MAAF MASIH REVISI
Menjadi janda bukanlah hal mudah, banyak orang berbicara buruk tentang status tersebut. Namun seorang Wina mampu menjaga statusnya.
Suatu ketika ia bertemu dengan Bram Sanjaya, yang ternyata CEO tempat ia bekerja. tanpa di sangka Bram jatuh cinta dengannya. Namun siapa sangka Wina bukanlah orang sembarangan, selama ini ia menyembunyikan identitasnya.
apakah Bram mengetahui identitas Wina. Apakah Wina juga menaruh hati padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Rencana bulan madu
"Bram.. sudah satu minggu kalian menikah, apa kalian tidak ingin bulan madu?" tanya pak Bima saat sedang makan malam.
"iya pa, rencananya begitu, tapi masih banyak pekerjaan kantor," balasnya. Bram ingin sekali mengajak istrinya tercinta jalan jalan, pergi ke suatu tempat yang romantis. walau akhirnya nanti Syasa suka mengganggu mereka dan Bram tahu , itulah resiko menikahi seorang janda beranak satu.
"Wina, bagaimana dengan mu?" tanya pak Bima
"Wina terserah mas Bram saja pa, kalau memang masih banyak pekerjaan ya nanti saja," Wina tersenyum. Wina sangat paham pekerjaan Suaminya yang begitu banyak.
"Kalian pergi saja bulan madu, untuk kantor sementara biar papa yang mengurusnya," usul pak Bima, ia sangat mengerti bagaimana anaknya, pasti ingin menghabiskan bulan madu dengan istrinya.
"Baiklah.. dan terima kasih pa " jawab Bram lalu tersenyum ke arah Wina.
"Jangan lupa bram, bawa bodyguard, jangan sampai ada yang mengambil foto kalian berdua khusus nya syasa" jelas pak bima mewanti wanti
"Nawa bodyguard pa? Apa itu tidak berlebihan" tanya Wina
"Tidak, semuanya untuk kebaikan kalian," jelas pak bima
"Tapi pa.."
"Jangan membantah" tegas pak Bima tidak suka di bantah. pak Bima hanya ingin anak dan menantunya serta cucu tirinya aman dari paparazi. Hem.. sudah seperti artis saja.
"Baiklah, Wina menurut saja,"
"Menantu idaman" kelakar pak Bima sedangkan bu mila hanya mendengarkan dan tersenyum
"Bagimana kalau kalian ke paris,atau ke belanda" usul bu mila
"Jogja " ucap Wina tiba-tiba
"Ha?" Bram speechless dengan permintaan Wina yang tidak muluk muluk.
"Mas.."
"Baiklah kita ke Jogja" jawab Bram. Bram menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan pilihan Wina yang sangat sederhana.
Setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, bercanda bersama, di tambah kelucuan syasa, Bram sampai kelelahan meladeni tingkah polah anak tiri nya itu, tak terasa jam menunjukkan pukul 20:30 dan syasa sudah mulai mengantuk.
"Mama bobok," syasa yang menghampiri wina yang sedang duduk di sofa.
"Baiklah ayo kita, ke kamar" Wina menggendong syasa naik ke lantai atas. menuju kamar syasa yang berada di lantai atas. dan menidurkan syasa, di temani sangat baby sister, Dini.
"Dini..! kamu ikut tidur di atas saja, jangan di bawah. Di bawah kasur nya tipis, terus nanti kalau ada apa apa, ketok pintu kamar ku saja ya "ucap wina saat syasa sudah tidur lelap
"Baik nyonya" balas dini sopan. wina tersenyum kemudian ia keluar dari kamar syasa saat Wina keluar dan hendak turun ia berpas pasan dengan Bram suaminya yang hendak ke kamar.
"Astaga mas! " wina terkejut. dan berpegang lengan suaminya.
"kaget "
"Heum"
Tanpa aba aba. Bram langsung membopong wina masuk ke dalam kamarnya. sesampainya di kamar Bram menutup pintunya dengan kakinya lalu meletakkan wina di atas tempat tidur. perlahan Bram mendekati wina yang terbaring di tempat tidur, ingin menciumnya namun Wina mencegahnya.
"Stop mas! nanti dulu. Aku belum shalat isha " ucap Wina mendorong lembut Bram.
"Mas sudah shalat? " tanya Wina saat berjalan ke kamar mandi.
"Sudah di bawah, sama mama papa," jawab Bram sembari membuka kaosnya
"Oh. ya sudah aku shalat dulu," jawab Wina santai lalu masuk ke kamar mandi setelah nya Wina mengerjakan kewajibannya
"mas ..kapan rencana bulan madu kita" tanya Wina saat sudah selesai shalat. kemudian berbaring di sebelah Bram yang sudah bertelanjang dada.
"Lusa sayang, Syasa dan Dini juga ikut"
"Terima kasih ya mas, sudah mau mengajak syasa," Wina langsung memeluk Bram. ia sangat bahagia, anaknya di perlakukan bak anak kandung oleh suaminya.
"Sama sama sayang, karena mas tau kamu tidak bisa jauh dari syasa " Bram mencium kening wina tak lama Bram pun melancarkan aksinya dan meminta haknya.
🍁🍁🍁🍁
vote like komen
kok ini jadi kecelakaan motor