NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:783
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 (Petunjuk Samar dan Permainan Catur)

Amélie kembali ke Versailles. Berita yang dibawa Céleste telah mengubah seluruh perspektifnya. Ia kini tidak hanya berjuang untuk kebebasannya, tetapi juga untuk kehormatan sejarah LeBlanc dan secara ironis, untuk melindungi Duchy Valois dari pengkhianatan yang sama yang pernah mereka hadapi.

Malam itu, Kapten Henri de Montaigne bertemu dengan Amélie di Ruang Observasi. Henri, di bawah instruksi Gautier, telah bertindak sebagai tangan kanannya dalam melacak pergerakan Éloi dan notarisnya.

"Duchess," sapa Henri, matanya serius. "Éloi sudah memulai pergerakannya. Dia mengajukan dokumen palsu ke Pengadilan Paris yang mengklaim bahwa utang LeBlanc—yang katanya sudah dibayar—membuat aset Tambang Lorraine harus beralih kepemilikan kepada Valois untuk jangka waktu 50 tahun. Dia mencoba mengambil alih tambang itu tanpa sepengetahuan Pangeran Gautier."

"Dia bergerak cepat," kata Amélie, berjalan ke teleskop usang di tengah ruangan. "Dia yakin Gautier akan gagal kembali dari perbatasan."

"Dia bahkan mengirim pengawasnya ke Tambang Lorraine. Dia ingin mengamankan aset itu sebelum berita kembalinya Pangeran tersebar," tambah Henri.

"Ini adalah kesempatan kita," kata Amélie. "Éloi meninggalkan jejak kertas. Sementara Anda melacak notaris yang menangani klaim Tambang Lorraine, saya akan mencari bukti dari masa lalu. Bukti yang akan menjebak Éloi bukan hanya sebagai penggelap, tetapi sebagai pengkhianat dan pembunuh."

Amélie menceritakan petunjuk dari Céleste. Janji Valois kepada LeBlanc dan sandi 'Anggrek Hitam' di Rumah Musim Panas Valois.

Henri terkejut. "Rumah Musim Panas Valois. Itu properti lama, jarang dikunjungi. Tapi sangat terisolasi. Jika ada rahasia Duchy, itu pasti di sana."

"Gautier memberi saya izin bepergian untuk urusan amal, meskipun dia membatasi pergerakan saya," kata Amélie, berpikir cepat. "Saya akan menggunakannya. Saya akan meminta izin mengunjungi Panti Asuhan di dekat Kastil Musim Panas Valois. Tidak ada yang akan curiga seorang Duchess mengunjungi anak yatim."

"Itu risiko yang sangat besar, Duchess," kata Henri. "Kastil itu sangat besar dan Anda mungkin butuh waktu lama untuk mencarinya. Dan jika Éloi tahu Anda melangkah keluar dari Versailles, dia akan waspada."

"Saya harus mengambil risiko itu," jawab Amélie. "Pangeran Gautier akan kembali dalam seminggu. Kita harus mendapatkan dokumen itu sebelum Éloi mengamankan Tambang Besi dan menuduh Gautier sebagai pengkhianat karena 'gagal' dalam misi perbatasan."

...*****...

Tiga hari kemudian, Amélie memulai perjalanannya, ditemani oleh iring-iringan kecil dan beberapa pelayan. Henri tetap di Versailles untuk memantau Éloi dan melacak notarisnya.

Perjalanan itu panjang dan melelahkan. Kastil Musim Panas Valois jauh dari Versailles, terpencil di tengah hutan, diapit oleh sungai yang dingin. Kastil itu kecil, elegan dan terasa sepi.

Amélie memberi tahu pelayannya bahwa dia ingin menghabiskan sore hari di Kastil Musim Panas untuk mencari barang antik yang akan disumbangkan ke panti asuhan setempat dan menginstruksikan mereka untuk menunggunya di kapel.

Sendirian di Kastil Musim Panas, Amélie mulai mencari.

Anggrek Hitam.

Amélie menggeledah setiap ruangan, perpustakaan, kamar tidur, aula dansa. Tidak ada anggrek, apalagi yang hitam. Ia mencari ukiran, perabot dan lukisan.

Setelah berjam-jam mencari, ia menemukan sebuah rumah kaca kecil yang tersembunyi di belakang kebun. Udara di dalamnya hangat dan lembap, dipenuhi aroma tanah dan tumbuhan eksotis.

Di tengah rumah kaca, di atas pot porselen tua, terdapat bunga anggrek. Bunga anggrek yang sangat langka. Kelopaknya berwarna ungu sangat gelap, hampir hitam.

"Anggrek Hitam," bisik Amélie, jantungnya berdebar kencang.

Ia memeriksa pot porselen itu. Pot itu besar dan berat. Amélie membalikkan pot itu dengan susah payah. Di bawahnya, terdapat ukiran V. L. (Valois-LeBlanc).

Ia menekan ukiran itu. Dengan bunyi derit yang pelan, lantai di bawah pot itu terbuka, menampakkan ruang penyimpanan yang sempit, sedalam satu kaki.

Di dalamnya, terbungkus kain beludru merah yang lusuh, terdapat kotak kayu kecil.

Amélie mengambil kotak itu, tangannya gemetar. Ia membukanya.

Di dalamnya, terdapat sebuah dokumen tunggal, berwarna kuning karena usia, yang disegel dengan lilin dan lambang Valois.

Dokumen: Perjanjian Rahasia Duchy Valois-LeBlanc.

Amélie membaca tulisan tangan yang elegan dan bersumpah atas nama Pangeran yang diselamatkan. Dokumen itu mencatat secara rinci bagaimana Kakek LeBlanc menyelamatkan Duchy Valois dari kudeta dan sebagai balasan, Valois secara resmi menyerahkan hak penuh atas Tambang Besi Lorraine dan memberikan perlindungan abadi kepada keluarga LeBlanc, bahkan dari Tahta.

Dokumen itu juga mencantumkan hukuman mati bagi siapa pun, bahkan dari darah Valois, yang mencoba membatalkan atau menyembunyikan dokumen ini.

"Ini dia," bisik Amélie. "Kunci untuk menghancurkan Éloi dan membebaskan ku."

Dokumen ini tidak hanya membuktikan bahwa utang Éloi palsu, tetapi juga bahwa Éloi melanggar janji suci Duchy Valois. Ini adalah bukti pengkhianatan tingkat tertinggi, yang bisa mengirimnya ke tiang gantung.

Amélie menyembunyikan dokumen itu di bawah gaunnya, diikat erat-erat di balik korsetnya.

Saat Amélie kembali ke iring-iringan kudanya, seorang prajurit kuda mendekatinya. Itu adalah salah satu pria Henri.

"Duchess," bisik pria itu. "Pesan dari Kapten Montaigne. Éloi sudah mengirim tim untuk mengklaim Tambang Lorraine. Dia juga mulai menyebarkan desas-desus bahwa Pangeran Gautier mungkin gagal kembali dari perbatasan karena ketidakmampuannya di medan perang. Dia sedang membangun narasi pengkhianatan."

"Dan notarisnya?" tanya Amélie.

"Notarisnya telah dilacak. Dia menyimpan buku besar yang mungkin berisi rincian pembayaran Éloi. Tapi dia bersembunyi. Kita tidak punya waktu," lapor prajurit itu.

Amélie memandang ke arah matahari terbenam. Ia memegang bukti yang dibutuhkan dan Gautier akan kembali dalam beberapa hari, tapi Éloi sudah mulai menyerang.

Ia memutuskan. Ia harus membuat langkah berani di Versailles.

"Katakan pada Kapten Montaigne," perintah Amélie, suaranya kini penuh otoritas seorang komandan, "bahwa saya sudah memiliki dokumen yang dibutuhkan. Katakan padanya untuk tetap melacak notaris. Saya akan menggunakan dokumen ini untuk memancing Éloi. Dan saya akan memastikan desas-desus tentang kegagalan Pangeran Gautier berhenti di tangan saya."

Amélie naik ke keretanya. Ia adalah Duchess Valois yang rapuh, bepergian dari biara. Tetapi di bawah gaunnya, ia membawa rahasia yang dapat menjatuhkan Tahta dan mengembalikan kehormatan keluarganya.

Misi telah berubah dari bertahan hidup menjadi menyerang.

...******...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!