NovelToon NovelToon
Cinta Kita Belum Usai

Cinta Kita Belum Usai

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintamanis / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Trauma masa lalu
Popularitas:189.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Yune

Gendhis harus merelakan pernikahan mereka berakhir karena menganggap Raka tidak pernah mencintainya. Wanita itu menggugat cerai Raka diam-diam dan pergi begitu saja. Raka yang ditinggalkan oleh Gendhis baru menyadari perasaannya ketika istrinya itu pergi. Dengan berbagai cara dia berusaha agar tidak ada perceraian.

"Cinta kita belum usai, Gendhis. Aku akan mencarimu, ke ujung dunia sekali pun," gumam Raka.

Akankah mereka bersatu kembali?

NB : Baca dengan lompat bab dan memberikan rating di bawah 5 saya block ya. Jangan baca karya saya kalau cuma mau rating kecil. Tulis novel sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Yune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Tentu saja aku cemburu," jawab Raka dengan nada datar, tapi sorot matanya berbicara lebih banyak dari apa yang dia ucapkan.

Aku mematung. Aku tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Perasaan bersalah karena membiarkannya merasakan cemburu bercampur dengan kekesalan karena Raka sendiri tidak pernah benar-benar menunjukkan perasaannya padaku sebelumnya.

Kupikir tidak akan tiba saatnya dia mengatakan cinta padaku. Tidak akan pernah aku melihatnya cemburu bila aku dekat dengan pria lain.

"Apa kamu tahu, Dhis? Aku bahkan tidak bisa tidur nyenyak selama dua bulan ini karena terus memikirkanmu. Dan sekarang, melihat pria lain mencoba mendekatimu, bagaimana aku bisa tidak cemburu?"

Aku hanya menunduk, menghindari tatapan tajamnya. "Aku tidak pernah bermaksud membuatmu cemburu, Raka. Dia datang tiba-tiba ke dalam rumahku."

"Kalau begitu, ikutlah aku pulang. Kita selesaikan semuanya di rumah. Aku ingin memulai lagi denganmu. Tolong, Gendhis," katanya sambil menggenggam tanganku erat.

Aku menatapnya dengan lamat. Aku ingin menolak. Aku ingin memintanya memberikan waktu lebih lama untukku, tetapi hati kecilku tahu bahwa aku tidak bisa terus hidup dalam kebimbangan ini.

Raka adalah suamiku, dan aku masih mencintainya meskipun luka-luka itu belum sepenuhnya sembuh. Pun aku tidak boleh bersikap egois, anakku akan membutuhkan ayahnya. Aku harus memberikan kesempatan pada Raka.

"Baiklah, kita pulang. Akan tetapi, aku ingin mengucapkan salam perpisahan pada Ayu. Dia telah banyak menolongku," ucapku pada Raka.

Raka mengangguk, kemudian dia memelukku erat. "Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena memberikanku kesempatan. Aku janji tidak akan menyiakannya," balas Raka penuh semangat.

Rasanya berat meninggalkan Malang, tempat yang telah menjadi pelarian sekaligus perlindungan selama dua bulan terakhir. Tetapi, melihat kesungguhan di mata Raka, aku tahu bahwa ini adalah langkah yang harus kuambil.

Lagi pula, semenjak Raka berada di sisiku. Aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku merasa kembali pulang ke tempat tinggalku yang paling nyaman.

***

Keesokan paginya, aku menemui Ayu di café. Dia tersenyum hangat saat aku menceritakan keputusanku untuk kembali bersama Raka. Aku tahu, Ayu sangat mendukung aku kembali pada Raka.

"Aku tahu pada akhirnya kamu akan memilih untuk kembali," katanya sambil menyerahkan secangkir kopi padaku. "Aku hanya berharap kali ini kamu bisa lebih sabar menghadapi Raka. Pria itu memang keras kepala, tapi aku bisa melihat dia benar-benar mencintaimu."

Aku mengangguk pelan. "Terima kasih, Ayu, untuk semuanya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kamu tidak membantuku selama ini."

Ayu memelukku erat. "Kamu tahu aku selalu ada untukmu, kan? Kalau ada apa-apa, jangan ragu untuk kembali ke sini. Akan tetapi, aku harap kamu akan selalu bahagia, Dhis."

Aku hanya tersenyum, menahan air mata yang hampir jatuh. Tidak mudah meninggalkan seorang sahabat seperti Ayu, tetapi aku tahu aku harus mencoba memperbaiki hubunganku dengan Raka.

Raka menunggu di luar café dengan mobilnya. Ketika aku keluar dari ruangan, dia tersenyum menyambutku. Raka memilih untuk memberikan ruang bagiku dan Ayu untuk saling berbicara. Aku berjalan perlahan menuju mobil.

"Ayu bilang apa?" tanyanya sambil membuka pintu mobil untukku.

"Dia berpesan agar aku lebih sabar menghadapi kamu," jawabku sambil memasuki mobil.

Dia tersenyum kecil, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menutup pintu mobil dengan pelan sebelum berputar ke sisi lain untuk duduk di kursi pengemudi.

Namun, sebelum kami benar-benar bisa berangkat, seseorang mengetuk kaca jendela mobil. Aku menoleh dan melihat Fajar berdiri di sana dengan senyuman khasnya yang membuatku merasa sedikit canggung.

"Fajar," gumamku.

Raka juga menoleh dan memasang ekspresi datar. Dia menurunkan kaca jendela sedikit untuk mendengar apa yang ingin dikatakan Fajar.

"Gendhis, aku dengar kamu mau kembali ke Surabaya," kata Fajar, suaranya tenang tetapi matanya tampak sedikit gelisah.

Aku mengangguk. "Iya, Fajar. Aku memutuskan untuk kembali."

"Jadi, kamu memilih untuk mencabut gugatan perceraianmu dan kembali padanya?" tanya Fajar.

"Ya, aku memberikan kesempatan kedua untuk suamiku. Kurasa itu adalah hal yang tepat bagi kami," jawabku.

Fajar menghela napas panjang sebelum mengalihkan pandangannya pada Raka. "Kamu beruntung memiliki Gendhis," katanya langsung, tanpa basa-basi.

Raka menyipitkan matanya, tidak terlalu suka dengan nada suara Fajar. "Aku tahu itu," balasnya singkat.

Fajar tersenyum kecil, tetapi ada sedikit ketegangan dalam senyumnya. "Aku hanya ingin bilang, kalau sebenarnya aku tertarik dengan Gendhis. Tapi aku tahu dia masih mencintai kamu, jadi aku mundur. Jangan sia-siakan dia lagi. Atau aku akan merebut Gendhis dari tanganmu."

Kata-kata itu membuat jantungku berdebar kencang. Aku tidak tahu harus bereaksi bagaimana, sementara Raka tetap duduk dengan tenang, meskipun aku tahu dari caranya mengepalkan tangan bahwa dia sedang berusaha menahan emosinya.

"Terima kasih atas peringatannya, tetapi tidak ada yang perlu kamu lakukan apa lagi mengatakan akan merebut istriku. Dia adalah milikku, selamanya kami akan bersama," jawab Raka dingin sebelum menaikkan kaca jendela dan menyalakan mesin mobil.

Aku menoleh ke arah Fajar yang masih berdiri di luar, tetapi Raka menarik tanganku lembut. "Jangan pikirkan dia. Kita punya banyak hal untuk dibicarakan, Gendhis."

Aku hanya mengangguk, mencoba memusatkan perhatian pada perjalanan panjang yang menanti kami.

Perjalanan ke Surabaya berlangsung dalam keheningan. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Raka, dan aku juga terlalu lelah untuk memulai pembicaraan. Namun, aku bisa merasakan kegelisahan di antara kami.

Ketika akhirnya kami sampai di rumah, Raka membantuku membawa koper ke kamar. Aku melihat sekeliling, merasa asing meskipun ini adalah rumah kami. Semua kenangan manis dan pahit kembali mengalir, membuatku sedikit ragu apakah aku membuat keputusan yang tepat dengan kembali.

"Kamu pasti lelah. Istirahatlah," kata Raka sambil menatapku dengan lembut.

Aku hanya mengangguk dan duduk di tepi ranjang. Raka meninggalkan kamar, memberiku waktu untuk sendiri.

Namun, aku tidak bisa berhenti memikirkan kata-kata Fajar tadi. Bagaimana mungkin ada pria lain yang tertarik padaku ketika aku sendiri merasa tidak cukup baik untuk Raka? Kurasa ucapannya hanya bualan semata untuk membuat Raka merasa terancam.

Sementara itu, di luar kamar, Raka berdiri di ruang tamu sambil memandangi layar ponselnya. Dia tidak bisa menghilangkan rasa tidak nyaman yang ditinggalkan oleh pertemuannya dengan Fajar. Pria itu terlalu terang-terangan, dan meskipun Raka tidak ingin mengakuinya, dia merasa sedikit terancam.

"Bagaimana aku bisa membuatnya percaya bahwa aku mencintainya?" gumamnya pada dirinya sendiri.

Dia menghela napas panjang sebelum memutuskan untuk kembali ke kamar.

Ketika dia membuka pintu, aku sedang merebahkan diriku di atas ranjang dengan tubuh menyamping, memunggunginya. Raka berdiri di ambang pintu, menatapku dengan perasaan campur aduk.

"Gendhis," bisiknya pelan.

Dia mendekat, duduk di tepi ranjang, dan menyentuh lembut rambutku. "Aku tidak peduli siapa pun yang mencoba mendekatimu. Kamu adalah milikku, Gendhis. Aku akan membuktikan itu."

Raka menatap ponsel Gendhis yang tiba-tiba bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal. "Bila Raka mengecewakanmu lagi, aku ingin kamu membuka hati untukku."

***

Bersambung...

Terima kasih telah membaca.

1
Khairul Azam
juarag bisa dihitung novel yg aku baca nympk tamat tanpa diskip atau cuman baca berapa bab udah males baca dan ini slh satu novel yg cuman berapa bab aja langusng stop
Miss Yune: Kak, bisa ga berhenti ngasih ketika jahat ke novel orang lain. usil bgt
total 1 replies
Khairul Azam
ini ni perempuan bodoh, disentuh di setubuhi langsung luluh menjijikan
Siti Maimunah
org LICIK bertemu org LICIK lawan yg sepadan...hayooo claraaa tunjukan TARING muu...🤣🤣🤣🤣 hati2 akan HUKUM KARMA CLARAAA
Qilla
bagus ,,sayangnya pov
Siti Maimunah
gpp kamu punya ayu sahabat yerbaik km..setelah melahirkan pisah..perempuan bs menjadi ayah bg buah hati..
Yeni Fitriani
berasa jd istri yg terhina bgt jd gendhis....2 th di nikahi tp nafkah bathin... sekalinya disentuh cm karna dianggap karna terlalu mengemis cinta...disentuh dgn kasar pula.....lebih baik pergi dr pd akan merasakan terhina sepanjang pernikahan.
Juke Maria Lengkong
Luar biasa
Shafana Khusna
belum apa apa dah balikan g seru ah terlalu lembek..harusnya buktiin dulu kalo gendis bisa hidup tanpa raka
Nanik Winarni
Luar biasa
Sukhana Ana lestari
Terimakasih juga Author 🙏🏻🙏🏻
Sabaku No Gaara
Luar biasa
Cinta Rodriques
thour Raka kena kasus mnghebohkn kok mama g muncul?
Cinta Rodriques
syukurin mkx jngn gatal SM suami orang,rasakno itu...
Cinta Rodriques
mkx JD orang jngn serakah,hancur sendiri ...rasain...
Cinta Rodriques
thour knp g dipecat aja simulator pelakor???
Cinta Rodriques
itu baru ibu mertua......./Heart/
Anna Nurjati
makasih thor ceritanya! mantap! terus berkarya thor! sukses selalu...
Sito Tompul
Luar biasa
yumna
pandu bukan seorang ayah dan bkan manusia yg tega sakitn anknya sendri
altanum
terimakasih atas bacaannya yg menarik thor
dengan diawali penderitaan dari tokoh2nya berakhir dengan bahagia semua....
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️❤️❤️
Miss Yune: Terima kasih, Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!