Wanita adalah makhluk paling rumit di dunia. Sangking rumitnya, pikiran, bahkan perkataannya bisa berubah seiring waktu.
Pada ulang tahun pernikahan pertama, Sandra melontarkan candaan ringan, mengatakan bila tak kunjung memiliki anak akan meminta Bastian menikah lagi.
Bastian tak menanggapi candaan Sandra sama sekali, hingga pada akhirnya di tahun ke sepuluh pernikahan. Hal yang tak diinginkan Sandra lantas terjadi. Ternyata, secara diam-diam Bastian menikah siri dengan sekretaris pribadinya bernama Laura dan sekarang tengah berbadan dua.
Apa yang akan dilakukan Sandra? Apa dia akan pergi atau memilih bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Mengambil Sandra
"Kurang ajar kau!" Dengan mata melotot keluar, Chester berulang kali memukul wajah Bastian.
Bastian tampak kewalahan, ingin melawan tapi Chester lebih tinggi darinya. Perkelahian tak seimbang itu pun berlangsung kurang lebih dua menit lamanya. Bunyi pukulan memenuhi seluruh ruangan, sampai pada akhirnya Chester perlahan menghentikan gerakan tangan kemudian menarik kuat kerah jas Bastian dengan sangat kuat.
"Bukankah sudah kukatakan untuk menjaga Sandra hah?!" teriak Chester, kembali melayangkan pukulan tepat di pipi kanan Bastian. Darah segar pun mengalir pelan di sudut bibir Bastian.
Bastian malah terkekeh pelan. "Sandra sudah kujaga, jangan ikut campur urusanku! Urus saja dirimu sendiri! Memangnya kau siapa, menyuruhku untuk menjaga Sandra? Tanpa kau suruh sekali pun aku akan menjaga istriku itu—argh!"
Bastian tersentak ketika pukulan mendarat lagi di pipinya barusan.
"Jangan sebut Sandra istrimu! Kalau dia benar-benar istrimu! Kau tidak akan membuatnya terluka! Kau sudah tahu kalau aku dari dulu mencintai Sandra tapi mengapa caramu licik sekali?! Teman macam apa kau ini, bedebah!" jerit Chester dengan napas tampak memburu.
Bastian menatap Chester dengan raut muka kebingungan. "Apa maksudmu?"
Chester menyeringai sangat tajam kemudian menghempas cepat kerah Bastian mengakibatkan Bastian terhuyung-huyung ke belakang sejenak.
"Tidak usah berpura-pura tidak mengerti! Aku ke sini ingin mengambil Sandra darimu. Kau pikir aku tidak tahu kalau kau menikah bukan karena perjodohan! Tapi kau menjebak Papa Sandra dan Sandra sekaligus bukan! Pengkhianat kau!" seru Chester sudah tak tahan lagi, mengeluarkan keluh kesahnya.
Chester dan Bastian memang sudah bersahabat memang. Dulu setelah menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah atas, Chester pernah bercerita pada Bastian, setelah selesai menempuh pendidikan strata satu dan dua, dia akan melamar adik kelasnya yang bernama Sandra. Namun, tanpa diketahui Chester, ternyata Bastian juga menaruh rasa pada Sandra. Bastian tak mau Sandra menjadi milik orang lain. Dia pun berencana hal yang sama, selesai menempuh pendidikan akan melamar Sandra.
Dan di saat perusahaan Agung di ambang kehancuran. Yang di mana Chester saat itu sibuk menyelesaikan pendidikan strata dua di Swedia. Tercetuslah ide gila di kepala Bastian, meminta almarhum papanya bertemu Agung. Tentu saja Agung menyambut kedatangan Leo dengan sukacita. Terlebih Agung memiliki banyak hutang kala itu. Tidak hanya itu, Bastian juga memberi Agung uang untuk membeli barang-barang mewah. Agung gelap mata. Dia pikir Bastian memberi uang tersebut secara cuma-cuma padahal tidak. Makin menumpuk lah hutang Agung. Di situlah terjadi kesepakatan, selesai Sandra menempuh pendidikan strata dua harus menikah dengan Bastian.
Mendengar berita Sandra dan Bastian menikah, tentu saja hati Chester hancur berkeping-keping. Pendidikan Chester jadi kacau balau. Dia sempat mengajukan cuti semester, pendidikan yang seharusnya selesai dalam 4 tahun, berujung menjadi 6 tahun. Lelaki itu mencoba menerima kenyataan bila wanita yang dia cintai tidak bisa dia miliki.
Selesai kuliah, demi melupakan Sandra, Chester berkelana ke sana kemari tapi tetap saja tidak bisa. Chester sudah mencoba menjalin hubungan dengan beberapa wanita, tapi nama Sandra yang selalu dia sebut. Lalu satu bulan yang lalu, Chester menemukan rahasia besar Bastian, dan saat menginjakkan kaki di tanah air tadi malam, berita isu perselingkuhan Bastian membuat darah Chester mendidih.
"Bagus kalau kau sudah tahu,"kata Bastian sambil tersenyum sinis.
"Iya, aku sudah tahu dan sekarang aku akan merebut Sandra darimu! Lelaki sepertimu tidak pantas berada di sisi Sandra! Kau pantas bersanding dengan wanita murahan di luar itu!" seru Chester, menyeringai tajam.
Chester baru saja teringat ingat bila perempuan yang berdiri di depan ruangan tadi adalah selingkuhan Bastian. Chester sempat melihat sepenggal-sepenggal rekaman yang tersebar di media sosial.
Mendengar Laura disebut wanita murahan. Bastian langsung mengepalkan kedua tangan. "Tutup mulutmu sialan! Laura bukan wanita murahan! Dan kau tidak bisa merebut Sandra dariku! Sandra itu membencimu!" serunya, hendak menyerang Chester. Bastian kurang lebih tahu bila Sandra memang kurang suka dengan Chester.
Namun, gerakannya dapat terbaca Chester. Lelaki bermata cokelat itu menangkis cepat tangan Bastian.
"Kalau bukan murahan lalu apa? Haha, sudahlah, aku tidak peduli, sekali pun Sandra tidak menyukaiku tidak apa-apa, aku akan membuatnya jatuh cinta padaku! Dan kali ini aku akan menjadikan Sandra istriku satu-satunya!" kata Chester dengan nada sangat tegas.
"Jangan bermimpi!" Mendengar tanggapan Chester, Bastian tersulut emosi dan mulai ketar-ketir.
"Aku tidak bermimpi! Aku akan merebut Sandra darimu! Selamat tinggal pengkhianat!" balas Chester lalu melenggang pergi dari kantor hendak menemui Sandra.
"Sialan!" Meninggalkan Bastian meraung histeris dengan urat-urat di mata muncul ke permukaan kulit. "Awas kau! Sandra itu milikku! Dan akan tetap jadi milikku!" teriaknya.
Sesampainya di luar, Chester melangkah cepat menuju lift hendak ke ruangan Sandra. Dia tak sengaja berpapasan dengan Lita, yang ingin masuk ke dalam kantor Bastian juga. Lita menegur Chester dengan menundukkan kepala sejenak lalu bergegas masuk ke dalam sambil membawa i-pad.
Chester tak menggubris, malah mempercepat langkah kaki menuju lift dan mengabaikan sapaan Laura di depan pintu ruangan.
"Hati-hati Pak!" ucap Laura dengan senyum mautnya.
Chester melirik ke samping sambil mendengus kasar "Benar-benar wanita murahan!" serunya sengaja agar perkataannya didengar Laura.
Laura malah mengerutkan dahi. "Murahan? Tidak mungkin aku kan yang dibilang murahan? Hmm."
Laura pun kembali menatap Chester, dari kejauhan sudah masuk ke dalam lift dengan senyum menggoda terus menggembang di bibir.
Sesampainya di lantai sebelas. Chester tersenyum lebar saat melihat Sandra berjalan bersama Nana di koridor. Dengan gesit dia menghampiri Sandra.
"Sandra, aku ingin bicaramu sebentar, ini sangat penting," kata Chester sambil mengikuti langkah Sandra, yang tak berniat sekali pun menghentikan langkah kakinya.
"Nanti saja Chester, aku ada pertemuan dua menit lagi," ucap Sandra tak menoleh ke samping.
Chester perlahan menghentikan langkah. "Baiklah, aku tunggu di depan ruanganmu ya! Jangan lama-lama, aku merindukanmu!" serunya.
Membuat Sandra memutar mata malas, sementara Nana menyengir kuda, melihat interaksi bosnya dan Chester.
Tak berselang lama, tibalah Sandra dan Nana di aula pertemuan untuk membahas masalah perusahaan. Terlihat pula Bastian sudah duduk bersama Lita di antara kerumunan investor.
Begitu melihat kedatangan Sandra. Bastian langsung tersenyum sumringah dan memberi kode pada Sandra untuk duduk di sebelahnya, tapi Sandra tak peduli. Malah menjatuhkan bokong di kursi yang sangat jauh dari Bastian.
"Baiklah, langsung saja apakah benar isu perselingkuhan itu Bu Sandra dan Pak Bastian?" Salah satu investor yang berpihak pada Bastian langsung angkat bicara.
Dikarenakan isu perselingkuhan Bastian dan Laura. Daya beli di perusahaan Kerta Crop dan perusahaan Dominiq jadi menurun. Para masyrakat khususnya pembeli online melakukan aksi tak terduga. Mogok membeli produk dari Kerta Crop. Mungkin karena Bastian masih menjabat menjadi presdir Kerta Crop.
"Benar-benar gila! Aku ingin menarik sahamku di perusahaan ini!"
"Tadi subuh aku memeriksa kalau pasar saham di perusahaan ini terjun bebas! Apa perusahaan ini masih bisa beroperasi hah?!"
Semua investor pun mulai memberi komentar, tak ada yang mengalah, langsung mengutarakan apa yang bersemayam di otaknya sejak semalam. Alhasil ruangan mendadak ramai dan berisik, saling menyudutkan, saling menyalahkan, saling menunjuk-nunjuk satu sama lain, dan ada pula yang hanya diam, memperhatikan rekan-rekannya beragumen, hingga pada akhirnya Nana tiba-tiba beranjak dari kursi sambil meletakkan kedua tangannya di meja panjang dan bundar tersebut.
"Tenang semuanya Bapak-bapak, perusahaan saat ini memang tidak baik karena ada pihak yang lalai, tapi Bapak-bapak tenang saja. Kami akan mengusahakan dalam bulan ini daya beli dan saham akan kembali normal," kata Nana mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.
Ruangan mendadak senyap, semura investor saling lempar pandangan sejenak.
"Tapi bagaimana caranya? Masyarakat sudah tidak percaya lagi, Pak Bastian Anda benar-benar melakukan kesalahan, saya tahu kalau Bapak adalah pemilik saham tertinggi di sini. Tapi bukan seperti ini caranya, sebaiknya Bapak mundur saja dari jabatan!" seru salah seorang investor tanpa rasa takut.
Perkataan pria berumur lima puluh lima tahun itu membuat Sandra sedikit terkejut. Berbeda dengan Bastian bangkit berdiri dengan raut muka merah padam.
"Pak Tono, hati-hati berbicara, saya tidak akan mengundurkan diri, ini jabatan saya! Untuk permasalahan ini, Bapak-bapak semuanya tenang! Tunggulah dalam tiga hari, kami akan memikirkan cara agar daya beli kembali normal, begitu pula dengan harga saham di perusahaan ini! Untuk masalah saya, akan saya selesaikan secara pribadi dengan istri saya!" kata Bastian dengan sangat tegas sambil melirik Sandra sekilas.
Mendengar kata 'istri' Sandra malah berdecih pelan.
Para investor enggan memberi komentar, terdiam dengan bermacam-macam ekspresi. Bastian pun kembali memberi pengertian pada seluruh investor. Sampa pada akhirnya selama hampir dua jam, pertemuan berlangsung dan sekarang sudah selesai. Para investor bergegas meninggalkan ruangan, diikuti Sandra dan Nana.
"Sandra, tunggu sebentar, kau ke mana saja semalam? Ayo pulanglah ke rumah." Bastian tiba-tiba menghadang Sandra.
Sandra mendengkus kasar perlahan bersedekap di dada. "Sebentar lagi kita akan bercerai, tunggu surat cerai dariku!"
"Tapi aku mencintaimu Sandra, aku mohon kembalilah padaku." Bastian berusaha menyentuh tangan Sandra tapi Sandra selalu menghindar.
"Kalau kau benar-benar mencintaiku bisa kau menjatuhkan talak pada Laura sekarang?" kata Sandra.
biarlah waktu yg mnjawab smua kbenarannya...
madu yg km hadirkn itu pilihanmu bastian....
terima aja klo sandra mundur dri pda brtahan dgnmu.... laki2 g ada otak... hobi selingkuh...