Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.
Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.
Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.
Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.
Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25 MELARIKAN DIRI DARI BAYANG-BAYANG
Sofia masih hamil dan belum melahirkan anak-anak mereka. Ia harus berhati-hati dalam menghadapi situasi yang semakin genting dengan Jabez Ezaz yang semakin dekat dengan menemukan mereka.
Sofia terus berjuang untuk menyembunyikan identitas mereka dan memulai hidup baru, sambil menghadapi tantangan kehamilan dan persalinan yang akan datang. Ia tahu bahwa Jabez Ezaz tidak akan menyerah dan akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kembali apa yang ia rasa miliknya.
Sofia harus berhati-hati dan tidak membiarkan Jabez Ezaz mengetahui tentang keberadaan mereka. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Jabez Ezaz mengetahui tentang kehamilannya dan menemukan mereka.
Sofia berharap bahwa ia bisa menemukan tempat yang aman untuk melahirkan dan memulai hidup baru dengan bayinya, jauh dari pengaruh negatif Jabez Ezaz. Tapi, Jabez Ezaz semakin dekat dengan menemukan mereka.
Sofia terus berlari dengan napas yang terengah-ungah, berusaha untuk menjauhkan diri dari Jabez Ezaz dan anak buahnya. Ia tahu bahwa ia harus berhati-hati dan tidak membiarkan mereka menemukan dirinya, terutama dalam keadaan hamil seperti ini.
Sofia akhirnya menemukan sebuah tempat yang aman untuk bersembunyi, sebuah motel kecil di pinggiran kota. Ia membayar kamar dengan uang tunai dan tidak memberikan identitas palsu, berharap bahwa Jabez Ezaz tidak akan dapat menemukannya.
Sofia mengunci pintu kamar dan berusaha untuk menenangkan diri. Ia tahu bahwa ia harus kuat untuk bayi yang dikandungnya. Ia mengambil napas dalam-dalam dan berusaha untuk berpikir jernih.
Sofia tahu bahwa ia tidak bisa tinggal di sini terlalu lama. Jabez Ezaz pasti akan mencari dirinya dan tidak akan menyerah sampai ia menemukannya. Sofia harus berpikir tentang bagaimana cara untuk memulai hidup baru dan melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Sofia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah buku telepon. Ia mencari nomor dokter kandungan yang bisa membantunya dalam proses persalinan nanti. Ia tidak bisa pergi ke rumah sakit umum karena takut Jabez Ezaz akan menemukannya di sana.
Sofia akhirnya menemukan nomor dokter kandungan yang bisa membantunya. Ia menghubungi dokter tersebut dan membuat janji untuk bertemu. Sofia berharap bahwa dokter ini bisa membantunya dalam proses persalinan dan memberikan perlindungan untuk dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Tapi, Jabez Ezaz tidak akan menyerah begitu saja. Ia memiliki sumber daya dan jaringan yang luas untuk mencari Sofia dan mendapatkan kembali apa yang ia rasa miliknya.
Apakah Sofia bisa melindungi dirinya dan bayi yang dikandungnya dari Jabez Ezaz.
Sofia menghubungi dokter kandungan yang telah dipilihnya dan membuat janji untuk bertemu.
"Selamat pagi, saya ingin membuat janji dengan dokter," kata Sofia dengan suara yang lembut.
"Baik, silakan beritahu saya nama dan tanggal lahir Anda," jawab resepsionis.
"Saya... saya tidak ingin memberikan nama saya. Saya ingin membuat janji secara anonim," kata Sofia dengan suara yang bergetar.
Resepsionis terdiam sejenak sebelum menjawab, "Baik, saya paham. Dokter akan menerima Anda dalam 30 menit. Silakan datang ke alamat ini."
Sofia mengangguk dan mencatat alamat yang diberikan. "Terima kasih banyak. Saya akan datang."
Setelah itu, Sofia menuju ke alamat yang diberikan dan bertemu dengan dokter kandungan yang ramah dan profesional.
"Dokter, saya membutuhkan bantuan Anda. Saya hamil dan saya tidak ingin orang lain mengetahui tentang keberadaan saya," kata Sofia dengan suara yang lembut.
Dokter mengangguk dan tersenyum. "Jangan khawatir, saya akan menjaga kerahasiaan Anda. Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu Anda?"
Sofia menjelaskan situasinya dan dokter mendengarkan dengan seksama. "Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu Anda. Tapi, saya perlu tahu lebih banyak tentang situasi Anda. Siapa yang Anda takuti?"
Sofia ragu sejenak sebelum menjawab, "Saya takuti suami saya. Ia... ia tidak baik bagi saya dan bayi saya."
Dokter mengangguk dan memegang tangan Sofia. "Jangan khawatir, kami akan menjaga Anda dan bayi Anda aman."
Sofia merasa sedikit khawatir ketika perawat yang memeriksa dirinya terlihat seperti mengenalinya. Perawat itu tersenyum dan mengangguk, tapi Sofia bisa melihat sedikit keraguan di matanya.
Setelah perawat itu meninggalkan ruangan, Sofia merasa tidak tenang. Ia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa perawat itu akan membocorkan keberadaannya kepada Jabez Ezaz.
Sofia memutuskan untuk berbicara dengan dokter tentang kekhawatirannya. "Dokter, saya ingin bertanya sesuatu. Apakah saya aman di sini? Apakah ada kemungkinan bahwa perawat yang memeriksa saya tadi akan membocorkan keberadaan saya kepada... seseorang?"
Dokter mengangguk dan tersenyum. "Jangan khawatir, kami telah memeriksa latar belakang semua staf kami. Mereka semua adalah orang-orang yang tepercaya."
Tapi, Sofia tidak sepenuhnya yakin. Ia memutuskan untuk meminta dokter untuk memindahkan perawat yang memeriksa dirinya tadi dari jabatannya.
Sementara itu, perawat yang memeriksa Sofia tadi sedang berbicara dengan seseorang di telepon. "Saya rasa saya tahu di mana dia berada. Saya melihatnya di rumah sakit hari ini."
Suara di ujung telepon terdengar sangat senang. "Bagus! Beritahu saya di mana dia berada. Saya akan mengirimkan seseorang untuk menjemputnya."
Perawat itu tersenyum dan memberikan informasi tentang lokasi Sofia. "Dia berada di ruang rawat inap nomor 304. Tapi, saya harus berhati-hati. Dokter yang merawatnya terlihat sangat protektif terhadapnya."
Suara di ujung telepon terdengar dingin. "Jangan khawatir tentang dokter itu. Saya akan menangani semuanya."
Perawat itu mengakhiri percakapan dan meninggalkan ruangan, tidak menyadari bahwa keputusannya untuk membocorkan keberadaan Sofia akan membawa konsekuensi yang sangat besar.
Sementara itu, Sofia masih merasa tidak tenang. Ia memutuskan untuk berbicara dengan dokter tentang keinginannya untuk meninggalkan rumah sakit lebih awal.
"Dokter, saya ingin meminta maaf, tapi saya rasa saya tidak bisa tinggal di sini lebih lama lagi. Saya merasa tidak aman," kata Sofia dengan suara yang bergetar.
Dokter mengangguk dan memahami kekhawatiran Sofia. "Baik, saya akan membantu Anda untuk mempersiapkan semuanya. Tapi, Anda harus berjanji untuk mengikuti instruksi saya dan menjaga diri Anda dengan baik."
Sofia mengangguk dengan bersemangat. "Saya berjanji, dokter. Saya akan melakukan apa saja untuk melindungi diri saya dan bayi saya."
Dokter tersenyum dan memanggil perawat lain untuk membantu mempersiapkan Sofia untuk meninggalkan rumah sakit.
Tapi, tidak ada yang menyadari bahwa Jabez Ezaz sudah berada di luar rumah sakit, menunggu kesempatan untuk menangkap Sofia. Ia telah menerima informasi dari perawat yang membocorkan keberadaan Sofia dan sekarang ia siap untuk mengambil apa yang ia rasa miliknya.
Sofia dan dokter tidak tahu bahwa mereka sedang berjalan menuju bahaya yang sangat besar.
Apakah Sofia bisa melarikan diri dari Jabez Ezaz kali ini.