesudah gadis itu menarik tangannya karena merasa darah yang menetes telah cukup untuk obat, Zhang Xiuhan lantas menutup kembali tempat penyimpanan air. Ia bergerak cepat mencari sebuah tanaman yang bisa digunakan untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

"Dapat."

Zhang Xiuhan memetik dan memasukkan beberapa lembar daun ke mulutnya. Sambil terus mengunyah, ia  berjalan mendekat pada gadis itu.

Tanpa permisi Zhang Xiuhan memegang tangan gadis itu. Lalu mengalirkan energi es tepat pada luka bekas tusukan duri yang cukup dalam dan masih terus mengeluarkan darah.

"Ini akan membantu menghentikan darah yang keluar," ujar Zhang Xiuhan setelah mengeluarkan daun yang sudah ***** dari mulutnya.

Gadis itu tersenyum saat melihat apa yang dikatakan Zhang Xiuhan benar terjadi. Dan senyum itu semakin lebar ketika Zhang Xiuhan memindahkan dedaunan ***** dari telapak tangannya ke atas luka di tangan gadis itu. Zhang Xiuhan juga menyobek kain bagian lengan kirinya untuk membebat luka gadis tersebut.

"Apa ini sangat sakit?"

Zhang Xiuhan bertanya demikian sebab ia melihat gadis itu sedang menahan air matanya. Tapi gadis itu menggeleng dan tersenyum. Kali ini ia juga jujur.

Gadis itu memang ingin menangis. Tapi bukan karena merasa kesakitan atas luka yang sengaja ia buat sendiri. Melainkan karena setelah bertahun-tahun lamanya, itu kali pertama ada orang yang merawatnya dengan tulus.

"Sudah. Apa kau memiliki nama?" kata Zhang Xiuhan usai mengikat kedua ujung kain di tangan gadis itu. Lagi-lagi membuat gadis itu tersenyum karena mendengar pertanyaan Zhang Xiuhan yang lucu.

"An Shi."

"Itu nama yang sangat indah."

"Aku tahu."

"Baiklah, An Shi. Sebenarnya aku masih ingin berbincang denganmu. Tapi aku harus bergegas. Terima kasih untuk semua bantuanmu."

Gadis itu tersenyum saja tanpa mengatakan apa-apa lagi. Sementara Zhang Xiuhan, ia melakukan gerakan jurus Pintasan Dewa agar bisa tiba di rumah Kang Jian dengan lebih cepat. Pemuda itu menyempatkan diri untuk melambaikan tangannya pada An Shi, sebelum akhirnya benar-benar pergi.

***

Zhang Xiuhan dengan sigap menuangkan air murni dari bunga dewa-dewi yang telah bercampur dengan darah An Shi ke atas cawan berisi enam tanaman yang telah ditumbuk. Ia mengaduk ramuan itu, kemudian meminumkannya ke mulut Zhillin.

"Paman, tangan Kak Zhillin bergerak!"

Zhang Xiuhan mengarahkan pandangannya ke tangan Zhillin. Benar, tangan Zhillin memang sudah bergerak. Rupa-rupanya ramuan itu bekerja sangat cepat.

Zhang Xiuhan duduk berlutut dan menggenggam erat tangan Zhillin. Sudah kembali normal, tidak lagi terasa begitu dingin.

"Paman Li Jie... " suara Zhillin lirih masih dengan mata tertutup.

"Bukalah matamu gadis kecil. Semua orang di sini sudah siap untuk memukulmu!" ujar Zhang Xiuhan dengan penuh lega mengeluarkan segala sesak yang tertahan, sehingga suaranya menjadi sangat lantang.

Zhillin yang sudah sempat membuka matanya kembali terpejam erat menjumpai sang paman yang terlihat ingin memakannya.

"Kau ini! Dasar gadis nakal!" teriak Zhang Xiuhan lagi membuat semua orang di dalam rumah itu tertawa, membuang cemas.

1
Dedi Mulyadi
Luar biasa
Yurika23
aku mampir ya kak ipus...suka bgt baca novel ka ipus ...
support novelku juga ya kak...mohon kritik dan sarannya....
M. Syafri
Lumayan
Ivan Sumampouw
koq ga menyerang balik ke kaisar ming 🫤
Munawir
Luar biasa
Abu Fadhila
Perbeda'an karakteristik antara penulis Novel Laki² & Perempuan, jika penulis novel seorang laki², biasanya cenderung membuat MC memiliki lebih dari satu pasangan, karna memang hal tersebut termasuk sifat dasar seorang laki², sedangkan jika penulis Novelnya seorang perempuan lebih cenderung membuat MC nya setia pada satu pasangan, karna sifat dasar seorang perempuan tdk mau berbagi (perempuan mana juga yg mau dimadu), tp dlm alur ceritanya jg kebanyakan Intrik, cinta bertepuk sebelah tangan, cita segi tiga dll. dlm alur cerita biasanya "sedikit dialog tp penjelasan sangat panjang.

Ini hanya sebatas pendapat saya sendiri, jd tdk perlu terlalu ditanggapi 🤣🤣🤣
Abu Fadhila
Benar² luar biasa, jika di'ibaratkan pepatah; "Sedikit bicara banyak bekerja", ini sungguh Novel yg sangat unik, utk satu kata; "Sial", penjelasannya hampir seperempat Bab, jadi pribahasanya; "Satu dialog seribu penjelasan". mantap👍🤣
Muhammad Kussairi
Luarbiasa dan Terimakasih untuk Nopel PPN dan PZX
Kuma Bear
Luar biasa
@gus j
gak besa di percepat
@gus j
iklannya terlalu memaksa
Mulyoto
bagusss
Khairul Azman Abdul Kahar
sebuah karya yg menarik utk dibaca
⚔️Perusuh⚔️
Cerita kultivator ngelantur jadi cerita roman picisan....
⚔️Perusuh⚔️
Pergi ke masalalu, kok ada kisah lain di ceritakan? Aneh sekali ceritanya....
⚔️Perusuh⚔️
Di cerita sebelumnya di akhir2nya cerita ini sudah di tulis sampe beberapa Chapter, terus kenapa di ulang2 lagi di sini??
Omang Q
/Good//Good/
Omang Q
👍👍
Wanta Ru
Biasa
Muh Ismar Tahsan
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!