NovelToon NovelToon
My Chicken Girl

My Chicken Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Enemy to Lovers
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Seorang gadis biasa bernama Shim Hyeri akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk pergi ke sekolah bergengsi di Daegu city. Sekolah yang sangat berpengaruh besar dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke sana. Mr Kim adalah seorang siswa tahun pertama yang berhasil menguasai sekolah dan bahkan guru tak berani melawannya atau menghukumnya. Ia adalah dalang dari semua aksi bullying yang terjadi di sekolah. Kim Hyeri yang disebut juga sebagai gadis ayam karena selalu memakai topeng ayam saat mengantar pesanan restorannya tak sengaja menolong tuan berpengaruh itu pada suatu insiden. Karena insiden tersebut, Mr Kim menjadi penasaran dengan gadis yang menolongnya dan berusaha mencarinya. Akankah Mr Kim menemukan pahlawannya dan bahkan menjadikan dia sebagai kekasihnya? Saksikan kehidupan Hyeri bersama Tuan berpengaruh di sini 👉👈.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tuan Besar Ke Rumah

Pesta kembali digelar di rumah tuan muda Kim Yeol. Ada yang berbeda dari pesta ini. Terlihat tak ada Jung-il dan Gong Chil di sana. Justru yang sedang bersamanya adalah Han Yeon. Pemuda bermasalah ini ternyata juga ikut ke rumah untuk menikmati pesta lanjutan bersama para gadis. Mereka yang berada di pesta tak memikirkan belajar untuk ujian akhir semester yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Sebagai orang kaya, apalagi Han Yeon yang di kenal sebagai anak kepala sekolah akan dengan mudah meminta sang ayah untuk membuatnya lulus dengan berbagai cara.

Suasana rumah tuan muda sangatlah bising dan sangat menganggu tetangga yang lain. Berbeda dengan Jung-il dan Gong Chil yang memilih belajar bersama untuk persiapan ujian. Gong Chil sebenarnya malas belajar tapi dengan didikan dari Jung-il, ia akhirnya menurut. Begitu juga dengan Hyeri dan Jian yang selalu belajar bersama di restoran setiap malam.

"Hyeri, Yeol jarang datang ke sekolah ya sekarang?" tanya Jian yang penasaran.

"Iya kah? Aku kurang memperhatikannya karena sibuk belajar," jawab Hyeri yang tampak tak peduli.

"Menurutku setelah ia berteman dengan Han Yeon, dia jadi begitu. Dua sahabatnya bahkan menyerah dengannya," ucap Jian berpendapat. Hyeri terdiam mendengarnya.

Berpindah ke rumah salah satu mafia terkenal di Daegu yakni rumah keluarga Gong. Jung-il di minta oleh ayah Gong Chil untuk mengajarinya belajar. Bos besar mafia itu mengatakan jika dirinya lelah karena harus menyogok para guru saat putranya melakukan ujian. Jung-il pun setuju karena ia ingin adik kecilnya bisa berusaha sendiri untuk ujiannya.

"Hyung, kita harus belajar kah?" Gong Chil terlihat sangat malas dalam hal ini. Raut wajahnya di tekuk sambil cemberut.

"Iya lah, ini perintah ayahmu," jawabnya sambil mengeluarkan buku-buku pelajaran dari dalam tasnya.

"Haish, tolong bantuannya Hyung." Gong Chil mendesis terpaksa menurut.

"Hmm." Jung-il mengangguk. "Oh iya kamu ada kabar dari Yeol?" tanyanya.

"Tak Hyung, aish aku kesal jika memikirkannya. Dia lebih memilih anak berandal itu ketimbang kita," jawab Gong Chil yang malah menjadi kesal.

"Yaah, kau juga berandal," tukas Jung-il yang segera menjitak jidatnya yang mulus.

Remaja berambut ikal itu tampak kesakitan sambil mengelus dahinya. Aku berbeda lah, dari segi wajah pun sudah jelas berbedanya, protesnya kemudian.

"Sudah sudah kita belajar saja. Moga saja Han Yeon tak mengajaknya berbuat diluar batas," ucap Jung-il padanya.

"Iya Hyung." Gong Chil pun berharap begitu.

Di pesta tersebut, Yeol sedikit tak menikmati suasana di sana. Han Yeon yang sadar terus menyuruh Yeol minum saja untuk menghilangkan pikirannya. Para gadis juga berusaha menghiburnya dengan baik.

"Yeol! Minuman kita habis," panggil Han Yeon yang sudah sedikit mabuk.

"Bibi!" Yeol membenarkan posisi duduknya dan langsung memanggil pembantunya.

Mendengar panggilannya,sang bibi segera berlari menghampiri tuannya dan bertanya. "Iya Tuan, ada apa?"

"Cepat bawakan beberapa botol alkohol lagi di gudang minuman kita!" suruh tuan muda padanya.

"Aduh Tuan, nanti Tuan Besar bisa marah jika mengetahuinya," ucap sang bibi terlihat tak mau menurutinya

"Haish, ayah tak mungkin pulang juga. Cepatlah!" Yeol mendorong sang bibi untuk segera melakukan perintahnya. Pembantu tersebut tak bisa berbuat apa-apa lagi dan mau tak mau terpaksa menuruti keinginannya. Saat hendak pergi, seorang pelayan wanita berumur 60 tahunan ini berbalik sambil menggeleng karena ragu.

"Tapi Tuan, Tuan Besar pasti...."

"Bi!" Yeol segera mendesaknya agar pembantunya menurut.

Sang bibi mengangguk-angguk menurut untuk membawa pesanan tuannya. Tak lama bibi kembali sambil membawa beberapa botol minuman keras yang berharga puluhan juta itu. Ia sangat takut jika tuan besar mengetahui tentang ini juga.

...__________🐔❤️🐔__________...

Tin!

Suara klakson di pagi hari terdengar dari luar rumah. Bibi yang baru bangun, sangat terkejut karena majikannya sudah datang secepat itu.

"Bibi, dimana Yeol sekarang?" Tanya orang tersebut dengan wajah yang tak santai.

"Anu.... itu Tuan.... Tuan Muda...," bibi tak sanggup lagi menjawab karena takut padanya dan hanya mengarahkan tangannya ke ruangan tuan mudanya berada sekarang.

Tuan Besar Kim segera menuju ruangan yang di maksud sang bibi. Wajah tuan besar tak begitu senang ketika melihat keadaan rumah yang sangatlah berantakan. Banyak botol minuman keras serta makanan sisa berhamburan di sana. Sang bibi belum sempat membersihkannya karena ia bangun kesiangan akibat tuan mudanya.

BRAKK!

Dengan emosi yang meluap, Tuan Besar Kim mendobrak pintu ruangan tersebut. Karena suara keras itu, Yeol dan lainnya jadi terbangun. Para wanita yang terkejut langsung berlari kocar-kacir keluar. Han Yeon baru saja bangun juga terkejut mendapati siapa yang datang.

"Kalian semua bubar. Pergi kalian dari rumahku!" Teriaknya mengusir semua orang yang ada.

"Kim Yeol! Apa-apaan kau ini hah?" Tuan besar kembali berteriak tepat di depannya.

Yeol yang merasa terganggu tidurnya segera menyuruhnya untuk diam. "Haish, ini masih pagi, jangan berisik!"

"Kim Yeol!" Bentak ayahnya langsung. Ia lalu memberikan kode pada sekretarisnya untuk mendekat.

Tak lama sekretarisnya pergi dan kembali sambil membawa seember air penuh siap untuk menyiram anak bosnya.

"Permisi Tuan, dia itu anakmu." Han Yeon yang masih di sana mencoba untuk ikut campur. Namun, ia langsung ditatap tajam oleh ayah temannya itu.

"Diam kau dan sebaiknya kau pergi jika sudah sadar. Dasar berandal!" bentaknya mengusir. Tak usah menunggu waktu lagi, setelah kepergian Han Yeon, Tuan besar segera memberikan instruksi pada sekretarisnya untuk melaksanakan tugasnya.

"Pak Lim, siram dia!" Sekretarisnya mengangguk dan air seember penuh berhasil menyiram Yeol yang tengah tertidur.

Byur!

"Yaah!" Dongak Yeol segera. "A-ayah!" Raut wajahnya mendadak pucat setelah tahu siapa orang yang mengganggunya.

"Apa sekarang kau sadar siapa aku ini?" Tanya ayahnya yang berkacak pinggang sambil memelototinya.

"Ayah, kapan kembali?" Yeol malah bertanya balik karena bingung mendapati ayahnya sudah berada di rumah dan bahkan sudah di hadapannya sekarang.

"Jika bukan karena bibi menelponku, kau mungkin akan sekarat karena teman-teman brandal mu itu. Ke mana dua temanmu yang dulu?" tanyanya penuh emosi.

"Huhh aku sangat kesal sekarang," desahnya tak sanggup lagi.

"Ayah, peduli padaku kah sekarang? Kau bahkan langsung pulang karena aku membuat kekacauan," balas Yeol padanya.

"Yaah Kim, kau ini putraku. Ku pikir kelakuan mu sudah membaik tapi apa yang terjadi sekarang....kau sangat kacau," jelasnya tampak frustasi.

Jung-il dan Gong Chil yang baru bangun setelah tertidur karena belajar semalam, segera beranjak setelah salah satu dari mereka mendapatkan telepon dari rumah Yeol.

"Yaah Tuan Besar Kim datang," ucap Jung-il segera membangunkan Gong Chil.

"Siapa Hyung?" tanyanya pelan karena masih mengantuk.

"Ayah Yeol. Dia menyuruh kita ke rumah sekarang," jawab Jung-il memberitahu.

Gong Chil terperanjat. "Astaga!"

Tanpa berganti pakaian atau apa, keduanya segera bergegas menuju rumah Kim Yeol. Sesampainya di sana, mereka berdua di kejutkan dengan keadaan Yeol yang sedang di hukum oleh Tuan besar

"Yeol!" Keduanya kompak memangil.

"Yaah kalian berdua, cepat lakukan seperti dia!" suruh Tuan Besar langsung. Yeol yang sedang di hukum menatap sang ayah dengan wajah kesalnya. Ia sangat tak suka jika sang ayah menghukumnya seperti sekarang. Hukuman yang diberikan Tuan besar yaitu mereka di suruh berlutut dengan kedua tangan di angkat ke atas. Tangan mereka tak di biarkan kosong, meraka harus menahan beban benda yang tuan besar letakkan di sana.

"Hyung, kita__" Gong Chil tampak bingung karenanya.

Jung-il mengangguk kearah Gong Chil yang ingin protes. Dengan malas, pria ikal ini mengikuti Hyung-nya.

Mereka berdua segera melakukan hal yang sama seperti Yeol. Sebuah buku tebal, tuan Kim Byeol letakkan di atas tangan mereka. Mereka bertiga harus menahan benda selama satu jam. Jika salah satu diantara mereka yang bergerak, waktu akan ditambah 5 menit.

Tuan Kim tak lama pergi dan menyuruh sekretarisnya untuk mengawasi mereka bertiga. Pak Lim sangat ketat dalam mengawasi, Yeol dan kedua temannya saling melirik. Padahal hanya pergerakan mata dari mereka saja, tapi Pak Lim bisa mengetahuinya. Diketahui sekretaris Lim adalah mantan anggota kemiliteran. Maka dari itu, ia dapat mengetahui pergerakan mereka dengan cepat.

"Kalian bertiga dengar ya, jangan ada yang bergerak atau waktu hukuman kalian bertambah!" perintahnya.

"Yaah!" Yeol berdiri untuk protes, namun yang didapatkan justru tak terduga.

"Tambah 5 menit"! ujarnya.

"Sial!" umpatnya pelan. Gong Chil dan Jung-il kompak melihat kerahnya sebelum akhirnya meraka bertiga hanya bisa pasrah.

Ketiga pemuda ini sudah berkeringat dan merasakan pegal di seluruh badannya. Tubuhnya terasa kesemutan karena berlutut dalam waktu yang lumayan lama. Mata mereka bertiga kini selalu tertuju pada jam di dinding. Melihat waktu hukuman mereka hampir habis, ketiganya dengan tak sabar menunggu.

Tek..., Tek..., Tek..., Ting!

"Huh akhirnya." Mereka bertiga kompak menurunkan buku tebal dari atas kepalanya. Mereka segera mengibaskan kedua tangannya yang terasa pegal.

"Kalian istirahat lah, aku akan pergi melapor," suruhnya lalu pergi.

"Haish orang itu," kesal Yeol menunjuk belakang sekertaris Lim

"Yaah Yeol, sektretaris ayahmu semakin ketat saja. Pegal semua rasanya," protes Gong Chil sambil memijat lengan tangannya.

"Kau juga Yeol, kenapa harus begini, kau tak ingat apa perkataan Shim malam itu," kata Jung-il padanya.

"Perkataan apa?" Yeol seperti tak mengingatnya.

"Dia itu menyukaimu tapi ia memilih menolak mu karena tak mau mengecewakan ayahnya," jelas Jung-il memberitahu dengan kesal.

"Benarkah?" Yeol tampak tak percaya.

Jung-il mengangguk tapi tidak dengan Gong Chil yang masih merajuk.

"Gong, kau diam saja," senggol Yeol menggodanya.

Gong Chil mendadak berdiri. "Yaah Yeol, aku masih kesal padamu ya. Harusnya yang dihukum itu si anak berandal itu bukan kita."

"Maaf, karena membuat kalian masuk dalam masalahku," ucapnya merasa bersalah.

"Iya iya, tapi kau harus berhenti berteman dengan Han Yeon," suruh Gong Chil yang merajuk.

"Iya Gong," ucap Yeol yang mengacak-acak rambut ikalnya. Tak lama Jung-il juga ikutan mengacak-acak rambut Gong Chil karena gemas.

...........................🐓❤️🐓...........................

...Bersambung...

1
🔵Ney Maniez
semangat upny author Jinda🙏🤗🥰
🔵Ney Maniez
waduhhh knp ayah ny hyeri 🤔🤔🤔🤔
🔵Ney Maniez
yeee usaha tdk mengkhianati hasil yeol....
congratulations
🔵Ney Maniez
semangat yeol💪💪💪💪
🔵Ney Maniez
kecanduan yaa 😂😂
🔵Ney Maniez
ekstra sabarrr hyeri
🔵Ney Maniez
enk bgt orkayyy tinggal minta
🔵Ney Maniez
sukur di hukum
🔵Ney Maniez
😂😂😂😂
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh,
Kamu harus menolong keluarga Hyeri 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cobain dulu dong rasanya 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga Yeol dapat nilai bagus 👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yeol harus dihukum nih 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yeol bakalan seneng nih kl tau guru privatnya Hyeri 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dasar Yeol,kena hukuman kan 🤣
Ney 🐌
knp jg datang hyeri 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
𝐀⃝🥀🥑⃟Jind🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳😘: wkwk namanya juga penasaran
total 1 replies
🔵Ney Maniez
di tunggu upny author quhh🙏🤗😍
Ney 🐌
somiii😡😡😡😡
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
sekolah apa bully berleluasa, untung hyeri bisa manjat huhu salah org kalian kerjain.
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
orang yg ingin diindari malah itu yg dijumpai adeh masalah hyeri. marah besar tuh Mr.KIM.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!