Bercerita tentang seorang wanita bernama Citra Natalina, gadis super modern. Di Usia ke 25 tahun, dia masih belum menikah. Alasannya karena dia tripikal wanita yang pemilih dalam mencari pasangan. Dan tak di sangka ibunya menjodohkannya dengan putra dari sahabat masa kecilnya yang bernama Rizki Putra Pratama. Karena menurut ibunya anak dari temannya itu termasuk kriteria citra, pria mapan, kaya, dan tampan.
Mendengar hal itu Citra langsung setuju untuk menikah dengan pria pilihan ibunya itu, sampai di hari pernikahan Citra di kagetkan dengan kenyataan tentang suaminya.
Akankah Citra Natalia dan Rizki Putra Pratama menjalankan pernikahan layaknya suami istri atau malah sebaliknya. Dan akankah tumbuh perasaan Cinta antara keduannya atau malah sebaliknya.
☆Langsung di baca aja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Kini hari yang di tunggu sudah tiba, nampak Citra sudah siap dengan gaun yang Rizki belikan untunya. Gaun itu nampak sangat indah dan cocok di tubuh Citra, dan Citra terlihat sangat cantik. Karena Rizki sengaja menyewa perias makeup profesional untuk Citra, meski Citra menolak tapi Rizki tetap menyewanya.
"Nona kau sunggu sangat cantik." Ucap prias itu.
"Iya, saya ucapkan terimakasih." Ucap Citra.
"Tidak perlu mengucapkan terimakasih karena wajah nona memang pada dasarnya sudah cantik, jadi saya cuman memberikan sedikit make up." Ucap prias itu.
Tapi Citra sangat merasa heran karena tak melihat Rizki, tadi dia mengatakan ada urusan sebentar. Dan dia akan menjemputnya saat urusannya sudah selesai.
Lalu tak beberapa lama, asisten prias itu memberitahukan jika Rizki sudah menunggunya di depan.
Lalu Citra langsung menghampiri Rizki di bantu oleh prias yang tadi untuk mengangkat gaun milik Citra.
Nampak mata Citra terkejut saat melihat sebuah mobil sport keluaran terbaru berada di depan rumahnya.
"Mobil siapa ini? Dan dimana Rizki." Tanya Citra.
Lalu keluar seorang pria dari mobil sport itu, dan tak lain adalah Rizki. Dan Citra nampak pangling dengan tampilan Rizki.
"Ada apa dengan rambutmu." Tanya Citra.
"Hem, apa kau tak suka?" Tanya Rizki.
"Tidak, aku suka kok. Cuman heran aja kenapa kau memakai wig dan menutupi sebelah telingamu." Ucap Citra.
"Aku tak perlu menjelaskan, kau pun pasti sudah mengetahui jawabannya." Jelas Rizki.
Dan Citra hanya menganggukkan kepalanya, dia tahu maksud dari ucapan Rizki. Lalu Rizki langsung mengajak Citra untuk masuk ke dalam mobil sport miliknya.
Rizki sengaja membeli mobil sport ini hanya untuk Citra, dia tak mau nanti Citra di permalukan oleh temannya itu. Jadi Rizki sebisa mungkin akan melindungi Citra.
Di lain tempat...
Nampak seorang wanita tengah merias dirinya, wanita itu tak lain adalah Viola. Dengan wajah angkuh dan sombongnya dia terus memarahi para prias wajah karena tak bisa merias wajahnya sesuai keinginannya.
"Kenapa kau terus mencari keributan." Ucap Maria pada menantunya itu.
"Ah, ibu. Aku tak membuat keributan tapi mereka saja yang tak becus dalam bekerja." Ucap Viola.
"Selesaikan riasanmu itu dengan cepat, acaranya akan Segera di mulai." Ucap Maria sambil berjalan pergi meninggalkan Viola.
Nampak tatapan Viola langsung berubah sinis, ingin sekali dia menyingkirkan mertuanya itu. Tapi ini belum saatnya.
Tak beberapa lama datang Rendi menghampiri Viola.
"Apa kau sudah siap sayang." Tanya Rendi.
"Seperti yang kau lihat." Jawab Viola.
"Kau nampak sangat cantik, wajah dan hatimu sama cantiknya." Ucap Rendi memuji Viola. Dan Viola langsung tersenyum, dia tahu jika Rendi sangat mencintainya.
Lalu Rendi mengajak Viola untuk pergi ke aula tempat pesta di gelar.
Sementara itu...
Kini Citra dan juga Rizki sudah datang di kediaman Wiranto, pesta tersebut di adakan di kediaman ini. Lalu Rizki mengambil sebuah undangan yang tertulis nama perusahaannya.
"Ayo." Ajak Rizki. Dan Citra langsung keluar dari dalam mobil. Dan Rizki langsung menggandeng tangan Citra, lalu Rizki menyerahkan sebuah undangan pada penjaga. Karena itu syarat utama untuk masuk ke pesta yang meriah ini.
Setelah itu Rizki langsung mengisi namanya di buku khusus daftar tamu. Kemudian Rizki langsung mengajak Citra untuk masuk.
Nampak pesta di adakan sangat meriah, dan Citra melihat banyak orang yang datang dari kalangan atas.
Sementara itu...
Terlihat pak Wiranto tengah menunggu kedatangan tamu yang terhormat yang tak lain adalah pemilik perusahaan Adijaya Entertainment yang tak lain adalah perusahaan Rizki tapi ayahnya tak tahu jika perusahaan itu milik Rizki.
"Bagaimana apakah direktur dari perusahaan Adijaya Entertainment sudah datang." Tanya apak Wiranto pada bawahannya.
"Sudah tuan dan dia juga membawa istrinya kemari." Jawabnya.
"Bagus, perlakukan direktur dari perusahaan Adijaya Entertainment dengan baik, nasib perusahaan kita tergantung dengan kontrak kerja sama dengan perusahaan itu." Ucap Pak Wiranto.
"Baik tuan." Jawabnya.
"Dan jangan lupa ajak direktur dari perusahaan Adijaya Entertainment untuk duduk di kursi khusus yang telah ku sediakan." Ucap pak Wiranto.
"Baik tuan." Lalu bawahannya langsung pergi untuk menghampiri direktur dari perusahaan Adijaya Entertainment.
Tak pernah ada yang tahu wajah dan juga rupa direktur perusahaan Adijaya Entertainment. Karena setiap ada meeting atau pun pertemuan dengan perusahaan lain. Dia selalu menyuruh bawahannya untuk menggantikan dirinya.
Dan saat ini direktur datang ke pesta pak Wiranto, dan ini merupakan kesempatan emas untuknya.
Sementara itu...
Nampak bawahan pak Wiranto menghampiri Rizki dan Juga Citra.
"Maaf tuan, apakah Anda direktur dari perusahaan Adijaya Entertainment?" Tanyanya memastikan.
"Benar." Jawab Rizki sambil menunjukkan kartu undangan sebagai bukti.
"Baiklah, mari ikut dengan saya." Ucapnya.
"Kemana?" Tanya Citra.
"Ke tempat yang sudah di sedian untuk nyonya dan tuan..." Ucap bawahan itu menggantung ucapan karena dia tak tahu siapa nama direktur tersebut.
"Rizki, Rizki putra Pratama." Jawab Rizki.
"Baiklah pak Rizki. Mari." Ajak bawahannya pak Wiranto.
Lalu Rizki dan juga Citra langsung mengikuti langkah pria yang mengajaknya itu, nampak tangan Rizki berkeringat dingin. Citra yang menyadari hal itu langsung menggenggam tangan Rizki untuk menenangkannya.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja." Ucap Citra.
but jujurly cerita nya bagus dan ga ngebosenin
Suami absurd
Suami rupa madu mulut racun
Perjodohan Arini