NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir malah kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad, Elle bersumpah akan melawan kejahatan dan zombie.

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya, sebab Elle tidak sendirian. Disamping orang kepercayaannya, ia bertemu seseorang yang membuat hatinya berdebar. Tapi fakta yang disembunyikan oleh laki-laki ini, mampu membuat Elle kehilangan kendali atas dirinya. Sebab dialah yang bertanggungjawab atas situasi dan kondisi di dunia tersebut.

Bagaimana Elle mengatasi tantangan atas rasa sakit, dan perjuangan secara bersamaan? Mampukah ia pada akhirnya sampai ke garis akhir atas perjuangannya, atau justru mati digerus kejinya akhir dunia?

Yuk ikuti terus ceritanya ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pikiran Rumit

**

Tiga hari berlalu sejak pertarungan yang menguras tenaga sebelumnya berlalu. Perjalanan tiga hari ini berjalan lancar. Paling-paling hanya ada beberapa zombie yang harus dibersihkan ketika menghalangi jalan. Pinggiran kota memang sepi, jadi zombie pun tidaklah terlalu banyak.

Selama tiga hari ini, orang-orang dalam tim setiap kali punya waktu luang, masing-masingnya mulai melakukan penyerapan inti kristal, dan pelatihan intens ketika setiap kali kendaraan berhenti untuk beristirahat makan dan tidur dimalam hari.

Selama tiga hari ini juga, makanan yang dimakan memuaskan orang-orang dalam tim. Ada daging, yang dimasak enak oleh Elle, dengan sisa daging ia buat menjadi bacon dan diam-diam menyimpannya di dalam sub-ruang miliknya agar tidak rusak.

Cuaca di hari kiamat sangat tidak terprediksi. Meski matahari sampai saat ini belum terlihat lagi, tetapi cuacanya berganti beberapa kali dalam beberapa hari. Panas, lembap, dan dingin sudah dirasakan semuanya. Yang membuat orang harus cepat beradaptasi agar tidak mati digerus cuaca.

"Setelah ini, kita hanya bisa memasuki kota. Kota ini baik pinggiran maupun pusatnya sama-sama ramai. Jadi, bersiaplah." Ucap Elle memperingatkan semua orang.

Pada saat ini, semuanya sedang beristirahat di malam hari. Seraya menunggu makanan matang, Elle mulai berbicara tentang kota yang akan dilewati selanjutnya. Tepatnya akan dilewati timnya besok siang. Sebab hanya tinggal 40 meter saja untuk dua mobil ini bisa keluar dari kota ini.

"Kota S bukan, nona? Kota yang katamu, ada pangkalan palsu?" Tanya paman Jergh memastikan.

Elle menganggukkan kepalanya. "Benar. Berbahaya, tapi masih bisa kita hancurkan kalau serius. Tapi aku tidak mau memasuki pangkalan ini, menjauh saja dari tempat ini nanti. Disana menjijikkan." Ucap Elle dengan tatapan benci, matanya terlihat gelap dan dalam ketika mengingat kejadian di kehidupan sebelumnya.

"Kalau begitu, kita akan mengambil jalan memutar." Ucap Luca menatap Elle lekat. Seolah paham bahwa ia sedang dalam suasana yang tidak bagus.

Semua bertatapan, tapi kemudian diam dan mulai makan tanpa mengatakan apapun yang bisa menyinggung amarah Elle. Sebab jelas terlihat rautnya yang tidak bagus.

Setelah makan selesai, setiap orang mulai melanjutkan latihan. Inti kristal dan air yang diberikan Elle, dimana orang-orang sudah tahu akan khasiatnya yang bisa membantu menghilangkan kelelahan baik fisik maupun batin.

Disisi lain, Elle berjalan menjauh dari kumpulan timnya. Berdiri membelakangi tim, menatap langit yang berwarna hitam diatasnya. Pikirannya penuh, tentang pangkalan kota S, khususnya seorang---

"Apa yang menganggumu?" Tanya Luca dari belakang, membuat Elle menghentikan pikirannya dan berbalik menatapnya. Kemudian ia menggelengkan kepalanya ringan.

"Tidak ada, hanya rindu langit berbintang sebelumnya." Balas Elle. "Kau kenapa tidak berlatih? Atau beristirahat?" Tanya Elle kemudian.

"Bukankah kita perlu berbicara?" Tanya Luca menatap Elle seraya menaikkan alis kirinya.

"A-aku rasa tidak?" Ucap Elle seolah tiba-tiba teringat. Tertawa kecil dengan canggung.

"Kau yakin?" Tanya Luca seraya mencondongkan tubuhnya ke depan, membuat wajahnya kini sejajar dengannya.

"Y-ya!" Balas Elle gugup.

"Lalu, kenapa kau menghindariku selama 3 hari ini, Ellenoir?" Tanya Luca dengan suara penekanan pada ucapan nama Elle.

Elle memang menghindarinya. Dengan terus tertidur atau sibuk mengobrol bersama adiknya ketika Luca mendekat. Setiap kali Luca mencari celah, setiap kali itu juga Elle kabur.

"A-aku tidak--" Ucap Elle panik, sampai termundur dua langkah.

Luca menyunggingkan senyumnya. Jelas-jelas menghindar, lihat wajah dan sikap paniknya ini. Tapi ia masih saja berdalih, pikir Luca. "Kita memang perlu bicara." Ucap Luca tegas. "Bawa aku ke ruangmu." Lanjutnya.

"Tidak! Bagaimana bisa begitu?!" Pekik Elle tertahan, ia tidak akan bisa kabur kalau membawanya ke sana! Pikirnya semakin panik.

"Oke, lalu biarkan saja mereka melihat kita." Ucap Luca tersenyum dengan mata menyipit.

"K-kau!" Desis Elle seraya menujuk wajah Luca dengan kesal.

"Baiklah, aku bercanda. Aku tidak akan menggodamu lagi. Tapi aku benar-benar butuh jawaban, ada apa denganmu?" Tanya Luca serius.

Elle menghela nafas, kemudian menatap Luca dengan lekat. Dia benar-benar tampan, Elle juga terkesan dengan sikapnya. Tapi setiap kali ia berdekatan dengannya, seolah ada tembok besar yang menghalangi keduanya. Ia merasakan ini, tidak tahu apa itu tapi pikirannya mengatakan untuk tidak melewati tembok itu.

Elle selalu merasa ada hal besar yang terkait dengan Luca. Hal inilah, yang menahannya. Seolah-olah jika ia melewatinya, meski ia akan bahagia beberapa waktu, pada akhirnya ia akan terluka, lagi.

Entah karena pengaruh dari sepupu dan tunangannya yang berselingkuh sehingga membuat kepercayaannya tipis, entah karena hal lain, Elle juga tidak dapat mengerti.

"Apa yang kah pikirkan? Ada apa dengan tatapan itu? Apa yang sebenarnya membuatmu kesulitan? Apa aku membuat kesalahan?" Tanya Luca ketika melihat tatapan Elle yang ragu, kesulitan, dan gelisah. Membuat Luca sendiri bingung dan tidak tahu apa yang harus dirinya sendiri lakukan.

"Aku selalu merasa kau menyembunyikan sesuatu? Aku tahu kita semua punya rahasia, tapi hati dan pikiranku selalu merasa kau mungkin berbahaya? Entahlah aku tidak bisa menjelaskannya dengan baik." Jelas Elle dengan bingung.

Setelah mendengar penjelasannya, Luca terdiam. Matanya bergeser ke kiri dan ke kanan setelah bertatapan dengan Elle. Membuat Elle semakin yakin akan perasaannya. Luca memang punya sesuatu yang besar disisinya.

Apalagi sejak awal, Luca seperti tidak tahu apa-apa tentang dunia ini. Elle hanya mengira jika Luca seorang anak laki-laki anti sosial saja. Tidak tahu keadaan diluar karena mengurung diri dirumah. Tapi ketika terus diingat, kemampuan bertarung dan kecerdasannya dalam melihat situasi, tidak seperti anak laki-laki yang anti sosial sama sekali.

Elle memikirkan ini selama tiga hari ini. Sebelumnya keduanya sudah dekat, tapi Elle tidak mau kejadian tunangannya itu terulang. Jadi ia harus benar-benar tahu tentang sikap dan situasi Luca agar dirinya tenang menjalani hubungan yang belum dimulai ini.

"Berapa usiamu?" Tanya Elle.

"27 tahun." Balas Luca disela kebingungannya.

Elle menganggukkan kepalanya. Usianya sendiri 25 tahun, berbeda 2 tahun dari Luca. Dan berdasarkan usia Luca, tidak mungkin dia terus menjadi seorang anti sosial. Selain itu, sesekali ia juga seharusnya keluar atau melihat dunia luar dari rumahnya.

"Mau bicara tidak?" Tanya Elle memberanikan diri.

Luca terdiam cukup lama. Ia menatap Elle dengan tatapan yang dalam. Begitupula Elle yang sama-sama menatapnya, menunggunya bereaksi. Keduanya bertatapan, sebelum akhirnya Elle membuka mulut tapi urung karena Luca lebih dulu berbicara.

"Maka bawa aku ketempatmu. Aku akan menjelaskannya disana." Ucap Luca serius. Setelah meyakinkan hatinya untuk mempercayai Elle sepenuhnya. Apalagi setelah cukup lama bersama, dan tumbuh kenyamanan dihatinya.

**

1
Windy Hapsarini
akhirnya Luca bertindak,so sweet 😍😍😍🥰🥰 lanjut Thor n semangat n sehat selalu ✊✊✊🥰🥰🥰
Windy Hapsarini
Elle klw suka ngomong,entar diambil zombie nangis bombai de'.. semangat Thor 🥰🥰🥰
Douyin Rndm FP
Bagus
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!