Novel ini menceritakan kisah tentang seorang wanita yang bernama Ailin yang selalu di sakiti oleh suami pertamanya sampai membuatnya harus kehilangan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Penghianat suaminya yang di lakukan terus-menerus membuat pernikahan mereka berakhir dengan kata cerai.
Apakah Ailin bisa move-on dari masa lalunya dan masihkah ada pria yang baik hati dan menyayanginya apa adanya. Temukan ceritanya di season kedua dari novel Pernikahan Kontrak Ailin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenangan Buruk Di Masa Lalu Kembali Lagi
Ailin beranjak bangun dari posisi tidurnya dan langsung membuka pintu ruangan tersebut sembari berkata. "Mas, kenapa kamu tidak Membangunkan aku?" tanya Ailin dengan nada suara bete namun masih kelihatan lembut karena intonasi suaranya rendah.
Seorang pria yang sedang duduk di hadapan Adam langsung beralih melihatnya dan hal itu membuat langkah kaki Ailin terhenti seketika dan membeku di posisinya sekarang.
Sesaat kemudian Ailin baru bisa menguasai dirinya sendiri dan dia mencoba memaksakan senyuman di wajahnya yang kelihatan tidak natural itu.
"Mas Radja. Kenapa ada di sini?" sapa Ailin basa-basi. Melihat Radja lagi, di saat kondisinya sedang hamil itu bukanlah hal yang bagus sebab penghianat yang di lakukan oleh pria itu di masa lalu membuatnya merasa trauma saat dia hamil untuk yang kedua kalinya.
Sudah lama kita tidak bertemu lagi tapi kamu masih kelihatan cantik bahkan sangat cantik dari pada awal kita bertemu, "Iya aku kembali ke negara ini lagi dan rencana kami akan menetap di sini selamanya," sahut Radja dengan seulas senyum.
"Oh," jawab Ailin singkat kemudian beralih menatap kearah Adam Suaminya. "Mas. Kenapa kamu tidak bangunkan saya tadi?" ucap Ailin manja sembari menghentikan langkahnya di samping meja Adam. Sedangkan Radja tidak bergeming melihatnya namun Ailin mencoba untuk tidak perduli karena kisah tentang mereka telah usai.
Ingin sekali aku memelukmu dan mengatakan padamu kalau aku ingin kau menjadi pendamping diriku lagi tapi aku tahu hal itu tidak akan mungkin sebab kau pernah memberikan aku kesempatan berkali-kali namun sebanyak itu juga aku menghancurkan kepercayaan mu. Batin Radja menyesal.
"Sayang. Kamu istirahat saja, aku tidak mau kalian berdua lelah," ucap Adam lembut sembari beranjak berdiri dari posisi duduknya.
"Kalian berdua maksudnya?" tanya Radja dengan tanda tanya besar terlihat begitu jelas di wajahnya.
"Istriku sedang hamil, dan usia kandungannya baru menginjak 9 Minggu lebih," jelas Adam dengan memeluk pundak sang istri. Ailin merasa senang melihat perhatian-perhatian kecil yang sering diberikan oleh lelaki itu kepadanya seperti saat ini.
Tidak ada jawaban dari Radja setelah dia mendengarkan penjelasan dari sahabatnya tersebut pria itu terdiam seakan sedang memikirkan kejadian di masa lalunya dulu yang menelantarkan sang Istri. Bahkan sekarang saat Radja ingin memiliki keturunan dengan istri keduanya pria itu justru belum mendapatkan kesempatan tersebut.
Adam dan Ailin keluar dari ruangan itu menuju ke ruangan Sani. Meninggalkan Radja yang masih bengong dengan sejuta kenangan di pikirannya. Pak Ray masuk kedalam ruangan itu, ruangan di mana Radja berada dia terdiam sesaat di depan pintu saat melihat Radja yang bengong seperti ini.
"Tuan muda apa yang sedang anda pikirkan?" tanya Pak Ray hormat. Dia sudah melupakan kejadian di masa lalu hanya saja menjaga kehidupan majikannya itu adalah hal yang tidak bisa dia abaikan begitu saja.
Mengeleng-ngelengkan kepalanya pelan, "Eh Pak Ray. Aku tidak memikirkan apapun," menjawab dengan gelagapan.
"Pak Ray. Sejak kapan kamu berada di dalam ruangan ini?" tanya Radja binggung sebab dia tidak menyadari kehadiran Pak Ray sebelumnya.
"Baru saja," menjawab singkat. "Saya dengar anda akan berkerja sama lagi dengan Tuan muda Adam?" tanya Pak Ray sembari berdiri di hadapan Radja yang masih mendudukkan tubuhnya.
_ _ _
Sore hari ini Ailin, Adam, Pak Ray dan juga Sani berencana berkunjung ke rumah Radja yang ada di pusat kota kira-kira jarak yang merek tempuh menghabiskan waktu 30. menit saja jika dari perusahaan milik Adam.
Pak Ray membunyikan klakson mobilnya ketika berada di luar gerbang rumah tersebut. Seorang satpam segera membukakan gerbang tersebut dengan mengunakan remote control yang dia pegang.
Radja dan juga Holly segera keluar dari rumahnya setelah mereka mengetahui jika tamu yang mereka tunggu sudah datang. Setelah mobil berhenti di depan teras rumah tersebut semua orang yang ada di dalam mobil segera turun dan mereka bersalaman dengan bergantian. Saat Radja menjabat tangan Ailin. Pria itu menggenggam tangannya dengan begitu lama sehingga Ailin harus menarik tangan tersebut agar bisa terlepas. Adam yang menyadari akan hal itu langsung menaruh tangannya di pundak sang istri sembari berbisik.
"Jangan takut. Mas akan selalu ada di sampingmu, kau percaya padaku?" tanya Adam dengan seulas senyuman manis.
"Aku sangat percaya," jawab Ailin mantap tanpa keraguan di wajahnya sedikitpun.
"Ini baru Istriku," jawab Adam gemas sembari mencolek hidung sang istri mesra.
"Mas. Di lihat semua orang," ucap Ailin malu bahkan semburat merah terlihat begitu jelas di wajahnya.
"Cie. . . yang masih nuansa pengantin baru maunya dekat saja ngak mau pisah," goda Sani. Jika sudah berada di luar kantor Sani akan mengatakan apapun yang dia inginkan selama itu masih dalam batas sopan.
"Hiss. . .tutup mulutmu itu," hardik Ailin kesal.
Semuanya terkekeh melihat sikap Ailin yang malu-malu tapi hanya ada satu orang yang tidak bergeming siapa lagi kalau bukan Radja orangnya.
"Ayo kita masuk kedalam! Aku sudah menyiapkan banyak makanan Indonesia loh," ajak Holly dengan senyuman manis tersungging di bibirnya.
"Mbak. Memangnya kamu bisa masak makanan khas Indonesia?" tanya Sani yang penasaran. Sani memang orangnya suka ceplas-ceplos dia akan mengatakan apa yang ada di pikirannya tanpa ada yang di tutupi sedangkan Ailin lebih suka berbicara sesuatu hal yang terkesan penting saja tidak suka kepho seperti yang sering di lakukan oleh sahabatnya itu.
"Aku pesan tadi ehehe," balas Holly dengan tersenyum kuda.
Ailin melihat setiap sudut rumah ini. Rumah yang dulu pernah dia tempat bersama Radja waktu masih menjadi suaminya bahkan bayangan tentang Ibunya Radja yang begitu baik hati masih tersimpan dengan rapi di memori internal otaknya. Semenjak memasuki gerbang utama rumah ini Ailin seperti merasakan Dejavu semua ingatannya berputar kembali seperti sebuah kaset lama yang di gunakan lagi membuat keringat dingin mengucur di jidat Ailin.
Mungkin Ailin terkesan berlebihan tapi percayalah tidak mudah kehilangan seorang anak yang sudah dalam usia besar di dalamnya kandungannya apa lagi dengan sikap mantan suami yang begitu menyiksanya bahkan memperlakukan dirinya begitu rendah dari pada hewan itu tidak mudah di jalani apa lagi saat itu usia Ailin masih sangat mudah sehingga meninggalkan trauma sendiri di hatinya sampai kini.
"Tenanglah. Sayang aku adalah masa depanmu, lupakan semuanya hal buruk yang terjadi di masa lalu kamu demi aku," bisik Adam sembari menurunkan tangannya yang tadi ada di pundak sang istri kini berpindah melingkarkan ke pingangnya untuk menunjukkan jika hanya dia saja yang harus di pikirkan oleh wanita di sampingnya ini.
Jadi nikmatilah buah dari apa yg kau perbuat sama Ailin ok!! Hareudang..hareudang..hareudang panas panas panas.....nih lagu wat Radja ketika liat kemesraan Aili. dan Adam.
Aku setuju dengan pernikahan Ailin dan Adam, bayangin aja suami bawa pacarnya kerumah terus dia berhubungan intim dan istrinya diabaikan padahal baru melahirkan dan kehilangan anaknya. Iiuuhhh jijik .... suami abis celap celup sama pacarnya terus pengen pertahanin penikahannya?? gak semua wanita mau menerima suami seperti itu ya, mending pergi aja relakan suaminya sama selingkuhannya bersama kan cocok tuh pasangan lalat dan sampah.
mana yang benar Holly cinta deri atau raja
ada bab Holly seperty udah sangat jatuh cinta sama deri hingga tidak mau pisah dari deri tapi di bab lain dijelaskan deri hanya pelampiasan dan dia masih sangat cinta dengan raja, puyeng gua
kenapa ga sendiri aja ya.....
maaf kalo lancang.....
selamat buat Ailin dan adam
raja....... gigit jari
selamat buat Adam....