NovelToon NovelToon
Bloody General Sword

Bloody General Sword

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Sesion 1

Gadis itu bernama lee Renzai, dia adalah putri ketiga dari seorang jenderal di istana, tetapi dia juga seorang jenderal di masa lalu yang kejam, yang berasal dari kerajaan Ochtosk.

Karena kekejamannya, dia akhirnya berubah menjadi buih karena meminum air keramat yang berasal dari sungai kyusu, siapapun orang yang kejam dan meminumnya akan menghilang bersama derasnya air sungai.

Mampukah Sang jenderal untuk merubah takdirnya, akankah dirinya yang kejam akan berubah ketika dia terlahir kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 31

Renzai masih berada di dalam ruangan yang telah di kunci oleh dua orang prajurit, dia duduk di sana sambil membaca buku yang di dapatnya di sebuah rak di samping tempat tidur, pemikiran untuk melarikan diri, tidak pernah terbersit di dalam pikirannya, dia akan menghadapi kesalahan yang di buatnya.

Pintu tiba-tiba di buka, seorang kasim dan salah seorang prajurit masuk ke ruangan Renzai.

"Keberangkatan anda akan di percepat, anda akan berangkat malam ini, bukan besok pagi." Ucap kasim itu.

"Benarkah? Renzai lalu menatapnya. "Boleh aku tahu apa alasannya?" Tanya renzai menatap tajam mereka berdua.

"Pasukan di perbatasan membutuhkan perbekalan dengan segera, dan hal itu sangat mendesak, maka pangeran mahkota memutuskan keberangkatan anda juga di percepat, jadi anda harus ikut kami sekarang." Titahnya.

"Baiklah, bukan masalah." Ucap Renzai berjalan mengikutinya sampai keluar istana. Pukul sebelas malam, kapal yang akan mereka tuju di pulau Jou Yong, letaknya di benteng Arang, kapal itu telah merapat di dermaga, ratusan prajurit tambahan telah berada dinatas kapal beserta barang-barang yang akan dikirimkan.

"Silahkan naik Nona." Ucap kasim itu, sesampainya di atas kapal, Renzai dinperkenalkan kepada seorang tabib, dan tiga perawat yang berdiri di belakang tabib itu, mereka semua memandang Renzai.

"Mereka adalah salah satu tabib istana, dan tiga perawat istana yang akan dikirim ke benteng Arang Young bersama dengan Nona." Ucap sang kasim.

Kemudian kasim itu menatap Tabib yang sejak tadi memperhatikan kedatangan renzai. "Perkenalkan dia adalah perawat tambahan, yang akan membantu tabib jang, namanya Adalah Lee Renzai." ucapnya.

"Dia adalah tabib jang yang akan memimpin para perawat selama berada di benteng. Renzai menatap pria itu, dia seperti kakaknya Cha wu, mungkin dia seumuran dengannya, wajahnya terlihat angkuh dan arogan, dan apaan rambutnya itu, kenapa dia mengikatnya seperti itu, terlihat aneh. pikir renzai memperhatikan rambut tabib jang yang di urai dan diikat sembarangan sehingga tertiup oleh angin malam.

Renzai memandangnya, dan menundukkan sedikit kepalanya. "Apa kabar, Namaku Lee Renzai." Ucap renzai mencoba sopan.

Tabib itu tidak menghiraukan keberadaan Renzai, dia malah menatap prajurit-prajurit yang sedang mengangkat sebuah peti yang berisi obat-obatan.

"Hei, hei angkat dengan benar peti itu, barang itu penting berisi obat-obatan dari Negara king, kau tahu berapa harganya? Kau bahkan tidak akan sanggup membayarnya jika gaji kalian semua di gabungkan." Ucapnya.

"Baik tabib." Ucap prajurit-prajurit itu.

Renzai mengernyitkan alisnya, menatap tabib dengan sok dan menampilkan wajah pongah kepada mereka semua. "Ck, dia pikir, dia siapa? sekali pukul, lehernya aku jamin akan patah." Gumam renzai.

Tiba-tiba matanya beralih kepada renzai. " Kenapa kau menatapku dengan pandangan seperti itu?" Tanyanya. "Apa kau punya masalah yang harus di katakan kepadaku?" Ucapnya lagi.

Renzai mengerutkan alisnya, "Siapa namamu tadi, aku tidak mengingatnya?" Ucap tabib itu.

Ketiga perawat yang berdiri di belakang tabib itu tertawa-tawa mengejek, sambil berbisik-bisik.

"Ck, apa aku harus menghadapi mereka semua? hebat? dia sinting." Ucap Renzai sambil lalu.

"Sinting eh?? hebat, aku mendengar semua kata-katamu." Ucapnya. "Ikuti perawat itu dan laksanakan apa yang mereka katakan, kau pasti melakukan hal hebat sampai kau di kirim ke tempat ini, seorang nona yang dikirim ke perbatasan perang, bukankah itu hebat dan cukup menarik?" ucapnya.

Renzai menggertakkan giginya, jika ada kesempatan pertama, Renzai akan tebas lehernya. Pikir renzai dengan seringainya.

Kapal yang dinaiki renzai sudah berada di tengah-tengah lautan, angin laut berhembus sangat dingin malam itu hingga terasa menembus ke tulang. Mereka semua sudah terlelap tidur, sudah pukul 2 pagi, tetapi renzai belum bisa memejamkan matanya, bau obat-obatan yang menyengat, serta jerami yang bertumpuk membuat renzai menutup hidungnya dan kesulitan bernapas.

"Kau harus terbiasa dengan ini semua Nona," Ucap salah satu perawat berwajah lonjong. "Sesampainya kita semua di perbatasan, kau bukan lagi seorang Nona, kau sama seperti kami, mungkin juga berada di bawah status kami." Ucap salah seorang perawat yang sempat-sempatnya menempelkan Cream di wajahnya.

"Kau, lebih tepat di panggil sebagai seorang pesuruh."

Kesempatan kedua, jika sudah kubereskan tabib itu, giliran wanita j4lang ini yang akan kuhabisi. pikir renzai, sambil berpura-pura menutup matanya.

Tiba-tiba renzai duduk dengan tegak, dia tengah mendengarkan sesuatu dari dek atas. "Eh, kau ! cepatlah tidur, besok....

Renzai mengangkat tangannya menyuruhnya diam. "Kenapa kau menyuruhku untuk diam?" Ucap perawat itu dengan marah.

"Ada yang datang bodoh ! jangan berisik." Tidak berapa lama, terdengar perkelahian dari atas kapal, para perawat berkumpul dan mereka duduk di sudut dengan ketakutan.

"Apa yang harus kita lakukan?" Ucap salah satu dari mereka.

"Apa kita akan mati?" Ucap perawat lainnya.

"Dimana kita akan sembunyi? Eh, dimana Tabib jang?!" Ucapnya.

Renzai beridiri agar mendengar pertarungan dari atas dengan jelas, terdengar teriakan seseorang.

"PASUKAN JAMYOUNG MENYERANG, MEREKA MENYERANG KITA...."

Kemudian Ledakan keras terdengar, membuat kapal berguncang, Renzai mengintip dari bawah dek kapal, para prajurit bertarung, lalu ada prajurit yang jatuh di dekatnya. Dia adalah satu dari prajurit Hanjang, Renzai dengan cepat mengambil pedangnya dari tangan prajurit yang berlumuran darah itu, dia berniat naik ke dek atas untuk ikut bertarung, pasukan jamyoung terlalu kuat, jika dia tidak membantu mereka akan kalah, dan semua yang ada di kapal ini akan di tangkap oleh pasukan musuh.

Seseorang tiba-tiba menarik tangannya, hingga renzai terjatuh ke tumpukan jerami.

"Kau pikir, kau akan kemana? Kau ingin bertarung? apa yang bisa kau lakukan? kau hanya akan mati konyol !" Tabib itu berkata, masih memegang lengan Renzai, dia kemudian melepaskan pegangannya lalu bersedekap.

Para perawat berkumpul di belakang tabib menatap renzai dengan jengkel dan sinis.

Tabib itu menatap renzai lalu menilainya. "Kau pasti pembuat masalah, itu pernyataanku kepadamu Nona Renzai, Benarkan?? Sebaiknya kita menunggu di sini sampai keadaan di atas sana aman." Ucapnya.

"Atau menunggu kapal akan tenggelam dan mati di sini." Ucap renzai. Para perawat memelototinya, renzai kemudian berdiri sambil memegang pedangnya.

"Hei, kau tidak mendengarkan aku?" Dia menyentak kaki renzai memaksanya untuk duduk.

"Duduk !" perintahnya.

Renzai memutar bola matanya, lalu menghunuskan pedangnya, ke leher tabib itu, dan sengaja melesetkan serangannya ke samping.

"Lain kali tidak akan meleset, kalau kau tutup mulutmu." Ucap Renzai dengan tenang.

Tabib itu sekilas terkejut, cepat-cepat ia menguasai dirinya dan tersenyum.

"Hahaha, Benar kataku kan, kau itu pembuat masalah." Renzai hanya memandang tabib itu. Apa kubunuh saja tabib ini? tapi, kelewat banyak saksi yang ada di sini, atau kubunuh juga perawat-perawatnya? pikir renzai dengan kejam.

1
Tiana
wah tanpa belas kasihan
azka aldric Pratama
hadir 😉😉😉
MAWAR BERDARAH
Semangat
Kadek Mudiastini
thor,aku suka ceritamu ini.gak bertele-tele.aku harap renzai lahir kembali dg sifat baik dan menemukan cinta sejatinya.apakah season 2 udah keluar?
Crzalia00
makasih kak,, ceritanya seru👍
ditunggu season 2 nya😁😁
Crzalia00
seru
Qimti Sa
good
Allessha Nayyaka
keren
Riri
g ada karya baru lagi ya disini ay....
Afrilho
Mmm penuh misteri ternyata sang Jendral seorang wanita
Ray
Semangat terus buat Outhor 💪🙏
Sehat selalu 🙏🙏
Ray
Sungguh ironi sekali endingnya, tapi banyak hikmah dan pelajaran yg positif bisa diambil dari ceritamu Outhor 🙏👍
Semoga dikehidupan nanti mereka berubah menjadi lebih baik👍🙏
Semangat terus berkarya Outhor, Qutunggu cerita2x yg lainnya💪🙏👍
Ray
Apakah seorang ayah sekaligus Jendral dimana musuh dari anaknya sendiri yg tubuhnya telah dikuasai sepenuhnya oleh Jendral Kimi Ga, sanggup membunuh🤔? Semangat up
Ray
Semakin tegang, seru dan semakin keren Outhor, selalu kutunggu💪🙏👍
Ray
Apakah ke5 Akai bisa mematahkan kutukan dalam diri Jendral Kimi Ga?
Dan apakah Jendral Geem ayah dari Renzai tidak bisa membuat anaknya kembali menjadi baik🤔? Semangat Up dan sehat selalu buat Outhor💪🙏
Ray
Jendral Kimi Ga sudah mulai menguasai Renzai, kegelapan dalam diri Jendral sudah terjadi, dan AQ penasaran kelanjutan ceritanya Thor🤔
Semangat terus ya Thor🙏👍
Ray
Apakah pangeran ada rasa suka dan cemburu liar Renzai dengan lelaki lain?
Semangat selalu outhor💪🙏
Ray
Wakil Kapten Cheon ibarat lagi makan buah simalakama 😱🙏Serba salah, mau gsk mau harus turuti omongan dan perintah Renzai🙏 Terus Up🙏👍
Ray
Keren habis Thor, lanjut up🙏
Ray
Pangeran lihat Renzai dan ke5 Akai 🤔👍
Lanjut Up dan Up, semangat 💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!