NovelToon NovelToon
Kejar Daku Kau Kujerat

Kejar Daku Kau Kujerat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

PLAK!!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ervano. Pria itu memegangi pipinya yang terasa panas sambil melihat pada Naima. Gadis itulah yang sudah memberikan tamparan tadi. Mata gadis itu menatap nyalang pada Ervano. Dia sama sekali tidak menyangka pria yang dekat dengannya bisa melakukan hal yang melecehkan harga dirinya sebagai wanita.

“Ima, maafin aku.. aku..”

“Aku ngga nyangka, bang. Serendah itu pikiran abang sama aku!!”

“Ngga, Ima. Ngga begitu. Aku… ngga sengaja. Aku khilaf, maaf.”

“Laki-laki yang baik adalah laki-laki yang bisa menjaga pandangan dan tidak menyentuh yang bukan miliknya. Terima kasih, bang. Aku cukup tahu kelakuan abang seperti apa. Mulai sekarang, lebih baik kita ngga ketemu lagi. Aku tidak membenci abang, tapi bukan berarti aku bisa terus berteman dengan abang.”

Setelah mengatakan itu, Naima segera pergi meninggalkan Ervano dengan perasaan marah, kecewa sekaligus malu. Ervano hanya bisa memandangi kepergian Naima tanpa bisa melakukan apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Calon Suami Tapi Calon Imam

Aiza turun dari mobil perusahaan yang mengantarnya. Hari ini dia kembali harus melakukan presentasi program promosi yang disusunnya. Gadis itu segera memasuki lobi kantor Das Archipel. Seorang resepsionis menyambut ramah kedatangannya. Dia segera membantu Aiza naik ke lantai di mana ruangan Sam berada.

Senyum Sam langsung mengembang melihat kedatangan Aiza. Dia bangun dari duduknya untuk menyambut kedatangan gadis yang sudah menjadi penghuni hatinya. Tanpa banyak basa-basi, Aiza langsung melakukan tugasnya. Dia mempresentasikan proposal yang sudah disusunnya. Sam pun bersikap professional. Dia mendengarkan, bertanya dan mengkritisi proposal yang dibuat Aiza.

“Ok, pak. Soal masukan yang bapak berikan akan saya tambahkan. Revisi proposalnya saya berikan besok.”

“Baik, saya tunggu.”

Aiza memasukkan laptop ke dalam tas, bersiap untuk kembali ke kantornya. Sam melihat jam di pergelangan tangannya, waktu sudah masuk jam makan siang. Tentu saja ini dimanfaatkan Sam untuk mengajak Aiza makan siang.

“Sudah jam istirahat. Gimana kalau kita makan siang dulu?” tawar Sam.

“Ehmm.. boleh, a.”

“Kamu mau makan apa?”

“Makan ayam gorowok aja gimana?”

“Ayam gorowok di mana?”

“Di seberang kantor Bank Duit, yang dekat jalan Braga.”

“Oh ok.”

Sam bangun dari duduknya kemudian menuju meja kerjanya. Dia mengambil kunci mobil dari atas meja, lalu mengajak Aiza keluar ruangan. Baru saja mereka keluar, mereka dikejutkan dengan kedatangan Brenda. Aiza hanya memutar bola matanya saja melihat kedatangan gadis yang sering membuatnya emosi jiwa.

“Sam.. ayo makan siang sama aku,” ajak Brenda.

“Jangan mau, a. Nanti dia minta makan gratisan, malu-maluin.”

“Eh jangan ngomong sembarangan ya!” sewot Brenda.

“Aku ada janji makan siang sama Aiza. Kamu makan sendiri aja,” jawab Sam santai seraya meninggalkan gadis itu. Tak mau menyerah, Brenda segera mengejar Sam.

“Sam.. kamu dikasih pelet apa sih sama dia?”

“Pelet asihan, jaran goyang sama goyang dombret,” jawab Aiza asal.

“Sam.. apa sih yang kamu lihat dari dia? Muka biasa aja, bar-bar, ngga ada anggun-anggunnya jadi cewek.”

“Iya gue tahu lo emang anggun, alias Anggota Ragunan, hahaha..”

“Heh!! Emang dasar nyebelin!!”

Tangan Brenda terangkat hendak menarik hijab yang dikenakan Aiza. Tapi belum sampai, Sam sudah menahannya. Dia menghempas tangan Brenda dengan kasar, lalu mendorongnya pelan.

“Sam.. kamu kenapa kasar kaya gini sih?!” kesal Brenda.

“Berhenti menggangguku. Lebih baik kamu pergi, ini kantor bukan taman bermain yang bisa kamu datangi kapan saja.”

“Dia juga sering datang,” tangan Brenda menunjuk pada Aiza.

“Eh.. gue ke sini kerja bukan kaya elo yang bikin pemandangan jadi anyep.”

“Sam.. pokoknya aku ngga mau tahu, kamu ngga boleh dekat-dekat sama dia. Kita ini mau dijodohkan, kamu calon suamiku.”

“Jiaahh… dia ngigo,” timpal Aiza.

“Kalau kamu ngga percaya, tanya aja sama papa kamu. Papamu dan papaku sudah sepakat untuk menjodohkan kita.”

“Oh ya? Atas dasar apa?”

“Kamu tahu benar kalau papaku memberikan kontribusi besar pada perusahaan ini. Makanya om Kenan mau menikahkan kita. Tanpa kontribusi papaku, perusahaan kalian ngga akan sebesar dan sesukses ini.”

Sam hanya tersenyum tipis mendengar jawaban yang penuh percaya diri dari Brenda. Entah dari mana gadis itu mendengar hal menggelikan itu.

“Papamu bekerja di sini bukan cuma-cuma, kami membayarnya dengan gaji yang tinggi, memberikan fasilitas dan biaya operasional yang tidak sedikit. Jadi wajar saja kalau papamu memberikan yang terbaik.”

“Sam.. aku ngga nyangka kalau kamu bisa melupakan jasa seseorang dengan mudah. Kalau papaku resign, baru tahu rasa kamu!”

“Silahkan. Kalau papamu resign, ada banyak orang yang mau menggantikan posisinya,” jawab Sam santai sambil melenggang menuju lift.

“Kamu beneran sombong. Lihat aja, aku bakal runtuhin kesombongan kamu! Aku punya banyak followers, sekali aku bikin postingan negatif soal kamu, bisa habis kamu! Aku bisa bikin perusahaan ini terkena dampak negatif!”

“Dih pede gila. Sana minum obat dulu, biar gilanya ngga kumat.”

Aiza segera mengajak Sam memasuki lift yang sudah terbuka pintunya. Brenda benar-benar kesal melihat Sam yang selalu mengabaikannya. Dia harus secepatnya meminta sang ayah untuk mengajukan perjodohan dengan Sam. Tapi sebelum itu, gadis itu berencana memberi pelajaran pada pria itu.

🍄🍄🍄

Sambil membawa gelas berisi kopi yang dibelinya dari More and Most yang ada di dekat kantor Infinity Corp, Aiza masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia mendudukkan diri di depan kubikelnya. Jam istirahat baru saja mulai. Aiza mengeluarkan ponselnya, lalu membuka aplikasi instagram.

Hampir saja minuman yang masuk ke mulut Aiza tersembur ketika melihat postingan yang diunggah oleh Brenda. Ternyata gadis itu membuktikan ucapannya. Dia membuat sebuah video yang berisikan cuitannya tentang wakil CEO Das Archipel. Banyak hal buruk yang dikatakan Brenda tentang Sam. Dan gadis itu berakting seolah korban sikap buruk Sam.

Berhubung gadis itu memiliki banyak pendukung, dalam waktu singkat muncul berbagai komentar. Hampir semua isi komentar menyudutkan Sam. Bahkan Brenda menyebutkan perusahaan di mana Sam bekerja. Gadis itu juga mengatakan kalau Sam berada di posisi ini berkat bantuan papanya. Berbagai hujatan langsung menerpa Sam. Ada yang menyebutnya sombong, kacang lupa kulitnya, lintah penghisap darah dan sebagainya.

“Wah nih cewek beneran pengen gue sleding.”

Serta merta Aiza bangun dari duduknya. Dia menaruh gelas berisi kopi di atas kubikelnya, lalu gadis itu keluar dari ruangannya. Bergegas dia menuju lantai 12, tujuannya adalah ruangan Irzal. Tentu saja dia ingin meminta bantuan pria itu untuk memberikan pelajaran pada Brenda.

Setelah mengetuk pintu, Aiza masuk ke dalam ruangan. Di dalam, nampak Irzal sedang duduk di sofa, di sampingnya duduk Arsy. Wanita itu baru saja datang membawakan makan siang untuk suaminya. Aiza segera duduk di sofa single yang ada di sana.

“Ngapain kamu ke sini? Mau ikutan makan siang?”

“Ngga.”

“Terus?”

“Aku mau minta tolong. Tolong abang bilangin ke bang Daren buat bantuin aa Sam. Nih si Brenda bikin ulah lagi. Nyebelin banget tuh cewek. Cinta ditolak, medsos bertindak.”

Aiza mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan postingan Brenda di laman IG-nya. Irzal dan Arsy melihat tayangan itu tanpa berkomentar apapun. Setelah tayangan selesai, dengan santai Arsy mengambilkan makanan untuk suaminya.

“Bang.. tolongin bang Sam.”

“Ck.. Cuma masalah gitu doang.”

“Ini menyangkut nama baik aa Sam!”

“Sam bukan anak kemarin sore. Masalah kecil seperti ini, ngga akan buat dia terpuruk. Calon suami kamu itu wakil CEO Das Archipel kalau kamu lupa.”

“Di bukan calon suamiku!”

“Iya, bukan calon suami tapi calon imam.”

“Abaaaaang!!”

PLETAK!

“Berisik!!”

Sebuah sentilan mendarat di kening Aiza. Sang empu hanya bisa memajukan bibirnya beberapa senti. Arsy hanya tertawa saja melihat perdebatan suaminya dan Aiza yang diakhiri dengan sentilan maut.

“Kalau Sam bukan calon suami kamu, ngapain juga kamu heboh di sini minta aku bantuin dia? Lain di mulut, lain di hati dan otak.”

“Aku cuma mau bantu aja.”

“Itu tandanya peduli. Peduli itu salah satu tanda-tanda cinta.”

“Udah mas, jangan dipaksa. Cinta kan memang ngga bisa dipaksakan. Biar Sam ganteng, pintar, sukses dan soleh tapi kalau Aiz ngga mau percuma juga. Gimana kalau mas carikan jodoh lain buat Sam. Sepupu mas ada yang masih jomblo ngga?”

“Masih ada, cucu bungsunya nenek Rena masih jomblo.”

“Masa? Wah coba aja jodohin.”

“Ini kenapa jadi bahas jodohnya aa Sam sih! Aku kan ke sini mau minta tolong!”

“Kalau soal Brenda, biarin aja jadi urusan Sam. Tapi kalau jodohnya Sam, aku pasti bantu,” jawab Irzal cuek.

“Au aaahhh.. bang Bibie nyebelin!!”

Dengan cepat Aiza bangun dari duduknya. Lalu sambil menghentakkan kaki, gadis itu segera meninggalkan ruangan. Irzal dan Arsy hanya tersenyum saja melihat wajah Aiza yang berubah kesal ketika mereka membicarakan calon untuk Sam. Irzal menarik bahu Arsy lalu memeluknya.

“Sayang.. Azzam sudah mau berangkat ke Afrika?” tanya Irzal.

“Iya, mas. Dia udah diterima jadi anggota kontingen garuda. Aku takut ada apa-apa sama dia.”

“Kamu doakan aja yang terbaik. Azzam itu tentara terlatih. Dia terpilih jadi pasukan perdamaian melalui seleksi ketat. Pasti dia akan baik-baik aja.”

“Aamiin.. oh ya, mas, cucu bungsunya nenek Rena emang masih jomblo?”

“Iya.”

“Siapa namanya? kali aja cocok sama Dipa, kan dia jomblo akut, hahaha..”

“Namanya Dewangga, hahaha..”

“Lah.. laki itu mah. Bisa adu anggar Dipa sama dia.”

“Hahaha..”

Irzal hanya bisa tertawa mendengar ucapan istrinya. Di keluarganya saudara sepupu perempuan yang masih berstatus jomblo hanya ada Naima dan Iris saja. Selebihnya sudah memiliki pawang masing-masing.

🍄🍄🍄

Kalau merasa ceritanya loncat², sebenarnya ngga juga ya. Ini alur maju,jadi ketika salah satu pasangan berproses,pasangan lain juga sama. Makanya alurnya kadang Sam,kadang Ervano, kadang Farzan atau Alden. Ini penjelasan aja takut ada yang bingung🤭

1
Kas Mi
thor ank.y fahrul yg g d publish
loura cahya
sangat bagus tdk monoton keren pokoknya😍😍😍
ida wati
seruuu, ngocok perut bikin melek, karya2 mak author emang bukan kaleng2, keep going mak, suksess 😚🤗
ida wati
kejadian jugaa 🤣🤣🤣🤣 tapioka sekalian🤣
ida wati
dapeeett ajeee mak 🤣🤣🤣
ida wati
ajibbb Fabian dapet duo combo rese sekaligus, mantaff 🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
sekalian aja lahh wkwkwkwk aturan pake helm biar ga malu2 amat 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
sekalian ajah jabanin 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
eleuhhhh 🤣🤣🤣🤣
ida wati
parah ih penghulunya udh bukan absurd lagi tapi omes 😄
ida wati
aa Daffa koplak juga 🤣🤣🤣
ida wati
lahhh 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
adaaa aje julukannye 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
i i ini parah sih buaaahahahaha 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
ambyarrr 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si RW06 🤣🤣🤣
ida wati
sa ae cantelan konci🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!