NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTAMA KALI DALAM HIDUPKU

Aku sejenak mencoba memastikan aroma bunga kantil itu. Aku menengok ke kanan dan ke kiri sedikit, mencari dari arah mana aroma bunga itu. Dan aku pun menengok ke belakang, hanya ada dinding pendopo serta papan tulis di sana. Kucoba acuhkan itu, kufokuskan kembali perhatianku ke Haris yang sedang membaca surat An-Naas. Ada bacaannya yang kurang tepat, aku tuntun agar kembali benar.

Saat sedikit lagi Haris selesai membaca, kembali aroma bunga kantil itu muncul. Kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Aku sampai menengok ke kanan dan ke kiri lagi. Sampai Haris memperhatikanku dan bertanya, "Bu, cari apa sih Bu?"

"Eh, gak cari apa-apa Ris, gak apa-apa kok." Jawabku.

"Dari tadi Bu Nisa tongak-tengok aja." Sahut Haris lagi.

"Ini, barusan kayak ada yang jatoh dari atas." Jawabku dengan mencoba membohongi Haris tentang apa yang aku cium sebenarnya.

"Wah, pasti itu kotoran cicak Bu, hahaha..." Jawabnya sambil tertawa kecil.

"Iya nih, cicaknya kurang kerjaan kayaknya." Aku sambil berpura-pura membersihkan pundakku.

"Hehehe... Cicaknya suka sama Bu Nisa kali tuh, cieee... Hehehehe..." Canda Haris kemudian.

"Yeeeh, sembarangan kamu Ris. Masa Ibu disukai sama cicak? Ya sudah, kamu boleh balik ke tempatmu sana. Sudah bagus bacaanmu, nanti di rumah harus kamu ulang lagi ya, jangan sampe lupa bacaan yang benernya." Jelasku.

Aku jadi terlupa dengan aroma bunga kantil barusan. Dan kulanjutkan dengan memanggil murid-murid lain untuk maju bergantian. Setoran bacaannya masing-masing.

sekitar satu jam kemudian, seluruh anak-anak sudah setoran bacaan surat An-Naas dengan baik. Kemudian aku arahkan mereka untuk bersiap ambil air wudhu di samping pendopo, untuk melaksanakan sholat Ashar bersama. Memang seperti biasa mereka pun aku bimbing caranya melaksanakan sholat berjama'ah. Dan secara bergantian, anak laki-laki, mereka menjadi imam.

Selang beberapa saat akhirnya mereka semua sudah berbaris dengan rapi, ku bimbing mereka cara merapikan barisan saat sholat. Dan kebetulan sore ini adalah giliran Farhan yang menjadi Imam. Dimulailah sholat Ashar berjama'ah.

Sesekali masih ada saja beberapa anak yang bercanda sambil sholat. Aku hanya diam memperhatikan sampai yang bercanda itu bisa kembali tertib melaksanakan sholatnya. Aku tidak menyuruh mereka semua untuk mengulangi sholat, karena usia mereka rata-rata baru 5 atau 6 tahun.

Ketika anak-anak sedang sholat dengan tertib, tiba-tiba aroma bunga kantil itu muncul lagi di penciumanku. Lebih kuat lagi, namun terasa lembut seperti semilir angin sore yang halus. Kali ini aku mencoba berjalan ke arah samping pendopo, kupikir mungkin Pak Ustadz atau istrinya menanam bunga kantil itu sebagai hiasan pendopo atau halaman rumah. Namun, tidak ada sama sekali pohon bunga kantil yang kutemukan. Yang ada hanyalah beberapa warga desa yang lalu lalang di jalan dekat pendopo.

"Ah, mungkin ada yang pakek minyak wangi aja. Huft..." Gumamku dalam hati.

Aku berjalan kembali menuju pendopo, ku dengar anak-anak sudah posisi tahiyyat akhir sebelum mengucap salam tanda selesainya sholat. Dan seketika itu juga saat aku duduk di belakang mereka, aku terkejut.

Aku melihat seorang perempuan duduk di samping paling kiri, memakai mukena, namun tampak sangat lusuh dan kotor seperti terkena tanah. Dia duduk bersimpuh sama persis dengan posisi anak-anak perempuan, tahiyyat akhir...

Tapi... Ketika Farhan mengucap salam dan menengok ke kanan dan ke kiri, diikuti seluruh anak-anak lain, sosok perempuan itu hanya diam tak bergerak....

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!