Destia Ayu Gantari wanita cantik cerdas dan penuh pesona yang hobinya memanah. Tanpa sengaja saat liburan di Jogja dia bertemu pria yang menarik menurutnya yaitu Idrissa Pramudya yang merupakan dosen di kampus yang sama dengan ayahnya.
Idris tak sengaja akan menabrak Tia, saat Tia sedang berjalan di area stasiun. Akhirnya mereka bertemu kembali saat berada di sebuah warung saat sedang sarapan. Mereka semakin dekat seiring waktu sampai akhirnya menikah.
Idris sendiripun merupakan Duda tanpa anak yang sudah bercerai karena dikhianati mantan istirnya tapi Tia belum mengetahui semua itu bahkan sampai mereka menikah.
Saat Idris bertemu wanita masa lalunya Tia mengetahui hal tersebut dari Anggun karyawannya.
Bagaimanakah respon Tia? Apakah akan marah, sedih, kecewa? Atau kepo mungkin? dan ingin cari tahu lebih tentang masa lalu suaminya tersebut dengan hal-hal yang tidak biasa?
Jika ingin tahu terus ikuti kelanjutannya ya guys. Don't forget to keep reading until the end💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Last Day
Tia berjalan keluar dari kamar mandi bersama Idris dibelakangnya.
"Mas jadi kan buat blar blar?" Tanya Tia.
"Jadi dong sekarang pakai jaket ya biar nggak kepanasan".
"mm hmm" Idris mengambilkan sebuah jaket kulit berwarna hitam lalu memakaikan jaket tersebut ke tubuh Tia.
"Wait..."
"Why?"
"Jangan pakai rok. Kamu nggak bakal nyaman pakai itu sayang"
Idris memutar tubuh Tia "Look ini terlalu pendek"
"But this is so cute"
"I said no baby!"
"Mau pakai ini buat foto doang didepan habis itu ganti i promise" Idris menghela nafas dengan berat. Ia meraih kamera yang terletak di atas meja.
Lalu menggandeng Tia, membawanya turun ke bawah untuk memotret dirinya.
"Mau foto dimana?"
"Di samping motor punya mas because i really love that"
Idris mengeluarkan motor dari garasi lalu menaruhnya di halaman depan, Tia segera menghampiri Idris untuk memposisikan diri.
Ia berpose duduk di motor lalu Idris memotretnya.
"Cantik banget" Idris melihat foto yang sudah di potret.
"Masa sih coba lihat sini"
"Nanti aja sekarang ganti pose yang lain"
Idris kembali memotret Tia dengan motornya, Idris melakukan sesi pemotretan seperti photographer professional.
Di bawah cahaya matahari ketampanan pria itu berkali lipat lebih tampan. Kulit kuning kecoklatan terlihat attractive, bahkan kaos yang membalut tubuhnya terasa begitu pas. Apalagi otot-otot tubuhnya, bisep, otot tangan, dan bahu lebarnya.
Tia memandang Idris dengan penuh kekaguman, penuh cinta. Ia tersenyum manis menatap Idris.
"Done sayang" ucapnya sedikit berteriak.
Tia menghampirinya lalu mengecup kedua pipi Idris dan tersenyum manis "Thank you sayang".
Ia melarikan diri dari sana untuk berganti pakaian, Idris tersenyum melihat Tia yang tengah bahagia. Ia berlari kecil memasuki rumah.
Idris juga memasuki rumah untuk meletakkan kamera miliknya.
...----------------...
"Udah siap?" Tia memposisikan diri di belakang Idris lalu memeluk pinggang idris dengan erat "mm hmm".
Idris mengendarai motornya dengan laju yang pas, tidak kencang tidak juga pelan.
Semilir angin membuat rambut Tia beterbangan, rambut hitam panjangnya tidak dikuncir sama sekali.
Tia tersenyum bahagia. Idris meraih tangan Tia dengan satu tangannya sambil menikmati semilir angin yang menembus ke tubuhnya.
Tia semakin mengeratkan pegangan tangan ke pinggang Idris.
"Wuahh rasanya sangat menyenangkan lebih dari apa yang ku bayangkan"
"Kamu belum merasakan hal seperti ini sebelumnya?" tanya Idris
"Belum makanya aku bilang ini sangat menyenangkan", Idris berdehem singkat "Sekarang jika kamu mau seperti ini tinggal bilang sama aku aja, aku akan bawa motor ini ke jakarta besok mau aku paketin biar bisa bawa kamu jalan-jalan di jakarta menggunakan motor sekalian menikmati angin jakarta".
"Terimakasih ya mas you always did your best. Terimakasih juga sudah memprioritaskan kebahagiaan aku".
"I will do my best for you. Just remember that!".
Mereka berkendara bersama kendaraan lain banyak mobil dan motor.
Setelah menikmati perjalanan indah pertama kali menaiki motor bersama dengan Idris akhirnya Tia meminta Idris untuk membawanya pulang.
Idris membawa Tia pulang dengan selamat.
Mereka juga harus beristirahat setelah itu karena akan meninggalkan jogja besok pagi.
...----------------...
Keesokan paginya setelah malam kemarin menyiapkan segala barang yang akan dibawa Idris dan Tia sudah bersiap diri bahkan mereka mandi pada pagi hari.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. Mereka harus segera bergegas menuju Stasiun Tugu karena kereta Luxury tujuan Jakarta akan berangkat sebentar lagi. Idris mengunci kembali pintu rumahnya, memberikan tatapan perpisahan singkat pada rumahnya.
"SUV-nya ditinggal di sini lagi, Mas?" tanya Tia saat mereka memesan taksi daring untuk menuju stasiun.
"Iya, biarkan aja disini. Di Jakarta kita pakai mobil yang lain karena di rumah aku di jakarta ada mobil lagi. Kamu juga ada mobil kan di apartemen," jawab Idris sambil tertawa.
Taksi tiba. Idris menaruh dua koper besar dan tas kedalam bagasi. Mereka berdua melihat ke arah jendela setelah taksi melaju membelah kota jogja.
"Kota jogja yang penuh dengan kenangan indah sampai jumpa di lain hari" ucap Tia.
Idris tersenyum "Kita akan kembali kesini nanti kalau liburan".
Sesampainya di Stasiun Tugu, suasana sangat ramai. Penumpang dengan tas-tas besar berlalu lalang, namun bagi Tia dan Idris, perjalanan kali ini terasa sangat berbeda. Mereka tidak lagi pulang sebagai dua orang teman atau pasangan tunangan. Mereka pulang sebagai suami istri yang sah.
Idris meraih tangan Tia membawanya masuk kedalam kereta.
Ia meraih satu persatu koper yang dibawa lalu meletakkannya diatas overhead rack.
Ia duduk bersama Tia yang sedang memandang keluar jendela. Memandangi area persawahan yang asri dengan tumbuhan padi yang hijau.Ia menyandarkan kepalanya di bahu Idris yang terasa kokoh.
"Mas, setelah sampai di Jakarta nanti, hal pertama yang mau aku lakukan adalah ke toko," ujar Tia. "Aku mau tau perkembangan toko kita setelah aku meninggalkannya bersama Lita dan Anggun."
Idris mengelus rambut Tia. "Boleh saja, Aku tahu kamu kangen toko yang sudah membuat kamu lebih hidup."
"Selain kangen toko aku juga kangen suasana ramai saat banyak pelanggan berdatangan".
"Tahu nggak, sayang?" Idris berbisik di telinganya saat kereta melaju kencang menembus terowongan. "Jogja adalah tempat terindah yang selalu ingin aku datangi, tempat itu adalah saksi dimana saat pertama kali kita bertemu, bahkan tempat kita menikah juga di Jogja."
Tia menggenggam tangan Idris, merasakan dinginnya cincin pernikahan mereka yang saling bersentuhan. "Kita sudah merasakan perasaan cinta yang indah mas. Aku merasa pertemuan kita di Jogja memang takdir dari Tuhan bahkan setelah aku putus dengan Elang aku tidak pernah berpikir akan cepat mendapatkan pria, tapi ternyata ada pria baik hati yang menjadi tempat perlabuhan terakhirku bahkan menjada sandaran ternyaman ketika aku terjatuh."
"Aku cinta kamu, kamu cinta aku, kita adalah dua hati dengan satu cinta, sayang. Kamu juga adalah cinta terkahirku, pelabuhan terkahir yang akan aku jaga selamanya. Tuhan bahkan memberkati aku dengan memberi pasangan sepertimu. God unites us in a beautiful love".
apa nanti ga ada kata akan prettt pada waktunya 🤭
mantan ga ada