"sebenarnya disini yang mesum siapa Aku atau kamu ,honey"! tanya bhara laki laki yang kini sedang mengungkung tubuh Zahra ,gadis berusia 18 tahun yang baru saja lulus sekolah.
Zahra terdiam ,sungguh kali ini dia tidak bisa berkutik ketika bhara menindihnya saat ini, gadis yang selalu penasaran dengan rasanya bercinta ,sepertinya akan merasakannya di bawah belenggu serangan CEO posesif yaitu tuan bhara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apisode 27
Om...!!
Bhara hanya melirik sekilas kepada gadis di sampingnya yang sedang memanggil nya.
Beberapa kali dia katakan jika dia tidak suka di Panggil om,tapi tetap saja gadis kecilnya selalu memanggil namanya om dan om.
"Kenapa sih laki laki satu ini,mood nya suka sekali berubah ubah,sudah kalah kalah orang datang bulan saja".
Batin Zahra yang masih menunggu jawaban atas panggilan nya.
"Ya tuhan"!!
Barulah Zahra ingat sesuatu.
"Mas.!!
Panggil Zahra lirih..
Dengan tatapan penuh pesona bhara pun melihat ke arah Zahra.
" Bisakah aku meminta tolong"!?
" Dengan senang hati"!!
Sahut bhara dengan senyum yang sudah mengembang di wajah tampannya.
"Anjirr,kalau kayak gini bisa klepek klepek di tempat aku,tampan sekali sih"!?
Batin Zahra yang malah lupa dengan apa yang ada di otaknya tadi.
Cetak"!!
"Jangan memandangiku,atau kamu akan jatuh cinta padaku"?!
Kata bhara sambil menyentil kening Zahra dengan kedua jarinya.
"Ciih, pede sekali "!!
Batin Zahra sambil memalingkan pandanganya.
"Katakan apa maumu"!?
Bisik bhara yang kini sudah mendekatkan wajahnya ke arah gadis di hadapannya itu.
"Aku,aku ingin tahu tentang kak Martin"!!
Kata Zahra secepat kilat sambil memundurkan badanya yang sudah akan di Pepet oleh duda satu itu .
"Apaa"!!
Pekik bhara , seketika menegak kan kembali tubuhnya yang sudah akan menyosor gadis di hadapannya itu.
"Apa hubunganmu dengan sekertaris sialan itu"!?
Tanya bhara dengan nada yang sudah berubah,wajah Wang mulai memerah dan rahang yang sedikit mengeras,kini pandanganya pun lurus kedepan tanpa melihat ke arah Zahra .
Zahra hanya bisa melongo melihat perubahan laki laki tampan tersebut..
"Apa dia sedang marah,dan kenapa dia marah, salahku di mana kah."!?
Batin Zahra bertanya tanya.
"Hemmm"!!
Kata bhara yang tak kunjung mendapat jawaban dari Zahra yang malah sibuk melamun sendiri.
"Itu,mbak sinta sangat menyukai kak Martin,apa anda bisa membantu saya"!
Bhara pun menoleh ke arah Zahra dengan alis yang sudah terangkat satu.
Zahra hanya mengangguk,,
"Sumpah mau marah,mau senyum ,mau tampan mesum pun memang dia sangat tampan ".
Hahaa, seperti nya Zahra sudah mulai tertarik dengan om duda tampan satu itu.
" Ada syaratnya"!
Kata bhara akhirnya dengan senyum yang menyeringai..
"Hah,syarat,,"!
"Hemmm"!!
"Bagaimana"!?
Tanya bhara lagi saat Zahra tak kunjung menjawabnya.
"Baiklah,apapun syaratnya,tapi anda yakin kan jika bisa membuat kak Martin melihat kakak ku"!
"Hanya melihat,bukanya Martin tidak buta ya"!
Bugh'"!!.
Zahra pun memukul lengan bhara begitu saja.
"Bodoh"!!
Batin nya kesal.
"Maksud ku ,Kaka Martin kan sudah punya kekasih,apa mungkin bisa bersama kakak ku"!?
Jelas Zahra akhirnya yang tak ingin melihat kebodohan laki laki di hadapnya ini.
"Gampang,,asal kamu mau menerima syarat dariku"
"Ok deal,,aku akan terima apapun syaratnya"!
Jawab Zahra tanpa berfikir lagi,apakah syarat yang di berikan bhara akan berar atau tidak ,semua itu tidak ada di dalam otaknya ,yang ada bagaimana caranya sang kakak bisa bersama laki laki idaman nya itu.
"Ok,,mulai sekarang kamu adalah kekasih ku,jadi jangan macam macam di luar sana apalagi dekat dengan laki laki lain selain aku"!
Jelan bhara sambil menatap serius ke arah Zahra .
Deg"!!
"Apaaa"!!
Sahut Zahra dengan mulut dan mata terbuka sempurna.
Kesempatan itu pun bhara manfaatkan sebaik mungkin.
Cup"!!
Satu ciuman mendarat tepat pada bibir Zahra yang sedang terbuka itu,dan sekilas bhara mengigit kecil bibir bawah Zahra yang masih mengangak itu.
Glek.!!
"Masuk lah kesekolah"!!
Bisik bhara tepat pada telinga Zahra,dan membuat nya tersadar ,dan lihatlah bagaimana pipi Zahra yang sudah bersemu merah,dengan jantung yang sudah seperti pemain drumband,dan tubuh yang gemetar seperti habis tersengat tegangan listrik 1000 what..
Dengan langkahnya yang sedikit gemetar Zahra harus bar bar itu turun dari mobil tanpa berpamitan,otaknya kini sedang treveling entah kemana.
"Zahra"!!
Panggil Sorang laki laki yang tak lain adalah Jerry.
"Haaa"!!
Sahut Zahra sambil menatap Jerry dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Apa kamu baik baik saja,kamu sedang sakit kah"!?
Tanya Jerry yang melihat ekspresi Zahra tidak seperti biasanya,sudah seperti gadis Ling lung yang habis kena sawan..
Eemmmm"!!
Jawab Zahra sambil menganggukkan kepalanya kecil membuat Jerry semakin bingung dengan maksud dari jawaban Zahra yang super singkat dan tidak jelas .
"Gadis nakal,,apa dia lupa dengan apa yang aku katakan tadi"!!..
Gumam bhara saat melihat seorang siswa sedang mengobrol dengan Zahra dan sesekali memegang kening Zahra.
"Awas saja akan aku beri hukuman nanti"!!
Kata bhara lagi sambil kembali menyalakan mesin mobilnya dan lanjut menuju perusahaan nya.
"Ra,are you ok"!?
Tanya Erina dan di angguki oleh Silvi.
Emmm"!!
Jawab Zahra sambil menganggukkan kepalanya.
Erina dan Silvia hanya saling pandang melihat raut wajah Zahra yang tidak seperti biasanya.
Hingga pelajaran pak Jon,si guru killer di mulai Zahra masih juga melamun tidak jelas.
"Mulai sekarang kamu adalah kekasihku"!!
Ucapan bhara sedari tadi memenuhi otaknya dan ciuman kedua tadi Masih terngiang ngiang dan menari nari pada Bena Zahra.
Tuk.tuk.tuk..
Ketukan tangan pak Jon pada meja yang sedang berdiri disamping tempat duduk Zahra,gadis itu rupanya belum menyadari jika ada pak Jon disampingnya,otaknya masih treveling ikut bersama bhara ke kantornya mungkin.
Sst,sst"!!
Silvia yang duduk di samping Zahra mencoba membuyarkan lamunan sahabatnya itu namun masih saja tidak mempan.
"Zahra,,,"!!
Pekik Erina sambil menunjuk punggungnya dengan pensil yang berada di tanganya.
"Apaa"!!
Sahut Zahra sambil menoleh ke arah Erina.
Erina pun hanya bisa menepuk keningnya sendiri saat ini..
Tuk.tuk.tuk.
Suara ketukan di meja Zahra pun mengalihkan pandanganya dari Erina.
Glek"!!
"Pa,pak Jon"!!
Kata Zahra sambil mendongak menatap guru yang juga sedang menatapnya.
"Apa ada masalah,Zahra"!?
Tanya pak Jon dengan suara mengerikan.
Dengan cepat Zahra menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu kerjakan tugas di papan itu,"!
Kata pak Jon lagi sambil menyerahkan spedol ke arah Zahra.
Dengan cepat Zahra pun mengambil spedol dari tangan pak Jon dan berdiri dari duduknya.
"Sialan,ini gara gara om mesum itu,,bisa bisanya membuat ku Ling lung tidak jelas seperti ini"!.
Umpat Zahra di dalam hatinya sambil berjalan menuju depan kelas dan mengerjakan tugas dari pak Jon.
"Untuk saja aku pintar dan cerdas"!!
Gumam nya menyombongkan diri.
Di sebuah perusahaan Aditama.
"Vin keruangan ku segera".
Kata bhara setelah sambungan dari telpon selular itu terhubung.
"Baik ,boss"!!
Jawab Kelvin bergegas keluar dari ruang kerjanya menuju ruang CEO .
"Ada perintah ,boss"!?
Tanya Kelvin yang sudah berada di depan bhara saat ini.
"Cari tahu tentang kekasih Martin"!
Kata bhara tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop di hadapannya.
"Apaa"!!
Pekik Kelvin dengan mata yang akan lompat dari tempatnya.
"Apa kau budek"!!
Sahut bhara tanpa merasa berdosa.
"For whatt,,"!?,anda mengurusi kekasih Martin segara,apa jangan jangan"!?
Kata Kelvin sambil menatap penuh curiga ke arah boss nya itu.
Hap'!!
"Untung kena"!!
Gumam Kelvin yang berhasil menangkap bolpoin yang mendarat tepat di depan wajahnya .