NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayang-Bayang dari Barat

Dunia masih merayakan kepahlawanan di Timur, namun di Istana Matahari Kekaisaran Berline, atmosfernya tidak dipenuhi sorak-sorai. Tidak ada musik instrumen atau jamuan mewah para bangsawan. Yang terdengar hanyalah suara ketikan mesin tik yang monoton dan langkah sepatu bot militer di atas lantai marmer yang kini bersih dari noda darah.

Di balkon utama yang menghadap ke ibu kota, seorang pria berdiri diam. Namanya adalah Aris, sang Pimpinan CIO. Di usia 37 tahun, gurat wajahnya menyimpan keletihan dari dua dunia; dunia lamanya yang penuh beton dan kabel, serta dunia ini yang penuh sihir dan kemunafikan.

"Lapor, Direktur," suara seorang pria dengan seragam abu-abu gelap yang kaku berdiri di belakangnya.

"Proses pembersihan di Sektor 4 selesai. 120 bangsawan yang menolak menyerahkan aset tanah mereka telah diproses. Administrasi kini sepenuhnya di bawah kendali Departemen Logistik CIO."

Aris tidak menoleh. Ia mengembuskan asap cerutunya ke udara Barat yang dingin. "Berapa banyak gandum yang kita amankan dari lumbung mereka?"

"Cukup untuk memberi makan seluruh rakyat Berline selama dua musim dingin, Sir. Rakyat mulai tenang. Mereka lebih peduli pada perut yang kenyang daripada kepala ksatria yang dipenggal."

Aris tersenyum tipis, sebuah senyum sinis. "Manusia di dunia ini terlalu sibuk menyembah Holy Crest dan dewa-dewa mereka, sampai lupa bahwa perut adalah tuhan yang paling jujur. Bagaimana dengan departemen riset?"

"Prototipe senapan bolt-action seri pertama sudah melewati uji coba. Unit alkimia telah berhasil menstabilkan fulminat merkuri untuk primer peluru. Kita siap memproduksi massal dalam tiga bulan."

"Bagus," Aris berbalik, matanya yang dingin menatap peta dunia di atas meja.

"Biarkan Timur dan Utara saling membantai dengan pedang dan sihir mereka yang lambat. Saat mereka sadar dunia telah berubah, kita sudah akan berdiri di atas puncak industri yang tidak bisa mereka pahami."

Sementara itu, ribuan mil di Timur, di Dataran Welcon, kenyataan masih berjalan dengan cara yang lama.

Pasukan Aliansi yang tadinya merajalela di Barloa kini kocar-kacir. Kedatangan Count Carlosc dengan 30.000 pasukan segar dari Federasi menjadi hantaman palu yang menghancurkan moral musuh. Kavaleri berat Federasi menerjang sisa-sisa infanteri Aliansi yang terjepit di antara dinding kota dan sungai.

"Jangan biarkan mereka mengatur barisan! Dorong mereka kembali ke rawa!" teriak Count Carlosc dari atas kuda perangnya yang perkasa.

Kaelen, yang kini sudah mendapatkan perawatan medis darurat, berdiri di atas tembok kota yang hancur. Ia melihat pemandangan itu dengan perasaan campur aduk. Barloa berhasil dipertahankan. Musuh terpukul mundur sejauh lima puluh mil ke wilayah netral. Namun, di matanya, ini hanyalah kemenangan sementara.

"Mereka akan kembali, bukan?" tanya Elara yang berdiri di sampingnya, memegang perban di lengannya.

"Aliansi tidak akan berhenti hanya karena satu kekalahan di Barloa," jawab Kaelen berat.

"Tapi lihatlah..."

Kaelen menunjuk ke arah pasukan Count Carlosc yang sedang mengumpulkan zirah dan senjata musuh sebagai piala kemenangan.

"Kita masih berperang untuk kehormatan dan wilayah. Tapi surat yang kau baca tadi... tentang CIO di Berline... itu terasa berbeda.

Mengeksekusi lima ribu bangsawan bukan sekadar kekejaman perang, Elara. Itu adalah penghapusan sebuah tatanan."

Tiba-tiba, seorang kurir militer berlari menuju mereka dengan wajah panik, melewati barisan ksatria yang sedang bersorak.

"Laporan darurat untuk Komandan Kaelen dan Count Carlosc!" teriak kurir itu.

"Kerajaan Azof di perbatasan Barat telah menyatakan perang terhadap kita! Mereka mengklaim bahwa Federasi telah bersekutu dengan 'Pemberontak Berline'!"

Kaelen tertegun. Diplomasi dunia baru saja hancur. Aliansi dan Federasi yang sedang berperang kini ditarik ke dalam pusaran konflik baru yang melibatkan kekuatan yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.

"Satu masalah selesai, seribu masalah muncul," gumam Kaelen sambil menatap ke arah Barat, di mana matahari terbenam dengan warna merah yang menyerupai darah.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!