Madu itu manis namun berbeda dengan madu yang aku rasakan, rasanya sungguh pahit, membuat hati yang baik-baik saja menjadi terluka, membuat hati dilema antara bertahan atau menyerah hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan mengakhiri semuanya.
Dari sinilah aku menjadi wanita kuat karena harus berjuang untuk sang buah hati dan akhirnya aku bertemu dengan pria yang tulus mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ditinggal Viona
Beberapa episode terakhir
"Sayang." David memanggilku.
Tangannya menggenggam erat tanganku, terlihat David menangis. Aku semakin takut, jika memang rahimku harus diangkat aku tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.
Semua tim dokter saling peluk, mereka nampak bahagia, aku semakin bingung, ada apa ini? kenapa mereka malah senang?
"Rahim kamu tidak perlu diangkat," bisik David.
Seketika aku pun ikut menangis sungguh bahagianya aku saat ini karena rahimku tidak harus di angkat.
"Terima kasih ya Rabb," kataku bersyukur pada Tuhan karena Tuhan masih berbaik hati padaku.
Beginilah rasanya wanita yang akan diambil rahimnya bersyukurlah kalian yang dengan mudah bisa mengandung tanpa ada masalah dengan rahim.
Setelah pemeriksaan selesai David sendirilah yang mendorong brankarku menuju ruang perawatanku, terlihat dia sangat senang.
"Setelah ini kita gas ya sayang," ucapnya dengan terkekeh.
"Apanya yang digas mas." Aku pura-pura tidak tau.
"Anunya," sahut David.
Aku hanya tertawa, sungguh dokter mes-um, bisa-bisanya disaat yang kek gini dia malah mikir hal itu.
Tak terasa dua bulan telah berlalu, luka operasi sudah sembuh sehingga aku bisa menjalani aktivitasku seperti sedia kala.
Siang ini aku ingin membelikan makanan untuk David di sebuah restoran, saat menunggu makanan disiapkan aku melihat Viona dengan seorang pria.
Tampak mereka saling menggenggam tangan, melihat hal itu aku tersenyum.
Setiap apa yang ditanam itulah yang akan dipetik, perselingkuhan dibalas dengan perselingkuhan, yang setia pasti akan mendapatkan yang setia, yang baik pasti akan mendapatkan yang baik pula itu semua sudah hukum alam.
"Lihatlah Reza, kamu pasti akan terluka sekarang melihat kelakuan istri kamu," gumamku.
Memoriku kembali ke masa dimana aku dan Reza masih bersama, aku yang selalu setia dibalas dengan hal yang menyakitkan namun ya sudahlah karena kini aku mendapatkan pendamping yang jauh lebih dari Reza.
"Mbak ini pesanannya," suara pelayan membawaku keluar dari lamunan.
Seusai membayar aku bergegas pergi dari restoran sebelum Viona melihatku.
Setibanya di rumah sakit, aku menceritakan apa yang aku lihat pada David nampak David hanya tersenyum kemudian dia menceritakan hal yang lebih mengejutkan padaku.
"Benarkah mas?" Aku melongo mendengar cerita David.
"Beberapa bulan yang lalu aku melihat Reza membawa map coklat, di jalan. Kelihatannya dia akan mencari pekerjaan," kata David.
Melihatnya susah seperti ini membuat aku nggak tega, tapi ini lah akibat kurangnya rasa syukur tapi entahlah aku juga nggak boleh menghakimi Reza, semua sudah digariskan, mungkin Tuhan ingin aku belajar dari pengalaman hidupku.
"Terus beberapa waktu yang lalu aku juga bertemu dengannya di loby rumah sakit, waktu itu dia nampak bingung hingga akhirnya dia bercerita jika anaknya sakit demam berdarah sehingga harus dirawat," ungkap David.
"Lalu?" tanyaku dengan penasaran.
"Dia meminjam uang padaku," jawab David.
"Kamu meminjamnya?" tanyaku lagi.
"Tidak," jawab David.
Entah mengapa mendengar jawaban David membuat aku kesal, kenapa David tidak meminjami uang pada Reza kan kasian anaknya.
"Kamu tuh mas nggak bisa membedakan mana yang urgent dan mana yang tidak kan kasian anaknya," Aku memaki David.
David mencubit pipiku, aku yang kesal menghempaskan tangannya.
"Kesel aku sama kamu," kataku dengan bibir maju ke depan.
"Kondisikan bibirnya sayang atau akan aku lahap," godanya.
Aku semakin kesal padanya, sungguh David sangat menjengkelkan.
"Aku tidak meminjaminya sayang, melainkan memberinya, Reza yang tidak kunjung mendapatkan pekerjaan membuat Viona meninggalkannya, tak hanya itu Viona tega meninggalkan anaknya juga yang masih kecil jadi ya aku memberinya, tak hanya itu Reza hari ini masuk kantor juga," jelas David.
Mataku menatap David dengan lekat, bersyukurnya aku memiliki suami seperti David yang tak hanya tampan tapi juga memiliki hati seperti malaikat.
"Mulia sekali hatimu mas," kataku dengan menangis.
David menghapus air mataku lalu mendekap tubuhku dengan erat.
***********
Keesokan harinya saat aku mengantar David keluar, sebuah mobil masuk dan betapa kagetnya aku saat yang keluar adalah Reza.
"Mas kamu ngapain kesini?" tanyaku dengan heran.
"Aku ingin menjemput Pak David," jawab Reza.
Aku seperti orang linglung yang, kenapa Reza malah menjemput David?
"Dia sekarang adalah asisten aku sayang." David menguraikan kebingunganku.
"Ya sudah aku berangkat dulu, aku pulang malam karena langsung ke rumah sakit," sambungnya.
David mengecup keningku, kedua pipiku dan bibirku sekilas, tak lupa kata ajaib i love you selalu dia ucapkan untukku.
"I love you too," balasku.
Nampak Reza melayani David, sungguh tak pernah aku bayangkan sebelumnya kalau mantan suamiku akan menjadi asisten suamiku.
"Dunia ini memiliki banyak misteri termasuk nasib seseorang," gumamku lalu aku berjalan masuk ke dalam.
Sehat dan semangat berkarya author...
Good job 😘😘