Gavin terpaksa harus menelan Pil pahit,ketika ia tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk menikahi sang kekasih yang sudah dipacarinya selama 4 tahun.karna orang tua seila sang kekasih meminta mahar yang besar yang tidak bisa dipenuhi oleh Gavin.
ditengah kegalauannya orang tua Gavin malah semakin mendesak anaknya untuk menikahi anak dari sang sahabat karna merasa berhutang janji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab31
"Kamu yakin yun.mau turun disini ? Ini masih jauh loh dari rumah kamu."
" Ia aku turun disini saja.aku ada urusan sebentar."
" Memangnya kamu ada urusan apa? Biar aku temani atau aku tunggu kamu disini saja."
" Seriusan Lin kamu tunggu aku."
" Tentu aku akan menunggumu pergilah.aku akan menunggumu disini."
Yuna beranjak dari hadapan alina,ia terlihat berjalan kearah rumah sederhana.
Alina masih disana menatap Yuna dengan wajah bingungnya,dia juga tidak tahu Alina masuk kedalam rumah itu hendak bertemu dengan siapa?
Tok tok tok
" Bapak apa bapak ada didalam."
Uhuk uhukk uhukkkk
Suara batuk terdengar.
Yuna segera mamembuka pintunya. Netranya langsung tertuju pada pak Rusli yang sedang terjatuh dilantai.yuna segera berlari membantu pak Rusli.
" Yaampun pak.kenapa bapak sampai begini?"
" Kepala bapak sakit sekali."
" Yuna antar bapak kerumah sakit ya!"
" Tidak usah Yuna,bapak tidak apa apa."
" Bagaimana bisa bapak bilang tidak apa apa.ini bapak sampai jatuh loh,badan bapak juga panas banget lagi.
Diluar Alina sudah merasa gelisah karena tak kunjung melihat Alina segera keluar dari rumah itu.
" Apa sih yang dilakukan Yuna didalam sana kenapa dia lama sekali?"
Dari kejauhan netra Alina tidak sengaja menangkap mobil sport berwarna hitam.
" Itukan mobil tuan Jeff."
Yuna turun dari motornya ia merapikan rambut, pakaiannya yang sama sekali tidak berantakan.
Mobil sport itu perlahan medekat kearahnya.alina melambai lambaikan tangan berharap mobil hitam itu berhenti.
" Tuan sepertinya perempuan itu butuh bantuan.bukankah perempuan itu karyawan dicafe ewana teman dari perempuan yang sering tuan suruh membuat kopi untuk tuan."
" Hentikan mobilnya."
Bimo menatap Jeff dari kaca spion dengan tatapan aneh karna untuk pertama kalinya ia mau menghentikan mobilnya demi orang lain.
" Yess." Ucapnya Ketika mobil itu benar benar berhenti didepanya.
Kaca mobil Turun perlahan Bimo asisten Jeff mendongah menatap Alina sedangkan Jeff diam tatapannya tetap lurus kedepan.
" bisakah saya meminta bantuan motor saya mogok dan jalanan disini terlihat sepi." Ucapnya berbohong.
Jeff mengedipkan bahu dari balik kaca spion Jeff menatap hal itu seolah menjadi perintah untuknya.
" Naiklah." Ucap Bimo kemudian singkat sangat jelas terlalu jelas untuk membuat seorang Alina ingin berteriak sekencang mungkin.tapi ia berusaha meredam perasaan bahagia yang bergejolak didalam hatinya.
Dengan penuh semangat Alina naik kekursi penumpang tentu saja ia langsung duduk didekat jefff.
" Oh tuhan jika ini hanya mimpi aku rela tidak bangun selamanya."
" Hmmm."
Dehemen dari Jeff membuat Alina memperbaiki duduknya.
Hening
Dalam perjalanan tidak ada suara yang mereka ciptakan.hanya sebuah lirikan mata dari Alina yang membuat Jeff sangat tidak nyaman dengan hal tersebut.
Bimo menginjak remnya secara mendadak ketika seorang pengendara motor ugal ugalan tiba tiba melintas didepannya.
Hingga membuat Alina terjatuh dipangkuan jeff.dengan posisi ia tertidur diatas pangkuan jeff. Netra mereka saling bertemu nafasnya terengah engah jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
" Oh tuhan bau tubuhnya harum sekali tuan Jeff semakin terlihat ganteng jika dilihat lebih dekat lagi."
Merasa geram dengan Alina yang malah terpaku dipangkuannya.akhirnya Jeff menarik tubuh Alina bangkit dari pangkuannya dengan kasarnya.
" Maafkan saya tuan.saya tidak sengaja."
Tidak ada jawaban dari Jeff ia terlihat merapikan kemejanya yang sedikit kusut.
Hingga mobil Jeff berhenti didepan rumah Alina.
Sebelum turun dari mobil jeff alina meraih sebuah tas yang berada disampingnya.
" Terimakasih tuan karena sudah mengantar saya."
Tatapan Jeff tetap lurus kedepan, Lagi dan lagi Jeff enggang menanggapi setiap pertanyaan yang keluar dari mulut Alina.
Saat mobil itu melaju Alina menepuk jidatnya.
" Astaga motor aku.bagaimana caranya aku kesana mengambil motor ku bagaimana jika seandainya motor aku sudah dicuri oh tuhan."
si jef jangan oon ya
oyo yuna semanagt
jef jangn oon jd ceo
lanjut thor ❤️❤️❤️❤️👍👍👍
semangat thor 👍👍👍👍👍