NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:34.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

    Nafis duduk termenung di balkon kamarnya. Banyak hal yang berkecamuk di dalam otaknya. Ingatannya kembali pada siang tadi. Hampir saja ia kelepasan bercerita. Beruntung dia masih mawas diri.

  Dia selalu menekankan jika ini adalah sebuah aib yang tentu tidak baik jika di umbar. Bagaimanapun buruknya Hanafi, dia tetaplah abi dari dua anaknya. Dan betapa buruknya rumah tangga yang harus dia jalani tetaplah Allah selipkan nikmat yang luar biasa. Dari pernikahan itu dia kini memiliki dua orang buah hati yang dapat tumbuh dengan baik.

   Jika ada keburukan maka dia anggap sebagai sarana Allah menempa imannya. Dia tidak mau berburuk sangka. Cukup baginya menyakini bahwa inilah takdir baik dari yang maha kuasa.

   Ada getar dari saku gamis yang dia kenakan. Sedikit heran,siapa yang menghubunginya sepagi ini. Senyumnya mendadak hambar kala mengetahui Hanafi lah yang menghubunginya. Mau tak mau dia mengangkat panggilan tersebut. Dia ingin tau apa pria yang sebentar lagi akan menyandang gelar sebagai mantan suaminya itu.

   " Assalamu'alaikum dek, maaf menganggu waktu pagimu "

   " Wa'alaikum salam. Ada apa mas ?"

  " Kamu sedang sibuk tidak dek, ada yang mas mau bicarakan ?"

  " Masih ada yang perlu di bicarakan ya, soal apa ?"

  " Kok jawabnya dingin gitu sih sama suami dek ?" Nafis terkekeh.

   " Ogh.. Jadi masih berasa jadi suamiku to ?"

   " Maksud kamu apa sih dek ?"

   " Aku pikir setelah punya istri baru sudah lupa sama aku. Kemana aja selama ini, tidur terus baru bangun dan baru sadar kalau masih ada istri yang lain ?"

   " Kok kamu ngomongnya gitu sih, kan kamu tau betul kondisiku dek ?"

   " Ya memang wanita segila aku yang bisa mengerti kamu , kalau wanita waras dari kapan tau juga pasti sudah kabur " Nafis benar-benar meluapkan emosinya.

   " Udah jangan bahas itu terus, nanti kamu jemput Zizah kan ?"

   " Iya memang kenapa ?"

   " Ya sudah , soalnya mas juga sedang tidak bisa karena mau mengantar ning Fizah pulang ke Kudus "

   " Tenang mas, Azizah kan putriku. Dia tangung jawabmu " Ada sesak dalam dada Nafis. Baru saja menikah Hanafi sudah bisa melupakan kewajiban atas anaknya.

   " Oya dek, kenapa ada tagihan datang ke rumah umi dari butik kita ?"

  " Iya kah, maaf aku tidak tau karena sejak 2 bulan lalu butik itu sebenarnya sudah aku jual."

  " Kamu jual, kok tidak ijin mas dulu ?" Nafis lagi-lagi terbahak.

  " Maaf tuan Hanafi, jika anda lupa akan saya ingatkan. Tanah dan bangunan butik itu saya beli dengan uang tabungan saya sebelum kita menikah. Lalu, seluruh modal untuk usaha juga dari uang saya sendiri, tidak ada satu serupiah pun uang anda disana. Sekarang saya tanya, atas dasar apa saya harus ijin anda saat menjualnya, memang kontribusi anda apa disana ?" Hanafi terdiam.

   " Kenapa sejak keluar dari rumah kamu jadi berubah begini dek ?"

   " Maumu yang seperti apa, diam dan membiarkan semua berjalan seperti sebelumnya ?"

  " Mohon anda dengar dengan baik-baik tuan Hanafi Rahmad. Selama ini saya diam, bukan karena apa. Saya hanya tidak mau terjadi prahara. Akan tetapi tanpa saya sadari diam dan mengalahnya saya ternyata justru membuat anda dan ibu anda semakin mengila."

  " Jika sekarang anda melihat sisi saya yang begini ya inilah apa adanya saya. Anda saja yang mungkin tidak terlalu mengenal saya."

   " Terus ini tagihan bagaimana?" Lagi-lagi Nafis tergelak.

  " Lha kok tanya saya, ya itu urusan anda. Kan belanja juga bukan buat saya "

   " Tolong bilangi ke pemilik butiknya, akan aku bayar tapi di cicil."

  " Mana bisa mas, aku sudah tidak berurusan dengan pihak saya. Pas menjual pun komunikasinya sama Mang Tejo."

    Nafis puas setelah mendengar tarikan Nafas yang begitu kasar dari Hanafi. Sesekali memang perlu bukan di beri shock terapi.🤣🤣🤣

   " Sudahlah, kalau mau membahas masalah tagihan butik, kamu itu salah orang kalau kamu menghubungiku. Maaf mas aku harus bersiap " tanpa menunggu respon Hanafi, Nafis mematikan sambungan telfonnya.

   Nafis memejamkan matanya, tidak menyangka dia bisa selugas itu berbicara dengan Hanafi.

   " Kenapa aku dulu bisa jatuh cinta pada Hanafi " ucap Nafis pelan.

   Angannya melayang pada waktu dia bertemu dengan Hanafi untuk pertama kalinya. Mereka berjumpa dalam salah satu acara keagamaan di kampus mereka.waktu itu Hanafi di dapuk sebagai pembaca ayat suci Al-qur'an. Nafis terpesona dengan suara merdu milik Hanafi.Mereka berkenalan melalui senior Nafis yang bernama Lukman.

Dalam pandangan Nafis kala itu Hanafi adalah pria idaman yang begitu membuatnya terpesona. Tidak taunya sekarang walau hanya sekedar menyebut namanya saja dadanya sudah terasa sesak. Tangis Nafis kembali pecah.

Tanpa dia sadari, sedari tadi mbak Nur memperhatikannya. Mbak Nur sengaja masuk ke kamar Nafis setelah melihat Nafis duduk termenung di teras Balkon. Dia yakin bosnya itu sedang tidak baik-baik saja.

Setelah melihat Nafis tergugu dia tidak tahan untuk mendekat. Dengan pelan dia buka pintu balkon karena takut menganggu tidur Naufal.

" Bu.." Dengan lembut mbak Nur menepuk pundak Nafis.

" Mbak Nur " Nafis tentu terkejut melihat keberadaan mbak Nur. Dia berdiri dan berhambur dalam pelukan perempuan yang dia bawa dari Semarang itu.

" Sabar ya bu "

" Tapi kenapa masih sesesak ini mbak ?"

" Sudah biarkan pak Hanafi mau berulah model apa aja, ibu tidak usah peduliin. Sudah saatnya ibu itu memikirkan kebahagian ibu sendiri. Sudah cukup hidup ibu menjadi sia-sia seperti sebelum-sebelumnya."

" Yang tadi menelfon ibu pak Hanafi kan ?" Nafis menganguk.

" Dia nggak nanyain Naufal mbak " Tangis Nafis kembali pecah.

" Udah biarin saja bu, nanti juga akan tiba saatnya pak Hanafi itu menyesal dan memohon-mohon untuk kembali sama ibu dan anak-anak"

" Nggak akan Nafis kasih mbak, sudah bagus bisa lepas. Masak iya mau balik lagi ke jerat yang sama "

" Bagus itu bu. Pokoknya mbak akan jadi pasukan penolak keras ibu balikan sama pria modelan pak Hanafi."

" Makasih ya mbak, sudah selalu ada untuk aku sama Naufal. Mbak selalu saja menguatkan Nafis kala Nafis berfikir buat menyerah. Jangan pernah tinggalin aku dan anak-anak ya mbak ?"

" Pasti lah ibu. Saya akan ikut ibu kemanapun, lagian mau kemana sih kalau nggak ikut ibu, siapa coba yang mau menampung mbak Nur "

" Mbak Nur mah !"

" Nah begitu senyum, jadikan cantiknya makin kelihatan."

" Saya mah yakin bu, setelah putusan persidangan nanti bakalan banyak yang ngantri buat dekat sama ibu."

" Ya Allah mbak Nur, palu aja belum di ketok. Sudah mikir kesana " keduanya terbahak lalu, kembali berpelukan.

Tiba-tiba...

" Bunda kenapa pagi-pagi sudah pelukan sama budhe Nur ?" keduanya menoleh begitu mendengar suara Naufal.

" Hehehe... Budhe lagi nangkep bundanya mas Naufal, soalnya curang ayam goreng jatahnya budhe di habisin sama bunda "

" Yah bunda, mana boleh begitu. Kan pas beli juga sudah di hitung satu-satu "

" Habis budhe bilangnya nggak mau, makanya bunda makan sekalian "

" Nggak boleh rakus bunda, kata ummah kita hanya boleh makan seperlunya saja."

" Iya anak ganteng, terima kasih bunda sudah diingatkan"

" Mandi gih, hari ini kita akan kerumah eyang "

" Serius bunda ?" Nafis mengangguk.

" Yeaaaa..."

1
Kasih Bonda
Aamiin trima kasih.💪kak
Elia Rossa
Aamiin yra..makasih kakak author..🤗. doa yg sama buat kakak juga ya
nunik rahyuni
tokoh ummi g kluar lg thor ..sesekali kluarkan buat luapan esmosssi..😁
masih sj jd laki2 model robot setelan pabrik hanafi..😁
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ma Em
Hanafi dan ibunya msh saja kelakuannya menyebalkan tdk ada sadar2 nya , semoga Nafis makin sukses tunjukan pada mantan suami dan mantan mertua tanpa mereka juga hdp Nafis bahagia .
𝐈𝐬𝐭𝐲
ternyata mereka belum tobat juga toh masih saja sok😂😂
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
tenggelamkan ke laut saja org modelan kya itu..
bu suuusiiiii ada orang tak berguna tenggelamkan bu...biar jd santapan iwak teri
Mayra Zahra: siap kakak. doakan otak encer ya kakak biar tidak mgelantur ceritanya
total 4 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
nunik rahyuni
bagooooes abi👏👏
nunik rahyuni
jd laki laki kok bodoh...g usah kawin jd buntut biyung mu sj..panggilan sj umi abi..harusnya paham beragama..mudahan abi bawa madu jg 👏👏
nunik rahyuni
padahal yo pinter mesti yo cantik soalnya duit adaodal jg ada kok mau model laki kya ini ..buang ja jauh jauh tukar tambah
nunik rahyuni
demi alloh jg kok tahan nya sampe punya anak 2 hidup sm laki macam ini..asli aq heran..ikut gabung thor mampir liat judulnya kya pinisirin....alon alon q mbc thor no skip..semangat lanjut sampe tomat..🤣 tamat maksudnya💪💪
La Rue
Semangat buat anak²nya Farid dan Bunda Nafis
Kasih Bonda
next Thor semangat
Reni Anggraeni
up lg thorrr
Kasih Bonda
next Thor semangat
Naufal hanifah
luar biasa /Good//Good/
Ma Em
Semoga Farid dan rombongan baik2 saja selamat dan sehat 🤲🤲.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!