NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa NPC Ke Berbagai Dimensi

Perjalanan Dewa NPC Ke Berbagai Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Sistem / Menjadi NPC / Mengubah Takdir
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: AHMU

Di seluruh alam semesta ini banyak sekali mahkluk hidup, termasuk manusia. Tapi ini bukan tentang kisah manusia melainkan kisah sang NPC Dewa yang berkelana ke berbagai Dimensi dan bertemu banyak makhluk hidup, YA anda tidak salah baca! Disini memang akan menceritakan NPC Dewa.
Kisahnya berawal dari dimensi (dunia) para dewa mulai hancur gegara kekuatan misterius yang membuat retakan besar dan banyak di dimensi para dewa.
Bagaimana para dewa bisa mengembalikan dimensi mereka menjadi utuh kembali?
Segera baca novel ini untuk mendapatkan lanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AHMU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENEMUAN YANG MENGEJUTKAN

{Masih Side Story Arelia dan Kenji}

*Dilangit*

Hembusan angin yang lembut menerpa rambut Arelia, seakan ada tangan yang mengelus-elus rambut Arelia dengan pelan. Awan yang putih dilewati oleh Arelia dengan naganya. Pemandangan yang terlihat oleh Arelia sangat lah indah, Awan yang seperti bisa di injak tersusun rapi bagai tanah yang menopang kehidupan semua makhluk hidup, matahari yang seakan dekat dengan mereka memancarkan cahaya hangat sampai ke badan.

Langit biru dengan bintang yang semakin terlihat jelas dari ketinggian memperlihatkan keindahan tersendiri dari alam semesta.

Namun, keindahan itu hilang seketika karena Arelia sudah sampai di perbatasan selatan. Tanah yang retak dengan disertai hancur membuat siapa saja akan terhimpit kedalam tanah karena itu, bola-bola api dan panah api berterbangan kemana-mana seakan itu bisa menjadi serangan nyasar, bahkan terdapat angin topan kecil yang bisa menerbangkan seseorang.

Arelia dengan hati-hati mengendalikan naganya untuk menghindari setiap serangan yang mengarah padanya. Dengan belokan penuh belokan Arelia terus menghindar hingga akhirnya ia sampai di tembok perbatasan yang sudah mau runtuh.

Arelia bergegas mencari pemimpin pasukan manusia yang berjaga disini. Namun, dia tak menemukannya. Arelia pun berinisiatif untuk membantu dengan terjun kebawah dari tembok perbatasan.

Ketibaan Arelia yang menggemparkan lantas menarik perhatian pasukan iblis dan manusia, dengan cepat pasukan iblis menyerbu Arelia dengan iblis tingkat rendah yang berzirah lusuh.

Dengan sekali serangan Arelia menyapu bersih iblis disekitar. Para Iblis yang melihat itu hanya terdiam meneguk air liur nya. Tapi tanpa aba-aba mereka ditebas oleh Arelia dengan cepat sebelum mereka menyadarinya.

Sorak Sorai dari para prajurit yang hanya menyisakan kurang dari seratus orang. Sebuah harapan yang awalnya padam, Akhirnya kembali bangkit didalam hati mereka karena kedatangan Arelia ke perbatasan selatan.

"Hebat sekali! Memang sudah seharusnya menjadi pemimpin kita, Benar, 'kan semuanya!!!" Ucap dari salah satu prajurit yang sudah terluka di lengannya yang hampir putus.

"Yaaaa! Kalau saja tidak datang, pasti kami semua akan mati disini." Ucap prajurit yang terluka dibagian kaki yang sudah patah.

Arelia pun berjalan ke salah satu prajurit dan bertanya, "Kemana pemimpin kalian?"

"Pemimpin kami pergi ke wilayah iblis untuk menyerbu kamp para iblis yang memulihkan diri, bersama para prajurit elite." Ucap prajurit yang lengannya hampir putus, hanya menyisakan beberapa pembuluh darah yang masih menyambung. Lengan yang tak bisa digerakkan hanya bisa melayang layang di udara.

Melihat hal itu, Arelia meminta untuk pergi ketempat aman untuk memulihkan lengannya, "Cari tempat yang aman, dan pulihkan luka-luka kalian dengan sebotol air penyembuh ini."

Para prajurit pun berjalan mencari tempat aman untuk mereka menyembuhkan luka mereka.

Merasa area sekitar sudah aman, Arelia bergegas memasuki wilayah iblis untuk mencari pemimpin pasukan manusia. Wilayah iblis yang kering dan tandus hanya Arelia lewati, hingga Arelia sampai ditempat yang banyak bebatuannya.

Arelia yang melihat itu dibuat tidak percaya karena Seakan-akan Arelia dibawa ketempat yang berbeda. Arelia menengok kebelakang tapi jalan yang ia lalui sudah berbeda dari sebelumnya. Merasa ada yang tidak beres, Arelia mundur perlahan kebelakang dan mencoba kembali, Tapi sayangnya Arelia gagal. Arelia yang sudah mengambil jalan kembali malah kembali ketempat bebatuan yang ia lihat sebelumnya.

Merasa bingung, Arelia memutuskan untuk memanggil bantuan dari batu yang bersimbol bintang. Untungnya Arelia sebelum berangkat telah mempersiapkan semua perlengkapan dengan cermat. Dia pun menggenggam batu itu kuat-kuat hingga pecah.

Arelia hanya bisa menunggu bala bantuan tiba. Tapi Arelia masih penasaran, "Akan sampai Kemana jika aku mengikuti jalan bebatuan ini?" Karena rasa penasaran yang tinggi, Arelia akhirnya menelusuri jalan bebatuan itu.

*Dilangit, Tempat Kenji saat ini*

Dengan naga yang terbang secepatnya, Kenji bergegas menuju perbatasan selatan untuk membantu Arelia.

*Sampai di perbatasan*

Dengan cepat Kenji turun dari naganya, Kenji melihat sekitar dan tidak menemukan siapapun disana, hanya ada keheningan akibat pertarungan saja.

"Woooooiiiiii! Apa ada orang!!!!! Tolong jawab jika ada yang mendengar kuuuu!" teriak Kenji yang mencoba menemukan seseorang, namun sayangnya tidak ada yang menjawab panggilan Kenji.

"Apakah aku terlambat?" Kenji berusaha menemukan seseorang dengan menyusuri sekitar sambil berteriak keras.

Sampai batu simbol bintang miliknya bergerak, "Apakah ini tanda meminta bantuan!? Apa mungkin ini dari Arelia? Aku harus cepat menemukannya." Kenji pun melempar batu simbol bintang itu. Batu itu pun melayang di udara dengan getaran yang masih terjadi.

"Cepat cari kan keberatan Arelia untuk ku." Tanpa basa-basi batu itu langsung melesat menuju arah yang Arelia pernah lalui. Kenji pun tanpa basa-basi juga langsung mengejar batu itu.

*Ditempat Arelia saat ini*

Arelia yang terus menelusuri jalan bebatuan hingga kehutan akhirnya sampai disebuah tempat dengan cahaya yang bersinar terang dihutan. Arelia mencoba mendekati cahaya itu, Lalu betapa terkejutnya ia melihat kalau cahaya itu terpancar oleh benda misterius yang berada ditengah-tengah hutan.

Benda itu memancarkan cahaya yang menyilaukan, sampai mata Arelia tak bisa menahannya. Arelia pun menggunakan kacamata gelap untuk bisa melihat benda apa itu sebenarnya.

Dengan langkah pelan Arelia mendekati benda misterius itu dan mengelilingi nya. Dan terlihat kalau dibelakang benda itu tidak ada apa-apa, hanya ada benda melingkar yang memancarkan cahaya yang menyilaukan.

Arelia memegangi dagu nya dan mengerutkan kening nya, "Benda apa ini?" Arelia hanya bisa terdiam didepan benda misterius itu.

Di tengah diamnya itu, Arelia dikejutkan dengan suara yang datang dari arah belakangnya dan mencoba berbalik. Tapi tanpa disangka suara itu ternyata adalah Kenji yang sedang berlari mendekat kearah Arelia tanpa bisa memberhentikan tubuhnya yang masih berlari.

Merasa kecepatan Kenji yang terlalu cepat, Arelia langsung memasang pelindung, bersiap menghadapi tubrukan.

Dan benar saja, Kenji yang berlari terlalu cepat membentur Arelia dengan kuat, sehingga mendorong keduanya masuk kedalam benda misterius itu yang sebenarnya ada portal menuju dimensi lain.

Kenji dan Arelia yang masuk kedalam portal itu melihat kalau didalam portal itu seakan ada ruang lain yang tidak stabil. Bagai ruang padat berwarna-warni tapi juga seperti slime yang ber lorong panjang, mengarahkan mereka ketempat yang tidak mereka ketahui.

Tubuh mereka hanya bisa terombang-ambing diruang yang tidak ada gravitasi, mereka hanya bisa berpegangan tangan untuk memastikan keselamatan mereka. Sampai pada akhirnya mereka melihat ujung dari lorong aneh ini.

Cahaya menyilaukan menyinari mata mereka sehingga kedua tak bisa melihat apa-apa. Beberapa detik kemudian cahaya mulai mereda dan mereka akhirnya membuka mata mereka. Terlihat disana hanya ada pepohonan dan sungai kecil. Tapi, pepohonan disana tidak seperti yang ada ditempat mereka, disana pepohonan nya jika dipegang seakan keras tak lembut seperti halnya daun pada umumnya.

Karena merasa disana agak gelap jadi mereka berjalan mengikuti arus air yang sedikit bercahaya. Arus itu pun menggiring mereka melihat hal yang tak terduga.

Benda-benda asing yang belum pernah mereka lihat sebelumnya ada dimana-mana. Tempat asing membuat mereka tidak nyaman, sehingga mereka berjalan kembali kedalam hutan.

Tapi, saat mereka mulai memasuki hutan, tiba-tiba ada sesosok bayangan yang mulai keluar dari gelap. Kunang-kunang mulai mendekati sesosok itu sehingga terlihat siapa sebenarnya sesosok itu.

Sesosok itu membawa pedang dan rantai, lalu mulai mendekati mereka dan mengatakan sesuatu, "Sepertinya ada mainan baru untuk dilatih disini!" dengan rantai yang panjang dan pedang sesosok itu berjalan.

Karena merasa takut, Kenji dan Arelia mundur beberapa langkah.

Dan...........(Tunggu rilisan novel tersendiri dari Kenji dan Arelia yang telah memasuki dimensi modern. Apakah mereka akan selamat? Tunggu rilisan nya ya 😉 sampai berjumpa di side Story yang lain lagi)

1
Akina
Jadi terinspirasi untuk menulis sendiri.
Odalis Pérez
Keren banget sih, Plot twist-nya bikin baper!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!