NovelToon NovelToon
PELAKOR UNTUK MADU-KU

PELAKOR UNTUK MADU-KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Menyembunyikan Identitas / Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Almira Abimanyu, di hari ia mengetahui kehamilannya, Gilang, suaminya justru membawa Lila, istri kedua yang juga tengah hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Cinta yang Hilang

.

"Buat benar-benar bersih seperti sedia kala! Awas kalau tidak!" ancam Almira lalu pergi dari ruang makan.

Mood Almira buyar sudah. Keinginannya untuk membuat makanan sendiri lenyap seketika melihat ruang makan yang berubah menjadi seperti kapal pecah. Apalagi ditambah dengan perdebatan dengan Gilang, dan mendengar suara rengekan Lila. Energi positif yang ia kumpulkan setelah bermunajat seolah tersedot habis oleh tingkah laku Gilang dan Lila.

Namun, ia tetap harus makan. Sama sekali tak boleh menahan lapar karena ada nyawa yang harus ia hidupi di dalam dirinya. Ia tidak akan membiarkan masalah dengan suami dan madunya membuatnya kelaparan karena itu sama saja dengan menyakiti calon anaknya.

Anak yang tak kan ia tunjukkan kehadirannya pada Gilang. Setidaknya untuk sementara ini. Mungkin ia baru akan membiarkan Gilang tahu setelah mereka bercerai. Karena itu sebelum perutnya semakin membesar, ia harus sudah keluar dari rumah itu.

Dengan menghela napas panjang, Almira melangkah ke ruang tamu dan duduk di salah satu sofa. Almira membuka ponselnya yang tersimpan di saku daster tanpa lengannya dan mencari aplikasi pemesanan makanan online.

Almira mencari menu yang menggugah selera dan memesan makanan kesukaannya. Untuk dirinya sendiri tentu saja. Tidak Sudi dia mengeluarkan uang untuk Gilang dan Lila. Kalau mereka lapar ya biar beli pakai uang mereka sendiri.

Gilang membiarkan Lila bergerak seorang diri, sedangkan dirinya mengikuti langkah Almira yang duduk di ruang tamu. Memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah, tampak berbeda. Kulit halus mulus yang selama ini tersembunyi di balik gamis kedodoran, wajah ayu yang selalu tertutup sebagian oleh hijabnya, kini terlihat begitu nyata. Begitu cantik, begitu mempesona.

“Kamu lagi apa?" tanya Gilang basa-basi.

"Menurutmu?” tanya Almira balik tanpa menoleh.

Gilang menggelengkan kepala tak mengerti. Sikap Almira yang sekarang begitu dingin sedikit mencubit hatinya. Ingat! Hanya sedikit. Selebihnya hanyalah ego yang lebih besar. Merasa apa yang ia lakukan sama sekali tidak salah.

"Lila sedang mengandung anakku,” ucap Gilang. "Anak itu nantinya juga akan menjadi anakmu. Anak kita. Kamu juga yang akan merawatnya. Aku tahu selama ini kamu juga ingin punya anak. Bukan sudah benar jika aku membuat keinginanmu terwujud?”

Kata-kata pria gila yang mungkin merasa dirinya hebat bisa mengabulkan doa, membuat Almira terperangah. Apa otak pria ini geser? Wanita yang kemudian menatap dengan sinis.

“Maksudmu, kamu dan gundikmu yang kikuk kikuk terus aku yang harus sudah payah menjadi baby sitter, begitu? Tak Sudi. Daripada merawat anak madu, lebih baik aku mengadopsi anak dari panti asuhan. Lebih berpahala. Kamu menyuruhku merawat anakmu dan selingkuhan mu, apa kamu tidak berpikir itu akan menyakiti hatiku?" cecar Almira seraya menahan sesak di dadanya.

Galang terkesiap mendengar kata-kata Almira. Namun, sekali lagi egonya mengalahkan logika. “Kenapa kamu jadi begitu keras kepala?" geramnya dengan tangan terkepal.

“Kamu bilang aku keras kepala? Memang. Yang jelas sampai kapanpun, aku tidak akan Sudi alur dengan madu-mu. Jadi, katakan padanya! Jika dia ingin tinggal nyaman di rumah ini, dia harus tahu aturan!"

“Almira…"

Belum sempat Gilang melanjutkan ucapannya, suara bel terdengar dari luar. Almira bergegas memakai blazer dan kerudung instan yang tadi ia sampirkan di atas sandaran sofa lalu berjalan ke depan untuk mengambil pesanan itu, tak mau Gilang atau Lila yang mengambilnya lebih dulu.

“Terima kasih, ya, Mas." Suara Almira terdengar di telinga Gilang diiringi suara pintu yang ditutup rapat. Lalu terlihat oleh pria itu, Almira masuk dengan kantong dengan logo restoran mewah di tangan. Namun, kening pria itu berkerut. Kenapa hanya satu kantong ukuran kecil yang sepertinya hanya berisi satu porsi?

Gilang berdiri dari tempat duduknya dan mengiringi langkah Almira ke ruang makan. Sampai di sana, Lila baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

Almira langsung duduk di salah satu kursi dan membuka kantong itu.

“Kamu pesan makanan?" tanya Gilang. Pertanyaan bodoh sebenarnya karena dia sudah tahu jawabannya. "Kenapa hanya satu? Kenapa tidak memesan untuk aku dan Lila juga?” Itulah inti dari pertanyaannya. Dia juga lapar.

Tanpa mempedulikan pertanyaan Gilang, Almira segera menyantap makanan itu. Tidak mengganti styrofoam dengan piring. Terlalu lama, sedangkan dia sudah kelaparan.

“Mas, aku juga lapar. Anakmu ini butuh asupan makanan," rengek Lila yang hanya bisa menelan ludah saat melihat Almira makan hidangan mewah itu dengan begitu lahap. "Kenapa Mbak Mira tega sekali membiarkan anak kita kelaparan? Apa dia benci sama anak kamu, Mas?"

Bagaikan ranting kering yang disiram bensin lalu dilempar korek api. Gilang mengepalkan tangannya erat dan menatap tajam ke arah istri pertamanya. “Almira Abimanyu, Mas bicara padamu!" bentaknya. Harga dirinya terluka karena Almira seolah mengabaikan keberadaannya.

Almira memperlambat kunyahannya, menelan perlahan lalu menatap ke arah Gilang dan Lila bergantian. “Kamu tidak lihat aku sedang makan? Atau kamu memang sengaja biar aku tersedak?”

Hati Gilang bagai diremas. Kamu, kamu, kamu. Sejak tadi yang ia dengar hanya kata “kamu” yang keluar dari mulut Almira. Sejak kapan, panggilan "Mas" hilang dari bibir wanita itu?

"Kamu punya hape, kan? Kalau lapar ya pesan sana? Kenapa harus aku juga yang repot?” lanjut Almira dengan matanya yang menatap kesal.

Gilang menggelengkan kepalanya dengan raut kecewa. “Mira, kita ini suami istri. Kenapa kamu jadi perhitungan seperti ini?"

Almira terkekeh getir. “Kamu ini aneh deh, Mas. Ini hanya perkara kecil loh. Seperti kata kamu saat rumah berubah seperti kapal pecah, sepele. Kenapa kamu jadi ribet sih? Tadi kalian makan gak ingat aku, aku gak permasalahin, loh. Kenapa giliran aku yang ingin makan dengan tenang bisa jadi masalah?"

Almira menggelengkan kepala, lalu melanjutkan makan dengan tak peduli. Anggap saja sedang makan dengan diiringi musik klasik.

“Tadi itu kan karena aku benar-benar kelaparan, Mbak. Jadi mungkin Mas Gilang lupa," sahut Lila yang ingin menunjukkan bahwa dirinya lebih disayang. “Lagian, itu kan salah Mbak Mira, karena Mbak Mira meninggalkan rumah tanpa masak lebih dulu. Jadi, aku harus menahan lapar dari pagi sampai sore," tambahnya ingin membuat Gilang menyalahkan Almira.

Tapi…

Ha ha ha…

Almira tertawa terbahak-bahak. Lalu melanjutkan kembali makannya.

Lila mengerutkan kening. Apanya yang lucu? Bukankah seharusnya Almira merasa bersalah?

Almira menelan kunyahan terakhir, lalu minum segelas air putih, dan membersihkan mulutnya dengan tisu sebelum menatap ke arah Lila dan Gilang.

“Gilang," panggilnya dengan acuh. “Sebenarnya kamu nemu wanita model gini dari mana, sih? Serius loh ini aku nanya. Kalau dia anak kecil sih aku percaya dia kelaparan. Ini, dia sudah mahir membuat anak kecil, loh. Kok bisa sampai kelaparan di jaman yang serba canggih seperti ini?" Almira menggelengkan kepala lalu beralih ke arah Lila.

“Ini kota besar. Mau apa pun ada. Dan kamu punya hape, kan? Gunanya hape buat apa, kalau pesan makanan saja tidak bisa? Atau… jangan-jangan kamu segitu miskinnya?”

"Almira!” bentak Gilang. Suaranya yang keras bergema di ruangan berdinding beton. "Sejak kapan kamu berubah jadi kasar seperti ini. Kemana hilangnya Mira-ku yang lemah lembut?”

Lila yang berdiri di sampingnya mengepalkan tangan dengan wajah merah padam. Marah, sekaligus malu. Niat hati ingin membuat Almira tertekan, malah dirinya yang terhina.

Almira berdiri dari duduknya sambil tertawa terkekeh. "Serius, kamu nanya gitu, Gilang?” tanyanya sambil membawa bekas makannya ke tong sampah yang ada di sudut ruang. Mencuci tangannya di wastafel, lalu kembali menatap ke arah Gilang dan Lila.

"Biar aku ingatkan kalau kamu lupa,” ucapnya. "Aku berubah sejak kamu menghadirkan orang ketiga dalam rumah tangga kita. Aku berubah sejak kepercayaanku kau hancurkan. Aku berubah sejak tahu semua pengorbanan dan pengabdian ku serasa sia-sia," cecar Almira sambil memukul-mukul dadanya.

Gilang menggelengkan kepala mencoba menjelaskan. “Aku tidak mengkhianatimu. Aku hanya ingin punya anak. Apa itu salah? Tapi aku tetap mencintaimu.”

Almira membalikkan badan lalu pergi dari tempat itu. Tak ingin lagi mendengar omong kosong yang memuakkan. Bahkan tak lagi menoleh meskipun Gilang berteriak memanggil. Cinta? Itu hanya bullshit.

1
Cindy
lanjut
Ma Em
Dasar para benalu yg tdk tau diri sdh ditampung dikasih tempat untuk tidur dikasih makan eh malah mau menguasai .
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
salahmu dewe to
Anbu Hasna
G heran Gilang begitu, toh emaknya aja serakah
Nar Sih
jgn mimpi bisa ngerebut rmh alamira ya gilang sama ibu mertua julid ,yg ada kalian dulu yg di lempar keluar🤣
juwita
si lila goblok si Gilang kan hasil. ngerebut jd gmn skrg rasanya enak g? klo si Gilang di rebut mbk Rini? sakit kan nah itu jg yg di rasakan amira
dewi rofiqoh
Lanjuut
ora
Serakah banget kau Gilang ...
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apa mmng bgtu ya yg NB org g pnya akan serakah..soale ngalamin jg😂 yg berjuang biar bs pnya rmh siapa eh mlh pgn bkn yg pnya pergi dr rmh sndiri...seumur hdp sm ibunya boro2 rmh sepeda dan motor aja g bs punya glrn stlh nkh bs pnya rmh kndraan roda 2 dan 4 yg semua jls krn hsl nya istri ngaku2😬 kl mau cerai yg angkat kaki istri😂 pdhl kl hdp sm ibunya smpe bau tua g bkl pnya rmh sndiri
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: langka...kl jiwa nya orang kaya santai aja kl mghdpi org2 norak sprti b rosidah dan adik ipar numpang tp belagu boto2 matur nuwun pura2 baik kek🤭 apalagi kl itu rmh mer3ka sndiri mkn menjadi
total 3 replies
Nie
Wah mba Rini jago akting nih tapi awas ya mba jgn sampe jatuh cinta ma Gilang ya 🤭
Irma
bukan bodoh lagi itu mah mira
astr.id_est 🌻
sokorrrr 🤣
Nar Sih
rencana yg bnr,,mantap mira dan good job buat mbk rini👍
Nar Sih
bnr kata almira ,si gilang emang suami yg bodoh😂
Nar Sih
dasar laki,,buaya tetep aja buaya
mery harwati
Aq bakal keplok² klo ternyata anak yang dikandung Lila bukan anak kandung Gilang & Rini berhasil menyingkirkan Lila plus Gilang dan keluarganya harus minggat dari rumah Mira yang sudah diberikan pada Rini sebagai rasa terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
itu
Hary Nengsih
cepet slsaikan sebelum ketahuan hamil
Irma
belum tau aja sii Gilang

semangat thor
Irma
mampus maaf thor baru nongol diriku paket data aku baru ke isi di tambah baru lahiran maafkan diriku ini yaa thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp kak. makasih sudah kembali hadir.
selamat atas kelahiran amanah dari Allah. semoga kelak menjadi anak yg berbakti , Sholeh/Sholeha. Aamiin 🤲🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!