"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"
Nada Ageta Putri
"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"
Juna Genio Lin
"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"
Senar Anggriani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. bangun
Zero baru mengetahui bahwasanya dia satu sekolah dengan Abang pertama gadis kecilnya. Semenjak itu, Dengan tipu daya nya. Zero berhasil mendekati Abang pertamanya dan menjadi sahabat abangnya.
Bertahun-tahun menjadi sahabat Enzo. Zero selalu datang kerumah gadis kecilnya. Lama kelamaan Enzo sadar bahwasanya sahabatnya mempunyai motif tersembunyi sering datang kerumahnya.
Zero selalu berusaha untuk mendekati gadis kecilnya. Walaupun harus selalu di hadang oleh ayah gadis kecil itu maupun kedua abangnya. Zero tidak pernah menyerah dan usahanya tidak mengecewakan.
Dengan usaha yang gigih. ia berhasil membuat gadis kecilnya melihat dirinya. Gadis kecilnya mengingat dirinya dan selalu berada di sampingnya. Walaupun Zero harus melihat wajah sinis ayah dan kedua abangnya setiap saat. Zero tak perduli. Di matanya mereka tidak sepenting itu untuk di perhatikan. Setiap saat melihat senyum dan tawa gadis kecilnya secara langsung membuat hatinya merasa senang.
Hari-hari nya ia lewati bersama gadis kecilnya dan melupakan kesedihan kehilangan kedua orangtuanya sejenak dan beban yang di limpahkan oleh kakek nya untuk nya.
Tapi kebahagiaan nya tidak bertahan lama. Dia melihat tubuh gadis kecil nya di hantam oleh mobil. Tubuhnya bersimbah darah. Dan di saat seperti itu, gadis kecilnya masih mengkhawatirkan nya.
Gadis kecilnya dalam kondisi kritis dan mengalami koma. Zero menjadi manusia dingin dan tidak di bisa di sentuh. Tatapannya mematikan seolah-olah seperti pisau menusuk.
Saat dia sedang belajar bisnis bersama kakeknya. Dia mendapatkan kabar bahwa gadis kecilnya telah sadar dari komanya. Senyum kecil muncul di bibirnya. Di dengan cepat sampai di rumah sakit tempat gadis kecilnya di rawat.
Tapi saat sampai di rumah sakit, hatinya merasa hancur. Dunianya terasa gelap, gadis kecilnya tidak mengenali nya. Dan mendapatkan diagnosis amnesia. Belum lagi trauma akibat kecelakaan dan selalu takut bertemu dengan orang lain.
Melihat kondisi gadis kecilnya. Keluarganya memilih pindah meninggalkan kota ini agar dapat memulihkan kondisi gadis kecilnya.
Zero hanya terpaku melihat pesawat yang membawa gadis kecilnya. Tak ada lagi senyum yang menghiasi bibirnya. Dunianya seperti robot kehilangan satu-satunya cahaya dalam hidupnya.
Bekerja dan terus bekerja. Menjadi tirani bisnis yang di takuti orang sekeliling nya atas kekejamannya.
Semua orang takut padanya. Tapi dia tak peduli dengan mereka. Dia hanya peduli membuat perusahaan nya menjadi raksasa bisnis yang terdepan. Agar saat gadisnya ingat padanya. Dia bisa terus memanjakan nya dan memenuhi semua permintaan nya.
Semenjak gadis kecilnya beranjak remaja. Zero melihat gadis kecilnya memiliki hubungan dengan lelaki lain. Jujur ia marah, ia ingin merebut gadis nya. Tapi dia tahu, jika dia melakukan itu. Itu akan membuat gadisnya ketakutan.
Zero menjadi semakin gila kerja dan semakin sulit di dekati. Zero semakin kejam akan segala hal. Dalam bisnis maupun menghabisi orang-orang yang menyinggung nya.
...----------------...
Nada terdiam terpaku melihat semuanya. Ia ingat, ingat dengan kak iam ny. Ingat dengan janji yang mereka buat.
Ingat wajah kecil yang dulu tampak putus asa berlumur darah seperti serigala yang waspada saat di dekati.
Cahaya silau kembali menghampirinya. Tapi sekarang ia tak perduli dimana sekarang berada. Nada hanya menangis, hatinya terasa sakit. Sakit melihat lelaki yang dulu pernah memberikan dunia jika ia minta menjadi seperti itu. Harus mengalami hal yang menyakitkan seperti itu.
Nada rasanya ingin memeluk kak iam nya sekarang. Nada ingin mengatakan pada kak iam nya bahwasanya ia sudah ingat dan tak akan pernah melupakan nya lagi.
Nada pernah tahu dari Varo bahwasanya ia pernah mengalami kecelakaan. Tapi ia tidak tahu bahwasannya ia mengalami amnesia.
"Kak iam, maafkan Nanad sudah melupakan kakak. Maafkan Nanad membiarkan kakak sendiri mengalami semua itu" Isak Nada
Nada mendengar suara Zero yang tampak sedih. Nada mencari di mana suara itu berasal
"Kak iam, Nada Disni. Kakak dimana" teriak Nada terus menerus berjalan tak tau kemana di iringi air matanya
Tanpa di ketahui Nada. Zero yang sedang menunggu Nada ketakutan melihat tubuh Nada yang sedang koma mengeluarkan air mata.
"Sayang, jangan menangis"ucap Serak Zero yang menghapus air mata Nada dengan tangan kasarnya.
"ngak papa kamu belum mau bangun dari mimpimu. Asal kamu tetap di samping kakak, itu sudah cukup untuk kakak" lanjutnya mengecup kening Nada dan duduk kembali mengelus tangan Nada yang tidak di pasang infus.
Zero yang terpaku pada wajah Nada tak menyadari jari-jari Nada bergerak perlahan. Mata yang terpejam perlahan terbuka.
Silau cahaya memasuki mata Nada. Nada kira dia akan melihat ruangan yang tak di kenalnya lagi. Tapi saat ia menoleh, Nada bertatapan dengan mata yang ia ingat.
Mata yang menatap nya penuh kasih sayang. Wajah yang ia ingat dulu kecil, kini sudah tumbuh dewasa. Wajah yang tegas tampak lelah mematung menatap nya. Nada dapat melihat rasa takut dan terkejut pada wajah tampan itu.
"Kak iam.." lirih Nada dengan suara serak di balik masker oksigen yang sedang di pakainya
Zero terpaku terdiam menatap Nada yang terbangun. Dia langsung berdiri kuat dan menyebabkan kursi terjatuh. Tapi dia tak perduli. Yang ia pedulikan hanya mata yang sudah lama terpejam kini menatap nya dengan sedih. Dan suara serak memanggil nya dengan nama yang sudah lama tak pernah di dengarnya.
tanpa Zero sadari Air mata kini membasahi pipinya. Rasa lega, senang, sedih berbondong-bondong menghampiri hatinya. Zero tak tahu harus bagaimana. Zero merasa semuanya seperti mimpi. Mimpi bahwasanya gadis kecilnya mengingat dirinya. Jika ini mimpi, dia ingin hidup di mimpi ini. Ia tak ingin pernah bangun sedetik pun.
#tbc
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor