Anhe gadis yang telah di besarkan dalam lingkaran kegelapan. Hanya mengerti akan pembunuhan, membantai tanpa henti, tugas mematikan yang siap datang setiap waktu. Tanpa di duga gadis itu terbunuh saat menghadapi musuh besarnya. Dia bangkit kembali menjadi seorang gadis muda yang masih berusia lima belas tahun. Gadis dengan tubuh lemah, sakit-sakitan dan terbuang.
Anhe terlahir kembali sebagai putri kelima orang yang hampir dia bunuh. Di menit terakhir Tuan besarnya meminta untuk mundur dan pembunuhan di hentikan. Sehingga keluarga itu selamat dari pembantaian. Dan kini dia harus menjadi salah satu dari Putri perdana menteri pertahanan itu sendiri. Terjerat dalam skema keluarga besarnya bahkan keluarga kerajaan yang saling bertentangan.
Gadis pembunuh itu kini harus siap menghadapi perubahan besar dalam hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suami istri sesungguhnya
Hubungan sepasang suami istri yang di mabuk cinta itu membuat semua orang yang ada di kediaman Raja kecil menjadi iri. Kehangatan dan perhatian kecil yang di berikan Raja kecil Ying membuat Li Anhe tidak bisa menolaknya. Gadis itu bahkan selalu menantikan tindakan kelembutan yang akan di berikan suaminya untuk dirinya.
"Ying An," Li Anhe berteriak kuat memanggil suaminya yang tengah berbincang dengan pengawalnya Chang Lu. Dia berlari kuat menghampiri mereka berdua.
Raja kecil Ying menyambut kedatangan istrinya. Wajah cantik di bawah sinar rembulan membuat keindahan yang tidak bisa di gambarkan. Gaun biru laut melambai indah mengikuti gerakan gadis penuh semangat itu. Dia ikut berlari mendekat.
Tepat di saat Li Anhe berhenti di hadapan suaminya. Dia menjulurkan kedua tangannya kedepan. Senyumannya merekah indah.
Raja kecil Ying melompat kearah pelukan istrinya.
Li Anhe menangkap tubuh suaminya dengan tepat dan akurat. "Hahahhaa..." tawa terdengar penuh kebahagiaan di saat dia mulai berputar. Dia membawa tubuh suaminya berputar beberapa kali.
Pelayan Bi er mendekat kearah pengawal Chang Lu.
"Wanita lain akan meminta suaminya menggendongnya dengan kelembutan. Tapi kenapa Nyonya mudaku sangat berbeda," ujar pelayan Bi er penuh keheranan.
Mendengar itu Chang Lu tertawa. Saat tawa di hentikan dia memandang malu kearah pelayan Bi er, "Apa kamu menginginkannya?"
Pelayan Bi er menautkan alisnya menatap pengawal Chang Lu. "Apa yang kamu pikirkan?"
"Aku bisa melakukannya untukmu." Pengawal Chang Lu menyenggol pelan lengan pelayan Bi er. Dia telah lama menyimpan perasaan sukanya sejak pertemuan dengan pelayan Bi er di dermaga kota Hengji. Tapi dia selalu tidak berani mengungkapkannya.
Mendengar itu pelayan Bi er terlibat diam saja dia berjalan pergi meninggalkan pengawal Chang Lu.
"Bi er, kamu harus memikirkannya kembali. Aku bisa mengangkat tubuhmu setiap waktu selama kamu menginginkannya. Aku juga dapat membantumu membereskan kediaman. mengangkat benda berat." Pengawal Chang Lu terus mengikuti wanita yang ia sukai. Bahkan memperjelas perasaannya.
"Diam. Kamu membuat telingaku berdenging." Pelayan Bi er menghentikan langkahnya. "Kamu benar-benar menyukaiku?" Pengawal Chang Lu mengangguk yakin. "Nikahi aku dan aku akan selalu bersamamu."
Mendengar itu pengawal Chang Lu terkejut juga merasa sangat senang. Dia membopong tubuh pelayan Bi er di pundaknya berlari kencang mengelilingi kediaman. "Yeyy... Aku akan menikah. Aku akan menikah."
Para pengawal juga pelayan yang melihat itu ikut tertawa senang.
Di hari itu kediaman terasa sangat hangat juga penuh kedamaian.
Hari yang sama di tempat berbeda.
Ruangan kerja Raja Ning masih saja terasa lebih dingin dari tempat yang lainnya. Pria usia empat puluh tahunan itu menatap semua dokumen di meja dan sesekali memutar cincin di jarinya. Pria muda di depannya diam menatap Ayah angkatnya masih saja belum memberikan perintah. "Cari tahu keadaan adik ketigaku. Saat kecil dia sangat aktif bahkan cukup kuat mengangkat batu besar dengan tangan kosong. Tapi sejak Ayahanda meninggal dia menjadi sangat lemah. Aku hanya ingin tahu apa dia berpura-pura untuk mengelabuhiku. Atau memang benar dia menjadi pria tidak berguna."
"Baik." Di saat pria muda itu ingin pergi langkahnya terhenti mendengar ayah angkatnya berkata, "Tunggu."
"Huan er, kamu sudah mengikutiku selama sepuluh tahun. Sebaiknya kamu tetap berada pada tempatmu," ujar Raja Ning memberikan peringatan kepada anak angkatnya. "Kamu bisa pergi."
"Baik." Tuan muda Ning Huan pergi setelah mendapatkan perintah dari Ayah angkatnya. Dia mengikuti setiap instruksi yang di berikan tanpa adanya kelalaian. Selama sepuluh tahun terakhir dia telah menjadi bilah pedang tajam yang siap di ayunkan kepada lawan ayah angkatnya.
Raja Ning juga sangat menghargai kehebatan dari putra angkatnya itu.
Malam itu juga, Tuan muda Ning Huan pergi menuju kediaman Raja kecil Ying yang penuh dengan penjagaan ketat. Dengan sangat hati-hati dia mencoba menerobos masuk melalui celah penjagaan. Setelah berhasil masuk dirinya mencari tempat persembunyiannya yang cukup aman.
Di salah satu kamar yang ada di kediaman itu. Dia melihat gadis muda yang pernah menyelamatkannya. Dia ingat betul kecantikan yang tidak akan pernah ia lupakan. Jika bukan karena kesibukan dan tanggung jawabnya. Dia pasti sudah pergi menemui penolongnya.
"Suamiku," suara panggilan itu membuat dada Tuan muda Ning Huan terasa sangat sesak dan sakit.
Di halaman kediaman, Li Anhe duduk santai menikmati teh hangat bersama dengan kue kering yang nikmat. Saat suaminya datang dia menyambut penuh kehangatan. "Kenapa lama sekali? Aku sudah menunggumu. Kue ini sangat enak kamu harus mencobanya." Memberikan kue kearah suaminya.
Raja kecil Ying duduk di samping istrinya memakan kue dari tangan gadis manis yang selalu membuat hatinya luluh. "Sangat enak." Dia memeluk lembut tubuh istrinya duduk menikmati waktu bersama menatap milyaran bintang di langit malam.
Pengintai yang ada di balik kegelapan mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. Dia tidak bisa melihat kemesraan dari gadis yang ia cintai dengan pria lain. Sekalipun mereka telah menikah. "Saat waktunya tiba. Kamu akan menjadi milikku." Dia pergi meninggalkan kediaman dengan menekan amarah juga perasan kesal.
Raja kecil Ying melirik sebentar kearah tempat yang telah di tetapkan sebagai tempat persembunyian orang yang di harapkan datang. Seringaian puas terlihat di wajahnya. Tanpa adanya kelonggaran penjagaan yang dirinya berikan. Kucing kecil saja tidak akan mungkin dapat masuk kedalam celah sempit di kediaman Raja kecil Ying. Umpan yang dirinya tempatkan telah di telan hewan buruannya. Kini hanya tinggal melihat pertunjukan selanjutnya.
Dia mengelus lembut kepala istrinya. "Dua hari lagi ada pesta ulang tahun Kaisar. Kita harus pergi ikut merayakan. Apa kamu tidak masalah?"
Li Anhe menyandarkan kepalanya kearah pelukan suaminya. "Tidak masalah selama ada kamu."
Raja kecil Ying mencium kening istrinya memeluknya lebih erat.
Sekitar pukul sebelas malam mereka berdua baru kembali kekamar. Li Anhe melepas baju luarnya dan masuk ke dalam tempat tidur pada bagian ujung kiri. Sedangkan suaminya berada di bagian samping kanan.
Li Anhe mendekat kepelukan suaminya. "Sangat nyaman."
Raja kecil Ying memiringkan tubuhnya agar dapat mendekap istrinya. "Benar sangat nyaman."
Mereka berdua terlelap dalam tidur hingga jam enam pagi. Saat Li Anhe bangun suaminya sudah bersiap untuk pergi. "Kamu akan keluar?" bangun dari tempat tidurnya.
"Iya. Aku harus pergi ke istana karena kakak pertama datang." Mendekat kearah istrinya. Dia mencium kening gadis yang masih terlihat mengantuk. "Jika kamu bosan. Kamu bisa kembali kekediaman Li."
"Em. Aku juga ingin bertemu dengan nenek," saut Li Anhe memakai baju luarnya. Sejak dia menikah neneknya tidak pernah ingin pergi lagi dari kediaman Li. Wanita tua itu takut jika cucunya mendapatkan perlakuan tidak adil dari suaminya.
Raja kecil Ying pergi meninggalkan istrinya yang masih ada di dalam kamar. Dan Li Anhe mulai menyiapkan dirinya untuk kembali kerumah kedua orangtuanya.
sudah memberi karya yg begitu sempurna, dari alur cerita, kata2 yg sesuai pada zaman nya dan untuk karakter Li anhe dan raja kecil Ying🥰
mereka saling melengkapi, saling menghargai, saling menguatkan dan saling mencintai tanpa tuntutan yg berat 🥺
pokok nya ter the best ❤️❤️❤️
perjuangan yg tidak mudah untuk mereka berdua 🥺
penuh luka dan duka,
tapi aku puas dan ikut bahagia, karena mereka happy ending 🥰
thor tolong buat karya terbaru lagi ya
dia yg mau di bunuh dan terpaksa membunuh tapi memilih meminta maaf terlebih dahulu dan merasa bersalah pada istri ny😭😭😭
tolong ini author keren banget buat cerita ini🥰🥰🥰
jangan lupa jaga kesehatan agar bisa lebih banyak berkarya di masa depan❤️❤️❤️❤️❤️
semangat dan sehat selalu
di jamin puas dan ketagihan 🥰🥰🥰
semangat terus dan bisa menciptakan banyak karya terbaik kedepan nya